Bogoshipo [Chapter 7]

Posted: November 25, 2011 in Bogoshipo
Tags: , , , , , , , , ,

Changmin Pov

SM ENT OFFICE

“Akhirnya kita mendapat liburan.” Kata Changmin lega saat menejer memberikan waktu mereka libur sekitar 2 minggu sepulang SM Town di USA kemarin.

Sudah 2 minggu lebih Changmin dan Yunho pulang dari ke korea , tak selang beberapa hari mereka kembali ke Jepang untuk promo album terbaru mereka , dan kali ini mereka diberikan libur. Changmin berencana untuk pergi bersama Junsu.

Ya sejak Changmin mendapatkan nomer Jaejoong dari Yunho , Changmin mulai menghubungi Jaejoong , dan Jaejoong memberikan nomer Junsu dan juga Yoochun. Mereka memang belom pernah bertemu , tapi mereka sering bertelepon , video call , sms , dan lain sebagainya

Changmin tak memberi tahu hal ini pada Yunho , Ia takut Yunho akan melarangnya menghubungi mereka , walaupun Changmin tau itu beresiko kalau sampai menejer tau , tapi ia benar – benar sudah kehilangan akal dan tak peduli hal itu. Ia benar – benar kangen Jaejoong hyung dan Yoochun , dan terutama Junsu , teman sekaligus hyung selalu yang bisa ia bully.

“Hyung apa yang kau akan lakukan liburan ini?”Tanya Changmin.

“Entahlah , aku tidak memiliki rencana , bagaimana dengan kau?”Tanya Yunho balik

“Aku akan berkumpul dengan keluargaku , atau mungkin dengan teman  – teman lamaku. Aku tidak memiliki waktu berkumpul dengan mereka dengan baik , jadi aku ingin memanfaatkan moment ini dengan baik.”

Changmin terpaksa tidak mengatakan sebenarnya , ia tidak berbohong ia memang ingin bertemu dengan teman dan keluarga lamanya Jaejoong , Yoochun , dan Junsu hyung.

“Aku mungkin akan ke Paris.” Yunho berbicara sambil menerawang jauh , entah kemana.

Changmin heran “Paris?”

“Ia , aku benar – benar menyukai negara , maksudku kota itu. Kau tau itu kota yang romantis. Mungkin aku akan ke Paris.”

“Kau ke Paris sendirian? Aku akan menemanimu kalau begitu.”

“Tidak perlu , aku ingin sedang liburan sendiran , lagi pula kau butuh waktu dengan teman – teman lamamu dan keluargamu kan? Aku akan pergi ke paris dan membawa oleh – oleh untukmu.”

Changmin yakin Yunho hyung tidak memiliki rencan dari awal untuk pergi ke Paris. Ia kelihatannya binggung sewaktu diberi liburan , dan sekarang tiba – tiba ia mengatakan ingin ke paris. Sepertinya ada yang janggal.

Yunho Pov

Yunho baru saja mengatakan ia ingin pergi ke Paris. Kota romantis yang memiliki sejuta kenangan tentangnya. Apakah ia akan sanggup pergi ke Paris seorang diri? Liburan ke Paris itu ide gila , tapi ia berpikir ia mau mencoba menghadapi semuanya. Semua kenangan tentang dirinya , yang selama ini ia hindari.

Ia tidak ingin hidup seperti ini , hidup dengan bayang – bayang seseorang. Dengan rasa rindu mendalam. Ia harus mencoba menghadapinya , mungkin dengan keberangkatan ke Paris ia bisa pulang dengan lebih fresh , tidak terbayang – bayang oleh masa lalu

Junsu Pov

“Ya , kau benar – benar mendapatkan libur?”Tanya Junsu tidak percaya

Changmin baru saja menelepon , ia mengatakan kalau ia mendapatkan libur 2 minggu , dan ia ingin mengajaknya bermain

“Kau ada waktu kan? Aku ingin sekali bermain denganmu.”Rengek Changmin

“Tentu saja aku ada. Aku akan mengatakan ini pada Jaejoong dan Yoochun hyung , mereka pasti akan senang mendengar ini.” Kata Junsu bersemangat

“Kau benar – benar tidak ada skejul? Kelihatanya kau benar – benar santai yah?”

“Begitulah , walaupun album keluar , tapi kita tidak melakukan banyak kegiatan promosi , karena masalah pencekalan , kau tau sendiri hal itu. Jadi kita lebih banyak senggang.”

“Wah , kau tampak hidup dengan baik berarti sekarang , hyung.”

“Yah begitulah… Changmin , aku tutup yah teleponya , aku harus melanjutkan meeting dahulu. Nanti akan kukabari tentang liburan kita.”

“Ok kalau begitu.”

“Pyong!”

“Pyong!”

Junsu kembali ke meeting. Wajahnya tak bisa disembunyikan lagi. Akhirnya setelah penantian sekian lama , ia bisa bertemu dengan Changmin.

 

Jaejoong Pov

3 Hari kemudian…

Jaejoong , Yoochun , dan Junsu sedang menunggu kedatangan Changmin di tempat parkir. Mereka memutuskan liburan ke sebuah kota kecil di Busan. Yoochun pernah bermain ke situh bersama adiknya waktu beberapa bulan yang lalu. Tampaknya Yoochun menyukai tempat tersebut dan mengusulkan untuk pergi kesanah.

Selain kota itu sepi , pemandanganya juga bagus. Mereka bisa bersantai bersama di tempat itu. Yoochun sudah menyewa sebuah villa di situh. Semuanya memasrakan kepada Yoochun , tidak ada yang tahu menahu.

“Ya! Itu Changmin datang.” Kata Junsu sambil menunjuk seorang lelaki bertubuh jangkung yang berjalan mendekati mereka.

Itu benar – benar Changmin. Changmin berlari kecil menunju hyungnya. Dan saat sudah di depan mata Jaejoong langsung memeluk Changmin bersamaan dengan Yoochun dan Junsu . Kelihatan sekali suasana mengharukan diantara keempatnya.

“Kau seperti tambah kurus.” Komentar Jaejoong sambil memperhatikan tubuh Changmin yang berdiri di depanya.

“Aku kehilangan bobotku sekitar 10 kg.” Ujar Changmin.

“Diet?”

“Tidak juga , hanya aku jarang makan.”

Yoochun dengan cepat langsung menarik Changmin ke mobil dengan alasan takut ada media. Mereka sudah sepakat tidak akan membocorkan hal ini pada media karena hal ini bisa menyusahkan Changmin. Sedangkan menejement Jaejoong sendiri , karena Jaejoong yang mengelolanya , jadi itu tidak masalah.

Yoochun memutuskan untuk membawa mobil sendiri tanpa dibawa oleh menejer. Dan tidak satu menejerpun dari masing – masing tau mengenai hal ini. Hanya mereka berempat yang tau.

“Bagaimana kabar Yunho hyung?”Tanya Junsu semangat

“Dia baik – baik saja. Dia memutuskan untuk pergi ke Paris liburan ini.” Jelas Changmin sambil memakai sabuk pengaman

“Paris?” Ulang Jaejoong heran

“Iya , tadinya aku menawarkan diri untuk menemaninya. Tapi ia menolak. Kemarin juga ia berangkat , aku menawarkan untuk mengantarkannya ke bandara iapun menolak. Ia berasalan ia ingin memiliki pengalaman berpergian seorang diri. Begitu katanya.”

Jaejoong heran , tak biasanya Yunho bertindak begitu. Ia tahu Yunho dengan sangat baik. Yunho orang yang sangat benci melakukan suatu hal sendirian. Bahkan waktu itu Yunho sengaja membangunkan Jaejoong tengah malam hanya untuk menemaninya membeli ramen di supermarket yang tak jauh dari apartementnya dulu.

Sekarang ia berpergian ke Paris seorang diri? Apa tidak akan kenapa – napa yah? Jaejoong cemas tentang Yunho. Tapi ia berusaha untuk bertindak biasa saja , ia takut yang lain ikut mencemaskannya juga.

Yunho Pov

Setelah perjalan berpuluh – puluh jam yang melelahkan akhirnya sampai juga ia di Paris. Ini kali pertama ia berpergian seorang diri. Ia memang tidak terbiasa berpergian sendirian , walaupun ia seorang leader yang berkarisma , tapi ia paling benci harus melakukan sesuatu sendirian.

Tapi kali ini lain , ia ingin sendirian. Ia ingin menghadapi masa lalu , ia ingin menghadapi bayangan tentang Jaejoong yang selalu menghantui hari – harinya selama ini.

Yunho sama sekali belom memesan hotel atau rencan mau kemana. Ia ke Paris benar – benar tanpa rencan . Tapi satu hal yang ia bawa buku petunjuk tentang Paris. Perjalanan ini akan menyulitkan tanpa rencana tapi ini bagian dari liburannya , dan ia pasti akan menikmatinya!

Changmin Pov

“Hyung , kau memasak banyak sekali.” Komentar Changmin ketika melihat meja makan yang penuh dengan makanan

“Aku memasak khusus untukmu , makanlah.” Kata Jaejoong yang masih sibuk di dapur

“Ini kelihatan enak semua.”

Changmin baru saja bermain dengan Junsu dan Yoochun. Jaejoong memutuskan untuk tidak ikut main karena ingin masak untuk makan malam. Changmin benar – benar seperti melihat surga , ia melihat berbagai makanan diatas meja banyak sekali!

Walaupun ia tahu makanan Jaejoong itu makanan standar yang bisa ditemui di restoran korea , seperti kimchi chige , bulgogi , samgyupsal , etc. Tapi karena ini masakan Jaejoong , ini terasa berbeda!

“Hyung kau juga makan!” Kata Junsu yang sudah melahap makanan duluan bersama Changmin dan juga Yoochun

“Tunggu sebentar , ini aku sedang menyiapkan kimchi. Aku akan menyusul.”Kata Jaejoong sambil terus sibuk di dapur.

Changmin makan seperti orang kelaparan. Ia benar – benar lelah setelah bermaind engan Junsu dan Yoochun , terlebih lagi ia memang sudah lama tidak makan masakan Jaejoong yang selalu ia sukai.

“Kau makan pelan – pelan saja.” Komentar Yoochun , ketika melihat aksi makan Changmin yang seperti orang kelaparan.

“Aku benar – benar lapar , hyung. Dan ini benar – benar enak. Selama tinggal bersama Yunho hyung , kami selalu makan di luar. Atau tidak Yunho hyung memasak untukku , dan masakan Yunho hyung selalu ramen dan ramen lagi. Dan itu benar – benar membosankan.” Komentar Changmin dnegan mulut penuh makanan.

“Tapi tetap saja kamu makan harus pelan – pelan. Kau kan artis , jangan lupa itu.”

Changmin tampak tidak peduli. Ia terus makan , melihat aksi makan Changmin yang begitu Junsu malah ikut – ikutan makan seperti orang kelaparan. Melihat kelakuan Changmin dan Junsu Jaejoong yang baru datang melihat hanya tertawa puas

“Kau tidak bertambah berat badan sepulang liburan.” Komentar Jaejoong sambil tertawa

“Aku tidak peduli , lagi pula menejer tidak menyuruh aku diet.” Ujar Changmin cuek

Yoochun dan Jaejoong tertawa , sementar Changmin dan Junsu sibuk makan. Yang dikatakan Changmin memang benar , menejer tidak menyuruhnya diet , dan untuk pertama kalinya ia tidak takut dengan bobot tubuhnya. Ia ingin makan sampai puas masakan Jaejoong

Yunho Pov

Ini hari kedua Yunho di Paris seorang diri , kemarin ia baru berjalan – jalan di sekitar hotel karena rasa lelah yang menggandrungi jadi ia tidak jalan – jalan jauh. Pagi itu Yunho memutuskan untuk menghubungi Changmin , untuk menanyakan kabar Changmin dan juga memberi tahu keadaannya.

Tapi sudah berkali – kali ia menelepon Changmin , tapi tidak ada yang menggangkat sama sekali. Apakah Changmin meninggalkan handphonenya? Tapi ia tidak biasanya seperti itu , ia selalu membawa handphonenya kemanapun ia pergi.

Karena cemas , Yunho terus menghubungi Changmin. Dan ini yang ke 22 kalinya ia menelepon Changmin.

“Hyung , we?”Tanya Changmin , suaranya tampak seperti ia habis berlari – lari. Changmin tampak sedang menyesuaikan nafasnya.

“Eum… gwenchana?” Tanya Yunho cemas.

“Ah… gwechana… aku hanya baru bermain sepak bola saja bersama Jun… Junho.”

“Junho?”

“Iya.”

Yunho diam , Apakah ini perasaannya atau tidak Changmin seperti mau menyebut nama Junsu , tapi ia berakhir dengan Junho? Ah mungkin ini Cuma perasaannya saja , mana mungkin Changmin bersama Junsu?

“Hyung…” Panggil Changmin

“Ah , mian.” Jawab Yunho cepat

“Hyung , ada apa kau meneleponku?”

“Tidak , aku hanya kawatir saja. Aku juga ingin memberi tahu kalau aku sudah sampai di Paris. Apa kau menikmati liburanmu? Bagaimana dengan teman – temanmu?”

“Aku menikmati liburan ini , hyung. Aku benar – benar menikmatinya walaupun baru hari kedua.”

“Baguslah kalau begitu.”

“Hyung , kapan kau akan pulang ke korea? Aku akan menjemput di bandara.”

“Aku belum tau , kapan aku akan pulang. Nanti aku mengabarimu. Nikmati liburanmu.”

“Hyung apakah kau baik – baik saja?”

“Tentu saja , sudah yah aku tutup dulu. Pyong.”

“Pyong.”

Yunho menutup teleponya. Ia bisa merasakan Changmin memang benar – benar menikmati liburannya. Dan dalam sesaat Yunho merasa kesepian yang luar biasa. Ia benar – benar membenci perasaan sepi ini , tapi ialah yang memutuskan liburan sendiri ini , dan sebagai lelaki ia harus menajalani apa yang ia pilih. Itulah prinsip hidupnya.

Jaejoong Pov

“Changmin , siapa yang menelepon?”Tanya Jaejoong ketika melihat Changmin menaruh handphoneya di meja.

“Tadi Yunho hyung meneleponku.” Jawab Changmin sambil menegak minuman yang dibawa Jaejoong.

“Apa dia baik – baik saja?”

“Eum… Dia bilang dia sudah sampai di Paris. Ia kelihatanya baik – baik saja.”

Sudah berkata begitu , Changmin pergi berlari ke taman , dimana Junsu sudah menunggunya untuk kembali bermain bola lagi.

“Dia akan baik – baik saja , kau tidak perlu cemas.” Kata Yoochun yang baru datang dari kamarnya.

“Kukira kau main sepak bola.” Komentar Jaejoong tanpa menggubris apa yang dikatakan Yoochun.

“Kau tau sendiri aku tidak begitu suka main sepak bola.”

“Kau tidak begitu suka sepak bolanya , atau kau tidak begitu suka Junchan lebih dekat dengan Changmin sekarang dari pada denganmu?”

“Aku rasa dua – duanya.”

Jaejoong tersenyum. Jaejoong tau kalau Yoochun menyukai Junsu. Tapi sayangnya Junsu lebih menaruh perhatian pada Changmin dari pada Yoochun. Walaupun begitu , Yoochun tidak berarti membenci Changmin , karena Yoochun juga sangat menyangi Changmin seperti ia sayang pada adiknya sendiri.

“Kenapa kau tidak menyusul Yunho di Paris saja? Bukannya kau khawatir padanya.” Kata Yoochun dari ruang tengah.

Jaejoong pura – pura tidak mendengar ia menyibukan dirinya di dapur , membuat minuman segar dan makanan untuk makan siang.

“Kalau kau tidak enak karena meninggalkan Changmin dan Junsu disinih , aku bisa mengurus mereka.” Kata Yoochun kembali

Jaejoong mulai gerah. “Aku tidak akan menyusulnya.”

Jaejoong lantas pergi begitu saja , tidak seharusnya ia bersika seperti itu. Ia tahu maksud Yoochun baik , tapi entah kenapa Jaejoong tidak bisa menerima begitu saja. Itu terasa tidak menyenangkan , atau apalah…

“Jaejoong hyung , aku lapar…” Rengek Junsu dari bawah

Jaejoong keluar dari kamar dan langsung turun kebawah. “Aku sudah menyiapkan makanan , mau dipanaskan tidak?”

“Tidak perlu. Aku sudah lapar mau langsung makan.”

Jaejoong menyiapkan masakan yang baru ia masak , memang tidak begitu panas karena sudah didiamkan beberapa waktu. Jaejoong yang mendekat Junsu mencium bau tidak menyenangkan.

“Kau bau.” Komentar Jaejoong sambil menutup hidungnya.

“Namanya juga baru olah raga.” Kata Junsu cuek lantas langsung memakan makanan yang disiapkan Jaejoong

Jaejoong hanya menghela nafas. Junsu itu walaupun sudah besar tapi tingkahnya tidak beda jauh dengan anak kecil , sewaktu tidak ada Changmin sikapnya tidak begitu parah seperti ini tapi sekarang karena ada Changmin , ia kembali ke tabiat semula.

Jaejoong sudah tidak bisa memprotes , biarlah dia menikmati seperti ini. Karena yah ini hanya bertahan sementara saja. Changmin kalau sudah tidak liburan ia akan kembali ke aktivitasnya yang padat , dan entha kapan mereka bs bertemu kembali.

“Hyung kau tidak makan?”Tanya Changmin yang menyadar Jaejoong hanya duduk di meja makan dan memperhatikan Changmin , Yoochun dan Junsu makan.

“Tidak , aku tidak nafsu.” Jawab Jaejoong sekedarnya.

Changmin Pov

Malam itu adalah makan ketiga Changmin berlibur bersama hyungnya , tapi malam itu ia merasa tidak bisa tidur. Ia mencemaskan Yunho yang hari ini sama sekali tidak memberi kabar padanya.

“Minnie , kau belom tidur?”Tanya Junsu sambil duduk disebelah Changmin bersandar padanya.

“Junsu aku rasa aku tidak bisa bersama kalian menghabiskan liburanku.”Kata Changmin pada akhirnya.

Junsu merubah posisi duduknya dari yang bersandar membelakangi Changmin sekarang ia membalikan tubuhnya menghadap Changmin. Junsu tampak sangat terkejut. Wajahnya sangat kaget , Changmin memeluknya. Membenamkan wajahnya pada pelukanya.

Ia tidak tega berpisah dari Junsu apalagi melihat ekpresi kekecewaan dan kaget seperti tadi. Changmin berbisik

“Mianhe…”

“Minni , kenapa? Apa kamu tidak senang menghabiskan waktu denganku dan Yoochun dan Jaejoong hyung?”

Suara Junsu bergetar , ia sudah menangis , Changmin bisa merasakannya. Ia harus kuat , itulah yang dipikirkannya. Ia harus kuat setidaknya di depan Junsu. Walaupun ia tidak tahu apa ia akan bisa kuat atau tidak , karena ini berat.

“Aku rasa Yunho hyung membutuhkanku , hari ini ia tidak memberikanku kabar , aku menelpon , teleponya di nonaktifkan aku benar – benar khawatir.”

“Yunho hyung mungkin butuh waktu sendiri , kau tidak harus mengganggunya.”

“Junchan.”

Junsu terdiam. Ia sadar kalau yang dia katakan tadi itu sangat amat egois. Changmin tidak berkomentar apapun , ia mengerti juga posisi Junsu. Ia juga tidak ingin meninggalkan Junsu , karena mereka baru menghabiskan waktu 3 hari. Tapi ia harus memastikan ada yang menemani Yunho , dan memastikan Yunho baik – baik saja.

Yoochun Pov

Pagi itu Changmin mengatakan kalau ia akan kembali ke seoul dan menyusul Yunho ke Paris. Sontak saja Yoochun dan Jaejoong kaget , Junsu tidak berkomentar. Tampaknya Junsu sudah lebih tahu duluan dari pada Yoochun dan Changmin

“Kami tidak bisa menahanmu , karena alasan kamu pergi itu beralasan.” Kata Jaejoong angkat bicara.

“Tapi hyung…” Junsu tampak tidak sepakat dengan komentar Jaejoong

“Aku belom selesai bicara , aku pikir alasan kamu pergi karena kamu kawatir dengan Yunho bukan? Kalau begitu biarkan aku yang menyusulnya.”

“Hyung…!” Yoochun kaget

“Bukankah kau yang mengatakan dari kemarin agar aku menyusulnya ke Paris , ini kesempatanku untuk bertemu dengannya , dan menjelaskan semuanya.” Kata Jaejoong mantap

Yoochun kaget bukan main , ia mengatakan untuk Jaejoong agar pergi ke Paris , hanya yah… iseng belaka. Ia tidak menyangka kalau Jaejoong akan menggangap hal ini serius.

“Apakah kau yakin , kau akan menyusul Yunho hyung ke Paris?”Tanya Changmin kaget

“Aku yakin. Aku tahu kau sebenarnya masih ingin bersama dengan Junsu kan , begitu pula dengan Junsu. Jadi anggap saja ini penggorbanan hyung pada kalian.” Kata Jaejoong

“Tapi hyung kau tau kan…”

“Aku mengerti , aku tidak akan mengatakan kalau aku ke Paris hanya untuk menyusulnya dan memastikan baik – baik saja karena kau cemas. Kau tenang saja aku pandai menyimpan rahasia.”

Yoochun mengantar Jaejoong ke Seoul. Karena mobil yang dibawa hanya satu dan itu artinya Yoochun harus kembali lagi ke Changmin dan Junsu. Selama di perjalanan Yoochun dan Jaejoong tidak berbicara apapun. Jaejoong sibuk menelepon menejer untuk memberikan tiket dan membuking hotel disanah. Dan Yoohcun sibuk mengemudikan mobil

Perjalanan 2 jam lebih akhirnya sampai. Yoochun mengantar Jaejoong ke apartementnya.

“Aku akan menunggu hyung beres – beres nanti akan kuantar ke bandara.” Kata Yoochun.

“Tidak perlu , kamu pasti lelah kalau menghantarkanku dulu. Aku akan pergi ke badnara sendiri , sebaiknya kau pulang saja.” Kata Jaejoong sambil memberskan barang bawaanya di mobil.

“Aku tidak mengira kau menganggap serius tentang komentar pergi ke Paris kemarin itu.”

“Aku melakukan ini demi Junsu dan Changmin , kasian mereka baru 3 hari bersama sudah harus berpisah.”

“Apa hanya karena itu?”

“Kau tahu aku memiliki alasan kuat untuk bertemu denganya bukan? Aku tidak mau membahas ini. Terlalu menyakitkan.”

Yoochun tidak berkomentar lagi. Jaejoong memeberskan barang bawanaya di mobil dan keluar sambil memberikan isyarat pada Yoochun untuk pergi meninggalkannya saja. Yoochun pun pergi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s