My Love Is So Beast! [Chapter 1]

Posted: December 7, 2011 in My Love Is So Beast!
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Title : “My Love Is So Beast!”

Cast : B2st member , Leetuek , Eunhyuk , Jiyeon

Genre : Romance , Drama

Jiyeon Pov

@Sukira Radio

“Sebentar lagi Natal.” Gumam Eunhyuk sambil mengcek skrip yang baru saja Jiyeon kasih.

“Apa kau belom punya teman kencan?”Tanya Jiyeon dengan nada menggoda

“Tentu saja tidak punya , bagaimana aku bisa punya teman kencan . Kalau tiap malam natal aku siaran di Sukira bersama Leeuteuk.”

“Ya! Memang aku mau menghabiskan malam natal dengan kamu?”Tanya Leeuteuk pura – pura marah.

“Kau akan libur Jiyeon?”Tanya Leeuteuk sambil melihat pada Jiyeon yang sibuk mengecek mik.

“Tidak. Aku tidak akan libur. Aku akan menemani  kalian.”

“Kau tidak berkencan denganya?”Tanya Eunhyuk heran

“Ya! Kau tidak tahu , kalau dia sudah putus dengannya.”

Eunhyuk melihat Jiyeon heran , ia meminta penjelasan. Tapi Choi PD sudah memberikan isyarat kalau sudah mau on air. Jiyeonpun keluar. Eunhyukpun memulai siaran.

“Kau benar – benar tidak akan cuti malam natal nanti?”Tanya Choi PD ketika siaran telah mula.

“Tentu saja tidak. Aku tidak ada rencan mau kemana – mana. Untuk apa aku cuti.” Jawab Jiyeon tenang.

“Aku benar – benar tidak percaya kau memutuskanya dihari peringatan 2 tahun kalian jadian. Apa dia menghubungimu setelah itu?”

“Aku tidak tahu. Aku sudah mengganti nomer ponsel pribadiku.”

“Oooh… Pantas waktu itu menejernya datang menemuiku dan meminta nomermu , secara pribadi.”

“Lalu kau memberi tahu padanya?”

“Tentu saja tidak! Walaupun dia menemuiku secara pribadi sekalipun. Aku tidak akan memberikan nomermu tanpa izin darimu.”

Jiyeon tersenyum. Ia duduk sambil melihat Eunhyuk dan Leeuteuk siaran , sekali – kali melihat skrip. Mungkin ia adalah orang yang putus dan lalu menjadi bahagia. Bagaimana tidak bahagia? Ia tidak harus tidur sampai pagi hanya untuk memastikan kalau pacarnya sudah pulang.

Ia tidak harus mendapat tekanan dari kantor mantan pacarnya , untuk tidak terlalu sering menghubungi mantan pacarnya. Ah hidupnya dulu benar – benar penuh perjuangan dan ia hanya berhasil melewati 2 tahun kehidupan seperti itu.

Tidak banyak kenangan yang ia lalui dengan mantan pacar yang seorang artis hallyu star. Selama 2 tahun kencan mungkin mereka hanya kencan sekitar 20 atau 30 kali. Itu termaksud sedikit untuk ukuran orang yang sudah menjalani hubungan selama 2 tahun.

Dan tidak ada pernah dari 20 sampai 30 kali kencannya itu berjalan dengan sempurna. Pasti sang mantan pacar itu akan ‘diculik’ oleh menejer karena ada paparazi atau media yang mengikuti. Ah itu benar – benar adalah masa hidup yang melelahkan. Dan pada tanggal 7 Desember akhirnya dengan berani Jiyeon memutuskan kekasihnya yang artis tersebut yang sekarang sudah menjadi mantan.

3 Jam kemudian…

“Jiyeon apa kau benar – benar sudah putus dengan Kikwang?”Tanya Eunhyuk langsung ketika siaran Sukira telah beres.

Jiyeon melotot ke arah Eunhyuk. Eunhyuk bertanya dengan suara keras sedangkan di ruang siaran masih banyak orang. Walaupun sudah dipelotin Jiyeon Eunhyuk tampak tidak sadar.

“Diamlah , sampai sepi.” Bisik Leeuteuk yang mengerti situasi.

Setelah studio kosong Jiyeon memanggil Eunhyuk. Eunhyuk selalu seperti ini , kalau dia tidak tahu berita , apsti ia akan semangat. Ia tidak akan menyerah sampai ia tahu beritanya.

“Iya aku putus dengan Kikwang 2 minggu yang lalu.” Kata Jiyeon akhirnya.

“2 Minggu yang lalu? Tanggal 7 Desember?” Tanya Eunhyuk sambil mengingat – ngingat tanggal

“Iya.”

“Bukankah itu tanggal jadianmu dengan Kikwang?”

“Ia. Aku memutuskannya di hari 2 tahun kami jadian.”

“Wah kau jahat. Dan kau sekarang tidak sedih. Kau tampak bahagia setelah putus dengan Kikwang.”

“Tentu saja aku bahagia. Aku sudah lelah pacaran denganya. Pihak menejernya menekanku terus untuk tidak terlalu dekat denganya. Aku berani bertaruh  mereka sangat bersyukur aku memutuskan Kikwang.”

“Daebak! Kau benar – benar Daebak Jiyeon!”

Eunhyuk tampak semangat. Aku hanya tersenyum melihat ekpresi Eunhyuk. Tak lama Eunhyuk dan Leeuteuk meninggalkan tempat siaran. Jiyeopun ikut meninggalkan siaran.

Ia keluar dari gedung kantornya , untuk pulang. Saat mau menunggu taksi , sebuah mobil van hitam menghampirinya. Ia tahu pasti mobil van siapa itu.

“Masuklah.” Kata suara dari dalam.

Jiyeonpun masuk ke van hitam itu. Ia masuk seperti sudah sering melakukanya. Ia tampak tidak kaget sama sekali.

“Apa yang kau inginkan?”Tanya Jiyeon datar.

“Aku tidak ingin berpisah denganmu.”Kata Kikwang terus terang sambil terus melihat ke depan.

“Soal itu , aku rasa kita tidak perlu membahasnya lagi. Aku dan kamu tidak mungkin bersama kalau masih dengan caranya begini.”

“Apakah kau memutuskanku karena aku datang terlambat dan tidak ingat hari perayaan  jadian kita? Apa karena itu kau marah sampai memutuskanku , dan mengganti nomermu? Apakah kau tidak terlalu kekanak – kanakan?”

“Ya aku kekanak  – kanakan! Karena aku yang kekanak – kanakan ini , aku tidak bisa berhubungan dengan seseorang yang dewasa seperti kamu! Tidak kau mengerti hal itu?”

“Jiyeon , kumohon janganlah kau begitu. Aku tahu aku salah maafkan aku.”

Kikwang memohon sambil memegang kedua tangan Jiyeon. Untuk beberapa saat Jiyeon berpikir untuk kembali lagi seperti dulu. Tapi ia dengan cepat menguasai itu , Ia menempis tangan Kikwang.

“Tolong berhenti.” Kata Jiyeon dingin.

Tak lama mobilpun  berhenti. Jiyeon tak yakin dimana mobil ini berhenti karena ia tidak sempat melihat keluar saat mengatakan untuk berhenti.

“Hubungan antara kau dan aku sudah berakhir. Aku mohon kau tidak usah mencari – cariku lagi. Aku sudah lelah dengan hubungan seperti ini.” Kata Jiyeon mencoba menejaskan dengan sabar.

“Kalau kau memang lelah dengan hubungan yang seperti ini , aku bisa memberi tahu menejement untuk memberi tahu hubungan kita ke publik. Jadi kita tidak perlu kencan seperti dulu , sembunyi”.” Jelas Kikwang mencoba membunyuk Jiyeon

“Maaf , tapi itu sudah terlambat. Tidak ada yang bisa merubah keputusanku. Aku mau kita berakhir saja.”

Setelah berkata demikian Jiyeon keluar dari mobil. Air matanya mengalir. Ia ingin sekali kembali pada Kikwang. Memang hubunganya dengan Kikwang itu hubungan yang tidak biasa , tidak mudah. Tapi ia mencintai Kikwang. Ia sangat mencintai Kikwang….

Kikwang Pov

“Bagaimana kau sudah menemuinya?”Tanya Doojon  penasaran.

“Sudah…” Jawab Kikwang lemah

“Lalu bagaimana?”

“Ia tetap ingin putus. Aku sudah mengatakan kalau kita bisa mempublikasikan hubungan pada media . Tapi ia tetap bersih keras untuk putus.”

“Lalu apa yang kau lakukan? Kau akan menyerah?”

“Entahlah. Aku belom tau.”

Kikwang langsung masuk ke kamar. Ia melemparkan badanya ke tempat tidurnya. Air matanya keluar. Ia mencoba menutup matanya. Ingatnya terbang ke 2 minggu yang lalu , hari dimana Jiyeon memutuskannya

2 minggu yang lalu….

“Kikwang , kau jangan pulang dulu. Kita makan bersama.” Ajak Direktur Lee setelah syuting selesai

“Ah tapi…” Kikwang ragu , ia sudah berjanji untuk makan dengan Jiyeon hari ini.

“Sudahlah ayo…”

Karena ditarik oleh direktur Lee , Kikwang  pun ikut. Tidak banyak crew yang datang. Kikwang sibuk melihat jam , ia sudah telat 2 jam. Dan handphonya sudah mati karena low bat.

“Oppa , kau terlihat melihat jam terus. Apa kau buru – buru?” Tanya Ji Ah yang menyadari Kikwang dari tadi sibuk melihat jam dan tidak tenang.

“Aku sebenarnya sudah ada janji , tapi karena tadi direktur Lee memaksaku ikut , makanya aku ikut.” Jelas Kikwang

“Tenanglah , mungkin sebentar lagi beres.”

Kikwang pesimis , tidak ada tanda – tanda mereka akan selesai makan. Karena direktur Lee dan para staff lain masih sibuk minum. Ia sudah memitna pada menejernya ntuk pulang. Tapi tidak diizinkan.

Jam sudah menunjukan pukul 11 malam lebih. Barulah mereka selsai makan. Kikwang buru – buru keluar.

“Kikwang , kenapa kau terlihat buru – buru sekali?”Tanya Lee yang menyadari Kikwang tampak buru – buru

Kikwang kebingungan mencari alasan. Ia tidak mau menyinggung direktur Lee. “Aku lelah.”

“Kau masih muda , masa sudah lelah? Yah sudah kau pulang dulu. Besok kita harus syuting lagi.”

Kikwangpun berpamitan pada Direktur Lee , dan semua crew dan juga Ji Ah. Kikwang buru – buru masuk ke vannya dan menuhyur Donghoo Oppa untuk mengantarnya ke tempat ia janjian dengan Jiyeon.

Tak berapa lama Kikwang sampai , Jiyeon masih menunggunya. Ia pasti sudah lama menunggu. Karena ia sudah telat hampir 4 jam lebih. Jiyeon masih duduk. Di meja masih kosong , hanya ada air.

“Kau tidak mengorder makanan?”Tanya Kikwang mencoba untuk biasa saja.

“Aku menunggumu. Aku harap kita bisa makan bersama.” Kata Jiyeon mencoba untuk ceria

“Maaf aku tadi terlambat , tadi direktur Lee mengajakku untuk makan. Makanya aku telat. Aku ingin memberi tahumu tapi handphonku tidak ada batre. Maafkan aku.”

“Sudahlah tak perlu dipikirkan , aku akan mengorder makanan untuku saja.”

Jiyeon tampak tidak marah. Kikwang kawatir melihat reaksi Jiyeon yang seperti ini. Tidak sewajarnya Jiyeon bereaksi seperti ini. Jiyeon memasan makanan. Ia makan tanpa berbicara apapun. Kikwang berinisiatif untuk membuka pembicaraan dahulu.

“Ada apa kau mengajakku makan malam hari ini?”Tanya Kikwang.

“Apakah kau tidak tahu hari ini hari apa?”Tanya Jiyeon sambil terus makan , tanpa melihat pada Kikwang

“Hari ini? Hari ini tangagl 7 Desember Ah…”

Kikwang tiba – tiba teringat sesuatu. Yah hari ini adalah hari perayaan jadian mereka yang ke 2 tahun. Sekarang Kikwang merasa semakin bersalah. Ia telah datang di hari perayaan hari jadi hubungan mereka , ia melupakan hari jadi , dan ia datang terlambat. Kikwang hanya diam ketika menyadari itu.

“Aku rasa kau melupakannya.” Komentar Jiyeon

“Aku tidak melupakannya!” Elak Kikwang

“Apakah kau yakin padaku , kau tidak melupakannya? Kalau kau yakin lihatlah aku dan katakan kau tidak melupakanya.”

Kikwang tidak berani melakukan itu , karena pada nyatanya ia melupakanya. Ia merasa dipojokan , tapi itu memang salahnya ia. Kikwang melihat Jiyeon makan. Ia tak bernai mengatakan apapun lagi.

“Kikwang-shi…” Panggil Jiyeon

Kikwang melihat pada Jiyeon. Ia agak kaget mendengar Jiyeon memangigl namanya ditambah shi. Tak biasanya Jiyeon memanggil namanya seperti itu. Dari awal sampai sekarang Jiyeon tak pernah memanggil nama Kikwang dengan embel – embel shi

“Mari kita akhiri saja hubungan ini.” Kata Jiyeon pada akhirnya.

Kikwang kaget setengah mati. Ia hanya membelak ketika mendengar pernyataan yang dikeluarkan Jiyeon

“Apa maksudmu?”Tanya Kikwang tak mengerti

“Aku sudah lelah , aku rasa aku tidak bisa melanjutkan hubungan yang seperti ini. Kita dari dua dunia yang berbeda. Dari awal kita tidak seharusnya bersama. Ini berat bagiku. Aku ingin mengakhiri semuanya.” Jelas Jiyeon

“Tapi kenapa tiba – tiba? Apa karena aku tidak ingat tanggal jadian kita? Atau karena aku jarang menghubungimu akhir – akhir ini? Mengertilah aku akhir – akhir ini sibuk karena syuting. Kau tau itu kan?”

“Aku sudah memikirkan ini sudah cukup lama. Aku memang sudah tidak sanggup lagi menjalani hubungan denganmu , sangat melelahkan. Malam ini mari kita akhiri saja hubungan ini dengan baik – baik.”

Sekarang…

Kikwang masih ingat jelas detail kejadian 2 minggu lalu itu . Sangat menyakitkan , tidak bisa ia melupakannya. Bagaimana bisa ia melupakan wanita yang ia cintai selaama 2 tahun?

Comments
  1. whiekyuyeonhaeri says:

    chingu apa ini ada terusannya?? klw gk ada terusin dong sekuel jg gk apa…hwaiting… daebak chingu!!

  2. FUKIDZ says:

    ada kok , tenang ajah nanti aku terusin!

  3. Anpan says:

    Ok.
    Keren dah.
    Keep fighting

  4. Fathiya says:

    Wah.. Bru bca ni ff..
    Bagus ffnya, thor😀

  5. nissa says:

    mantap bana carito e

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s