Bogoshipo [Chapther 2]

Posted: October 28, 2011 in Bogoshipo
Tags: , , , , , , , , , , , ,

 

Yoochun pov

“Ya Junsu , kau benar – benar parah!” Sudah kesekian kalinya Yoochun menghina Junsu yang selalu kalah dalam segala macam game. Dan kali ini untuk kesekian kalinya Yoochun melihat ‘baby’nya itu menraktir seluruh staf

“Uangku sepertinya akan habis karena kalah game terus! Lain kali kalau ada makan begini , dan ada game seperti ini aku tidak akan aku mau ikut!” Gerutu Junsu marah.

Yoochun hanya tersenyum karena ia tau yang dikatakan Junsu hanya bohong belaka. Setiap kali dia kalah dia selalu mengatakan hal yang sama , tapi ketika di lain waktu staff mengajak makan dia akan menerima hal itu.

Junsu memang seperti ini , bodoh mungkin , tapi ia adalah orang terpenting , dihidup Yoochun , ia tidak akan mungkin menjadi seperti ini tanpa Junsu. Merekapun meninggalkan tempat makan setelah selesai Junsu membayar.
Para staff semua memutuskan untuk pulang karena lelah. Merekapun berpisah di depan tempat makan. Saat  berjalan menuju mobil Junsu di tengah jalan berhenti. Ia diam sambil memandangi sebuah papan iklan besar

“Kau merindukannya?” Tanya Yoochun sambil  melihat papan iklan besar itu bergambar Yunho dan Changmin dengan album baru mereka TONE.

Junsu menggagguk , ia tak menjawab apapun , Yoochun memandangi Junsu tak lama Junsu memangis. Ternyata tak hanya Jaejoong dan dirinya yang rindu dengna Changmin dan Yunho ternyata Junsu juga sama.

Yoochun memeluk Junsu , Junsupun menagnsi dalam dekapan pelukan Yoochun. Yoochun sebenarnya ingin menangis juga , karena ia sangat amat merindukan Junsu , tapi ialah saat ini yang harus menjadi tegar , kalau semuanya menangis , tidak ada yang akan memberikan pelukan.
Jaejoong pov

Jaejoong keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan sehelai handuk. Badanya masih setengah basah , ia tampak sexy. Rambutnya pun belom kering semua. Jaejoong duduk di sofa bersama pria tersebut.

“Kenapa kau bisa masuk kesinih?” Tanya Jaejoong tanpa basa basi

“Aku meminta kunci master pada petugas hotel” Jawab Pria itu sambil tersenyum dengan penuh kebanggan.

“Lagi – lagi kau berhasil membuat petugas hotel melakukan hal bodoh , dengan menggagu privasiku.”

“Mengganggu privasi? Kau harus lebih hati – hati dalam menggunakan kalimat Jaejoong” Pria itu berbisik di telinga Jaejoong

Jaejoong sempat kehilangan arah , karena ia selalu tidak berkutik kalau sudah seperti ini. Sudah lama Yunho tidak berbisik ditelinganya, padahal itu adalah hal yang selalu menjadi kesenangan bagi Jaejoong

Pria itu mendekati Jaejoogn , ia pelan – pelan mencium Jaejoong dari telinga , leher , terus sampai ke bagian tangan.
“Hyun Joong tolong hentikan!” Ucap Jaejoong dalam desahan.

Jaejoong mencoba mengkontrol dirinya , supaya ia tidak tenggalam dalam semua ini! Ia tidak bisa melakukan hal ini kalau bukan dengan Yunho!

“Kenapa? Bukanya kau menikmatinya?” Tanya pria yang bernama Hyun Joong tersebut sambil terus mencium Jaejoong

“Aku tidak bisa melakukanya , aku tidak bisa!”

“Kenapa kau tidak bisa? Apa karena Yunho?”

Jaejoong menggagguk. “Walaupun aku tidak bisa bertemu denganya , bukan berarti aku bisa melakuka ini denganmu , aku tetap tidak bisa melakukanya. Aku hanya untuk Yunho seorang.”

“Baiklah kalau begitu. Aku akan pergi.” Hyun Joong pun menyerah ia meninggalkan Jaejoong. Sepeninggalan Hyun Joong , Jaejoong menangis , ia mencari bir , ia menangis sambil minum. Tampak sekali ia sangat kacau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s