Jiyeon Pov

Hari – hari berjalan dengan biasa. Jiyeon sudah bisa melupakan Kikwang , ia sekarang disebukan dengan Sukira. Jiyeon memantapkan diri untuk fokus pada Sukira , dan kuliahnya. Ia pun masih sibuk mencari model untuk pergelaran busananya yang sudah tinggal 2 bulan lebih 2 minggu lagi.

“Apa yang kau lakukan? Tidak pulang?”Tanya Cho PD sambil melihat Jiyeon yang sibuk di depan laptopnya , padahal jam siaran sudah beres.

“Ah , sebentar lagi aku masih harus melihat – lihat ini , kagok kalau aku harus melihatnya lagi dirumah.” Jawab Jiyeon yang sibuk dengan laptopnya , entah apa yang dilakukannya.

“Kau sedang mencari model? Untuk apa?”

“Untuk pergelaran busanaku , tinggal 2 bulan lebih , tapi aku belom mendapatkan model.”

“Bukankah kau bilang waktu itu Kikwang mau menjadi modelnya?”

“Dia sudah membatalkanya. Dia bilang dia tidak bisa karena ternyata dia mendapatkan jadwal pada hari itu.”

“Lalu kau tidak memaskanya? Kapan orang itu akan mendahulukanmu , sekalipun ia tidak pernah mendahulukanmu , tapi kamu? Kamu selalh mendahulukannya. Aku heran kau bisa tahan berhubungan dengan orang seperti itu selama 2 tahun.”

“Ah sudahlah , tidak perlu dibahas lagi. Itu sudah menjadi masa lalu.”

“Lalu apa kau sudah mendapatkan modelnya?”

“Sulit… ternyata menyewa model itu mahal.”

“Eunhyuk –ah… bisa kau kemari sebentar.” Panggil Cho PD

Eunhyuk yang tadinya mau pulang , kembali keruangan siaran menghampiri Cho PD. Jiyeon masih sibuk dengan pencarian modelnya.

“Eunhyuk , kau menjadi model untuk Jiyeon bisa kan?”Tanya Cho PD tiba tiba

Mendengar hal itu Jiyeon tampak kaget “PD! Mana mungkin aku memakai Eunhyuk.”

“Dari pada kau mencari model di internet yang nggak jelas , mending Eunhyuk. Apa dia kurang ganteng? Kalau kurang kau bisa minta bantuan Siwon.”

Eunhyuk bengong saja. Ia tidak tahu menahu tiba – tiba dipanggil dan diminta menjadi model Jiyeon oleh Cho PD.

“Bukan itu , mana mungkin aku bisa membawa Super Junior member , mereka ini hallyu star. Aku yakin bayaran mereka tinggi. Membayar model biasa saja aku sudah binggung , apalagi disuruh membayar hallyu star sekalas Super Junior.”
“Kalian berdua asyik berkata tentang aku dan Super Junior , dan aku tidak mengerti. Sebenarnya ada apa?”Tanya Eunhyuk yang sedikit kesal.

Cho PD menjelaskan pada Eunhyuk , semua. Eunhyuk memahami . Ia pun menanyakan tanggal berapa Jiyeon akan mengadakan fasshion shows perdananya itu.

“ Tanggalnya sich tanggal 14 Maret.” Jawab Jiyeon.

Eunhyuk buru – buru mengeluarkan tabletnya. Ia mengcek jadwalnya pada tanggal segitu. Eunhyuk masih sibu kdengan tablet nya sambil berkata “Aku rasa aku bisa membantumu.”

Jiyeon tampak kaget “Tapi aku tidak bisa membayarmu.”

“Kau tidak perlu membayarku , kurasa tidak seperti seharunya. Tapi kau harus menaraktirku makanan , yang enak. Bagaimana?”

“Tentu saja aku mau!”

“Untung ada aku , kau itu aneh , mencari yang jauh. Yang dekat dulu ditanyakan baru yang jauh.” Komentar Cho PD

“Aku pasti akan mengosongkan jadwalku tanggal 14 maret nanti.” Janji Eunhyuk.

“Tapi , kalau kamu merasa itu akan sulit. Aku tidak memaksanya kok.Aku akan mencari model lain saja.” Kata Jiyeon buru – buru.

“Tidak , ini tidak sulit. Aku membantu teman sendiri kok. Yah sudah aku masih harus ada jadwal lain. Aku pulang dulu. Nanti soal fitting segala kau bisa sesuaikan jadwalnya denganku.”

“Baiklah. Bye…”

“Bye…”

Eunhyuk dan Cho PD pergi dahulu. Jiyeon masih di ruangan siaran. Ia membereskan beberapa hal. Saat mau beranjak ia melihat Doojoon yang menunggunya di pintu. Jiyeon tampak kaget dengan kehadiran Doojoon. Ia sama sekali tidak sadar kalau ada orang yang masuk.

“Sejak kapan oppa ada disituh?”Tanya Jiyeon kaget.

“Tidak lama. Kamu tampak tidak memperhatikan karena terlalu sibuk beres – beres.” Kata Doojoon santai.

“Oppa , datang kemari ada apa?”

“Tadi aku mencarimu diruanganmu , kata teman – teman kamu , kamu masih ada di ruangan siaran. Maka aku datang kemari. Apa kamu ada waktu sebentar?”

“Tentu saja . Bagaimana kalau kita bicarakan di kafetaria saja? Tapi aku beres – beres dulu. Nanti aku menyusul.”

“Baiklah , aku tunggu.”

Setengah berlari Jiyeon menuju kantornya. Ia menaruh semua barangnya di mejanya tanpa ia tata seperti biasa. Ia tampak buru – buru mengambil tas langsung menuju kafetaria.

“Oppa , apakah aku lama?”Tanya Jiyeon yang tampak kelelahan , karena berlari.

“Tidak , silahkan duduk.” Kata Doojoon sopan.

“Aku rasa oppa sengaja datang menemuiku karena , Kikang. Apa benar begitu?”

“Aku sudah tahu kau dan Kikwang sudah putus. Semua member sudah tahu akan hal itu. Aku hanya berharap walaupun kau dan Kikwang sudah tidak berhubungan seperti dulu. Tapi aku harap kita semua masih berteman.”

“Aku mengakhiri hubungan dengan Kikwang sebagai pacar bukan sebagai teman. Jadi kau tidak perlu cemas akan hal itu.”

“Jiyeon ah , apa boleh aku mengajukan satu pertanyaan? Sebenarnya andai…andai saja Kikwang bukan seorang selebritis , ia hanya seorang mahasiswa biasa apakah kau masih mencintainya?”

“Walaupun dia selebritis atau bukan aku masih mencintainya. Aku mencintai Kikwang bukan karena siapa dia , profesinya , atau apapun. Aku mencitainya karena dia itu Kikwang. Walaupun aku memutuskannya , tapi kalau boleh jujur aku masih mencintainya. Tapi aku terlalu lelah. Aku lelah dengan cara mencintai seperti ini , maka aku memilih untuk berhenti dan memilih mencintainya dengan cara b2uty mencintainya saja.”

“Kau adalah wanita yang unik dan juga baik hati. Pantas saja banyak yang menyukaimu.”

“Banyak??? Memang siapa saja yang menyukaiku selain Kikwang?”

Doojoon tampak kaget dengan perkataannya “Maksudku yah semua orang menyukaimu , aku contohnya. Sebagai teman.” Jelas Doojoon buru – buru

“Ah begitu rupanya….”

Jiyeon dan Doojoon asyik ngobrol di cafetaria. Banyak yang mereka perbicangkan mulai dari pekerjaan mereka berdua sampai dengan kehidupan pribadi. Seperti tingkah member saat di dorm. Dan masih banyak lagi. Waktu sudah menunjukan jam 1 pagi . Doojoon pamit karena ia masih harus syuting di atas.

“Kau tidak apa – apa pulang sendiri? Aku bisa memitna menejerku untuk mengatarkan kamu.” Kata Doojoon cemas yang mendengar Jiyeon akan pamit pulang sendiri.

“Tenang saja , aku sudah terbiasa kok oppa pulang jam segini. Sudah oppa keatas , nanti telat.” Kata Jiyeon sambil melambaikan tangan

Dengan berat hati Doojoon meniggalkan Jiyeon. Ia kawatir melihat wanita pulang di jam seperti itu. Jiyeon berjalan keluar gedung. Keadaan di luar sangat dingin. Cuaca Seoul di pagi hari di musim dingin itu benar – benar sangat dingin.

Jiyeon berusaha mencari taksi , karena sudah tidak ada transportasi yang kerja pada jam segini. Tapi tidak ada satupun taksi yang ia lihat. Jiyeon mulai agak cemas. Tidak pernah ia seperti ini.

Kikwang Pov

Beberapa menit yang lalu Doojoon menelepon Kikwang yang baru mau tidur. Doojoon mengatakan untuk datang ke KBS untuk menjemput Jiyeon. Karena Jiyeon baru pulang jam 1 pagi dan menolak diantarkan oleh menjer Doojoon. Doojoon kawatir dan menelepon Kikwang.

“Kau mau kemana?”Tanya Junhyung yang melihat kikwang buru – buru keluar dorm.

“Aku mau menjemput Jiyeon.” Jawab Kikwang cepat

“Pakai mobilku saja.”

Junhyung melepar kunci mobil pada Kikwang dengan cekatan Kikwang menagkapnya. Ia langsung buru – buru menuju bestment dan pergi. Dasar wantia sok kuat! Masih saja keras kepala untuk pulang sendirian , apa dia tidak tahu ini sudah jam 1 pagi? Gerutu Kikwang selama dalam perjalanan.

Untungnya ternyata Jiyeon masih ada di tempat pemberintan bus di dekat gedung KBS. Ia tampak sibuk mencari taksi. Kikwang buru – buru meminggirkan mobilnya. Ia membuka jendela

“Ayo cepat masuk. Aku antar kau.” Kata Kikwang dari dalam mobil.

Jiyeon kaget melihat mobil yang menghampirinya dan ternyata di dalam mobil itu ada Kikwang. Jiyeon ingin menolak , tapi Kikwang sudah membukan pintu mobil. Terpaska karena tidak enak Jiyeonpun masuk ke dalam mobil.

“Bagaimana bisa kau ada diisnih?”Tanya Jiyeon heran.

“Tadi Doojoon hyung menjelaskan padaku semuanya. Kenapa kau tidak mau diantar dengan menjer Doojoon hyung? Kau tau kan ini jam berapa? Masih saja kau sok berani pulang sendiri!” Gerutu Kikwang.

“Maafkan aku , tapi aku tidak menyangka kau akan menjemputku.”

Sepanjang perjalanan Jiyeon dan Kikwang tidak berbicara lagi satu sama lain. Walaupun terlihat seperti canggung tapi bisa dilihat tidak ada yang memang berniat untuk memulai pembicaraan , mereka berdua tampak menikmati kesenyuian ini.

Karena kelelahan , tanpa sadar Jiyeon tertidur padahal ini sudah sampai di apartementnya. Kikwang yang melihat Jiyeon tidur tidak membangunkannya. Kikwang melihat Jiyeon yang tertidur.

Tangan Kikwang perlahan beranjak mendekati Jiyeon.  Jemarinya memegang wajah Jiyeon perlahan , takut membuatnya terbangun. Perlahan tubuh Kikwang mendekati Jiyeon dan sebuah kecupan manis mendarat di dahi Jiyeon tanpa Jiyeon sadari,

Kikwang masih melihat wajah Jiyeon untuk beberapa menit. Tak lama Kikwang membuka jaket nya dan memakainya pada jiyeon. Ia pun kembali melihat Jiyeon yang tertidur. Kikwang tahu kalau pagi pagi sekali ia sudah harus pergi untuk syuting dramanya. Tapi ia benar – benar tidak mau melewati moment ini.

“Kau sudah bangun?” Kata Kikwang melihat Jiyeon yang baru bangun.

“Jam berapa ini?”Tanya Jiyeon kebingungan.

“Jam setengah 5.”

“Ada dimana ini?”

“Di bestment apartemenmu. Kau ketiduran barusan , aku tidak berani membangunkanmu , kau terlihat amat kelelahan.”

“Ah… Kau seharusnya membangunkan aku , supaya kau bisa pulang juga untuk beristirahat.”

Jiyeonpun keluar dari mobil , masih dalam keadaan setengah sadar. Kikwang ikut menemani Jiyeon menuju lift.

“Sudahlah kau tidak perlu mengantarkan aku.” Tolak Jiyeon ketika Kikwang mengatakan ia ingin mengantarkanya ke apartemetnya.

“Aku akan mengantarkan kamu sampai lift saja bagaimana?”Tanya Kikwang

“Baiklah , ingat yah sampai lift saja.”

Kikwang berjalan menuju lift yang letaknya tidak begitu jauh dari dimana Kikwang mermarkirkan mobilnya.

“Sudah sampai sinih saja. Kau kembalilah pulang dan berisitrahat.” Kata Jiyeon saat sudah sudah sampai depan lift.

“Aku mungkin tidak akan pulang , aku harus ketempat syuting langsung.” Jelas Kikwang.

“Kau tidak akan pulang? Apakah kau tidak lelah hanya tidur beberapa jam saja?”

“Lelah , tapi mau bagaimana lagi aku memang harus melakukanya.”

Jiyeon langsung mebuka tasnya ia tampak mencari sesuatu dari dalam tasnya. Sambil memberikan susu pada Kikwang “minumlah ini , ini akan membuatmu sehat.”

“Susu pisang?”

“Aku hanya punya itu. Minumlah. Aku ke atas dulu yah.”

“Baiklah. Terima kasih.”

Jiyeon Pov

Jiyeon memutuskan untuk kembali tidur , karena kemarin ia pulang jam 1 pagi. Tapi belum ia mau tidur , ia sudah mencemaskan Kikwang. Ia ingin sekali mengirim email pada Kikwang , agar ia tidak lupa minum susu yang tadi ia berikan.

Tapi ia ragu. Ia takut itu akan menjadi kebiasaan , mencemaskan Kikwang itu akan menjadi kebiasaan kembali seperti dulu , sewaktu mereka pacaran. Ia sudah tidak perlu mencemaskan Kikwang tapi Kikwang tidak tidur karena dirinya?

Bagaimana ini? Apa yang harus dilakukan sekarang? Jiyeon tampak kebingungan. Tapi akhirnya ia memutuskan untuk mengiri email pada Kikwang.

“Jagalah kesehatanmu , jangan lupa minum susu. Aku akan melanjutkan tidurku lagi… Hoam….”

Setelah mengirim email pada Kikwang , Jiyeon langsung menuju kamar dan tidur. Jiyeon benar – benar lelah. Ia hanya ingin tidur hari itu.

Kikwang Pov

Saat dijalan menuju dormnya Handphone Kikwang berbunyi , ia melihat handphoneya ternyata ada email dari Jiyeon.

“Jagalah kesehatanmu , jangan lupa minum susu. Aku akan melanjutkan tidurku lagi… Hoam….”

Kikwang tersenyum membaca email Jiyeon. Ternyata Jiyeon masih peduli dengan dirinya. Apakah ini pertanda kalau ia masih bisa ada kesempatan untuk memperbaiki hubunganya dengan Jiyeon? Kikwang merasa memang ini adalah kesempatan , Kikwangpun membalas email tersebut

“Kau juga harus menjaga kesehatanmu. Susu yang kau berikan sudah kuminum , tapi aku rasa itu kurang, Apa yang harus kulakan sekarang…???”

@dorm B2ST

“Kikwang , ada yang mau aku bicarakan denganmu.” Kata Ji Hoon menejer b2st serius

“Ada apa hyung?”Tanya Kikwang yang sibuk membereskan barang bawaannya.

“Aku sudah dengar dari anak – anak kalau kamu sudah putus dengan Jiyeon. Aku harap kau tidak menemuinya lagi , karena sekarang kalian sudah putus.”

“Memang kenapa , hyung? Kenapa aku tidak boleh bertemu dengan Jiyeon lagi?”

“Kau harus mengerti posisimu sekarang. Kau sedang naik daun kalau kau berhubungan dengan wanita yang bukan dari kalangan selebritis , itu hanya akan membuat karirmu redup. Kau harus  mengerti hal itu.”

“Tapi hyung….”

“Sudahlah tidak ada tapi – tapian. Kau harus dengar apa yang aku katakan.”

Ji Hoon meninggalkan Kikwang begitu saja. Kikwang tampak kesal bukan main. Ia tidak menyangka kalau Ji Hoon hyung akan mengatakan hal seperti itu.

Comments
  1. whiekyuyeonhaeri says:

    wuah….kikwang curi-curi kisseu …
    ish…dari awal yah pak manajer ngegangguin ji-kwang moment mulu nih…#emosi…
    kata doojoon banyak yg suka sma jiyeon? jgn2 doojoon oppa juga suka ma Jiyeon haha….
    ceritanya makin seru aja…lanjut thor..Hwaiting..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s