Jiyeon Pov

@kafetaria KBS office

Siang itu , dengan terpaksa Jiyeon harus membawa pekerjaan kuliahnya ke tempat kerja. Bahkan di jam makan iapun harus mengerjakan pekerjaan kuliahnya. Jiyeon hanya punya waktu 2 bulan pas untuk mempersiapkan baju untuk Eunhyuk dalam pergelaraan busannya.

Untungnya skirp untuk sukira malam itu sudah ia selesaikan. Kalau tidak , ia tidak akan punya waktu untuk menyelesaikan rancangannya. Tanpa Jiyeon sadari Junhyung memperhatikannya. Ia berjalan perlahan mendekati Jiyeon , tapi Jiyeon masih tidak sadar juga. Baru saat Junhyung duduk Jiyeon baru sadar.

“Sejak kapan kau disituh?”Tanya Jiyeon agak kaget.
“Baru saja. Kau tampak asik dengan kerjaanmu. Apa yang kau kerjakan?”Tanya Junhyung sambil melihat pekerjaan Jiyeon.

“Aku sedang menyelesaikan desaign baju untuk Eunhyuk , saat fashion show nanti di kampuku nanti. Aku sudah tidak punya waktu untuk membuatnya , makanya aku membuatnya di sinih.”

“Loh bukanya , kau sudah membuat baju untuk fashion show itu kan? Kau kan pernah menunjukannya padaku.”

“Ah itu… ia yang waktu itu kan punya Kikwang ,  Aku tidak mungkin memakaikan itu pada Eunhyuk. Aku mendesign baju itu yah hanya untuk Kikwang , sesuai dengan imagine Kikwang. Tapi kan sekarang modelnya ganti , aku jadi harus menganti desaginnya.”

“Lalu baju yang waktu itu kau kemanakan? Padahal aku menyukai desaginnya looh.”

“Ada dirumah aku masih menyimpannya. Aku tidak tahu apa yang akan kulakuan pada baju itu.”

“Bagaimana kalau kau memberikan saja padaku?”

“Memberikan padamu? Tapi…”

“Apa kau takut aku akan memakainya? Tidak aku tidak akan memakainya kalau kau memang hanya mau Kikwang yang memakainnya seorang. Aku benar – benar suka baju itu , kumohon berikanlah padaku”

“Tidak bukan begitu… Baju itu , apa bagunya? Aku memang membuatnya sesuai imagine Kikwang , tapi aku tidak merasa baju itu sebagus itu.”

“Kau merasa demikian , tapi aku tidak. Aku suka dengan baju buatanmu.”

Jiyeon berfikir. Ia heran mengapa Junhyung mengingkan baju itu sekali. Ini bukan pertama kalinya ia mengatakan ia mengingkannya. Saat pertama melihat gambar desaign Jiyeon untuk Kikwang , Junhyung juga sudah mengatakan ia ingin Jiyeon membuatkan baju untuknya.

“Baiklah aku akan memberikan padamu.” Kata Jiyeon pada akhirnya.

“Benarkah? Kapan aku bisa mengambilny?” Tanya Junhyung semangat.

“Kau bisa mengambilnya hari ini. Tapi tunggu aku selesai siaran. Apa kau bisa? Kalau kau tidak bisa , aku bisa mengantarkanya ke dorm kamu.”

“Tidak aku bisa. Jadwalku hanya sampai jam 7 malam , aku akan menunggumu selesai.”

“Kalau begitu , tunggu saja di kantorku. Kau menunggu cukup lama kan?”

“Iya aku akan menghubungimu kalau sudah acara selesai.”

Kikwang Pov

Kikwang disuruh menyuruh Junhyung , karena acara mau mulai. Ia sudah mencari ke toilet dan tempat – tempat yang biasa Junhyung kunjungi kalau sedang menunggu acara. Tapi tidak ada Junhyung sama sekali.

Hanya ada satu tempat yang belum Kikwang kunjungi , itu adalah kafetaria. Kikwang tidak begitu yakin Junhyung ada di kafetaria , karena Junhyung jarang ke kafetaria. Tapi saat ia melihat di kafetaria , ia melihat ada Junhyung. Ia bersama dengan Jiyeon.

Mereka berdua tampak sangat akrab. Jiyeon tampak bahagia , ia sering kali tersenyum. Kikwang hampir lupa dengan senyuman Jiyeon. Jiyeon jarang tersenyum bila ada di sampingnya. Apakah karena itu Jiyeon memutuskan hubungan denganya?

“Kikwang apa yang kau lakukan disinih?”Tanya Jiyeon ketika menyadari kehadiran Kikwang yang berdiri tak jauh dari Jiyeon dan Junhyung

“Ah…aku…aku mencari Junhyung.” Jawab Kikwang tampak gelagapan.

“Kau mencariku ada apa?”Tanya Junhyung sambil melihat ke pada Kikwang

“Ah…itu… menejer mencarimu… Kita sudah mau performent.”

“Oh baiklah.”

“Jiyeon kutinggal duluan yah.” Junhyung berpamitan

“Iya , jangan lupa menghubungi kalau sudah selesai syuting.” Kata Jiyeon mengingatkan.

Junhyung memberikan tanda meniayakn , Kikwang pun dan Junhyung pergi meninggalkan Jiyeon di kafetaria . Dalam hati Kikwang bingung , sejak kapan hubungan mereka berdua sedekat itu? Mereka tidak pernah terlihat sedekat itu sebelumnya.

“Sejak kapan kau dekat dengan Jiyeon?”Tanya Kikwang curiga pada akhirnya.

“Sudah sejak lama , sebelum kau berpacaran dengannya aku sudah berteman denganya. Kau tidak tahu?” Tanya Junhyung santai.

“Tidak , aku sama sekali tidak tahu kalau kau dekat dengan Jiyeon. Lalu apa yang kau dan dia lakukan Jiyeon saat syuting sudah selesai?”

“Kenapa kau penasaran sekali? Kau itu bukan siapa – siapanya lagi. Kenapa kau penasaran dengannya?”

“Hyung! Walaupun aku memang bukan pacarnya lagi , tapi bukan berarti aku berhenti mencintainya. Aku akan memperbaiki hubungan ini.”

“Mencintianya ? Kau masih mencintainya , jangan membuatku tertawa. Selama ini kau mengatakan kau mencintainya , tapi apa yang kau lakukan? Apakah ada sekali saja kau mengutamakannya ? Kau selalu mengutamakan jadwal – jadwalmu.

Kalau aku boleh jujur , aku tidak akan mau kau kembali dengan Jiyeon. Lelaki sepertimu tidak pantas untuknya. Dia selalu memberikan segalanya untukmu , dia selalu melakuakn segala yang bisa ia lakukan untukmu. Lalu apakah kamu pernah melakukan untuknya? Bahkan saat perayaan ulang tahun jadian kalianpun , kau melupakanya dan datang terlambat. Apakah kau layak berada disisinya kembali? Setelah apa yang semua kau lakukan padanya?”

“Dari mana , hyung tahu aku meluapakn perayaan ulang tahun jadian kita?”

“Karena aku ada disanah. Akulah yang membantu Jiyeon menyiapkan segalanya! Asal kau tahu , aku berada disanah ketika kau memohon – mohon untuk tidak putus , dan Jiyeon meninggalkanmu. Aku ada disanah , Kikwang.”

Kikwang tampak shock. Ia tidak menyangkan kalau hubungan Jiyeon dan Junhyung sedekat itu , dan hal yang membuatnya lebih shock karena Junhyung menyadarkannya kalau ia memang pria yang sama sekali tidak pantas untuk Jiyeon. Sekalipun ia tidak pernah membahagiakan Jiyeon.

“Jangan pernah mendekakan Jiyeon lagi , biarkan ia menikmati kebahagianya sendiri.” Bisik Junhyung pada Kikwang

Junhyungpun meninggalkan Kikwang , Kikwang tampak shock mendengar apa yang Junhyung katakan padanya. Sampai menejer memanggilnya untuk syuting baru Kikwang bisa sadar sepenuhnya.

Junhyung Pov

Junhyung baru saja menyelesaikan syuting , ia juga sudah menelepon Jiyeon untuk mengabarinya. Mereka berjanji untuk bertemu di loby. Jiyeon masih belom muncul. Junhyungpun memutuskan untuk duduk di loby , sambil menunggu Jiyeon.

Tak  berapa lama Jiyeon muncul ia berlari kecil menghampiri Junhyung. “Kau sudah lama menungguku?”

“Tidak , ayo.”

“Maafkan aku , tadi lupa membereskan kantorku , jadi aku bereskan dulu , sebelum kemari.”

Junhyung mengikuti Jiyeon. Ini pertama kalinya Junhyung ke daerah kantor KBS. Ia tidak pernah ke kantor KBS sebelumnya. Karena hanya orang yang memiliki ID yang bisa masuk ke daerah sinih. Jarang artis yang ke kantor , kecuali artis itu penyiar radio di KBS , seperti Eunhyuk atau Leeuteuk.

“Ini ruangan kamu?”Tanya Junhyung ketika memasuki ruangan kecil yang penuh dengan beragam baram.

“Iya , agak sempit maafkan aku. Kau bisa duduk di sofa ataupun di siinih.”Kata Jiyeon sambil menunjuk bangku tempatnya bekerja

Junhyung melihat dengan seksama ruangan kerja Jiyeon. Junhyung bisa bertaruh Jiyeon menata ruangan ini sedemikian rupa , agar nyaman. Ia bisa melihat tempelan – tempelan jadwal , penguman dan lain sebagainya di papan pengumuman yang ada di kamar Jiyeon.

Junhyung merasakan feel berbeda saat masuk keruang kerja Jiyeon. Ia merasa dirinya tidak ada di sebuah kantor formal di sebuah gedung KBS. Ia merasa yah… seperti di kamar kerja seseorang yang ada dirumahnya.

“Kau memiliki ruangan kerja yang nyaman.” Komentar Junhyung.

“Ah… Lumayan lah , aku diberikan kebebasan untuk menata ruanganku. Walaupun kecil tapi aku sangat menyukai ruangan ini. Aku banya menghabiskan waktu disinih , walaupun sekali – kali aku keluar untuk mencari inspirasi.” Jelas Jiyeon sambil melihat sekeliling ruangannya.

“Oh iya , tadi Kikwang menanyakan tentang kita.”

“Menanyakan tentang kita? Maksudnya?”

“Iya dia tampaknya tidak mengetahui kalau kita sudah lama berteman , dia agak bingung tampaknya melihat kedekatan kita. Apakah kamu tidak pernah mengatakan kalau kamu berteman denganku sudah lama?”

“Aku tidak tahu , aku kira dia tahu kita berteman. Maaf aku buru – buru , aku harus menyerahkan naskah dahulu pada Cho PD , kau bisa menunggu disinih. Kalau kau bosan gunakan saja komputerku atau apapun yang di kantorku. Aku akan kembali secepat mungkin.”

Jiyeon meninggalkan Junhyung. Junhyung bangkit dari tempat duduknya ia tampak penasaran dengan kantro Jiyeon , ia melihat kertas – kertas dan buku – buku yang ada di kantro Jiyeon.

Banyak buku yang ada di kantro Jiyeon berhubungan dengan fasshion dan banyak juga penyiaran. Walaupun kadang Junhyung menemukan satu atau dua buku novel dan manga.. Dan saat Junhyung melihat pada meja kerja Jiyeon perhatiannya tertuju pada sebuah foto yang dipajang Jiyeon di dekat Pcnya.

Sebuah foto keluarga , tampak Jiyeon kecil disituh berfoto bersama keluarganya. Ada juga disituh kakak perempuan Jiyeon dan seorang anak lelaki kecil? Junhyung tidak pernah tahu kalau Jiyeon memiliki adik lelaki?

Yang ia tahu Jiyeon memiliki hanya satu kakak perempuan. Jiyeon tidak pernah menyebut tentang adik lelakinya? Jiyeon memang kurang terbuka soal keluarganya. Junhyung juga hanya sekali pernah bertemu keluarga Jiyeon ketika tidak sengaja ia datang ke apartement Jiyeon dan disituh ada keluarganya.

Junhyung disambut hangat oleh keluarganya. Awalnya keluarganya sempat mengira kalau Junhyung itu pacarnya , tapi kemudian setelah Jiyeon menjelaskan kalau ia hanya teman dari Kikwang , yang saat itu adalah pacar Jiyeon. Mereka tetap menyambut Junhyung dengan ramah. Jiyeon memiliki keluarga yang hangat , itulah yang Junhyung ingat.

Jiyeon Pov

“Kau  buru – buru sekali , Jiyeon.” Komentar Cho Pd saat Jiyeon terburu – buru membereskan skrip dan mic.

“Junhyung menunggu di kantorku , aku harus buru – buru.” Kata Jiyeon masih sibuk beres beres dengan terburu – buru.

“Junhyung ada di kantormu?”

“Iya dia ada perlu denganku , makanya dia menunggu . Nanti akan kujelaskan Cho PD , aku benar – benar harus buru – buru sekarang.”

“Baiklah…Hati – hati.”

Jiyeon berlari mengejar lift. Ia harus buru – buru. Pasti Junhyung sudah kebosanan menunggunya. Untung lift masih terbuka karena ada Eunhyuk dan Leeuteuk di dalamnya.

“Kumohon keatas dulu yah.” Pinta Jiyeon .

“Kau tampak buru – buru , ada apa Jiyeon?”Tanya Leeuteuk sambil memencet tombol lift.

“Ada yang sudah menungguku di kantor. Tidak enak membuatnya bertemu lebih lama.”

Jiyeon tidak berani mengatakan yang menunggunya itu Junhyung. Karena ada menejer dan juga beberapa orang yang ia tidak kenal. Yang bukan merupakan staff dari Sukira.

“Jiyeon… soal baju bagaimana?”Tanya Eunhyuk.

“Ah itu… aku sudah menyelesaikanya. Kapan oppa ada waktu? Oppa bisa memutuskan mau memakai desagn yang mana dan aku akan mengukurnya.” Jelas Jiyeon.

“Aku rasa aku besok ada waktu kosong , bagaimana? Soal jam nanti aku akan mengabarimu setelah aku pulang.”

“Ok baiklah.”

“Ya ! Kalian sedang membicarakan tentang apa?” Tanya Leeuteuk kebinggungan.

Sebelum Jiyeon mau menjelaskan pintu lift sudah terbuka , ia buru – buru keluar “Oppa ,tanyakan saja pada Eunhyuk Oppa , maaf aku buru – buru.”

Jiyeon buru – buru menuju kantornya. Junhyung tampak sedang tidur di sofa di kantor Jiyeon. Jiyeon masuk dengan mengendap – ngendap , ia takut kalau Junhyung terbangun.

“Kau sudah ada disinih.” Kata Junhyung dengan setengah suara.

“Maaf , aku membuatmu terbangun.” Kata Jiyeon menyesal.

“Tidak apa – apa kok. Kita pulang sekarang?”

Tadinya Jiyeon mau membereskan barang – barang dahulu , karena ia besok tidak akan ke kantor tapi melihat Junhyung yang tampaknya kelelahan maka Jiyeon memutuskan untuk membatalkan niatanya tersebut.

“Baiklah ayo kita pulang.”

“Jiyeon aku lupa memberi tahumu , aku tidak membawa kendaraan.  Jadi kita pulang naik taksi saja. Kau tidak keberatan?”

“Tentu saja tidak , tapi bagaimana kau pulang dari apartementku ke dormu?”

“Aku bisa naik taksi , atau aku bisa minta di jemput oleh menejer atau member lain. Itu gampang.”

@Apartement Jiyeon

“Kau duduk dulu saja disinih , aku akan menyiapkan minum. Anggap ini rumah sendiri.” Kata Jiyeon.

Jiyeon ke dapur untuk menyiapkan minum. Jiyeon memutuskan untuk membuat Machiato untuk Junhyung , tidak ada minuma lain yang bisa ia buat selain Machiato. Dan yah setiap orang yang datang kerumah Jiyeon dan minum Machiato buatanya mereka memiliki respond baik.

“Minumlah ini selagi panas.” Kata Jiyeon sambil memberikan Machiato buatan Jiyeon.

“Apa ini?”Tanya Junhyung sambil melihat minuman yang diberikan Jiyeon padanya.

“Machiato , minumlah. Ini akan membuatmu lebih segar. Kau terlihat sangat kelelahan.”

“Kemarin malam , aku kurang tidur karena harus membuat lagu. Terima kasih atas minumanya.”

Selagi Junhyung memikmati machiaton buatan Jiyeon , Jiyeon ke kamar untuk berganti baju memakai pakaian yang lebih nyaman , sekalian membungkus pakaian Kikang , yang diminta oleh Junhyung.

“Kau ini apa tidak malu , memakai pakain piama di depan seoraang pria?”Tanya Junhyung ketika melihat Jiyeon keluar dengan menggunakan piama bernuansa ungu.

“Ini lebih nyaman dikenakan. Lagi pula kalau Kikwang kesinih aku juga mengenakan pakain seperti ini juga.”

“Kikwang sering main kesinih?”

“Bisa dibilang begitu , kami berkencan disinih. Karena tidak mungkinkan berkencan di dorm kalian? Itu akan terasa aneh. “

“Apa Kikwang pernah menginap disinih?”

“Pernah , tidak sering sich , tapi tidak jarang juga. Tapi kami tidak melakukan apa – apa. Kami hanya tidur bersama tidak ada yang lain.”

Junhyung tertawa melihat Jiyeon yang tampak gugup menejelaskany tentang soal Kikwang menginap di apartementya. Jiyeon hanya bisa tersenyum malu menanggapi itu.

“ Apa kau mau pulang sekarang?” Tanya Jiyeon

“Apakah aku boleh menginap disinih?”Tanya Junhyung balik

“HUH!?!”

Jiyeon tampak panik , mendengar pertanyaan Junhyung.

“Aku hanya bercanda , aku akan pulang sekarang.”

“Oh…. Kau sudah menelpon menejer atau member lain untuk menjemput kamu?”

“Tampaknya mereka sibuk. Aku akan pulang snediri.”

Jiyeon tidak tega membiarkan Junhyung pulang sendiri , apalagi Junhyung tampak kelelahan barusan.

“Bagaimana kalau aku mengantarmu?” Tanya Jiyeon menawarkan diri.

“Kau mengantarku? Tidak perlu , itu akan merepotkanmu saja.” Tolak Junhyung buru – buru.

“Tidak apa – apa , aku kan membawa mobil.”

“Kau bisa menggunakan mobil?”

“Tentu saja. Ayo.”

Tanpa berganti baju Jiyeon langsung mengambil kunci mobil tas dan handphone , dan langsung keluar. Junhyung sempat menyarankan untuk Jiyeon ganti baju , tapi Jiyeon menolak karena dengan alasan ia lebih nyaman mengenakan ini. Junhyungpun menuruti Jiyeon.

Saat mau keluar dari lift , ternyata ada Kikwang dibawah yang menunggu. Kikwang tampak kaget melihat Junhyung dan Jiyeon keluar dari lift apartement Jiyeon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s