My Love Is So Beast! [Chapter 11]

Posted: January 5, 2012 in My Love Is So Beast!
Tags: , , , , , , , , , , ,

 

Kikwang POV
Sudah hampir 2 Jam Kikwang duduk di sebuah cafe di Hongdae. Hot Chocolate yang dipesannya juga sudah tidak panas lagi.  Tak ada yang mengenalinya sejauh ini , ia bersyukur. Karena itulah yang ia inginkan sekarang , tidak ada yang lain.
Untuk pertama kalinya Kikwang memutuskan melihat handphonenya yang ia lantarkan. Ia lantas kaget ketika melihat handphonenya , ia mendapatkan 59 panggilan tidak terjawab dari Jiyeon. Baru saja mau mencoba mendnegarkan voice mall dari Jiyeon , teleponnya usdah berbunyi lagi.
“Ada apa , Junhyung?”Tanya Kikwang mengangkat teleponnya
“Kau ada dimana? Jiyeon mencarimu sedari tadi.”Jelas Junhyung
“Aku sedang ada di cafe di daerah Hongdae.”
“Sebaiknya kau cepat hubungi Jiyeon , dia mencarimu sedari tadi.”
Kikwang tidak menjawab , ia langsung mematikan teleponnya. Ia tidak mengerti sama eskali , mengapa Jiyeon mencarinya sampai seperti ini. Bukannya ia sudah menolaknya?
Apa ini karena ia menitipkan cincin? Tapi ia tidak merasa ada yang salah dengna itu , walaupun ia menyimpannya tidak akan berguna , karen aitu adalah cincin ukuran Jiyeon. Dan ia berpiki rmungkin kalau ia memberikan itu pada Jiyeon lebih berguna.
“Hallo Jiyeon ada apa?”Tanya Kikwang mengangkat teleponnya yang baru saja berbunyi.
“Hallo , kau ada dimana?”Tanya Jiyeon , suaranya terputu – putus
“Aku ada disebuah cafe di Hongdae.”
“Baiklah , kalau begitu oppa disanah saja. Aku akan kesanah.”
Jiyeon langsung memutuskan teleponnya. Kikwang tampak binggung. Kenapa dengan Jiyeon? Kenapa suaranya putus – putus? Kenapa ia berusaha mencarinya? Ini aneh.
Karena Hot chocolate Kikwang sudah dingin , ia memutuskan untuk memsan minuman lagi , baru saja ia mau beranjak berdiri Jiyeon sudah ada di hadapannya. Ia terlihat kelelahan. Kikwang pun membantu Jiyeon duduk , dan membelikannya green tea lattle favorite Jiyeon.
“Kau kenapa?”Tanya Kikwang heran meliha Jiyeon yang kelihatan kelelahan.
“Aku mencarimu , sejak dari tadi…” Jawab Jiyeon masih sambil menyesuaikan nafasnya.
“Kau tampak buruk.”
“Tentu saja tidak ada yang lebih buruk dari hari ini , aku berlari seperti orang gila dari lantai 10 , menggunakan tangga dan dari kantorku belari mengitar Hondae , dan akhirnya aku kemari. Itu gila.”
Kikwang diam , ia tidak berkomentar apa lagi. Yang dikatakan Jiyeon memang gila , turun dari lantai 10 dengan tangga , mengelilingi Hongdae , dan berakhir disinih. Tapi untuk apa Jiyeon melakukan itu semua?
“Kenapa kau langsung tau kalau ini aku?”Tanya Kikwang tiba – tiba penasaran.
“Aku tahu , karena aku ini mantan pacar kamu tahu.” Jawab Jiyeon kesal.
“Apakah kalau aku bersembunyi di antara ribuan orang , kau akan tetap mengenaliku?”
“Tentu saja , aku selama ini bersamamu , pasti aku tahu kamu.”
Kikwang tersenyum mendengar jawaban Jiyeon. Tanpa mengatakan apapun ia tersenyuum sambil mengelus kepala Jiyeon. Jiyeon tampak biasa saja, tidak merespon untuk menolak.
“Ada apa kau mencariku?”Tanya Kikwang lagi
“Ah! Aku hampir lupa!” Jiyeon tampak panik , ia melihat jam.
Kikwnag kebinggungan melihat tingkah Jiyeon yang tiba – tiba panik.
“Aku harus pergi sekarang.” Kata Jiyeon masih panik.
“Bukannya kau kesinih untuk mencariku , kenapa kau sekarang mau pulang?”
“Sudah mau jam siaran! Aku sudah janji aku akan kembali sembelum siaran. Ayo kau ikut aku.”
Jiyeon menarik tangna Kikwang. Mereka berlarian di Hongdae. Beberapa pasang mata yang mereka jumpai di jalan melihat merkea , yang berlarian seperti orang dikejar – kejar.
“Kau tunggu disinih yah , aku akan kerja dulu. Nanti aku akan kembali lagi.” Kata Jiyeon saat mereka sampai di kantor Jiyeon.
“Aku menunggu di kantormu?”Tanya Kikwang
“Kau tidak boleh pergi kemanapun , awas kalau kau pergi!”
Kikwang duduk di kantor Jiyeon. Sudah berkali – kali Kikwang ke kantor Jiyeon. Tapi ia tidak pernah mengamati kantor Jiyeon sama sekali. Ini pertama kalinya , mungkin ini buruk. Yah sangat buruk , bagi yang sudah berpacaran selama 2 tahun , ruangan kerja yang sering dimasuki tapi tidak pernah di perhatikan olehnya. Ini bukan yang terburuk. Ia adalah pria yang sangat buruk , dalam memperlakukan pacar yang ia cintai.
Jiyeon POV
Begitu selesai siaran Jiyeon buru – buru menuju kantornya. Kikwang masih menunggunya , ia membaca buku di kantor Jiyeon
“Kau masih suka membaca buku seperti ini?”Tanya Kikwang sambl menunjukan buku seri twilight yang baru saja dibacanya juga.
“Itu hiburan sendiri bagiku.” Jawab Jiyeon sambil mengambil buku twilight dari tangan Kikwang.
“Kantormu tidak seperti dulu.”
“Tentu saja , aku belum membawa yang kuperlukan ke kantorku sekarnag ini , makanya masih kosong. Ah aku hampir lupa , aku mau menanykana sesuatu padamu.”
“Tentang apa?”
“Apa benar kau keluar dari b2st?”
Kikwang tidak menjawab. Ia malah sibuk melihat buku – buku novel Jiyeon yang ditaruh Jiyeon tepat disamping Jiyeon tepat disebelah sofa dimana Kikwang duduk.
“Apa yang harus kujawab?” Kikwang malah balik menanykan hal tersebut.
“Apa alasanya kau keluar? Bukannya menjadi artis itu impianmu? Mengapa kamu menyerah sekarang?”
Kikwang tetap sibuk melihat – lihat buku. Ia tampak tidak menghiraukan Jiyeon. Alhasil Jiyeon menghampiri Kikwang dan duduk disebelanya menjauhkan buku – buku itu dari Kikwang
“Tolong jawab aku.” Kata Jiyeon kesal
“Apa yang harus kujawab? Apakah aku harus mengatakan apa yang kurasakan sekarang? Kalau begitu baik , aku merasakan walaupun aku menjadi artis , behasil mewujudkan impianku. Tanpamu aku tidak bisa bahagia.
Selama 2 tahun , aku mencoba mati – matian berusaha menjadi pria yang layak untukmu , mencoba menghentikan kamu dari pikiranku , tapi apa nyatanya? Aku tidak bisa , kau selalu ada di pikiranku. Aku selalu memikirkanpun tiap detik selama 2 tahun.Aku rasa aku sudah gila , aku tanpamu? Aku tidak bisa melakukan itu.”
Jiyeon terdiam , ia pernah berpikir kalau itu karena dia. Keluarnya Kikwang itu karena dirinya , tapi ia tidak pernah berpikir kalau 2 tahun yang lalu Kikwang menajalni hidup lebih berat dari pada dirinya.
“Kenapa kau diam sekarang?”Tanya Kikwang
“Apa kau sudah makan?”Tanya Jiyeon mecoba mengalihkan pembicaran
“Belum , aku ingin makan masakanmu.”
“Baiklah , ayo kita pulang.”
Selama perjalanan Jiyeon dan Kikwang tidak berbicara sama sekali. Jiyeon tetap memikirkan tentang Kikwang , ia memikirkan bagaimana cara membujuk Kikwang supaya ia mengurungkan niatnya untuk mengudnurkan diri.
“Aku tidak punya daging , tidak apa – apa?” Tanya Jiyeon ketika melihat kulkas hanya ada sayur tidak ada daging
“Tidak apa – apa , terserah kau saja.” Kata Kikwang.
Jiyeonpun mengeluarkan semua sayur yang ada di kulkasnya. Jujur saja Jiyeon tidak tahu apa yang akan dimasaknya sekarang. Karena dengan hanya ada sayur pak coy dan telur? Makanan korea apa yang bisa ia buat?
Akhirnya ia memutuskan untuk membuat makanan indonesia , super gampang , super simple , dan bisa ia masak hanya menggunakan dengan pak coy dan telur. Apa itu? Nasi goreng. Ia juga tidak tahu apa Kikwang menyukainya atau tidak , tapi semoga ia menyukainya.
Junhyung POV
Malam itu Junhyung tidak bisa tidur sama sekali. Ia memikirkan Jiyeon , apakah Jiyeon sudha menemui Kikwang? Kikwang pun sampai sekarang belum pulang. Apa mereka sudah bertemu? Itulah yang Junhyung pikirkan hingga ia tidak bisa tidur.
“Hyung kau mau kemana?”Tanya Dongwoon yang melihat Junhyung keluar dari ranjangnya.
“Aku tidak bisa tidur , aku mau jalan – jalan dulu sebentar. Mau mencari udara segar.” Jawab Junhyung asal.
Junhyung menggati pakaiannya , dan saat mau beranjak pergi ia melihat Doojoon masih belum tidur. Ia sedang di dapur , entah apa yang dia lakukan. Karena Junhyung penasaran , iapun menghampiri Doojoon.
“Hyung kau sedang apa?”Tanya Junhyung penasaran
“Ah siapa ini??”Tanya Doojoon , ia mabuk.
Doojoon yang mau berdiri , hampir jatuh karena keseimbangannya hilang. Untung Junhyung cepeat bertindak ia pun memapah Doojoon . Ia membantu Doojoon untuk ke duduk di sofa.
Doojoon benar – benar minum arak dengan banyak. Karena dair jarak berapa meter pun Junhyung bisa mencium bau arak yang sangat menyengat dari tubuh Doojoon. Doojoon pasti sekarang ini melalui masa – masa yang berat.
“Hyung , kau tidak seharusnya minum sebanyak ini. Kaukan tidak kuat minum.” Tegur Junhyung.
Doojoon tampak sudah tidak ada sadarkan diri. Akhirnya Junhyungpun membantu Doojoon untuk istirahat , karena ranjang Doojoon sebenanrya ada di atas , dan sulit membuat Doojoon naik ke atas , karena mabuk berat. Maka Junhyung meminjamkan ranjangnya pada malam ini. Walaupun ia pribadi tidak suka ranjangnya di tiduri orang lain.
Member lain tampak masih tidur pulang. Junhyung cukup kerepotan menangani Doojoon yang mabuk berat. Setelah membantu Doojoon istirahat di ranjangnya , Junhyungpun pergi. Karena tidak bisa tidur mengkawatirkan Jiyoen , Junhyungpun menuju apartement Jiyeon.
“Junhyung , kenapa kau malam – malam kesinih?”Tanya Jiyeon yang melihat Junhyung bertamu di rumahnya.
“Aku mengkawatirkanmu , apa kau sudah bertemu dengan Kikwang?”Tanya Junhyung cemas
“Ia sudah , ia ada disinih.”
“Dimana ia?”
“Sedang mandi , masuk dulu. Aku akan membuatkan minum.”
“Tidak perlu , aku hanya ingin memastikan kalau kau baik – baik saja. Syukurlah kau sudah bertemu dengan Kikwang.”
“Kau benaran mau langsung pulang?”
Junhyung menggangguk. Ia tidak akan mungkin bisa bertahan lama dekat – dekat dengan Jiyeon , kalau Jiyeon sedang bersama Kikwang. Karena sampai saat ini ia masih mencintai Jiyeon.
“Junhyung!”Panggil Jiyeon saat Junhyung baru saja mau masuk mobil.
Junhyungpun berbalik “Ada apa Jiyeon?”
“Aku hanya mau minta maaf.”
“Untuk apa?”
“Selama ini aku berpura – pura tidak tahu , tapi aku yakin aku telah sering menyakiti perasaanmu. Aku sadar benar akan hal itu. Aku mau minta maaf. Tapi aku….”
“Sudahlah tidak usah dipikirkan. Dari awal aku sudah tahu kalau mencintaimu akan menyakitkan seperti ini. Tapi aku membiarkannya , karena jujur saja aku menikmatinya , aku menikmati bisa mencintai gadis sepertimu.”
Junhyung tidak tahu kalau itu terdengar seperti gombalan , atau apapun. Tapi itulah yang ia rasakan. Walaupun ia mencintai Jiyeon yang tidak pernah melihat dirinya , tapi ia menyukainya.
Yah , alasan kenapa ia bisa bertahan selama itu mencintai Jiyeon , karena ia menikmati cinta itu. Walaupun menyaktikan , tapi ia menikmati dan menyukai cinta yang seperti itu.
“Aku benar – benar minta maaf.”Ucap Jiyeon menyesal.
“Sudahlah tidak apa – apa; Aku hanya harap kamu bahagia saja.”
Junhyung memberikan pelukannya pada Jiyeon. Setelah itu ia pun meninggalkan apartement Jiyeon. Sakit memang perasaan Junhyung , tapi ini adalah jalan yang ia pilih.
Kikwang POV
Kikwang baru saja mandi , ia mencari – cari Jiyeon di apartementnya , tapi ia tidak bisa menemukan Jiyeon dimanapun. Kemana sebenarnya Jiyeon pergi? Soalnya ia butuh baju ganti.
Kikwag pun masuk keruang kerja Jiyeon , biasanya Jiyeon diruang kerjanya ia akan menyimpan baju yang biasa ia buat , dan biasanya ada beberapa baju pria yang terkadang bisa ia gunakan.
Tak berapa lama ia mencari baju , ia akhirnay menuakan baju. Ia sama sekali tidak memperhatikan baju itu awalnya tapi setelah ia perhatikan lama – lama ini tidak seperti baju baru. Itu artinya ini bukan baju buatan Jiyeon.
“Hiro?”Panggil Jiyeon
Kikwang menoleh , ia tampak binggung kenapa Jiyeon memanggil dengan nama lain. Wajah Jiyeon tampak pucat pasi. Kikwang mendekati Jiyeon.
“Kau tidak apa – apa?”Tanya Kikwang
“Tidak… Kau kenapa mengenakan baju ini?”Tanya Jiyoen gelagapan.
“Hanya baju ini yang bisa kutemukan , dan muat.”
“Aku akan mencairkan baju yang lain , kau lepaskan baju ini dulu.”
Kikwang binggung , kenapa Jiyeon bertingkah seperti itu. Tapi Kikwang menuruti apa yang diminta Jiyeon. Ia tidak bertanya apapun mengenai perilaku aneh Jiyeon.
“Aku akan pulang sekarang.” Kata Kikwang setelah menggati bajunya.
Jiyeon tidak menjawab sambil memandangai baju yang dipegangnya sekarang , iamenangguk lemas. Kikwang tidak mengerti kenapa Jiyeon berpelaku seperti itu , ia sedikit cemas juga
“Kau baik – baik saja?”Tanya Kikwang cemas
“Aku baik – baik saja.” Jawab Jiyeon pelan
Kikwang semakin yakin kalau Jiyeon tidak baik – baik saja. Dengan keadaan seperti ini , mana bisa ia meninggalkan Jiyeon?
“Bolehkah aku menginap disinih?” Tanya Kikwang sambil memelek Jiyeon
Jiyeon tak menajwab. Tapi Kikwang bisa merasakan dadanya basah. Jiyeon menangis. Kikwang memeluk Jiyeon semakin erat. Ini pertama kalinya ia melihat Jiyeon menangis. Dalam hati Kiwkang sebenarnya gugugp bukan main. Ia tak tahu apa yang harus ia perbuat sekarang.
Jiyeon POV
Air matanya mengalir begitu saja , waktu Kikwang memeluknya. Ia tak mengingkan itu , tapi air matanya mengalir. Ia , ia melihat sosok Hiro pada diri Kikwang , dan itulah yang membuat Jiyeon sedih.
Ini bukan pertama kalinya ia melihat sosok Hiro , adik semata wayang yang ia sayangin pada diri Kikwang. Sejak awal ia melihat sedikit banyak kesamaan Kikwang dengna Jiyeon. Apakah itu sebabnya ia bisa menerima Kikwang dari pada Junhyung?
Entahlah… Ia sendiri tidak tahu. Tapi saat tadi Kikwang mengenakan pakaian Hiro. Ia benar – benar mirip. Kematian Hiro memang sudah lama , tapi pedih yang rasakan Jiyeon tidak bisa hilang.
“Apakah kamu tidak bisa mengurungkan niatmu untuk keluar dari b2st?” Tanya Jiyeon pelan.
“Kenapa kau menanyakan hal itu?” Tanya Kikwang penasaran
“Aku hanya ingin kamu tahu , kamu adalah yang terbaik saat kamu di panggung. Kmau sangat bercahaya saat di panggung , bahkan melebihi bintang.”
“Walaupun kau tidak bisa menyentuhnya , apa tidak apa – apa?”
Jiyeon terdiam. Ia mengerti benar maksud Kikwang. Yah itulah yang ia katakan , alasan mengapa ia menolak Kikwang adalah karena ia seorang bintang , yang sulit ia raih. Dan sekarang ia malah meminta Kikwang menjadi bintang itu lagi? Apa sebenarnya yang ia inginkan?
“Jadi pada akhirnya ini karena aku.” Komentar Jiyeon
Kikwang tidak mengomentari apa yang Jiyeon katakakan. Ia hanya diam. Mereka sama – sama diam sambil duduk di sofa ruang tamu.
“Apa yang sedang kau pikirkan?”Tanya Kikwang
“Aku tidak tahu , aku memikirkan banyak hal dalam waktu yang bersamaan , membuatku binggung sebenarnya apa yang kupikirkan.” Jawab Jiyeon jujur
Kikwang sontak tertawa mendengar jawaban Jiyeon. Jiyeon hanya diam , ia tidak mengerti dimana titik lucu jawaban Jiyeon , karena itu memang yang ia rasakan.
“Berhentilah  berpikir , dan nikmati saja kebersamaan kita.” Bisik Kikwang.
Kikwang mencoba membuat Jiyeon menoleh padanya dan saat itu Kikwang mencium bibir Jiyeon. Ia bisa merasakan itu , hangat dan terakdang ia juga bisa meraskaan Kikwang menciumnya dengan ‘membabi buta’.
Awalnya Jiyeon sama sekali tidak membalas ciuman Kikwang , ia hanya diam terpaku. Tapi karena lama – lama Kikwang ‘memaksa’ Jiyeon pun membalas ciuman Kikwang tersebut.
“Apa karena kita sudah lama tidak ciuman kau jadi payah begini?” Goda Kikwang , ketika mengakhiri ciumannya.
Wajah Jiyeon memerah. Tentu saja bukan karena ia sudah lama tidak ciuman dengan Kikwang , ia jadi payah. Tapi karena Kikwang yang menciumnya  ‘berlebihan’

 

Comments
  1. Raitchannie says:

    Lanjutin yah chingu.. Em… Tapi di bagian akhr rada2 gak kuat bcanya euy, -menurutku sedikit yadong- dengan kata ‘berlebihan’,,haduh haduh, tp critanya rame sih, yah semangat ya!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s