My Love Is So Beast! [Chapter 9]

Posted: December 28, 2011 in My Love Is So Beast!
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 

2 tahun kemudian

Kikwang POV

Sudah dari pagi Kikwang tampak gugup. Ia tampak sangat gugup , dan itu kelihatan sekali. Ia lebih gugup dari pada biasanya. Bahkan waktu hari debutnya pun ia tidak segugup ini. Ini membuatnya gila.

“Ayo masuk , kau mau nunggu apa lagi?”Tanya Dongwoon yang melihat Kikwang masih saja di luar , belom masuk ke studio

“Kau baik – baik saja kan?”Tanya Doojoon kawatir

“Aku hanya sedikit gugup.”

Hari itu Kikwang melakukan promo untuk album b2st terbarunya di radio Sukira. Sejak 2 tahun lebih berlalu ini pertama kalinya ia ke Sukira lagi , dan itu berarti ia akan bertemu dengan Jiyeon lagi. Kikwang senang sekaligus gugup mengetahui hal itu.

Kikwang memasuki ruangan siaran dengan sejuta perasaan. Tapi ia tidak melihat ada tanda – tanda Jiyeon berada disituh. Seharusnya Jiyeon sudah ada untuk membeirkan naskah , tapi kali itu naskah tidak diberikan oleh Jiyeon.

“Jiyeon kemana?”Tanya Kikwang pada Cho PD.

“Dia sudah keluar , sejak kepulangannya ke Indonesia , ia sudah memutuskan untuk keluar.” Jawab Cho PD

Kikwang tampak kaget setengah mati. Kikwang memang menatau Jiyeon melalui teman baiknya yang bekerja satu kantor dengan Jiyeon. Tapi teman baiknya itu tidak pernah mengatakan kalau Jiyeon keluar. Ia selalu mengatakan kalau Jiyeon baik – baik saja.

“Apa kau tahu kalau Jiyeon sudah keluar?”Tanya Kikwang pada Junhyung.

Junhyung menangguk “Ia berpamitan padaku pada saat ia pulang ke Indonesia , ia mengatakan mungkin tidak akan pulang lagi.”

“Kenapa kau tidak mengatakan itu padaku?”

“Bukanya aku sudah menanyakan , apa tidak apa – apa kalau ia pulang? Kau jawab itu tidak apa – apa.”

Pembicaraan Kikwang dan Junhyung terpaksa tertunda karena acara sudah dimulai. Kikwang berusah akeras memaksa dirinya untuk fokus terhadap pekerjaannya. Ia harus profesional. Itulah keputusan dia.

Jiyeon POV

2 tahun berlalu , kehidupanya sudah tidak di Sukira lagi. Ia mengundurkan diri , engna maksud untuk menenangkan diri sekaligus fokus dengan kuliah. Ia berjanji pada Cho PD kalau ia akan melamar kembali di Sukria setealh  kuliahnya selesai

Dan yah sekarang kuliahnya selesai. Ia ingin menepati janjinya di untuk kembali ke Sukira. Tapi sebelum ia kembali bekerja , ia ingin menikmati liburan di Jepang. Yah di Jepanglah sekarang Jiyeon berada.

Ia diundang oleh Kojiro untuk main ke Jepang. Sebenarnya diundnagnya sudah cukup lama. Tapi ia baru ada waktu sekarang untuk menyanggupi janjinya. Ini kali pertama Jiyeon ke luar negeri. Ia tidak pernah berpergian ke luar negeri sebelumnya.

Paling ia berpergian ke Indonesia , dan itu tidak termaksud kategori berpergian ke luar neger , itu hanya pulang kerumah ke dua orang tuanya. Sesampainya  di bandara , ternyata Kojiro sudah menantinya.

“Selamat datang di Jepang.” Sambut Kojiro

“ Hai…” Sapa Jiyeon

Kojiro membantu Jiyeon membawa tasnya, Merekapun pergi menuju mobil Kojiro. Saat mereka mau keluar , tak jauh dari mereka ada banyak gadis yang berteriak histeris. Jiyeon yang penasaran berhenti dan melihat ke arah kerumuman gadis tersebut.

Jiyeon tiba – tiba menutupi wajahnya , dan berjalan keluar  bandara secepat mungkin.

“Kau kenapa Jiyeon?”Tanya Kojiro heran melihat tingkah Jiyeon yang aneh.

“Tidak aku tidak kenapa – napa , ayo kita pergi dari sinih secepatnya.”

Kojiro tidak banyak bertanya ia pun mengikuti Jiyeon yang ingin pergi buru – buru dari bandara tersebut. Sesampainya di mobil Kojiro , Kojiro menanyakan hal yang sebenarnya ingin ia tanyakan dari tadi

“Kau mengenal mereka?”

Jiyeon hanya menangguk. Ingatanya kembali ke 2 tahun lalu , menyakitkan tapi tetap tidak bisa ia lupakan begitu saja. Seberapa kali usaha Jiyeon menghapus kenangan menyakitkan itu , tapi ia tetap tidak  bisa.

“Apa kau punya masalah dengan mereka?”

“Kojiro , bisakah kita tidak membicarakan mereka? Nanti kalau sudah saatnya aku akan menceritakan padamu.”

“Baiklah kalau begitu.”

Sepanajang perjalanan Jiyeon hanya diam , melihat keluar jendela. Ia sebenarnya bersyukur bisa melihat Kikwang. Ia tampak baik  baik saja sekarang. Jiyeon lega melihat hal itu.

Kikwang POV

Kikwang yakin sekali ia melihat Jiyeon barusan di bandara. Tapi karena banyak fans yang mengurumuni mereka , jadi Kikwang tidak yakin benar kalau yang ia lihat benar Jiyeon atau bukan.

Kikwang kehilangan kontak dengan Jiyeon , temanya yang membantunya ternyata tidak berada dipihaknya. Ia sudah tahu kalau Jiyeon keluar tapi tidak memberi tahukan padanya , karena menejernya Ji Hoon melarangnya memberi tahu. Ternyata Ji Hoon mengetahui kalau Kikwang masih sering menanyakan kabar Jiyeon melalui temanya.

Gara – gara itu Kikwang marah dengan menejernya selama 2 minggu lebih. Ia juga tidak mau menghubungi temanya yang sekantor dengan Jiyeon sampai saat ini. Ia benar – benar kecewa berat.

“Kikwang , sepertinya Jiyeon sedang di Jepang.” Kata Dongwoon.

“Kau tahu dari mana?”Tanya Kikwang balik

“Dia baru saja mengupdate twitternya. Ia bilang “akhirnya sampai jepang” “

Kikwang semakin yakin , kalau yang ia lihat barusan itu Jiyeon. Baru saja ia mau mencari Jiyeon , Ji Hoon menejernya sudah menghentikannya.

“Ingat disinih banyak fans , jaga kelakuanmu.” Bisik Ji Hoon

Kikwang melihat kesekliling , memang benar banyak fans yang berada di sekitar mereka. Dengan terpaksa dia mengurungkan niat kamu.

“Kalau kamu mau pergi  mengejar dia tunggu sampai kita masuk ruang tunggu.” Bisik Doojoon.

Kikwang melihat Doojoon kaget , tapi Doojoon buru – buru memalingkan wajah dari Kikwang dan pura – pura sibuk dengan urusan tiketnya.

Sesampainnya di ruang tunggu , Doojoon mendekati Kikwang. “Kalau kau mengejarmu , kejarlah sekarang. Kau bisa lewat pintu belakang . Dan gunakan ini.”

Kikwang menerima paper bag yang diberikan Doojoon , Kikwang melihat isi paper bag tersebut , ternyata isinya baju , dan ada kacamata , topi dan juga masker.

“Bagaimana dengan Ji Hoon hyung?”Tanya Kikwang binggung

“Biar aku yang mengurus. Kau kejarlah Jiyeon , aku yakin kau harus menemuinya. Soal yang laen biar kuurus. Ayo cepat sebelum menejer kemari.”

Kikwang mengikuti apa yang dikatakan Doojoon. Sebelum pergi Kikwang menyempankan diri untuk membungkuk pada Doojoon menandakan tanda terima kasih pada Doojoon.

Doojoon POV

“Mana Kikwang?”Tanya Ji Hoon

“Dia pergi.”

“Pergi? Kau membiarkan dia pergi mengejar wanita itu?!! Kau leader , kau tahu apa yang terjadi apda group ini kalau dia seenaknya begitu , kalian bisa hancur!”

“Aku tahu aku leader , dan sebagai leader aku tidak mau melihat memberku hidup dalam kesedihan. Aku sudah melihat selama  2 tahun ini , Kikwang tidak pernah ceria. Aku sebagai leder , hyung , temanya , dan keluarganya. Aku tidak mau melihat Kikwang seperti itu. Jiyeon adalah kebahagiannya , hanya Jiyeon yang bisa membuatnya bahagia. Dan aku mau Kikwang bahagia.” Jelas Doojoon

“Aku setuju dengan perkataan Doojoon.” Kata Junhyung angkat bicara

“Kikwang membutuhkan Jiyeon , biarkan mereka bersama.” Kata Doojoon mencoba menyakini menejernya.

“Terserah kalian saja lah , tapi kalau terjadi sesuatu. Kau yang bertanggung jawab.” Kata Ji Hoon sambil  menunjuk Doojoon

Doojoon mengangguk. Ia memang sudah siap dengan resiko , apapun itu. Asalkan ia bisa melihat Kikwang yang dulu , itu sudah cukup. Selama 2 tahun Kikwang hidup dalam kesedihan. Itu membuatnya tidak tahan. Inilah saatnya Kikwang mengejar kebahagiaanya.

“Tampaknya aku memang harus menyerah.” Komentar Junhyung

“Kau tidak akan mendekati Jiyeon lagi?”Tanya Doojoon penasaran

“Tampaknya begitu , mereka berdua , kurasa memang saling membutuhkan. Aku tidak mungkin tega memisahkan mereka hanya karena keegoisanku. Aku sayang mereka berdua , aku harap mereka bahagia.”

“Mengatakanya lebih mudah dari melakukanya  bukan? Kau pasti berat melalui ini semua kan?”

“Berat , tapi harus kulalui.”

“Kau harus bisa melaluinya.” Doojoon memeluk Junhyung.

Jiyeon POV

Jiyeon baru saja sampai di hotel. Kojiro sudah menawarkan untuk tinggal dirumahnya , tapi Jiyeon menolak. Karena ia tidak ingin merepotkan keluarga Kojiro , apalagi di rumah Kojiro sudah banyak orang yang tinggal , tidak enak kalau Jiyeon ikut menambah sesak rumah Kojiro.

Ini liburan pertama kali bagi Jiyeon seumur hidupnya. Dan pertama kali liburan ia sendirian menjalani liburan. Jiyeon sudah membawa kebutuhan yang di perlukan selama di Jepang , mulai dari buku panduan bahasa , sampai temat – tempat yang kaan id kunjunginya di Jepang.

Jiyeon melihat handphoneya , ia lupa menelepon Cho PD , ia berjanji setibanya di Jepang ia akan menghubungi Cho PD. Cho PD kawatir dengan kepergiannya ke Jepang yang pertama kali , dan sendirian pula. Sempat Cho PD melarangnya , tapi karena Jiyeon sudah bulat keputusan maka Cho PD tidak dapat melarangnya.

“Ya! Aku sudah menunggu teleponmu dari tadi , kau baik – baik saja kan disanah?” Tanya Cho PD kawatir dari ujung telepon.

“Aku baru sampai di hotel , aku baik – baik saja.” Jelas Jiyeon sabar

“Baguslah kalau begitu.”

“Cho PD kau mau oleh – oleh apa?”

“Tidak perlu , aku tidak perlu oleh – oleh darimu , yang penting kau pulang selamat , dan kembali bersama kali. Kau tahu aku mengalami banyak kesulitan sejak ditinggal kau. Sukira telah menggati 310 kali penulisnya sejak kau tidak ada. Kau harus pulang dengan selamat dan kembali ke Sukira , kau mengerti?”

“Baiklah , kau tenang saja , aku pasti akan kembali baik – baik saja.”

Jiyeon mematikan teleponnya , dan lantas bersiap – siap untuk pergi. Ia berencana untuk berjalan – jalan di sekitar hotel dahulu. Jujur Jiyeon merasa gugup sekaligus tegang. Ini pengalaman pertamanya , wajar ia gugup.

Kikwang POV

Kikwang sudah lolos dari fans. Kini ia hanya perlu mencari Jiyeon. Ia sudah mengetahui di mana Jiyeon menginap. Tapi saat ia menanyakan pada pihak hotel ternyata Jiyeon sedang tidak ada di kamar.

Jiyeon mungkin sedang berjalan – jalan , karena tidak sabar menunggu Kikwang memutuskan untuk mencarinya saja. Masih dengan kacamata , topi , dan masker. Ia berjalan disekitar hotel untuk mencari Jiyeon.

Sudah hampir 3 jam ia  berjalan – jalan di sekitar hotel , tapi ia tidak bisa menemukan Jiyeon. Mungkin Jiyeon tidak berjalan di sekitar hotel. Kikwang memtuuskan untuk kembali ke hotel , mencari Jiyeon siapa tahu dia sudah pulang.

Untuk kedua kalinya Kikwang menanyakan pihak hotel tentang Jiyeon , tapi Jiyeon masih belum pulang juga. Akhirnya Kikwang memutuskan untuk menunggu di loby.

Kikwang mencoba melepas maskernya , karena itu sangat panas. Tapi ternyata beberapa orang mulai menyadari siapa dia , buru – buru Kikwang ke recepsionis. Ia kahirnya memutuskan untuk memesan kamar di lantai yang sama dengan Jiyeon , ia memutuskan untuk menunggu Jiyeon di kamar saja. Karena di luar akan banyak fans yang mengenalinya.

Jiyeon POV

Jam sudah menunjukan pukul 10 malam , dan hari pertama Jiyeon di Jepang ia habiskan dengan berkuliner di sekitar hotel . Banyak sekali jajanan khas Jepang di seketir hotelnya itu. Ia bertaruh kalau bobotnya malam itu sudah menambah sekitar 2 sampai 3 kg karena makanan yang banyak ia makan barusan

“Nyonya , tadi ada yang menyari nona.” Kata salah satu pegawa recepsionis

Jiyeon menoleh kepagai recepsionis yang memanggilnya barusan. Ia sadar kalau pegawai itu berbicara padanya , tapi ia tidak mengerti apa yang disampaikan pegawari recepsionis itu padanya.

“Sorry but i cant understand what you say.” Kata Jiyeon sopan.

“Somebody contact you when you leave , MS. He say after you come back , you must contact him. He leave phone number here.” Kata petugas recepsionis itu sambil memberikan kertas berisi nomer telepon

Jiyeon manggil kertas sebut. Ada lelaki yang mencari dia siapa? Kojiro? Tapi untuk apa dia mencariku , aku kan sudah bilang kalau aku yang akan mencarinya. Jiyeon melihat nomer yang tertulis di kertas tersebut , sambil menimbang – nimbang menelepon atau tidak. Ia takut ternyata yang mencarinya ternyata orang jahat.

Tapi setelah dipikir – pikir mana mungkin orang jahat tau dengan jelas nama dan nomer kamar hotelnya? Jiyeon akhirnya memutuskan menelepon nomer yang diberikan recepsionis tersebut.

“Hallo , apa kau mencariku? Aku Jiyeon. Ini siapa?”Tanya Jiyeon saat telepon tersambung.

“Jiyeon-ah….”

Untuk beberapa detik Jiyeon tidak bernafas. Ia tampak pucat pasi. Ia tampak tahu sekali siapa yang meneleponnya.

“Jiyeon , kau ada disanah?”

“Ah… Maaf.”

Diam… Mereka berdua tidak berbicara sepatah katapun. Jiyeon masih tampak kaget dengan telepon tersebut.

“Jiyeon , bisa kau membuka pintu kamar hotelmu?”

“Untuk apa?”

“Lakukan saja.”

Jiyeon melakukanya , dan benar ia shock. Sudah berdiri Kikwnag di hadapannya. Jiyeon tampak tidak sadar kalau ia masih memegang teleponnya. Saat Kikwang memberi tanda untuk mematikan teleponya , baru Jiyeon mematikan teleponya. Jiyeon tampak kaku , ia tampak membeku.

“Kau….Kau… Ba…gaima…na bisa kau ada disinih?”Tanya Jiyeon gugup.

“Apa aku tidak boleh masuk?”Tanya Kikwang ramah.

Jiyeon yang sadar kalau mereka ngobrol di depan pintu langsung minggir , meJiyeon mempersilahkan Kikwang masuk kamarnya begitu saja. Ia tahu itu tidak benar. Ia tidak harusnya segampang itu minggir.

“Kau kenapa bisa ada disinih?”Ulang Jiyeon

“Aku mengejarmu kemari , saat aku melihat kamu di bandara….”

Belum beres Kikwang menjelaskan handphone Jiyeon berbunyi. Buru – buru ia mengambil teleponya , Kojiro meneleponya. Jiyeon meanggangkat sambil menjauh dari Kikwang.

“Halo Kojiro , ada apa?” Tanya Jiyeon dengan suara sepelan mungkin

“Apa kamu sudah makan? Aku mau mengajakmu makan bersama , kau mau?”Ajak Kojiro.

Jiyeon menatap Kikwang yang tampak duduk santai di kamarnya. “Aku rasa lain kali saja , tidak apa – apa kan?”

“Kenapa? Apa kau sedang mengalami home sick?”

“Tidak , bukan begtiu. Kebetulan aku hari ini makan banyak sekali. Jadi aku sudah kenyang , aku tak ingin makan lagi.”

“Kalau begitu , kita tidak perlu makan. Berjalan – jalan juga boleh.”

“Eum…kurasa aku mau istirahat saja.”

“Ah baiklah kalau begitu. Bagaimana kalau besok kita jalan – jalan?”

“Nanti aku telepon kamu lagi yah. Aku tidak janji.”

Jiyeon buru – buru menutup telepon Kojiro. Ia menghampiri Kikwang yang masih duduk dengan santai

“Tadi sampai mana?”Tanya Jiyeon canggung

“Iya , aku melihat kamu di bandara , aku mengejarmu. Dan karena itu aku bisa sampai disinih.”

“Dari mana kamu tahu aku menginap disinih?”

“Cho PD memberi tahu alamat hotelmu sekaligus nomer kamarmu.”

Dalam hati Jiyeon memaki – maki Cho PD , dia yang mengatakan keputusan memutuskan Kikwang adalah keputusan yang tepat , tapi kenapa sekarang dia malah membantu Kikwang untuk bertemu denganya. Dasar Cho PD , tidak pernah benar.

“Apa kau selama 2 tahun ini baik – baik saja?” Tanya Kikwang penasaran.

“Aku baik – baik saja , bagaimana denganmu?”Tanya Jiyeon balik

“Aku sama sekali tidak baik , karena setiap detik aku selalu memikirkan tentangmu. Aku merindukanmu…..”

 

Comments
  1. whiekyuyeonhaeri says:

    bagus chingu…aku tungguin terus…jikwang…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s