Junhyung POV

Junhyung baru saja bangun karena ada berisik – berisik di luar. Hari sudah malam , seharian ini Junhyung menghabiskan waktu dengan istirahat karena kondisi badanya yang masih belom pulih benar. Dengan badan masih lemas Junhyung keluar dari kamar.

“Ada apa ini?”Tanya Junhyung binggung

“Kikwang baru saja mengabarkan kalau ia tidak akan pulang sebelum ia diperbolehkan berhubungan kembali dengan Jiyeon.” Jelas Yoseob.

“Lalu sekarang ada yang tahu Kikwang dimana?”

“Tidak , menejer sudah berusah amenghubungi hape Kikwang , tidak aktif.”

“Bagaimana dengan Jiyeon?”

“Nomernya sudah tidak bisa dihubungi , sepertinya Jiyeon sudah ganti nomer.”

Memang benar Jiyeon sudah ganti nomer sejak putus dengan Kikwang. Dan tidak ada member yang mengetahui hal tersebut sepertinya. Junhyungpun mencoba menelepon Jiyeon diam – diam. Tak ada yang mengangkat.

Memang teleponya tersambung tapi tidak ada yang mengangkat. Junhyungpun buru – buru mengganti bajunya.

“Kau mau kemana?”Tanya Doojoon yang melihat Junhyung mau pergi.

“Aku mau pergi sebentar.” Jawab Junhyung.

“Kau mau pergi kemana? Biarku antar , kau belom sembuh benar.”

“Tidak perlu , aku bisa sendiri. Tenang saja aku pergi tidak akan lama.”

Junhyung tidak membawa mobil , ia memutuskan untuk naik taksi. Karena memang kondisi  badan Junhyung yang masih lemah. Demamnya sudah turun , tapi badanya masih saja lemah.

Kikwang POV

“Jiyeon-ah…” Panggil Kikwang

“Bwo?” Tanya Jiyeon tanpa melihatnya sama sekali , dan masih sibuk dengan bajunya.

“Aku hari ini menginap lagi yah disinih.”

“Menginap lagi? Apa kau yakin? Menejer dan member tidak ada yang mencarimu?”

Kikwang menggeleng , walaupun ia yakin kalau menejer dan member mencarinya , tapi ia sudah mematikan handphonenya. Dan ia yakin Ji Hoon pasti akan memarahinya kalau ia pulang nanti. Tapi ia sudah tidak peduli.

“Aku tidak mengizinkan kau meningap di tempatku. Aku berani bertaruh kau pasti telah melakukan sesuatu , hingga kamu tidak mau pulang iya kan?”tanya Jiyeon setengah menebak.

“Aku tidak melakukan apa – apa.” Jawab Kikwang buru – buru , ia tampak gelagapan.

Jiyeonpun berhenti menjahit , ia menarik Kikwang keluar dari ruang kerjanya , dan mereka sekarang bersama duduk di sofa. Saling berhadapan. Jiyeon memandang Kikwang seakan meminta penjelasan. Kikwang bersih keras mengatakan tidak ada apa – apa.

“Terserah kau sajalah. Tapi kali ini kau harus tidur di sofa. Aku mau tidur di kamarku.” Kata Jiyeon pada akhirnya.

“Baiklah kalau begitu.” Jawab Kikwang senang.

“Aku akan mandi dulu. Kalau kau perlu apa – apa jangan lakukan apapun sebelum aku selesai mandi. Aku tidak mau kau membuat apartementku seperti kapal pecah , seperti waktu itu.”

“Siap bos.”

Ting Tong

Kikwang beranjak dari tempatnya duduk , melihat siapa yang datang. Junhyung. Kenapa dia bisa tau aku ada disinih? Kikwang langsung membukakan pintu tapi ia tidak memberi kesempatan untuk Junhyung masuk , karena ia buru – buru keluar dan berdiri di depan pintu.

“Kenapa kamu bisa tau aku ada disinih?”Tanya Kikwang kaget.

“Aku mau kamu pulang segera.” Jawab Junhyung tegas

“Aku tidak mau , aku sudah bilang kalau aku tidak akan pulang sampai , menejer memperbolehkan aku pacaran dengan Jiyeon kembali.”

“Kikwang , kamu tahu apa yang kau perbuat hanya akan menyusahkan Jiyeon? Menejer tetap akan menyetujui hubungan kalian , sampai kapanpun. Kau tahu kan hal itu? Yang ada ia hanya akan mendesak Jiyeon untuk membuatmu kembali?”

“Ia tidak akan mendesak Jiyeon.”

“Apa kau berani bertaruh? Kau tahu , setelah Ji Hoon hyung menelepon Jiyoen , Jiyeon menangis. Apakah ini cinta yang kau ingin berikan pada Jiyeon? Cinta yang membuatnya sedih? Apa iya?”

Jiyeon POV

Jiyeon baru saja selesai mandi , ia tampak kebinggungan . Ia tampak mencari sesuatu karena ia mondar – mandir di apartementnya. Kikwang tidak ada. Kemana dia? Apa dia pulang? Tapi kenapa tidak berpamitan padanya?

Jiyeon buru – buru menyari handphonenya. Baru saja ia mau menelepon Kikwang , tapi ternyata ada telepon masuk. Junhyung? Kenapa Junhyung meneleponnya?

“Ya oppa?” Jawab Jiyeon

“Ini aku Kikwang.” Jawab Kikwang datar.

“Kikwang? Kau bersama dengan Junhyung?”

“Aku pulang bersamanya. Jiyeon dengarkan aku. Ini terakhir kalinya aku berbicara padamu. Aku benar – benar bahagia bisa mengenalmu , kau adalah wanita terindah bagiku. Aku berharap kita bisa bersama seperti dulu. Tapi mungkin itu hanya harapan , aku tidak bisa mewujudkannya sekarang. Aku berharap kau mau menungguku , sampai aku punya kemampuan untuk itu.”

“Kikwang , apa maksudmu?”

“Jangan memotong perkataanku. Aku kan sudah bilang ini terakhir kalinya aku berbicara padamu. Aku minta dari kamu satu hal saja.”

“Apa?”

“Tunggulah aku , aku pasti akan kembali ke sisimu ketika aku punya kemampuan.”

Dan seketika telepon tersebut terputus. Jiyeon tidak mengerti kemana arah pembicaraan Kikwang . Tapi satu hal yang ia tau , ia sudah kehilangan Kikwang , ia tidak akan bertemu lagi dengan Kikwang. Itu yang ia mengerti.

Jiyeon menangis. Jiyeon tampak memang tidak menahan air matanya , ia membiarkan air matanya mengalir. Semakin lama semakin deras. Jiyeon sudah tahu  kalau suatu hari , Kikwang akan meninggalkannya. Dihari ia memutuskan Kikwang ia tahu kalau mereka pasti akan berpisah.

Tapi ia tidak menyadari kalau sakitnya akan sekarang. Sangat menyakitkan. Pertama kalinya ia merasakan sakit , yang sesakit itu. Jiyeon menuju balkon ruang kerjanya. Sambil terus menangis ia memandangi foto adiknya Hiro

“Hiro apa yang kulakukan sekarang? Ini menyakitkan , aku takut aku tidak bisa kembali seperti dulu.” Bisik Jiyeon lemah sambil terus menangis.

Setelah kejadian itu Jiyeon memutuskan untuk cuti selama 2 minggu. Ia mau pulang ke Indonesia , untuk memenangkan diri dan juga bertemu keluarganya. Ia berpikir itu yang ia paling butuhkan sekarang , keluarga.

Kikwang POV

“Jiyeon pulang ke Indonesia.” Kata Junhyung saat Kikwang mau pergi.

“Aku tahu.” Jawab Kikwang datar

Kikwang memang sudah tahu. Diam – diam ia memantau Jiyeon lewat teman baiknya yang bekerja di kantor yang sama dengan Jiyeon. Sehari setelah Kikwang menelepon Jiyeon , tiba – tiba Jiyeon mengatakan ingin cuti selama 2 minggu , untuk pulang ke Indonesia.

Kikwang tahu kalau itu karena dirinya. Jiyeon hanya akan bertemu keluarganya kalau ia benar – benar tidak bisa lagi menghadapinya lagi. Ia adalah wanita yang tangguh , tapi ia tidak menyadari kalau apa yang ia lakukan kemarin membuat Jiyeon terpuruk seperti ini , hingga ia harus bertemu dengan keluarganya.

“Apa kau sudah benar – benar tidak menemuinya lagi?”Tanya Junhyung penasaran.

“Aku tidak akan menemuinya sementara waktu ini. Aku akan menemuinya ketika aku memiliki kemampuan itu.” Jawab Kikwang yang langsung pergi begitu saja.

Kikwang sudah membuat keputusan. Ia tidak akan memberikan cinta yang menyakitkan untuk Jiyeon. Ia sudah memutuskan , ketika ia bisa menjadi lelaki yang lebih baik , ia akan kembali pada Jiyeon.

Jiyeon POV

“Jiyeon tumben kau pulang.” Komentar appa Jiyeon yang baru pulang kerja ketika melihat Jiyeon bersantai di ruangan keluarga di rumahnya.

“Kenapa? Apa aku tidak  boleh pulang kerumah sendiri?”Tanya Jiyeon balik.

“Tidak , bukan begitu. Hanya saja bukanya kamu lebih suka tinggal di korea , dari pada disinih? Lalu kenapa sekarang kau tiba – tiba pulang tanpa kabar berita sedikitpun.”

“Oh come on , appa. Aku hanya lelah , dan aku hanya butuh sebuah rumah dan keluarga itu saja. Apa tidak boleh?”

“Tentu saja boleh. Tapi appa  bertaruh , pasti telah terjadi sesuatu yang besar padamu , hingga kamu kemari.”

Jiyeon tidak menanggapi perkataan appanya barusan. Ia lantas pergi ke kamar kakaknya. Yah , karena tidak ada kamar lagi , bukanya tidak ada kamar sebenarnya ada. Tapi kamarnya yang seharusnya ditempati olehnya dijadikan kamar tamu , dan ternyata mereka sedang kedatangan tamu. Yang Jiyeon sendiri tidak tahu siapa tamunya. Karena ia belum bertemu siapapun hari itu. Maka dengan terpaksa ia tidur bersama kakaknya.

Yah setelah kepulangnaya ke Indonesia , ia belum bertemu siapapun. Ia sudah mengabari seluruh keluarganya. Dan mereka berjanji untuk pulang lebih cepat. Tapi baru appanya yang pulang dan itu sudah malam.

“Wah… ada adikku tersayang.” Komentar kakak Jiyeon sambil memeluk Jiyeon yang sedang tiduran di ranjang.

“Dari mana saja kau? Katanya mau pulang cepat , tapi jam segini  baru pulang.” Kata Jiyeon sebal sambil menunjuk jam yang telah menunjukan pukul 7 malam.

“Aku dan omma baru saja pulang membawa Kojiro berjalan – jalan.”

“Kojiro siapa?”

“Anaknya teman omma. Dia dari Jepang , ke Indonesia untuk studi banding. Ganteng looh , kamu harus liat. Memang sich tidak lebih ganteng dari pada Kikwang. Tapi kalau kamu tidak lagi pacaran dengan Kikwang kamu pasti menyukainya.”

“Aku sudah putus dengan Kikwang.”

“Jinja? Otoke???Otoke???”

Jiyeon menceritakan segalanya pada kakanya , Eunjung. Ia juga menceritakan perihal telepon Kikwang. Jiyeon menangis kembali. Setiap menceritakan itu Jiyeon menangis. Eunjung memeluk Jiyeon. Eunjung tahu , ini pertama kali Jiyeon merasakan sakitnya cinta.

Eunjung sejujurnya tidak menyangka kalau adiknya dengan Kikwang putus. Karena selama ini hubungan mereka adem ayem. Walaupun yah , mereka bermasalah dari status mereka , dan hubungan mereka yang diam – diam. Tapi Eunjung tidak berpikir itu adalah penyebab keretakan hubungan mereka.

“Sudahlah , ini hanya akan pahit di awal , selanjutnya kau akan bersyukur karena kau mendapati pengalaman seperti ini.” Kata Eunjung mencoba membuat Jiyeon tenang.

“Aku takut unni , aku takut kalau aku tidak bisa kembali seperti dulu , seperti hidupku sebelum ada Kikwang.” Kata Jiyeon lemah.

“Kalian sudah bersama untuk waktu yang tidak sebentar. Wajar saja kalau kamu merasa kehilangan. Tapi aku yakin ia merasakan hal seperti itu juga. Kalau ia bisa bertahan tanpa kamu. Kamu juga harus bisa menunjukan padanya , kalau hidupmu akan baik – baik saja bahkan tanpa ia.

Kalian berpisah , aku rasa bukan karena mau kalian. Keadaan yang menuntut kalian untuk berpisah. Jadi ini sangat menyakitkan untuk kalian berdua. Tapi kamu dan Kikwang aku yakin kalian pasti bisa melewati hal ini. Percaya padaku. Sekarang tersenyumlah. Hapus air matamu.”

Eunjung membantu Jiyeon menghapus air matanya. Jiyeonpun memberi senyuman , walaupun agak terpaksa ini lebih baik pikir Eunjung dari apda Jiyeon menangis. Eunjung pun tersenyum dan langsung memeluk adiknya itu.

“Jiyeon kemari sebentar , kenalkan ini Kojiro dia anaknya teman omma.” Jelas Omma sambil memperkenalkan lelaki , yang memang cukup menarik. Wajahnya oriental Jepang dengan rambut blonde menyala.

Jiyeonpun berkenalaan dengan lelaki bernama lengkap Kojiro Hitsuga itu. Yah seperti yang Eunjung katakan , dia sedang melakukan studi banding ke Indonesia. Dan sepertinya Kojiro akan menetap disinih untuk waktu yang cukup lama.

Kojiro ternyata seumur dengan Jiyeon , tapi ia sudah mengambil S2 , sedangkan Jiyeon S1 sajah belum lulus – lulus karena harus mengatur antara kesibukan kuliahanya dan pekerjaannya.

Kojiro adalah warga jepang asli , tapi ia mampu berbahasa korea , cukup fasih menurut Jiyeon. Setidaknya mereka bisa berkomunikasi satu sama lain. Itu sudah cukup.

“Jadi kau bekerja di Sukira?”Tanya Kojiro takjub.

“Iya , kau tahu Sukira?” Tanya Jiyeon kembali

“Aku tahu , banyak teman – teman wanitaku yang sering mendengar Sukira karena mereka menyukai Djnya.”

“Maksudmu Leeuteuk dan Eunhyuk?”

“Iya… Mereka selalu mengatakan tentang itu setiap kali. Aku tidak mengerti kenapa mereka menyukai itu , walaupun pada dasarnya mereka sama sekali tidak mengerti apa yang mereka (DJ) itu katakan.”

“Tidak sedikit yang begitu , kami kadang melakukan open studio , dan banyak fans dari luar negara korea yang sengaja datang untuk melihat sukira. Dan tidak sedikit dari mereka yang tidak bisa bahasa korea.”

Jiyeon berbicang – bicang dengan Kojiro. Mereka cepat sangat cepat akur. Jiyeon menilai Kojiro orang yang menyenangkan , tak jarang Jiyeon tertawa mendengar jokes yang diberikan Kojiro. Jiyeon dan Kojiro mereka bertukar cerita tentang kesibukan mereka satu sama lain.

Diam – diam kepercayaan diri Jiyeon tumbuh. Ia yakin , ia pasti bisa bangkit. Kalau Kikwang bisa menghadapi semua ini , ia pasti bisa. Ia tidak mau kalah dari Kikwang. Ia harus kembali kepada dirinya yang dulu!

 

 

 

 

 

 

 

Comments
  1. whiekyuyeonhaeri says:

    chingu….jikwang couple pleaseeee!!! aku tungguin bgt ff terusannya!!…hwaiting!!

  2. anpancyclone says:

    hhahaha lucu, tiba2 ketawa pas jiyeon pulang ke indonesia…
    kira2 gikwang mw ngpain yah?
    apa rencananya?
    di tunggu yah
    hwaiting… >,<😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s