“Love is Something I Cant Handle” [Chapther 1]

Posted: November 1, 2011 in Love is Something I Cant Handle
Tags: , , , , , , , , , ,

Title : “Love is Something I Cant Handle”

Cast : DBSK member , Bora , and Hyorin

Genre : Romance , Drama

Perkenalkan namaku Bora. Selama ini aku tinggal berdua dengan ayahku. Ibuku meninggal ketika aku umur 1 atau 2 tahun. Aku tidak ingat pasti. Sejak saat itu aku tinggal dengan ayahku.

Ayahku bukan ayah yang perfect. Tentu saja aku tau hal itu , dan mana mungkin aku tega mengeluh ketika aku tau dia berusaha perfect untuk menjadi ayah dan ibu bagiku.

Menurutnya sejak kehilangan ibuku , ayah mulai belajar memasak. Walaupun harus kuakui sampai usiaku 18 tahunpun ayahku tidak pernah memasak dengan benar , kalau tidak rasanya aneh , ada yang gosong , dan semacamnya. Dia memagn tidak berbakat utnuk urusan dapur. Tapi untuk yang lainya dia adalah ayah terbaik bagiku.

Walaupun dia harus bekerja , dia selalu datang kesekolah ketika sekolah mengadakan acara lomba anak dan orang tua . Itu adalah acara tahunan di sekolahku. Dan ayah selalu tidak pernah absen dalam acara itu , walaupun aku tau kalau dia harus bekerja tapi dia akan selalu mengusahakan datang.

Dan untuk apa aku mengeluh karena kekuranganya tidak bisa memasak , dilain itu dia adalah ayah terbaik untukku. Lagi pula aku sudah bisa memasak ,dan masakanku jauh lebih baik dari pada ayahku.

Sekitar 6 bulan ayah mengenalkan seorang perempuan , yang lebih muda 2 tahun darinya. Dia seorang janda. Ayah berkata dia mengencani wanita itu dan meminta persetujuan denganku. Aku tentu setuju. Aku bukan orang yang takut dengan ibu tiri , atau ayahku akan terebut. Ayah berhak bahgia. Selama ini ayah selalu bertahan sendiri , sudah saatnya ada yang menemaninya , mengursunya karena aku tidak bisa disisinya selalu , aku kan suatu saat akan menikah , dan disaat aku menikah aku harap ayah bisa memiliki seseorang yang bisa mendapinginya,

Dan orang yang dikencani ayah lah Hyorin. Aku memangginya Hyorin-shi , aku belom terbiasa memanggilnya dengan umma. Jadi aku memutuskan untuk memanggilnya dengan hyorin-shi , dia menolak disebut ahjuma karena itu membuatnya seperti tua.
Dan disinihlah aku berada , di sebuah pernikahan kecil – kecilan yang dihadiri keluarga dekat. Ayah dan Hyorin-shi tidak begitu banyak mengundang orang , mereka malu diumur setengah baya masih mengundang orang banyak – banyak

“Padahal anak itu sudah janji mau datang , kenapa sampai jam segini belom datang.” Hyorin-shi tampak sibuk mencari – cari seseorang di tengah – tengah para tamu yang datang

“Mungkin dia terjebak macet. Sabarlah yeobo.”Kata ayah menenangkan,

Aku tersenyum. Aku agak geli sebenernya mendengar ayah menyebut yeobo. Dulu ayah selalu memanggilku begitu  tapi aku selalu marah ketika dia memanggilnya begitu , aku ini anaknya bukan kekasihnya , begitulah yang selalu aku katakan kalau ayah memanggilku yeobo.

Tapi sekarang tampaknya ayah tidak akan memanggil yeobo padaku lagi. Karena sudah menemukan orang yang tepat untuk dipanggil dengan sebutan itu. Tak berapa lama , para tamu tampak histeris. Mereka seperti mendapat tamu yang tidak diduga. Aku tau itu siapa.

Aku belom pernah bertemu dengan kakak tiriku. Yah hyorin-shi memiliki seorang anak perempuan. Dan kau tau itu siapa? Dia adalah Yunho! Yunho U-know!?! Aku belom pernah bertemu dengannya secara lagnsung , tapi tentu saja aku mengenalnya. Siapa yang tidak kenal dengan seorang top star seperti Yunho.

“Yunho!”Panggil Hyorin-shi.

Yunho menghampiri Hyorin-shi. Ia tidak datang sendirian , ia ditemani teman – temanya. Semuanya tampak sangat dekat dengan Hyorin. Terlihat dari cara mereka mengucapkan salam , sudah tidak sopan tapi lebih kekeluargaan. Mereka membungkuk pada ayahku dan memberi selamat dan kemudia semuanya melihat padaku.

Aku yakin saat itu wajahku merah padam , siapa yagn tidak akan malu ,dilihat secara bersamaan oleh 5 pria ganteng? Aku menduduk saking malunya.

“Yunho , ini Bora yang waktu itu umma ceritakan padamu.” Jelas Hyorin-shi.

Aku membungkuk sedikit tanda hormat . Merekapun melakukan hal yang sama. Aku rasa hanya aku yang perlu mengenalkan namaku. Karena sudah jelas aku mengenali mereka semua

“Anyeong! Namaku Bora , senang berkenalan.”Kataku kemudian membungkuk lagi.

“Anyeong!” Sapa Junsu ramah.

Junsu dia terlihat lucu , imut , bahkan lebih dari pada yang biasa kulihat ditivi , aslinya jauh lebih bagus!

“Ya Junsu , hati – hati kau bisa membuatnya pingsan.” Goda Yoochun.

Wajahku memerah. Mungkin benar kalau mereka lama – lama menatapku aku bisa langsung pingsan.
“Kalian akan menginal disinih kan?” Tanya Hyorin-shi memastikan.

“Tentu saja ajhuma!” Jawab Changmin semangat

“Aish…!!! Sudah kubilangkan jangan memanggilku ahjuma.”

“Noona!!!”

“Ya!!!”

“Mianhe…”

“Berapa lama kalian akan menginal disinih?”

“1 minggu Hyorin-shi.”

“Sebentar sekali. Tidak bisa lebih lama?”

“Itu sudah lama , menejer kami akan menggantung kami kalau kami minta libur lebih lama lagi.”

“Ah sudahlah…. Seminggu juga sudah bagus.”

“Bora.”Panggil ayah.

“Ya ayah?”Balasku.

“Antarkan mereka kekamarnya , mereka kan tidak tau kamarnya dimana.”

“Baiklah appa.”

“Silahkan lewat sinih.” Aku menghantarkan mereka kekamar mereka. Aku sudah menyiapkan kamar untuk mereka , seperti yang diminta oleh ayah. Sebenarnya aku merelakan kamarku sendiri. Aku harus merelakan kamarku sendiri Karen kamar tamu tidak akan cukup menampung kelima pria tampan ini.

“Pink!?!” Komentar Changmin ketika melihat kamar yang mereka tempati.

Aku memang tidak memindahkan perabotanku , karena itu sangat berat. Aku hanya mengatur kasur agar cukup untuk mereka berlima. Dan memang kamar ini bernuansa pink , bukan warna kesukaanku tapi untuk menggambarkan kamar wanita. Begitulah yang ayah katakana.

“Maaf , sebenarnya ini adalah kamarku , karena kamar tamu tidak cukup jadi aku meminjamkan kamarku dulu.” Jelasku

“Kami bisa tinggal di hotel , kalau memang tidak ada tempat tinggal disinih.”Saran Yunho.

“Tidak , tidak usah. Jangan lakukan itu. Mereka akan sedih kalau kalian tidak mau tinggal disinih. Begini , mungkin memang kalian tidak terbiasa , tapi aku mohon tinggalah disinih aku sudah menyiapkan semuanya . Kalau kalian ada perlu apapun panggilah aku.”

“Tunggu.” Panggil Jaejoong

Aku yang mau keluar membalikan badan. “Ya?”

“Kalau kau biasanya tidur disinih  , sekarang kau tidur dimana? Kamarnya kan dipakai oleh kita.

“Aku tidur diruangan sebelah , kamar tamu.”

Jaejoong menggangguk , Aku memastikan mereka tidak membutuhkan apa , selama beberapa menit aku dikamar itu memerhatikan mereka. Setelah mereka tidak menanyakan apapun aku pergi. Baru di depan pintu , aku sudah di panggil lagi

“WC dimana WC?”Tanya Yoochun.

“Oh itu. Itu wc.” Aku menunjuk pintu tepat di depan kamarku.

Yoochun menggnggu “Kamshahamida.”

Aku membungkuk dan meninggalkan kamar. Mereka butuh istirahat sebaiknya aku tidak mengganggu mereka. Aku lebih baik kebawah saja menjamu tamu

“Adikmu cantik.”Komentar Changmin.

Yunho tidak menanggapinya. Ia melemparkan tubuhnya ke ranjang , ini pasti ranjang gadis itu , wangi wanita.
“Jaejoong , jangan meliaht – lihat barang orang tanpa izin.” Tegur Yunho ketika memergokin Jaejoong membuka – buka lemari Bora.

“Diakan bukan orang lain , diakan adikmu. Kelihatan dia orangnya cukup rapih. Eh siapa gadis ini?” Tanya Jaejoong smabil menunjukan foto seorang gadis yang mirip dengan Bora tapi dengan versi yang terlihat lebih mature dan tampaknya foto itu sudah tua.

“Kau mendapatkan foto ini dari mana?”

“Dari lemarinya ketika aku melihat – lihat bajunya.”
Yunho mengambil foto itu. Mirip sekali dengan Bora , apa mungkin ini adalah ibunya Bora? Umma tidak pernah menyinggung tentang ibunya Bora , apa ibunya masih hidup? Atau sudah meninggal

“Letakan lagi ditempatnya.” Perintah Yunho.

“ Ya hyung! Rumah ini memiliki taman yang luas , bagaimana kalau kita maen sepak bola dibawah?”Ajak Junsu dengan semangat.

“Aku tidak mau.”Tolak Yunho langsung

“Aku mau.” Kata Yoochun.

Semua member pergi meninggalkan Yunho , ia memang menyukai olah raga sepak bola tapi ia sedang tidak mau. Dari balkon kamar Bora ia bisa melihat para member sedang bermain sepak bola , ia juga bisa melihat Bora yang dari tadi sibuk menjamu tamu.

Tok…tok…tok…

“Masuk.”Kata Yunho sambil asyik melihat membernya bermain sepak bola.

“Yunho.”Panggil umma

“Umma!” Yunho terlihat terkejut ia tidak tau kalau mamahnya yang datang.
“Kenapa kau terkejut? Tidak suka umma menemanimu?”

“Bukan begitu , tumben umma masuk kamar mengituk pintu , biasanya kan langsung masuk.”

“Memang kenapaumam nggak boleh mengetuk dulu?”
“Bukan begitu, ah sudahlah… ada apa umma mencariku?”

“Apakah selalu harus ada alas an mencari anak umma yang ganteng ini?”

“Tentu saja tidak.”
“Kau kenapa hanya menonton dari sinih , tidak ikut bermain?”

“Aku lelah umma , aku mau istirahat saja.”

“Kau sudah makan?”

“Belom.”

“Biarkan umma ambilkan makanan untuk kamu yah?”

“Makasih umma.”

Umma mencium Yunho dan kemudian meninggalkan kamar. Yunho kemudian melihat kembali para member bermain bola. Tampak Bora sudah melayani tamu melainkan bermain bola bersama mereka. Tampak sekali Bora tidak pernah main sepak bola , kelihatan dari cara menendangnay yang kemana – mana

Karena penasaran dengan Bora Yunho keluar balkon untuk melihatnya lebih jelas. Bora benar – benar menendang kesegala arah. Sudah berapa kali Junsu harus menggambil bola yang ditendangnya jauh tidak beraturan.

“Hyung! Ayo ikut main!”Teriak Junsu dari bawah ketika menyadari Yunho memperhatikan dari balkon.

Semua member langsung meliihat keatas tidak terkecuali Bora. Ia tersenyum. Entah kenapa Yunho merasakan perasaan aneh ketika melihat Bora tersenyum. Ada apa denganya sebenarnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s