Sister Complex [Chapter 1]

Posted: January 16, 2012 in Sister Complex
Tags: , , , , , , , , , , , , ,

“Minah bangun….”

Seorang lelaki dengan gentle memabangunakn seorang gadis yang dipanggil minah tersebut . masih tertidur pulas dengan dibalut selimbut. Minah meronta , ia tampak menolak untuk dibangunkan

“Kau masih ingin tidur?”Tanya pria yang mencoba membangunakn gadis tersebut.

Minah merengkuk. Ia tampak tidak ingin bangun sama sekali. Akhirnya lelaki itu menyerah. Ia pun keluar dari kamar gadis itu.

“Jaejoong apa kamu sudah membangunkan Minah?”Tanya lelaki lain

“Ia tidak mau dibangunkan.”Jawab lelaki dipanggil Jaejoong tersebut

“Jadi kau tidak membangunkan? Kau harus membangunkan! Kalau tidak ia akan terlambat sekolah.”

Jaejoong kembali ke kamar Minah. Ia kembal imencoba memabngunkan Minah dengan pelan. Minah masih menolak

“Yunho hyung menyuruhku membangunkanmu. Kau harus bangun , nanti aku kena marah olehnya.” Pinta Jaejoong

Dengan malas – malas gadis bernama Minah itu bangun. Rambutnya acak – acakan. Ia mencoba bangun dari ranjangnya dengan mata yang masih terpejam. Karena kawatir takut jatuh Jaejoong membantu Minah bangun dari ranjangnya.

“Apa Junsu sudah bangun?”Tanya Minah pelan

“Iya dia sudah bangun , sebentar lagi mungkin ia pulang dari jogging paginya.” Jelas Jaejoong

Minah mengangguk dengan mata yang belum terbuka sepenuhnya ia berjalan ke kamar mandi menggosok giginya , mencuci muka , yah ritual biasa di pagi hari. Tak lama ia turun kebawah sudah dengan seragam sekolah , dan wajah yang segar.

“Oppa Junsu mana?”Tanya Minah sambil mencari – cari Junsu.

“Sudah kau tidak perlu mencarinya , kau makan saja ini dulu.”Kata pria yang sedari tadi pagi sibuk di dapur.

Minah melihat menu sarapan hari itu , sandwhich. Dengan semangat Minah memakan sandwhich itu.

Perkenalkan namaku Minah , aku adalah anak terakhir dari 6 bersaudara. Kami sebenarnya bukan saudara sekandung , lebih tepatnya aku dengan oppa – oppa yang lain. Aku adalah anak angkat.

Aku di adopsi dari bayi oleh orang tua angkatku. Dan mereka sekarang sudah tidak ada , mereka meninggal karena kecelakaan 17 tahun lalu. Aku tidak ingat seperti apa mereka , karena ketika mereka meninggal aku baru berumur 1 tahun.

Karena kedua orang tua meninggal , maka Yunho oppa lah yang membesarkan kami. Yunho oppa adalah yang barusan memberikan Minah sarapan. Dia adalah anak tertua , sedangkan yang kedua adalah Jaejoong yang membangunkanku tadi.

Yang ketiga adalah Yoochun , Yoochun sekarang tidak tinggal di rumah , ia bersama Changmin tinggal di asrama kampus. Tapi tiap akhir pekan mereka akan pulang. Changmin adalah anak keempat , dan kelima adalah Junsu.

Junsu memang oppa bagiku. Tapi beda kami hanya beberapa bulan. Jadi aku jarang memanggilnya oppa. Biasanya aku memanggilnya nama. Kami bersekolah di satu sekolah yang sama. Walaupun kami tidak sekelas , tapi kami sering menghabiskan waktu bersama di sekolah.

Aku tidak punya teman dekat sama sekali. Karena mungkin aku takut , dari dulu banyak orang yang mendekati karena mereka ingin mendekati kakakku. Aku akui oppa – oppa ku ini memang ganteng. Dan aku tidak menyangkal karena kegantengan merekalah usaha cafe yang di teruskan Yunho oppa bisa maju seperti sekarang.

Tapi aku sendiri tidak suka dengan jenis pertemanan yang tidak tulus seperti itu. Makanya aku lebih sering sendiri bila disekolah. Beda dengan Junsu yang popular. Dan hampir satu sekolah mengetahuinya.

Selain dia popular , dan juga ganteng. Ia juga pintar di bidang athletis dan musik. Walaupun akademisnya tidak begitu baik. Tapi itu tidak membuat popularitasnya menurut di sekolah.

Memiliki 5 kakak bukan hal yang mudah. Apalagi aku tahu sendiri mereka itu memiliki sindrom sister complex. Termaksud Junsu yang seumur dengan Minah. Karena sister complex tersebut , sampai saat ini Minah belum pernah pacaran sama sekali.

Terkadang ia merasa ingin sekali merasakan memiliki seorang pacar. Merasakan seperti apa cinta itu. Tapi tiap kali ia menanykana pada oppanya apakah ia boleh pacaran , oppanya pasti langsung marah. Karena itu Minah tidak mau menanyakan tentang itu lagi.

“Minah ayo kita berangkat nanti terlambat!” Teriak Junsu dari luar.

“Kau tidak sarapan?”Tanya Minah yang belum melihat Junsu sarapan sama sekali

“Aku sarapan di jalan saja. Ayo buruan , sebelum telat!”

Minahpun berlari sambil membawakan roti untuk Junsu.

“Hati – hati Minah!”Pesan Jaejoong dan Yunho secara bersamaan.

Minah melambai pada mereka sambil berlari keluar rumah. Minah kaget ketika keluar rumah , bukan disambut dengan sepedah motor yang biasanya mereka gunakan ke sekolah , tapi ia disambut dengan mobil.

Junsu sudah berada di dalam mobil , di bagian pengemudi “Ayo masuk!”

“Kau yakin kita kesekolah pakai mobil? Apa tidak akan apa – apa?”Tanya Minah ragu.

“Sudahlah tidak apa – apa , kita parkirkan di sekitar sekolah , jadi tidak akan mencolok.”

Minah dengan ragu masuk ke dalam mobil. Ia baru pertama kali masuk ke mobil tersebut. Minah tidak tahu kalau Junsu memiliki mobil. Soalnya Minah dilarang masuk ke dalam bagasi rumah , karena itu ia tidak tahu sebenarnya apa saja yang ada di dalam bagasi rumahnya tersebut

“Kau baru membelinya?”Tanya Minah penasaran

“Begitulah. Aku mengkreditnya kemarin. Bagaimana menurutmu?”Tanya Junsu

Minah melihat sekeliling mobil sport tersebut. Mobil simple yang hanya untuk dua orang , tidak buruk

“Aku menyukainya , oh ia . Ini kau makan dulu.” Kata Minah memberikan sandwhich yang di pegangnya

Junsu melahap sandwich yang dibawa Minah sekali jadi. Minah pun dengan cekatan menawarkan Junsu minum yang langsung di minum oleh Junsu. Mereka tampak seperti suami istri yang saling mengurus satu sama lain

“Apakah kita sudah romantis?”Canda Junsu

“Sangat romantis.”Tambah Minah sambil tersenyum

Tak begitu lama Junsu memarkirkan mobilnya tak jauh dari sekolah. Merekapun berjalan bersama kesekolah. Sambil sesekali Junsu menyapa beberapa orang temannya yang bertemu di jalan.

Sedangkan Minah hanya diam , karena ia tidak menemui temannya sama sekali. Lebih tepatnya ia tidak memiliki teman.

“Aku ke kelasku dulu yah.” Kata Junsu saat sudah sampai di depan kelas Minah.

Minah mengangguk. Selama bersekolah ia sama sekali tidak pernah sekelas sama sekali dengan Junsu. Minah selalu berharap kalau suatu hari nanti ia bisa sekelas dengan Junsu. Akan lebih menyenangkan bisa disatu kelas dengan Junsu , karena ia tidak usah memikirkan ia harus duduk sebangku dengan siapa.

Minah duduk di pojok paling belakang. Ia melirik meja disebelahnya. Sudah 1 minggu teman sebangkunya itu tidak masuk sekolah.

“Minah! Dia tidak datang lagi?”Tanya Yuri teman sekelasnya yang duduk tepat di depannya

“Aku tidak tahu.” Jawab Minah datar

Taeyang. Itulah nama teman sebangku Minah. Minah baru mengenal lelaki itu tahun ini. Dan selama setahun inilah Minah duduk ersama Taeyang. Menurut kabar Taeyang baru pindah tahun ini , tapi ia sudah membuat onar dengan kakak kelas dan juga diluar ia dikenal sebagai preman.

Sejujurnya Minah tidak mempercayai itu , karena Taeyang sangat baik. Selama ia duduk di sebelahnya ia selalu membantu Minah. Terkadang kalau ada pelajaran yang tidak mengerti Minah akan bertanya pada Taeyang dan Taeyang menjawabnya dengan baik. Ia memberikan penjelasan yang sangat mudah.

Menurut Minah pribadi Taeyang itu lelaki yang pintar. Tapi entah kenapa ia selalu mendapatkan nilai yang paling rendah di kelas. Padahal ia pintar. Dan sekarang sudah 1 minggu Taeyang tidak masuk. Jujur saja Minah agak sedikit kawatir.

“Yuri!”Panggil Minah pelan

“Huh?”Jawab Yuri tanpa menoleh pada Minah

“Apa kau tahu alamat rumah Taeyang?”

“Tidak , memang kenapa? Jangan bilang kau mau mengunjunginya?”

“Iya aku mau mengunjunginya. Aku takut ia sakit atau kenapa – napa.”

“Kau gila! Kau mau kerumah lelaki sendirian? Kalau oppamu tau , pasti Taeyang sudah babak belur.”

Memang dulu sekeli ada senior yang nekat mendekati Minah , dan ketahuan oleh oppanya , dan mereka kemari secara langsung , memperingati senior tersebut. Tapi karena senior tersebut melawan akhirnya oppa menghajarnya.

Itu menjadi berita hangat selama 1 bulan penuh. Dan itu benar – benar membuat Minah malu setengah mati. Sampai di rumah saat itu , Minah malah marah kepada oppanya. Ia tahu kalau maksudnya mereka baik. Tapi tidak begini.

“Aku tidak akan membiarkan mereka tahu , tenang saja.”

“Baiklah , aku tidak tahu alamat Taeyang , tapi kau bisa bertanya ke pada ketua kelas alamat Taeyang. Ia pasti tau. Ia kan punya data seluruh anak di kelas ini , termaksud alamat rumah mereka.”

Saat bel istirahat berbunyi Minah langsung menemui Top , ketua kelas mereka. Minah meminta alamat Taeyang , tanpa banyak tanya Top memberikan alamat Taeyang tersebut.

“Junsu!” Panggil Minah dari luar kelas Junsu

“Masuk saja.” Kata Junsu dari dalam kelas

“Junsu!”

Junsupun akhirnya memutuskan untu keluar kelas. “ Ada apa?”

“Hari ini , aku tidak akan pulang bersamamu.”

“Kenapa?”

“Aku mau berjalan – jalan dulu.”

“Apakah kamu sudha minta izin pada Yunho hyung?”

“Sudahlah tidak usah , aku sudah besar . Masa untuk berjalan – jalan saja aku harus minta izin.”

“Kau yakin? Bagaimana kalau aku menemanimu jalan – jalan?”

“Kau kan ada kegiatan club , mana bisa menemaniku. Sudahlah santai saja.”

Akhirnya dengan berat hati Junsu membiarkan Minah pergi berjalan – jalan. Minah tahu kalau ia ketahuan oppanya akan marah. Tapi kalau mereka mengetahui yang sesungguhnya mereka tidak akan memberi izin. Malah mungkin hal terburuk mereka akan menghajar Taeyang.

“ Kau benar – benar jadi pergi kerumah Taeyang?”Tanya Yuri cemas seusai pulang sekolah.

“Ia , tapi kau tidak boleh memberi tahu siapapun aku ke rumah Taeyang , kau mengerti?” Tegas Minah

“Iya aku mengerti.”

Minah pun meninggalkan sekolah dengan membawa kertas di tangan bertuliskan alamat rumah Taeyang. Jelas sekali ditulis disituh kalau Taeyang tinggal di pusat kota.

Tak sulit ternyata menemuka alamat Taeyang. Dan sesampainya di alamat Taeyang , ia terkejut. Taeyang ternyata tinggal di Sangji Ritzvil Caelum

Minah pernah membaca di majalah kalau yang tinggal di Sangji Ritzvil Caelum itu hanya orang kaya. Seperti gubenur , mentri , artis papan atas , pengusaha. Pokoknya bukan orang biasa.

Minah kaget setengah mati kalau ternyata Taeyang tinggal disinih. Dengar ragu – ragu ia memencet tombol bel.

“Cari siapa?”Tanya suara dari mesin suara pintu rumah tersebut

“Taeyang? Ini aku Minah.” Kata Minah.

“Minah? Ayo masuk!”

Pintu terbuka secara otomatis. Minahpun masuk dengan ragu. Halamn rumah itu cukup lebar. Dengan agak terburu – buru Minah masuk. Sebelum sempat Minah membuka pintu untuk masuk kerumah , Taeyang sudah membukakan lebih dulu. Ia berdiri di depan pintu , wajahnya pucat.

“Apa yang kau lakukan disinih?”Tanya Taeyang kaget

“Aku ingin menjengukmu , kau sudah satu minggu tidak masuk. Kau sakit?”Tanya Minah cemas

“Kita ngobrol di dalam saja. Ayo masuk.”

Minah masuk rumah itu dengan berhati – hati. Tidak luarnya sja yang kelihatan mewah , dalamnya juga terlihat mewah. Minah sama sekali tidak menyangka kalau ternyata Taeyang adalah anak orang kaya. Karena disekolah ia tampak seperti anak biasa saja.

“Apa kau mau minum?”Tanya Taeyang menawarkan.

“Boleh.” Jawab Minah

Taeyang pergi mengambil minum untuk Minah , tak lama ia kembali dengan membawa segelas orange jus.

“Ini.”Kata Taeyang memeprsilahkan Minah minum

Minahpun meminum jus tersebut “Kau tinggal di rumah sebesar ini sendirian?”

“Begitulah. Orang tuaku bekerja di kedutaan di luar negeri. Makanya aku tinggal disinih sendirian. Kenapa? Kau mau menemaniku tinggal disinih?”

Minah hampir mengluarkan kembali orange jus yang diminumnya. Untungnya Taeyang sigap dan memberikan Minah tissue

“Apa kau berharap seperti itu? Makanya kau berlaku seperti ini?”

“Taeyang , kau pasti sangat sakit. Kenapa kau tidak istirahat saja?”

Minah tampak kaget setengah mati dengan perubahan Taeyang. Ia sangat berbeda 180 derajat dari biasa. Biasa ia disekolah diam , dan jika ditanya akan menjawab seperlunya. Tapi kali ini ia malah mengoda Minah. Ini benar – benar tidak biasa.

“Aku ingin bubur , bisakah kau masakan untuku?”

Minah terbelak , ia kaget bukan main dengan permintaan Taeyang

“Aku tinggal disinih sendiri , dan aku tidak bisa masak sama sekali. Bisakah kau masakan bubur untukku?”

Minah menimbang – nimbang. Memang masuk akal apa yang dikatakan oleh Taeyang. Dan sepertinya Taeyang memang butuh itu , apalagi ia sakit.

“Baiklah aku akan memasakan untukmu.”

“Tapi kau harus membeli bahanya , dirumahku sama sekali tidak ada bahan apapun.”

“Baiklah , aku akan membelinya.”

“Kau sendirian?”

“Tentu saja , kau sakit. Mana bisa keluar?”

Minah membeli bahan untuk membuat bubur , untungnya rumah Taeyang di pusat kota , dan tidak begitu jauh dari swalayan. Hanya butuh 20 menit Minah sudah kembali ke rumah Taeyang.

Minah sempat agak kerepotan mencari alat – alat masak , karena Taeyang tidak tahu dimana letaknya perabotan , apalagi Minah. Benar apa yang dikatakan Taeyang , dapurnya bena r- benar sangat bersih. Tidak ada bahan makanan , yang ada hanya minuman aqua di kulkas , bahkan ramenpun tidak ada.

“Apa kau benar – benar tidak masak sama sekali? Ramen atau telur dadar sekalipun?”Tanya Minah sambil memasak

“Tidak sama sekali. Aku alergi dengan mie dan aku tidak suka telur.”Jawab Taeyang sambil menonton Minah memasak.

“Jadi kau biasanya makan dimana?”

“Diluar , atau aku mengorder sesuatu. Oh iya kudengar kamu memiliki usaha cafe yah?”

“Ia , Oppaku lah yang mengolola usaha cafe itu. Kalau kau ada waktu mainlah ke cafe kami.”

“Baiklah aku akan mampir , kalau aku ada waktu luang.”

Minah bisa merasakan ada hawa lain dari Taeyang. Ia tampak lebih ramah di luar sekolah. Tidak seperti Taeyang yang biasa ia temui di sekolah.

“Oppa ada apa?”Tanya Minah mengangkat teleponnya dari Yunho

“Kau mau pulang jam berapa?” Tanya Yunho

“Ah… itu… Tenang saja aku tidak akan pulang malam – malam.”

“Janji yah , kalau tidak aku tidak akan membukan pintu.”

Minah tidak mengubris perkataan oppanya itu. Karena sering ia pulang malam , dan pada akhirnya ia tetap di bukakan pintu. Mana tega oppanya itu melihatnya tidur diluar ke dinginan.

“Siapa yang meneleponmu?”Tanya Taeyang penasaran

“Oppaku.”Jawab Minah kembali ke dapur memasak

“Ternyata benar gosip yang beredar , oppamu itu menderita sister complex.”

“Mereka menderita sister complex tingkat dewa.”

“Mereka? Jadi oppamu itu banyak? Bukan yang waktu itu pernah datang ke sekolah dan menghajar senior itu?”

“Itu Yunho oppa , ia yang paling tua. Aku memiliki 5 oppa. Lebih tepatnya 4 oppa. Karena Junsu seumur denganku , walaupun tua beberapa bulan. Tapi aku tidak merasa dia oppaku.”

“Junsu? Ah… Junsu yang suka menghantarmu ke kelas? Aku kira dia itu pacarmu.”

“Bukan. Ia bukan pacarku.”

“Tapi anak – anak mengatakan kalau kau itu pacarnya Junsu.”

“ Bukan , Junsu bukan pacarku , ia saudaraku.”

“Saudara sepupu?”

“Tidak , aku tidak memiliki hubungan darah dengan semua oppaku , aku anak angkat.”

“Maaf.”

“Untuk apa? Kau tidak salah apapun.”

“Maaf kalau aku bertanya begini , tapi aku benar – benar penasaran. Apa kau tidak merasa malu , atau bagaimana mengakui kalau kau itu hanya sekedar anak angkat?”

“Awalnya aku malu , aku merasa tidak enak. Karena aku mengetahui ini saat aku sudah besar , mungkin saat umurku 13 tahun? Saat itu aku merasa aku sendirian di dunia ini. Orang yang dulunya kukiranya keluarga ternyata hanya ‘orang asing’. Tapi setelah beberapa lama aku tidak memerdulikannya karena ‘orang asing’ inilah yang membuat aku seperti ini. Dan merekalah yang menyeangi aku sampai saat ini.”

“Apa kau tahu keberadaan keluarga kandungmu sekarang?”

“Tidak , aku tidak mengetahuinya.”

“Apa kau tidak penasaran untuk mencari tahunya?”

“Untuk apa? Mereka meninggalkanku karena mereka tidak meninginkanku kan? Untuk apa aku mencari tahu mereka lagi? Tidak ada gunanya.”

Raut wajah Taeyang berubah , ia tampak tidak bergairah. Minah menyadari hal tersebut tapi ia memilih untuk pura – pura tidak mengetahuinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s