My Love Is So Beast! [Chapter 2]

Posted: December 12, 2011 in My Love Is So Beast!
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Jiyeon Pov

Badan Jiyeon terasa lemas. Ia tidak ingin bangun. Tapi karena ada jadwal kuliah yang tidak bisa ia tidak hadiri. Jiyeon harus bangun. Jiyeon melihat ke kaca. Matanya bengkak. Wajar saja ia menangis semaleman , dan hanya tidur beberapa jam.

Dengan cepat Jiyeon beres – beres dan mencoba mengompres matanya , agar tidak terlalu bengkak. Usahanya berhasil walaupun tetap kelihatan kalau matanya agak sedikit bengak , tapi tidak seperi dulu

@Seoul Univesity Fashion Design

“Jiyeon kau mau kemana?”Tanya Eunjung yang melihat Jiyeon buru – buru keluar kelas.

“Aku harus bertemu seseorang , kau pergi saja duluan.” Kata Jiyeon langsung pergi begitu saja.

Jiyeon berlari kecil. Ia menuju taman belakang kampusnya yang terbilang cukup sepi. Apa yang akan dilakukan Jiyeon di taman sepi?

“Oppa!”Panggil Jiyeon , saat melihat seorang lelaki berdiri di bawah pohon.

Lelaki itu melambai. Ia tampak tidak seperti anak kuliahan. Gayanya sangat trendi walaupun masih ada nuansa kasual. Ia memakai kacamata dan juga topi. Dari gaya pakainya ia seperti tidak ingin dikenali.

Junhyung Pov

Junhyung berjalan memasuki Seoul University dengan santai. Ia memggunakan jalan belakang , agar tidak banyak orang yang mengenalinya. Junhyung tampak sudah tidak asing berjalan – jalan di sinih.

Junhyung tampak seperti menunggu seseorang. Benar saja tak lama ada seorang gadis dengan rambut sebahu dan pakean kasual , memanggil dan mendekatinya. Gadis itu berlari mendekati Junhyung sambil terus melambaikan tangan

“Oppa apa yang kau lakukan disinih?” Tanya gadis itu sambil tersenyum manis.

“Jiyeon ah…apa oppa tidak boleh mengunjungimu sekali – kali? Oppa sudah lama tidak melihatmu.” Rengek Junhyung seperti anak kecil

“Hwekk… Kau membuatku ingin muntah , oppa.” Jiyeon pura – pura mau muntah. Mereka berdua memutuskan untuk duduk dibawah pohon.

Jiyeon sibuk membereskan bukunya. Junhyung hanya memperhatikan saja , sambil sekali – kali melihat beberapa mahasiswa yang berlalu lalang tak jauh dari tempatnya. Junhyung memandang dengan tatapan kerinduan  , seharusnya disinihlah kehidupan sehari – harinya , kalau ia tidak menjadi artis.

“Oppa , sebenarnya kau memintaku bertemu denganmu ada apa?”Tanya Jiyeon sambil memperhatikan lembaran kertas yang berisi hasil rancangan baju karyanya.

“Aku sudah mendengarnya , kau putus dengan Kikwang.” Kata Junhyung tanpa basa basi

“Kau menemuiku hanya untuk membahas putusnya aku dengannya?”

“Tidak juga aku berencana menraktirmu makan , kau mau?”

“Apa kau tidak ada jadwal hari ini?”

“Tidak , aku kan tidak sesibuk Kikwang.”

“Atau dengan kata lain , oppa kau kurang ‘laku’ “

“Ah sudahlah tidak perlu dibahas! Ayo.”

Junhyung beranjak dari tempatnya duduk. Mereka berjalan menuju pintu belakang. Karena ingin bertemu Jiyeon , Junhyung sengaja membawa mobil sendiri. Memang sudah kebiasaan ia membawa mobil sendiri kalo bertemu Jiyeon. Tapi kali ini lain , ia memabawa mobil pribadinya.

Ferarri keluaran terbaru warna hitam terparkir cantik tidak jauh dari pintu masuk bagian belakang Seoul University. Junhyung baru” ini memiliki uang , dan ia memutuskan membeli mobil pribadi yang sesuai dengan gayanya.

“Kurasa kau sudah kaya sekarang.”Komentar Jiyeon sambil masuk ke dalam mobil.

Junhyung hanya tertawa kecil mendengar komentar Jiyeon. “Aku mendapat uang ektra dari hak cipta lagu , kalau kau mau tahu bagaimana aku membeli ini.”

“Woah….. mobil ini memang benar – benar mewah. Aku tidak pernah naik mobil seperti ini sebelumnya. Aku hanya sering melihatnya . Kau tahu , kalau kau pergi ke gedung KBS dan dimana biasa para artist memarkirkan mobilnya. Kau bisa menemukan banyak mobil sejenis ini terparkir. Woah….Artist Hallyu Star memang berbeda.”

“Berhentilah mengaggumi , aku agak aneh , melihatmu terkagum – kagum seperti ini.”

Jiyeon tertawa. Merekapun berbincang – bincang selama perjalanan , perbincangan yang riang. Jiyeon yang lebih sering ngomong , dia lebih sering menceritakan pekerjaannya dan kuliahnya. Junhyung hanya menjadi pendengar yang baik seperti biasa.

Junhyung memarkikan mobil , pada suatu cafe di kawasan Hongdae. Cafe itu terlihat tutup , karena ada tulisannya masih tutup. Jiyeon turun dengan agak ragu.

“Kita mau makan disinih? Tapi ini tutup.” Kata Jiyeon sambil menunjuk papan pengumuman tutupnya cafe itu.

“Ini miliki temanku , aku sudah mengatakan kalau kita akan makan ,jadi kita bisa masuk.” Jelas Junhyung

Junhyung memasuki cafe yang berada di lantai bestment itu dengan pede. Jiyeon hanya mengikuti dari belakang. Junhyung sudah mengontak temannya yang merupakan pemilik cafe ini , untuk menyiapkan makanan di siang hari.

Sebenarnya cafe ini buka pada malam hari , tapi karena permintaan khusus dari Junhyung maka , temannya itu menyanggupinya dan berjanji membuka cafenya hanya untuk dia.

“Kau mau pesan apa?”Tanya Junhyung saat waiters menyerahkan menu pada mereka.

“Aku tidak tahu , menurutmu apa yang enak? Aku terserah kamu saja.” Kata Jiyeon yang kebinggungan melihat menu.

Junhyung memaskan steak untuk mereka berdua dan fruit punch. Awalnya Junhyung memasn wine , tapi karena Jiyeon berkata ia tidak minum karena siang , dan ia malam harus bekerja . Jadi Junhyung memutuskan untuk memesan fruit punch , salah satu minuman kesukaannya juga.

“Jadi kau putus dengan Kikwang pada akhirnya?”Tanya Junhyung lagi.

“Begitulah. Apa semua member sudah mengetahuinya? Atau hanya kau yang tahu?”Tanya Jiyeon balik penasaran.

“Tidak semua member sudah tahu , menejer yang memberi tahu. Kau sudah menyerah rupanya padanya?”

“Aku ingin menyerah , oppa. Tapi aku tidak bisa. Kau tau , oppa kemarin ia mencariku. Memintaku untuk tidak memutuskannya. Untuk beberapa menit bahkan aku terlena. Aku bahagia karena aku memang tidak ingin mengakhirinya. Tapi aku sudah terlalu lelah mungkin untuk menjalani ini….”

Junhyung bisa melihat kepedihan yang mendalam yang dirasakan Jiyeon. Jiyeon mencoba tegar , tapi ia tahu Jiyeon tak bisa selamanya tegar kalau ia memang tidak kuat.

Jiyeon Pov

KBS Stastion

“Oppa terima kasih atas tumpangannya , dan makananya. Tadi itu enak sekali!” Kata Jiyeon semangat.

“Sama – sama. Lain kali kita keluar lagi ok?” Ajak Junhyung lagi.

“Baiklah. Bye….”

Jiyeon  melambaikan tangan , sampai mobil Junhyung menghilang dari pandangan matanya. Iapun langsung masuk kedalam kantor .

“Wah sekarang dengan Junhyung nih.” Bisik Choi Pd yang tiba – tiba muncul dari belakang Jiyeon

“Kau menggagetkanku , oppa!” Sontak Jiyeon kaget mendengar Choi Pd yang muncul tiba – tiba dari belakang

“Ya ! Kenapa kau bisa dateng dengan Junhyung? Apa kau sudah merubah haluanmu dari Kikwang menjadi Junhyung.”

“Oppa , stoplah bergosip. Oppa seperti perempuan saja. Ia tadi memintaku bertemu dengannya , ia mengajaku makan dan kami ngobrol. Itu saja.”

“Ngobrol? Apa yang kalian obrolkan? Sampai ia sengaja meminta bertemu denganmu?”

“Ia menanyakanku tentang Kikwang. Wajarlah mereka kan satu group , mereka saudara. Mereka saling mencemaskan itu wajar.”

“Apa benar ia cemas dengan Kikwang?”

“Apa maksdumu , oppa? Jangan mengarang deh! Tentu saja dia cemas dengan Kikwang , masa ia denganku?”

“Aku merasa dia mencemaskanmu. Kau tahu sejak awal aku merasa dia memiliki ketertarikan denganmu , sebelum Kikwang mendekatimu secara terang”an aku rasa dia sudah memperhatikanmu sejak saat itu.”

“Oppa , kau itu terlalu banyak menonton drama. Jadi seperti itu . Junghyung itu jelas – jelas cemas akan Kikwang.”

Saat lift terbuka , pembicaraan berakhir. Mereka berjalan masing – masing menuju ruang kerja mereka , untuk mempersiapkan siaran nanti malam. Tidak semua penulis di radio bisa memiliki ruangan sendiri , terkecuali PD. Semua PD pasti memiliki ruangan sendiri , dan terkadang hanya penulis yang sudah lama yang memiliki ruangan.

Tapi walaupun Jiyeon baru bekerja kurang lebih 3 tahun mau jalan 4 tahun. Ia sudah diberi ruangan sendiri , karena pekerjaannya yang bagus. Ia merupakan penulis tetap di Sukira sekarang , walaupun tidak bekerja full time. Tapi ia adalah penulis tetap di sukira dan beberapa acara lain , kalau ada yang memitanya untuk menulis.

Ia juga pernha menjadi penulis di beberapa acara reality shows , seperti Infintie Youre My Oppa , 2PM Hot Blood , 2PM Wild Bunny , dan masih banyak lagi.

Jiyeon masuk ke dalam ruangannya , memang ruangan kerjanya tidak terlalu besar. Tapi cukup untuk ia kerja dan ruangna itu sudah di tata seenak  mungkin bagi Jiyeon. Tak jauh dari meja Jiyeon terdapat banyak papan , papan itu digunakan Jiyeon untuk menempel jadwal siaran , beberapa nomer telepon tempat makanan beserta menu , dan beberapa keperluan Jiyeon.

Tapi diantara kertas – kertas yang tertempel di papan tersebut. Perhatian Jiyeon jatuh pada selembar poster yang ditempel di tengah bagian papan tersebut. Jiyeon mengambil poster tersebut dan membacanya.

Poster tersebut merupakan poster festival kampus yang akan diadakan 3 bulan lagi. Yah Fasshion Seoul Univesity mengadakan even tahunan , yang merupakan festival setiap tahunnya. Festival ini setiap tahunnya berganti tema tapi acaranya tetap sama yaitu fasshion show

Biasanya mahasiswa yang jurusan akhir – akhir yang mau lulus , akan melakukan fasshion show tahunan ini. Dan tahun ini giliran Jiyeon. Tema fasshion show tahun ini adalah Vampire.

“Apa yang harus kulakuakn sekarang?”Tanya Jiyeon pada dirinya sendiri .

Ia tampak pusing. Wajar saja ia pusing. Ia sudah menyiapkan semuanya untuk pergelaran busana pertamanya. Tapi semuanya gagal! Awalnya ia meminta bantuan Kikwang , mantan pacarnya untuk menjadi model. Kikwang awalny menyetujuinnya ,t api kurang lebih 2 bulan lalu ia membatalkannya karena ia mendadak ada jadwal dari menejernya.

Jiyeon sudah tidak bisa melakukan apapun. Mana mungkin ia  bisa memaksa Kikwang , hanya untuk festival kecil kampusnya? Sedangkan ia adalah Hallyu Star. Lagi pula sekarang mereka sudah putus. Untuk apa memikirkannya itu lagi? Yang terpenting sekarnag bagi Jiyeon ia harus mendapatkan model , dan merancang baju baru untuknya.

Tok…tok…tok…

“Masuk.” Jawab Jiyeon tanpa melihat siapa yang masuk

“Leuteuk!!? Apa yang kau lakukan disinih?”Tanya Jiyeon kaget ketika melihat Leuteuk masuk ruanganya.

“Apa aku tidak boleh mampir kemari?”Tanya Leuteuk sambil cengegesan , gaya khasnya

“Tidak , tentu saja boleh. Tapi kau kan jarang mampir keruanganku , dan sekarang kau mampir. Aku kaget saja. Ada apa , oppa? Ada yang bisa kubantu?”

“Kau bertanya sangat formal , aku jadi canggung. Begini… Kau tahukan aku akan mengakhiri Sukira?”

Jiyeon terdiam , ia tidak merespon. Karena akhir – akhir ini ia fokus dengan keadaan asmaranya ia hampir lupa kalau acara Sukira , Leuteuk dan Eunhyuk akan berakhir. Memang tidak benar – benar berakhir , acara Sukira masih tetap ada tapi tidak dengan DJ mereka berdua lagi.

“Ryeowook dan Sungmin akan menggantikan kami. Kau pasti sudah tahu hal itu kan? Cho PD pasti sudah memberi tahumu hal itu. Aku mau mengucapkan terima kasih selama hampir 4 tahun kau bersama dengan kami. Kau telah memberikan naskah – naskah terbaik.”

“Oppa jangan bicara seperti itu.” Mata Jiyon sudah mulai agak basah , ia seperti akan menangis

“Kau jangan begitu… Aku datang kesinih ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi padamu. Dan secara pribadi aku memohon juga tolong jaga Ryeowook dan Sungmin. Mereka masih baru dan mereka butuh banyak belajar. Aku mohon kamu mau membimbing mereka.”

Dengan air mata yang keluar Jiyeonpun menangguk. Jiyeon mengerti ia pasti akan ketemu lagi dengan Leuteuk. Tapi entah mengapa ia merasa tetap sedih , dan ini berat untuknya.

Leeuteuk tidak tega melihat Jiyeon menangis , ia berusaha menenangkan Jiyeon. Memberinya tissue dam mengelus – ngelus Jiyeon agar tenang.

“Aku pasti akan kembali , setelah aku menyelesaikan kewajibanku aku pasti akan kembali. Kau mau menungguku kan sampai hari itu tiba?” Tanya Leuteuk.

“Tentu saja. Aku akan menunggu ,oppa. Aku akan menunggu oppa kembali ke Sukira. Dan aku pasti akan memberikan naskah yang lebih baik dari sekarang , jika hari itu tiba.” Janji Jiyeon . Ia sangat yakin dengan janjinya itu.

Tak berapa lama Jiyeon berhenti menangis , karena Leuteuk membuat beberapa lelucon , hingga Jiyeon berhenti menangis. Setelah memastikan Jiyeon kembali ceria Leuteukpun pamit karena ia harus menemui Choi PD untuk berpamitan secara pribadi.

Doojoon Pov

“Dari mana saja kau?”Tanya Doojoon saat melihat Junhyung pulang.

Junhyung tidak langsung menjawab pertanyaan Doojoon ia membuka sepatu dan ke dapur mengambil minum , setelah minum barulah ia menjawab “Aku hanya berjalan – jalan saja.”

“Sendirian?”

“Tidak dengan Jiyeon.”

“Kau tidak berpikir , karena sekarang Jiyeon putus dengan Kikwang , ini  merupakan kesempatanmu untuk mendekati Jiyeon kan?”

“Apa aku tidak boleh melakukan hal itu?”

“Junhyung kumohon , kau tau bagaimana Kikwang begitu mencintai Jiyeon kan? Kenapa kau tidak mau menyerah saja?”

Junhyung tidak menjawab ia malah langusng masuk kamar Doojoon mengikutinya dari belakang.

“Junhyung aku sedang bicara denganmu.” Kata Doojoon emosi sambil menarik tubuh Junhyung yang seraya mau ke ranjang.

“Hyung , aku tahu Kikwang sampai sekarang mencintainya , dan aku pun sama! Dari dulu sampai sekarang aku masih mencintai Jiyeon! Sampai detik ini! Dulu aku tidak punya kesempatan untuk memperjuangkan cintaku , sekarang dikala kesempatan itu datang , haruskah aku melepaskanya? Hanya karena Kikwang masih mencintainya tanpa bisa melakukan apapun untuknya?” Tanya Junhyung frustasi

“Aku mengerti perasaanmu , tapi…”

“Cukup , hyung! Aku sudah diam selama ini. Aku sudah merelakan cintaku. Tapi aku tidak mau merelakan cintaku. Kalau kali ini aku berjuang dan tetap Jiyeon menolak , aku akan mundur. Tapi kalo ia tidak menolak. Aku tidak akan mundur. Aku akan memperjuangkan cintaku seperti apa yang Hyung katakan padaku.”

Dojoon melepaskan Hyunseung. Ia sudah tidak bisa berkata banyak. Doojoon tidak pernah membayangkan sebelumnya. Kalau membernya akan merebutkan satu wanita.

Doojoon mengenal baik Jiyeon , yang sekarnag menjadi pacar Kikwang. Mereka sempat bekerja sama barang. Dan selain urusan pekerjaan Jiyeon adalah cewek yang pengertian. Dia tidak pernah memberatkan Kikwang sama sekali , selama yang Doojoon lihat. Jiyeon selalu mendukung Kikwang.

Ia bahkan tidak keberatan hubunganya dirahasiakan. Jiyeon adalah gadis yang baik. Tak aneh kalau Junhyung pun menyukainya. Ia tahu kalau Junhyung menyukai Jiyeon duluan , tapi karena ia kalah ‘start’ maka Kikwang yang mendapatkan Jiyeon.

Sejak saat itu Junhyung tidak pernah mencoba mendekati Jiyeon karena Jiyeon sudah jadi pacar Kikwang. Tapi Doojoon yakin , Junhyung masih mempedulikan gadis itu.

Walaupun berapa kali Junhyung terlihat tak peduli dengan Jiyeon , tapi kalau tidak ada Kikwang Junhyung terlihat sangat perhatian , hangat , ia tidak pernah melihat Junhyung seperti itu sebelumnya.Ini bukan salah Jiyeon , hanya mungkin Tuhan sedang menguji mereka , juga B2ST

Comments
  1. nissa says:

    cinta segitiga nich

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s