My Love Is So Beast [Chapter 7]

Posted: December 24, 2011 in My Love Is So Beast!
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

 

Jiyeon POV

Malam itu Jiyeon berjanji untuk bertemu Eunhyuk , di apartementnya. Baju yang dibuatkan untuk fashion show sudah jadi , tinggal tahap finishing. Pengepasan baju dan juga aksesoris.

Eunhyuk berjanji akan datang jam 11 malam. Tapi sudah 30 menit lebih Eunhyuk belum datang.  Tadinya Jiyeon mau meneleponnya , tapi karena takut Eunhyuk diburu – buru olehnya maka ia mengurungkan niatnya tersebut

Ting Tong

Buru – buru Jiyeon membukakan pintu , tapi saat di depan pintu Jiyeon tampak kaget. Ia mematung di tempatnya berdiri.

“Kikwang , kenapa kau ada disinih?”Tanya Jiyeon kaget.

Kikwang tampak mau ambruk , buru – buru Jiyeon memapahnya ke dalam. Jiyeon buru – buru memapah Kikwang ke sofa. Jiyeon bisa mencium bau arak dari tubuh Kikwang. Tak biasanya Kikwang minum – minum seperti ini.

“Aku ambilkan minum dulu.” Kata Jiyeon

Sebelum Jiyeon mau mengambil minum , Kikwang sudah menarik tanganya. Lantas saja Jiyeon ambruk. Ia jatuh ke tubuh Kikwang. Jiyeon sempat meronta tapi keburu Kikwang memeluknya.

“Sebentar saja seperti ini.” Pinta Kikwang.

Jiyeon menuruti. Ia berhenti meronta. Ia melihat Kikwang , dia memang terlihat mabuk. Tapi Jiyeon juga tidak yakin , kalau ia tidak sadar. Setelah tak berapa lama Kikwang melepaskan pelukannya pada Jiyeon , ia terlihat tertidur.

Jiyeon tak mungkin membiarkan Kikwang tertidur diluar seperti ini , dengan berhati – hati Jiyeon berusah amemapah Kikwang. Jiyeon tampak kesulitan memapah Kikwang , karena tubuh Kikwang yang berat.

Akhirnya setelah susah payah Jiyeon bisa memapah Kikwang sampai keranjangnya. Pelan – pelan Jiyeon membuka sepatu Kikwang. Ia pula menyelimbuti Kikwang , terlihat sekali Jiyeon masih mencintai Kikwang.

Tak berapa lama bel apartement Jiyeon berbunyi kembali. Kali itu Jiyeon yakin itu pasti Eunhyuk. Benar saja itu Eunhyuk.

“Maafkan aku datang telat. Syutingnya selesai lebih lama dari yang kuduga.”Kata Eunhyuk sambil masuk ke apartement Jiyeon.

“Tak apa – apa silahkan masuk. Kau mau minum apa?”

“Terserah.”

Eunhyuk duduk di sofa , sedangkan Jiyeon ke dapur untuk menyiapkan minuman untuk Jiyeon. Tak berapa lama Jiyeon duduk disebelah Eunhyuk sambil memberikan Eunhyuk teh hangat.

“Minumlah.” Kata Jiyeon mempersilahkan.

“Terima kasih. Apartemetmu cukup besar yah.” Komentar Eunhyuk sambil melihat kesekeliling apartement Jiyeon.

“Iya ini kan dulu dipakai untuk 5 orang , sekarang hanya ditempati 1 orang , wajar saja kalau terlihat  besar.”

“Kau sedang kedatangan tamu lain yah selain aku? Tadi aku melihat sepatu pria di luar.”

“Ah… Ada Kikwang disinih.”

“Kikwang kemari!!?”

“Iya.”

Jiyeon menjelaskan apa adanya pada Eunhyuk. Eunhyuk memaksa Jiyeon membangunkan Kikwang , dan menyuruh Kikwang untuk pulang tapi karena Jiyeon membujuk Eunhyuk , untuk tidak melakukan itu maka Eunhyukpun menurut. Jiyeon tidak tega membangunkan Kikwang , dia pasti kelelahan.

“Jadi bagaimana dengan bajunya?”Tanya Eunhyuk

“Ah soal itu , ayo ikut aku.” Jiyeon membawa Eunhyuk ke ruangan kerjanya. Ruangan itu asalnya ruangan tidur adiknya tapi karena adiknya tidak lagi tinggal disanah maka Jiyeon menggunakan ruangan itu sebagai ruangan kerjanya.

“Tampaknya sudah pas.” Kata Eunhyuk ketika mengenakan bajunya rancangan Jiyeon.

Jiyeon mengangguk. Jiyeon memperhatikan dengan seksama bajunya. Tidak ada yang salah. Semuanya tampak sempurna. Tinggal benar – benar tahap finishing saja.

“Jiyeon , besok kau akan sembayang?”Tanya Eunhyuk setelah selesai fitting.

Jiyeon hanya mengangguk , ia  masih sibuk membereskan baju untuk Eunhyuk.

“Aku akan ikut denganmu , kau akan pergi jam berapa?”

“Jam 11 siang.”

“Baiklah aku akan menjemputmu jam 11 disinih. Kau sudah menyiapkan keperluannya?”

“Belum , besok kita siapkan bersama bagaimana? Akhir – akhir ini aku agak sibuk , jadi lupa mempersiapkanya.”

“Baiklah kalau begitu.”

Tak lama Eunhyuk berpamitan pada Jiyeon. Karena Jiyeon tidak bisa tidur di kamarnya , karena ada Kikwang. Terpaksa Jiyeon tidur dikamar orang tuanya.

Keesokan harinya.

Pagi – pagi sekali Jiyeon sudah sibuk di dapur. Ia mempersiapkan sarapan pagi dan juga beberapa keperluan untuk  bersembayang. Kikwang masih terlelap dalam tidur. Tapi karena jam sudah mau menunjukan pukul 10 pagi , Mau tak mau Jiyeon membangunkan Kikwang karena ia harus pergi.

“Kikwang shi…bangun.” Panggil Jiyeon mencoba membangunkan Kikwang.

“Eum ada dimana aku?”Tanya Kikwang kebingungan.

“Minumlah dulu , kau ada diapartementku.”

Kikwang meminum air putih yang diberikan Jiyeon. Ia memegang kepalanya. Tampak sekali Kikwang pusing , karena kebanyakan minum. Jiyeon pelan – pelan menjelaskan kenapa Kikwang ada dirumahnya. Kikwang belom sadar sepenuhnya , tapi tampak ia mengerti apa yang dikatakan Jiyeon

“Aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Kamu makanlah.” Kata Jiyeon

“Kau mau kemana?”Tanya Kikwang.

“Aku akan pergi. Kau makanlah kau gunakanlah apartemntku sesuka hatimu. Asal jangan kau berantakan saja. Istirahatlah , kau pasti pusing dan mual , kau tampak banyak minum sekali.”

“Kau mau pergi kemana?”

“Aku sudah bilang aku ada perlu. Sudah kau istirahat saja dahulu.”

Jiyeon meninggalkan Kikwang , sambil membawa beberapa makanan yang akan dipakai untuk sembayang. Saat Jiyeon kebawah ternyata Eunhyuk sudah mau keatas. Timing yang tepat.

“Kau sudah siap?”Tanya Eunhyuk sambil membantu Jiyeon membawa barang bawaannya.

“Iya , ayo kita pergi. Tapi sebelum itu kita mampir dulu ke toko bunga yah.” Pesen Jiyeon.

“Baiklah.”

Jiyeon pergi bersama Eunhyuk. Mereka berdua menuju kepinggiran Seoul. Belum jelas sebenarnya mereka sembayang untuk apa. Tak berapa lama mereka sampai di sebuah komplek pemakaman. Eunhyuk dan Jiyeon keduanya tampak tidak asing dengan komplek pemakaman tersebut.

Jiyeon dan Eunhyuk berjalan menyusuri komplek pemakaman tersebut. Tak lama mereka berjalan mereka sampai disebuah pekamaman , Jiyeon tampak memberi hormat , di kuburan tersebut.

“Tidak terasa sudah 7 tahun berlalu.” Komentar Eunhyuk sambil membereskan kuburan tersebut.

Jiyeon tidak merespond perkatan Eunhyuk. Jiyeon terus membereskan tanpa mengatakan apapun. Sampai setelah Jiyeon selesai membereskannya , iapun duduk dekat makam tersebut , Eunhyuk ikut duduk bersamanya tepat disebelahnya

“Kalau saja , oppa masih hidup mungkin ia akan menjadi seperti Eunhyuk oppa.” Komentar Jiyeon.

“Member lain masih mencari tahu tentang latar belakang Hiro. Mereka berniat meminta maaf pada keluargamu.” Kata Eunhyuk

“Mereka tidak salah apapun. Kematian Hiro tidak ada hubunganya dengan kalian. Hiro meninggal karena kemamuanya sendiri.”

“Leeuteuk maish mencari tahu tentang latar belakang Hiro , ia sekali dua kali menanyakan padaku. Jujur saja semua member merasa bersalah karena kematian Hiro. Apalagi Leeuteuk.”

“Aku tahu akan hal itu. Tapi walaupun 7 tahun berlalu , kau tahu oppa aku hanya berani meceritakan ini semua padamu. Bahkan pada sahabat atau orang yang kucintai sekalipun akut idak berani menceritakanya. Terlalu menyakitkan.”

Sebenarnya cerita ini bermula kira – kira 11  tahun yang lalu. Hiro adalah adiknya. Jiyeon lebih dekat dengan adiknya dari pada kakaknya. Karena jarak umur yang terlalu beda jauh dengan kakaknya. Sedangkan dengan Hiro ia hanya beda 1 tahun.

Dari kecil Hiro dan Jiyeon selalu bersama – sama. Mereka sempat dikatakan kembar. Sampai SMA mereka berpisah. Hiro menemukan mimpinya ingin menjadi bintang  , maka ia keluar dari SMA dan memutuskan untuk serius menjadi artis.

Hiro memutuskan untuk menjadi training , dan untungnya persuaha SM menerimanya. Dan sejak itu Hiro di training bersama Eunhyuk dan member SJ lainya. Sampai saat itu semuanya baik – baik saja , Hiro menjalani hubungan baik dengan teman – teman trainingnya. Bahkan ia juga akan debut menjadi bagian dari Super Junior.

Walaupun karir Hiro berjalan lancar tidak dengan percintaanya. Sebenarnya Hiro tidak boleh berpacaran selama masa training tapi , karena cinta maka Hiro melakukan hubungannya secara diam – diam . Tapi ternyata pacarnya , berselingkuh di depan Hiro. Hiro sangat shock hingga ia memutuskan loncat dari kamarnya , yang sekarang di tepati oleh Jiyeon sebagai ruang kerja. Hiro melompat di depan mata Jiyeon dan Eunhyuk yang kebetulan hari itu datang untuk menjenguk Hiro. Itu peristiwa yang menyakitkan dan tidak bisa Jiyeon lupakan seumur hidupnya.

Karena hal itu Jiyeon sempat histeris , ia sempat mendapatkan perawatan ekstra dari rumah sakit , karena mendapat shock hebat dari kejadian tersebut. Kejadian bunuh diri Hiro sempat masuk koran , dan dari issue yang beredar dimasyarakat itu dikarenakan ia dibullying oleh training. Tapi itu tidak benar , maka para member yang belum mengetahui cerita sebenarnya merasa bersalah sampai sekarang , dan masih mencoba mencari tahu keluarga Hiro. Tapi sampai saat ini mereka belum mengetahui keluarga Hiro.

“Jika suatu saat mereka tahu yang sebenarnya , apa yang akan kamu lakukan?”Tanya Eunhyuk.

“Aku tidak tahu. Aku ingin menyelesaikan kesalah pahaman ini. Tapi mengingat kejadian itu membuatku ingin gila. Aku tidak ingin mereka hidup dalam penyesalan yang tidak seharusnya. Tapi aku juga tidak sanggup untuk meningat semuanya. Itu menyakitkan.” Kata Jiyeon lemas

“Baiklah kalau kamu belum mau menceritakannya.”

Eunhyuk mengerti benar seberat apa perasaan Jiyeon. Karena dia juga shock berat melihat Hiro bunuh diri didepanya. Dia hanya teman dekat Hiro , sedangkan Jiyeon adiknya. Pasti ini sangat berat.

Tidak heran Jiyeon sampai harus mendapatkan perawatan medis khusus , selama bertahun tahun setelah kejadian tersebut. Eunhyuk bersyukur Jiyeon sudah bisa kembari ceria. Ia juga tidak mau memakaskannya  mengingat kejadian yang tidak mengenakan tersebut.

Kikwang POV

Setelah dibangunkan Jiyeon Kikwang memutuskan untuk tidur sebentar. Tak terasa ternyata sudah jam 2 sian. Tapi Jiyeon masih juga belom pulang. Sebenarnya Jiyeon kemana?

Kikwang bangkit dari tempat tidur Jiyeon. Ia melihat makanan sudah ada di dapur , tapi sudah dingin. Saat mau memakan perhatian Kikwang menuju ruang kerja Jiyeon yang tidak tertutup rapat.

Kikwang mendekati ruang kerja Jiyeon. Pertama kali Kikwang melihat ruang kerja Jiyeon yang memiliki balcon itu terbuka. Biasanya Jiyeon tidak pernah membukanya. Kalau Kikwang mau membukanya Jiyeon akan melarangnya.

Kikwang mendekati balcon tersebut , tepat diujung balcon ada sebuah rangkaian bunga dan foto. Kikwang mendekati foto tersebut. Foto seorang lelaki , lelaki itu tampak tersenyum bahagia. Dilihat dari fotonya itu merupakan foto lama.

Kikwang memandang penasaran pada foto itu. Ia tidak mengenal lelaki dalam foto itu , dan mengapa Jiyeon menaruh foto lelaki dan bunga di balkon ruang kerjanya? Kikwang kembali masuk ke dalam ketika mendengar seseorang datang.

Kikwang masuk kedalam , ternyata benar ada yang datang. Jiyeon sudah pulang. Tapi ia tidak pulang sendirian. Ada Eunhyuk. Kikwang menyapa Eunhyuk sambil membungkuk , Eunhyuk pun ikut membungkuk.

“Kau belom makan?”Tanya Jiyeon yang melihat Kikwang belom memakan , makanan buatan Jiyeon sama sekali.

“Aku baru saja bangun , belom sempat makan.” Jawab Kikwang

“Kalau begitu aku hangatkan saja makanannya. Oppa kau mau makan juga?”

“Boleh.” Jawab Eunhyuk malu – malu.

Jiyeon langsung mengganti bajunya. Kikwang dan Eunhyuk duduk di sofa  , mereka tampak canggung. Ini kali pertama mereka berdua disuatu ruangan. Jujur saja Kikwang tidak begitu dekat dengan Eunhyuk. Ia hanya tau Eunhyuk sekedar teman sesama artis saja.

“Kudengar kamu menonton drama musikal bersama Junsu?” Tanya Eunhyuk membuka pembicaraan.

“Ah… Junsu hyung? Iya aku pergi bersamanya juga .” Jawab Kikwang kaku

“Bagaimana keadaan dia? Apakah dia baik – baik saja? Aku sudah lama tidak bertemu denganya. Kau tau , agak sulit untuk bertemu denganya karena masalah menejement kami dan dia.”

“Ah aku mengerti , dia baik – baik saja kok. Dia sekarang sedang istirahat.”

Kikwang dan Eunhyuk terus membicarakan tentang Junsu. Karena mereka sama – sama binggung akan mengatakan hal apa lagi , selain mengenai Junsu. Sampai Jiyeon bergabung Eunhyuk dan Kikwang terus mengobrol soal Junsu dan sekali – kali mengenai sepak bola. Karena mereka punya ketertarikan akan olah raga itu .

“Kau tidak ada kerjaan hari ini?”Tanya Jiyeon pada Eunhyuk.

“Tidak , aku khusus mengosongkan jadwalku hari ini.” Jawab Eunhyuk

“Kalian berdua habis dari mana?”Tanya Kikwang penasaran.

Eunhyuk tidak menjawab sama sekali. Ia malah melihat ke Jiyeon. Jiyeonpun tampak tidak seperti ingin menjawabnya. Ia malah menghindar , dengan mengalihkan topik. Karena mereka berdua tidak mau membahasnya Kikwangpun tidak bertanya lagi. Kikwang mungkin harus menunggu kesempatan yang tepat untuk menanyai Jiyeon.

“Kau tidak ada jadwal hari ini?”Tanya Eunhyuk pada Kikwang.

“Tidak ada.” Jawab Kikwang singkat.

“Kau tidak sesibuk yang kubayangkan rupanya.”

Kikwang hanya tersenyum mendengar komentar itu. Ia memang tidak terlalu sibuk akhir – akhir ini , karena syuting yang telah selesai dan b2st tidak sedang melakukan promo. Tapi sialnya , di kala ia sedang luang , malah ia sudah putus dengan Jiyeon. Padahal kalau biasanya saat ada waktu luang , Kikwang akan menghabiskan waktu bersama Jiyeon. Menebus waktu – waktu biasa yang tidak bisa ia lewatkan dengan Jiyeon.

Jiyeon POV

Eunhyuk baru saja pulang. Kikwang masih belom pulang. Jiyeon sempat menanyakan kepada Kikwang , kapan ia akan pulang. Bukan beramksud untuk mengusir tapi ia hanya merasa Kikwang harus pulang ke dorm , untik tidak membuat orang lain cemas.

“Mereka tidak akan cemas , aku sudah mengabari mereka.” Kata Kikwang ketika Jiyeon menyuruhnya untuk pulang.

“Terserah kamulah.” Kata Jiyeon menyerah.

“Kenapa , apa kamu tidak suka kalau aku berlama – lama disinih?”

“Bukan begitu. Aku hanya tidak mau ditelepon menejermu lagi , karena aku sudah berjanji aku akan menjauhimu.”

“Ji Hoon hyung meneleponmu?”

Jiyeon buru – buru menggeleng.

“Jawab aku Jiyeon , apa Ji Hoon meneleponmu?”

“Tidak , aku hanya asal bicara saja. Sudahlah ini makanlah.”

Jiyeon memberikan Kikwang Jelly stawberry , yang tak lama ia buat untuk cemilan sehari – hari Jiyeon. Kikwang tampak menikmati jelly buatan Jiyeon itu hingga melupakan tentang topik yang terjadi.

“Ah iya… tumben kau membuka balkon ruang kerjamu , ada apa? Dan siapa foto yang kau taruh di balkon? Dan mengapa ada bunga?”Tanya Kikwang sambil asyik makan.

“Dia adikku , hari ini adalah peringatan kematiannya.” Jawab Jiyeon singkat.

“Apa karena itu , kau pagi – pagi tadi pergi bersama Eunhyuk?”

Jiyeon hanya mengangguk, Kikwang tidak menanyakan lebih jauh , karena Jiyeon tampak menunjukan ketidak inginnya  membahas hal ini lebih jauh lagi. Maka Kikwangpun diam sambil memakan jelly stawberrnya.

“Kapan kau pulang?”Tanya Jiyeon untuk kesekian kalinya.

“Kau selalu saja bertanya hal yang sama , kenapa? Apa kau ingin aku cepat pulang?” Tanya Kikwang jengkel.

“Aku masih harus menyelesaikan bajuku , kalau kau ada disinih bagaimana aku bisa menyelesakannya?”

“Tenang saja , kau tidak perlu terganggu karena adanya aku , kerjakan saja apa yang mau kerjakan. Aku bisa mengurus diriku sendiri.”

Jiyeon melihat Kikwang sekali lagi , sebelum ia menuju ruang kerjanya. Kikwang masih asyik memakan jellynya. Sepertinya ia tidak harus menemani Kikwang , pikir Jiyeon. Jiyeonpun asyik dengan pekerjaannya , dan berhasil mencemaskan Kikwang yang bertamu di apartementnya

Comments
  1. Anpan says:

    Seru nh.
    Biasku gikwang.
    Penasarn klnjtn gmn?
    Siip dtunggu.
    Hwaiting..😀

  2. whiekyuyeonhaeri says:

    kikwang ayo usaha bikin Jiyeon balik lagi ke kmu…hwaiting!!!
    bwt author juga Hwaiting!!

  3. miss winter says:

    Kak , aku izin re-blog ya? Atau re-post ke http://b2stfanfiction.wordpress.com ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s