My Love Is So Beast [Chapter 6]

Posted: December 20, 2011 in My Love Is So Beast!
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Jiyeon POV

“Padahal aku belanja sendiri juga bisa.” Kata Jiyeon sambil berjalan bersama Yoseob.
“Kamu akan sulit membawa barang belanjaannya kalau kamu harus pergi sendirian.” Kata Yoseob canggung.

Jiyeon dan Yoseob tidak banyak bicara. Mereka memang sering bertemu satu sama lain , tapi mereka tidak punya kesempatan untuk berdua seperti ini. Ini kali pertama mereka berdua.

“Apa kau bisa memasak semua masakan yang kita inginkan?”Tanya Yoseob penasaran saat mau membayaran barang belanjaan.

“Sudah biar kau saja yang membayar. Iya aku bisa melakukannya.” Kata Jiyeon.

“Aku akan kena marah member lain kalau ketahuan oleh member lain kalau kau yang membayarnya.”

“Anggap saja hanya aku dan kau yang tahu kalau aku menraktir kau makan. Okay?”

“Aku tidak pernah menanyakan hal ini sebelumnya , aku rasa kau tidak keberatan kalau aku menanyakan pertanyaan seperti ini. Kau tidak tampak seperti orang Indonesia , walaupun namamu nama korea.”

“Aku memang bukan orang korea asli , hanya kakek dari ibuku yang orang korea , nenek dan juga ayahku mereka orang indonesia.”

“Indonesia?”

“Kau tahu Bali? Itu adalah bagian dari Indonesia. Aku tinggal di korea sejak aku SD , lalu kedua orangtuaku memutuskan untuk kembali ke Indonesia , tapi karena aku tidak mau . Maka dari SMA aku tinggal di korea seorang diri. Makanya aku jago masak. Sealin masakan korea kau juga bisa masak , masakan Indonesia. Lain kali akan kumasakan kalian masakan Indonesia.”

Yoseob dan Jiyeon pelan – pelan mulai tidak canggung. Mereka lebih sering berbicara satu sama lain saat perjalan pulang. Yoseob orang yang gampang bergaul , begitu pula dengan Jiyeon , mereka jadi tampak sangat akrab satu sama lain , seperti sudah lama berteman.

“Oh kalian sudah kembali.” Komentar Hyunseung ketika melihat Jiyeond an Yoseob sampai di dorm

“Kami membeli semua yang dibutuhkan.”Kata Yoseob sambil menaruh barnag belanjaan di dapur.

“Tadi Doojoon menelepon , dia akan pulang sebentar lagi . Aku sudah menyuruhnya untuk tidak makan , karena ada makanan dirumah. Kalau Kikwang…” Hyunseung melihat kearah Jiyeon dengan agak takut , ia takut kalau Jiyeon akan tersinggung.

“Teruskan saja , aku tidak apa – apa.” Jelas Jiyeon santai.

“Kikwang , tidak dapat dihubungi.” Jelas Hyunseung pada akhirnya.

“Mungkin dia masih sibuk syuting.”

“Seharusnya syuting sudah selesai , akhir – akhir ini dia memang sering pulang terlambat.” Jelas Yoseob.

“Ya!” Teriak Hyunseung

Hyunseung memeloti Yoseob , Yoseob baru sadar akan Jiyeon. Yoseob buru – buru menutu kedua mulutnya dengan tanganya. Jiyeon yang melihat itu , hanya tersenyum.

“Aku sudah bukan pacarnya lagi , kalian tidak perlu bertingkah seperti itu. Aku akan melihat Junhyung dulu.” Kata Jiyeon sambil beranjak ke kamar

Tak bisa dipungkuri dalam hati Jiyeon ia kawatir. Tapi ini bukan haknya lagi , ia tidak bisa cemburu , apalagi mencampuri kehidupan pribadi Kikwang , Kikwang bukan pacarnya lagi.

“Kenapa dengan wajahmu?”Tanya Junhyung yang baru bangun.

“Ah…Kau sudah sadar , aku mengecek keadaanmu?”Tanya Jiyeon sambil mengecek suhu tubuh Junhyung dengan telapak tanganya.

“Kau kenapa , Jiyeon?”

“Aku tidak apa – apa. Kau tenang saja. Kau masih demam , aku akan membuatkanmu bubur. Kau tidurlah , nanti akan kubawakan kemari buburnya.”

Jiyeon meninggalkan Junhyung. Ia kembali ke dapur memasakn masakan yang diminta oleh Hyunseung dan Yoseob , tak lupa bubur untuk Junhyung. Untung Hyunseung dan Yoseob mau memabantu , kalau tidak Jiyeon tidak mungkin bisa memasak semua masakan itu sebelum Doojoon pulang.

“Wah , ada wangi apa ini?”Tanya Doojoon semangat yang baru pulang.

“Ada makanan enak , hyung kemari kau haru coba masakan Jiyeon , enak!” Teriak Yoseob dari dapur.

Yoseob memberikan Doojoon samgyupsal yang sudah matang , Doojoon mengacungkan ke dua jempolnya

Dengan mulut penuh makan Doojoon berkata “Ini enak Jiyeon.”

“Terima kasih , kalian benar – benar makan jam segini?”Tanya Jiyeon sambil melihat jam yang sudah menunjukan pukul 1 hampir pukul 2.

“Bagaimana lagi? Ditengah jadwal yang padat , maka makanpun tidak teratur. Kami harus makan jam segini. Apa Junhyung masih tidur?”

“Iya , aku menyuruhnya tidur. Aku sudah memaskaan bubur untuknya sebnetar lagi matang.”

“Kau tidak makan Jiyeon?”

“Tidak , aku sudah kenyang. Kalian makanlah yang banyak.”

Yoseob , Doojoon dan Hyunseung mengerumi dapur untuk makan , karena tidak ada meja makan , mereka terpaksa makan di dapur. Jiyeon membawa bubur yang sudah matang ke kamar. Junhyung tampak tertidur. Dengan pelan – pelan Jiyeon membangunkan Junhyung.

“Oppa , bangun. Makanlah ini dulu baru oppa tidur.” Kata Jiyeon pelan.

Junhyung bangkit dari tempat tidurnya , baru saja ia baru mengambil bubur yang diberikan Jiyeon , Jiyeon malah menjauhkan bubur itu dari Junhyung.

“Kau istirahatlah , aku akan menyuapimu.” Kata Jiyeon.

“Tapi aku bukan anak kecil . “ Protes Junhyung.

“Kau memang bukan anak kecil , tapi kau sedang sakit , Sudah dengarkan saja kata – kataku saja.”

Kikwang POV

Kikwang benar – benar lelah , ia baru selesai syuting dan Ji Ah mengajaknya makan. Kikwang pikir itu hanya ajakan makan setelah itu pulang. Tapi Ji Ah setelah makan malah  mengajaknya berjalan – jalan , karena tidak enak kalau menolak maka Kikwangpun ikut. Maka karena itu ia pulang larut.

Saat Kikwang baru pulang , ia mencium bau yang tidak biasa. Bau makanan. Tidak biasanya dormnya itu bau makanan , karena jarang yang makan di dorm. Tampak member lain sedang sibuk makan di dapur.

“Kalian memasak sesuatu?”Tanya Kikwang saat melihat para member yang sibuk makan di dapur.

“Tidak , bukan kami yang memasaknya . Jiyeon yang memasak.” Jelas Dongwoon dengan mulut penuh makanan.

“Jiyeon memasak? Apa tadi Jiyeon kemari?” Tanya Kikwang semangat

“Iya , sekarang ia lagi di kamar menemani Junhyung makan.”

Kikwang buru – buru ke kamar , di kamar ia melihat dengan mata kepala sendiri kalau Jiyeon sedang menyuka Junhyung makan. Kikwang merasa panas melihat adegan itu , tapi ia tidak bisa melakukan apapun. Ia bukan siapa – siapa Jiyeon lagi

“Kikwang kau sudah pulang.” Kata Junhyung yang menyadari keberadaan Kikwang.

“Iya aku sudah pulang.” Jawab Kikwang canggung.

“Kau sudah makan? Jiyeon baru saje memasak makanan. Makanlah , diluar.”

“Ah baiklah…”

Kikwang dengan terpaksa keluar dari kamar. Ia masuk ke dapur dan ikut makan bersama member lain. Walaupun sebenarnya ia sudah kenyang tapi ia ingin sekali makan , masakan Jiyeon. Sudah lama ia tidak masak makanannya.Tak berapa lama Jiyeon keluar dari kamar.

“Jiyeon , masaknmu enak.” Puji Hyunseung.

“Terima kasih. Aku menaruh bulgogi di kulkas , belum aku masak. Kalian bisa memasaknya ketika kalian lapar. Dan aku menaruh bubur untuk Junhyung , aku sudha mengatakan padanya untuk ia memakanya besok. Kalian jangan memakanya yah.” Pesan Jiyeon.

“Kau mau kemana?”Tanya Kikwang ketika menyadari Jiyeon seperti beres – beres.

“Aku akan pulang.”

“Sendirian? Biar kuantar.”

“Tak perlu , aku bisa pulang sendiri.”

“Tapi ini sudah malam , sudah aku antar saja.”

Jiyeon akhirnya menurut untuk pulang bersamanya, setelah dipaksa. Selama perjalanan Jiyeon dan Kikwang tidak mengataka sepatah katapun. Mereka berdua tampak sekali sangat canggung. Sampai di apartement Jiyeon

“Tadi menejermu menghubungiku.”Kata Jiyeon sesudah sampai di apartementnya.

“Ji Hoon hyung meneleponmu?”Ulang Kikwang

“Iya , dia mengatakan kalau kau sedang menjalin hubungan denga Ji Ah , dan dia menyuruhku untuk menjaga jarak denganmu. Aku mengatakan aku akan melakukannya.”

“Ji Hoon hyung , mengatakan seperti itu? Tapi aku tidak berhubungan dengan Ji Ah dan kau harus percaya akan hal itu!”

“Kikwang , aku sudah tidak peduli lagi , kau berhubungan dengan siapa . Aku hanya ingin hidup tenang . Itulah yang kuinginkan. Aku akan tetap menjadi temanmu , tapi kumohon jangan menganggapku sebagai pacarmu lagi yang harus kau urus , kau cemasi. Aku bisa sendiri Kikwang. Aku akan baik – baik saja menjalani kehidupanku sendiri , kau harus percaya hal itu.”

“Apa maksudmu itu berarti tidak ada harapan kita kembali bersama?”

“Aku hanya ingin kita menjadi teman.”

“Apa ini karena Junhyung?”

“Ini tak ada hubunganya dengan Junhyung. Junhyung kuanggap sebagai temanku saja tidak lebih.”

Kikwang sudah tidak bisa berkata apapun . Jiyeon memang bersungguh – sungguh dengan perkataannya barusan. Kikwang bisa merasakan hal tersbut. Mungkin memang dia harus menyerah.

Jiyeon POV

“Aku sudah menyiapkan bubur untuk kau makan besok. Kau harus memakannya yah.” Pesan Jiyeon sambil terus meyuapi Junhyung bubur.

“Ia aku mengerti.” Jawab Junhyung patuh.

“Kalau kau besok merasa masih tidak enak badan , dan tidak ada member disinih. Kau boleh menelponku. Aku akan datang.”

“Terima kasih.”

Kring….Kring…..

“Sebentar yah.”

Jiyeon menganggkat teleponnya sambil menjauhi Junhyung. Di pojok kamar Jiyeon tampak serius menerima panggilan telepon , tidak jelas dari siapa panggilan telepon itu. Sambil sekali – kali ia mengatakan maaf.

“Telepon dari siapa?”Tanya Junhyung ketika Jiyeon menyudahi teleponnya.

“Menejer Kikwang.” Jawab Jiyeon pelan.

“Ji Hoon hyung? Untuk apa dia meneleponmu?”

“Ia mengatakan kalau Kikwang sedang menjalin hubungan dengan Ji Ah , dia menyuruhku untuk tidak menemui Kikwang lagi.”

Jiyeon berusaha sebaik mungkin menyembunyikan kepedihannya. Tapi saat Junhyung memegang wajahnya , air mata Jiyeon otomatis mengalir tanpa bisa dibendung.

Jiyeon tak bisa menyangkal kembali , ia memang masih mencintai Kikwang. Ia memutuskan Kikwang , hanya karena lelah. Tapi berapa kalipun ia mencoba melihat Kikwang tanpa ada rasa , tapi rasa cintanya semakin bertumbuh.

“Sudahlah , kalau kau memang mau menangis , menangis lah.” Kata Junhyung sambil mengelus Jiyeon dengan penuh kasih.

“Maafkan aku.” Kata Jiyeon dalam isak tangis.

Junhyung memeluk Jiyeon perlahan. Jiyeon terus menangis dan menangis. Jiyeon sudah tahu dari awal kalau mencintai Kikwang adalah hal yang salah karena tidak ada seorangpun yang mendukung mereka . Tapi ia terus mencintai Kikwang , dan akhirnya ia hancur seperti ini.

“Hapus air matamu , sepertinya Kikwang datang.” Bisik Junhyung ketika menyadari suara gaduh diluar kamarnya.

Jiyeon buru – buru menghapus air matanya. Ia juga kembali menyuapi Junhyung bubur  yang sudah dingin.

“Jangan biarkan Kikwang melihat kamu memagis di depanya.” Pesan Junhyung.

Junhyung POV

“Jiyeon sudah pulang?”Tanya Junhyung yang baru saja keluar kamar

“Barusan Jiyeon pulang diantar oleh Kikwang. Ah dia memasn kau harus makan bubur besok.” Kata Doojoon mengingatkan

“Apa masih ada sisa makanan?”

“Masih Jiyeon sudah memasukan ke kulkas semuanya.”

Junhyung melihat ke kulkas. Ini pertama kalinya ia melihat kulkasnya rapih dan terissi makanan. Biasanya di kulkas hanya ada makanan ataupun kimchi yang diberikan fans ataupun orang tua member .

“Kalian memiliki banyak persedian makanan rupanya.” Komentar Junhyung setelah melihat kulkas yang berisi banyak makan.

“Kali ini kita tidak perlu kawatir tidak ada makanan di dorm.” Komentar Yoseob senang,

“Ah iya , buburmu ada di microwave.” Kata Hyunseung.

Junhyung melihat microwave. Memang ada bubur yang Jiyeon buatkan oleh Jiyeon. Junhyung harus bertahan memakan bubur sampai ia sembuh benar. Junhyung bukan tipekal orang yang suka makan bubur , sebenarnya.

Waktu dulu sakit bersama ommanya , Junhyung tidak akan makan bubur , ia makan nasi. Tapi ini karena Jiyeon yang membuatkan maka Junhyungpun mau. Inikah kekuatan cinta? Junhyungpun tidak mengerti

Comments
  1. parkleni says:

    annyeong………

    aku reader baru disini. mianhae, baru coment disini.

    aku semakin suka ceritanya..

    next partnya ditunggu ya author. hwaiting!!!!!!!

  2. whiekyuyeonhaeri says:

    tambah penasaran chingu…lanjut!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s