Sister Complex [Chapter 2]

Posted: January 25, 2012 in Sister Complex
Tags: , , , , , , , , , , , , ,

 

“Kau belanja apa?”Tanya Jaejoong saat Minah sampai dirumah

“Tidak aku hanya meliha – lihat saja baju , tapi tidak ada yang bagus.”Jawab Minah berbohong

“Sudahlah Jaejoong , ngobrolnya nanti saja. Minah kau mandi dan ganti baju dulu. Aku sudah menyiapkan makanan untukmu.”Kata Yunho dari dapur

Minah menurut , ia pun ke atas untuk mandi. Malam itu sebenarnya ia pulang telat. Tapi seperti biasa Jaejoong akan senan tiasa membukakan pintu untuknya. Dari semua oppanya memang Jaejoonglah yang paling mudah dirayu.

“Kau sudah makan?”Tanya Yunho ketika Minah sudah selesai mandi.

“Belum.” Jawab Minah , dia memang sudah makan bubur tadi dirumah Taeyang , tapi ia tetap masih lapar.

“Aku akan memanaskan makanan untukmu.”

“Kau mencair baju seperti apa?”Tanya Jaejoong antusias

Untuk urusan fasshion Jaejoonglah yang paling antusias. Dia benar – benar mencintai dunia fasshion. Ia juga sempat sekolah fasshion , tapi tidak beres karena ia tidak tega membiarkan Yunho mengurus cafe seorang diri. Makanya ia memutuskan berhenti sekolah dan membantu Yunho

Minahpun berencana untuk tidak akan kuliah , dan membantu cafe mereka. Ia belum mengemukan rencananya itu. Tapi cepat atau lambat ia akan memberi tahunya. Karena ia benar – benar tidak tahan melihat Yunho dan Jaejoong mengurus cafe berdua , mereka tampak kewalahan sekali.

Ditambah Yunho tidak mau memakai pegawai sama sekali , menurutnya memakai pegawai itu tidak efisien , lebih efesien dilakukan sendiri. Tapi dilakukan sendiri itu membuat Yunho sedikit kewalahan. Ditambah ia harus mengurus rumah. Ia pasti sangat kelelahan

“Tidak aku hanya iseng saja melihat – lihat baju.” Jawab Minah asal

“Kau ingin baju seperti apa? Biar aku yang membuatkannya.”Tawar Jaejoong

“Sudahlah , kalau Minah ingin membeli baju , jangan dilarang. Ia kan ingin sekali – kali merasakan berbelanja. Setiap kali ia ingin baju kau selalu melarangnya , malah menyuruhnya membuat padamu.” Omel Yunho

“Apa kau tidak suka baju buatanku?”Tanya Jaejoong kecewa

“Tidak , aku menyukai baju buatan oppa.”Jawab Minah buru – buru , untuk tidak menyakiti perasaan Jaejoong.

Minah tidak bohong , baju buatan Jaejoong memang bagus. Tapi semua baju buatan Jaejoong itu bukan baju yang bisa kau pakai setiap hari. Baju Jaejoong akan terlalu wah kalau kau mencoba memakainya setiap hari. Dan karena Minah tidak suka jadi pusat perhatian , ia jadi jarang memakai jaang memakainya.

“Minggu ini Yoochun dan Changmin tidak akan pulang.” Kata Junsu yang baru saja keluar dari kamar.

“Kenapa?”Tanya Minah cepat

“Mereka sedang banyak tugas , jadi tidak bisa pulang.”

“Yah….”

“Apa kau mau bertemu dengan mereka?”Tanya Yunho menghampiri Minah

“Inginnya sich begitu , tapi kalau mereka memang sibuk yah sudahlah.” Kata Minah sedih

“Aku akan menyuruh mereka pulang kalau kamu mau.”

“Sudah tidak perlu , mereka akan pulang minggu depan bukan?”

Sudah hampir 3 minggu Yoochun dan Changmin tidak pulang. Jujur saja Minah rindu pada kedua oppanya itu. Minah memang tidak bisa kalau berjauhan denga oppa oppanya . Mungkin ia juga mengidap brother complex.

“Minggu depan Changmin hyung ulang tahun , apa kau sudah tau mau memberikan kado apa?”Tanya Junsu pada Minah

Minah menggeleng lesu.

“Bagaimana kalau kau memberikan dia kue ulang tahun?” Usul Jaejoong

“Aku tidak mau. Apa oppa tidak ingat , waktu itu aku pernah membuat kue ulang tahun untuk Yunho oppa , dan rasanya itu seperti racun.”Kata Minah lesu

Seluruh orang di rumah itu langsung saja ketawa. Memang benar , Minah tidak berbakat dalam bidang masakan pastry begitu. Ia hanya bisa masakan korea saja. Selain itu masakan korea ia memang benar – benar payah.

“Rasanya memang aneh. Tapi aku menghabiskan semuanya.” Kata Yunho dalam tawa.

“Dan besoknya oppa sakit perut.”Tambah Minah lesu.

“Itu bukan karena aku makan kue buatanamu , tapi karena aku masuk angin.”

“Tak peduli karena apa , tapi aku benar – benar tidak ingin membuat kue ulang tahun lagi. Kemarin itu yang pertama dan terakhir bagiku. Aku sudah kapok membuatnya!”

Keesokan harinya di sekolah jam istirahat….

“Minah!”Panggil Taeyang

Minah menoleh “Ia?”

“Apa kau mau menukar bekalmu dengan bekalku?”

Minah melihat bekal Taeyang , satu set bento mewah. Minah bertaruh harga satu set bento tersebut sekitar 100.000 won. Karena itu terlihat sangat menggiurkan.

“Kenapa? Apa kau tidak suka dengan bekalmu , tapi itu terlihat sangat enak.”

“Aku bosan makan , makanan seperti ini. Aku mau mencoba bekal rumahan kamu , seperti yang enak.”

Minah melihat bekal yang dibawakan Yunho oppa untuknya. Ini adalah bekal paling standar. Tidak bisa dibandingkan dengan bekal Taeyang yang harganya juga pasti mahal. Minah tampak ragu , untuk menukarnya.

“Kalau kau mau kamu makan saja ini. Kita tidak perlu menukarnya.”

“Lalu kau makan apa?”

“Aku membawa roti , aku akan makan roti saja.”

“Apa kenyang? Sudah kau makan ini saja. Lagi pula ini tidak ada yang memakan sayang.”

“Kau makan waktu dirumah saja itu. Aku tidak bisa menrimanya. Karena itu terlalu mewah untuk ditukar denan bekal makananku yang biasa saja.”

Minah memberikan bekalnya untuk Taeyang , Taeyang terlihat ragu awalnya. Tapi ia memakan bekal Minah juga. Sejak kunjungan Minah kemarin , sifat Taeyang berubah 180 derajat. Ia tidak cool lagi seperti dulu. Minah sempat berpikir , apakah penyakit demam bisa merebah orang 180 derajat berbeda seperti ini? Itu mustahil tapi itu yang terjadi pada Taeyang,

“Hey apa kalian berpacaran?”Tanya Yuri berbisik pada Minah.

Minah langsung meggeleng keras “Tentu saja tidak!”

“Tapi kau terlihat akrab sekali denganya. Dan ini pertama kalinya aku melihat Taeyang mengajak ngobrol duluan. Apa yang terjadi kemarin?”

“Aku juga tidak mengerti , ia tiba – tiba berubah seperti itu. Kemarin saat aku mengunjunginya , ia juga seperti ini. Apakah penyakit demam bisa membuat orang berubah 180 derajat?”

“Tentu saja tidak! Itu mustahil!”

Karena takut Taeyang mengetahui kalau Minah dan Yuri membicarakan dirinya. Merekapun berhenti berbicara. Dan kembali makan , bekal masing – masing.

“Minah!”Panggil Junsu dari luar kelas

Minah menghampiri Junsu “ Ada apa?”

“Kau hari ini pulang sendiri yah? Hari ini aku mendadak ada tugas kelompok. Tidak apa – apa kan? Atau aku mau teleponin Jaejoong untuk menjemputmu?”

“Tidak perlu , Jaejoong dan Yunho pasti sibuk di cafe. Biar aku pulang sendiri saja.”

“Baiklah kalau begitu , ingat yah harus langsung pulang!”

“Iya bawel! Kau Cuma mau ngomong itu doank?”

“Tentu saja! Hey itu bukannya bekalmu , kenapa malah dimakan temanmu?”

“Dia tidak bawa bekal , makanya aku memberikannya. Sudahlah tidak usah dibahas. Kau pergi saja kembali ke kelasmu.”

“Aku tidak mau!” Junsu langsung memeluk Minah spontan

Minah langsung meronta melepaskan diri dari pelukan Junsu “Kau sudah gila? Main peluk – peluk di depan banyak orang seperti ini!”

Junsu kembali memeluk Minah “Sebentar saja. Aku butuh pelukan darimu.” Bisik Junsu

Minahpun menurut. Ia tidak tahu kenapa Junsu meminta pelukan di depan banyak orang seperti ini , tapi pasti ada alasan yang logis. Tak lama Junsu melepaskan pelukannya.

“Ada apa sich?”

“Kau lihat perempuan yang itu?’

“Yang sedang berlari?”

“Ia kemarin mengatakan cinta padaku. Aku bilang tidak , barusan ia terus mengejarku menanyakan alasanya. Aku bilang saja aku pacaran denganmu.”

“BWO!?!!”

Seluruh kelas menoleh ke Minah , karena Minah berterika. Minah malu bukan main , ia buru – buru menarik Junsu menjauh dari kelasnya.

“Kau sudah gila? Kita kan saudara!” Kata Minah kesal

“Asal kau tau yah… seluruh sekolah ini tidak mengetahui kita ini saudara. Mereka mengira kita ini pacaran.”

“Apa ia begitu?”

“Iya.”

Minah jadi teringat perkataan Taeyang kemarin. Ternyata yang dikatakan Taeyang itu benar. Ternyata seluruh sekolah mengetahui mereka itu pacaran. Tapi kenapa tidak ada seorangpun yang menanyakan hal ini padanya?

“Tapi kenapa nggak ada yang mengkorfirmasikan itu padaku?”

“Untuk apa? Melihat kau lengket denganku juga sudah cukup mengkonfirmasi kalau kita ini pacaran. Lagian apa kamu mau menjelaskan seluk beluk keluarga kita pada satu satu orang disinih , mengapa kita bersaudara?”

Minah menggeleng buru – buru. Membayangkannya saja itu sudah membuatnya lelah.

“Yah sudah , biarkan mereka mengira kita berpacaran. Lagi pula tidak ada yang berubah kok.”

Minah setuju dengan opini Junsu. Memang tidak ada yang berubah , mungkin yang berubah ia akhirnya mengetahui apa yang dipikirkan orang lain mengenai kedekatannya dengan Junsu.

“Katanya kau itu saudara sama Junsu , kenapa tadi kau pelukan di depan kelas?”Tanya Taeyang tanpa basa – basi.

“Itu… hanya karena ada satu dan dua masalah. Eh kau harus janji padaku kau tidak akan mengatakan yang sebenarnya mengenai hubunganku dan Junsu yang sebenarnya.” Peringat Minah

“Kenapa? Apa kau malu menjelaskan yang sebenarnya?”

“Bukan begitu. Aku dan Junsu sudah sepakat membiarkan seperti ini dahulu.”

“Kenapa?”

“Sudahlah nanti saja kujelaskan. Kau sudah selesai makanya? Mana tempat bekalku?”

“Sudah besok aku akan kembalikan , aku akan mencucinya.”

“Tidak perlu , sudah berikan mana. Nanti guru keburu datang.”

Setengah memaksa Minah mengambil tempat bekalnya , karena ia sudah melihat guru diluar yang berjalan menuju kelasnya.

Sepulang sekolah…

Hari itu Minah memutuskan untuk berjalan – jalan ke mall , ia masih binggung kado apa yang ingin ia berikan kepada Changmin. Ia sudah memberi tahu Jaejoong dan Yunho kalau ia sepulang sekolah akan mencari kado dahulu untuk Changmin.

“Mana Junsu , tidak pulang bersama?”Tanya Taeyang ketika melihat Minah keluar sekolah sendirian.

“Tidak , aku hari ini pulang sendiri.” Jawab Minah sambil berjalan.

“Bagaiman kalau kuantar?”

Minah melihat Taeyang dengan tatapan heran. Taeyang benar – benar berubah! Ia tidak seperti Taeyang yang dulu. Yang cool , yang hanya ngomong kalau ditanya saja. Sebenarnya apa yang membuat dirinya berubah drastis seperti ini?

“Tapi aku mau jalan – jalan dulu , aku mau mencari kado.”

“Tidak apa – apa , kutemani. Dari pada sendirian? Siapa tahu aku bisa memberi masukan untukmu.”

Yang dikatakan Taeyang memang ada benarnya. Ia memang butuh masukan , terutama dari pria. Karena ia tidak bisa mengetahui benar apa yang sebenarnya pria sukai.

Sambil berjalan Minah bertanya “Apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?”

“Apa?”Tanya Taeyang balik

“Kau kenapa berubah begini? Dulu kau hanya ngomong ketika aku tanya , selebihnya kau hanya diam. Tapi sekarang , tidak ditanyapun kamu berbicara. Apa telah terjadi sesuatu padamu?”

“Tidak , sebarnya aku hanya lelah saja berpura – pura jadi cowok cool seperti dulu. Aku rasa sebaiknya aku menjadi diriku sendiri.”

“Kalau ini memang dirimu , aku tidak keberatan. Tapi kalau itu bukan dirimu , dan dirimu yang sebenarnya itu seperti dulu aku juga sama sekali tidak keberatan.”

Taeyang tidak merespon. Minah pun tidak mengatakan apapun lagi. Ia sekarang lebih berkonsetras pada mencari kado untuk Changmin. Minah sudah memasuki beberapa toko di myeongdong tapi ia tidak menemukan apapun yang cocok untuk Changmin. Ia sudah hampir mau mencerah.

“Kurasa itu akan cocok untuk kakakmu.” Komentar Taeyang sambil menunjuk sebuah jam yang dipajang di sebuah toko jam terkenal.

Minah melihat barang yang ditunjuk oleh Taeyang. Memang bagus , dan tampaknya akan cocok sekali dipakai oleh Changmin , tapi ia tidak yakin ia dapat membeli jam itu. Karena jam itu terlihat sangat mahal

“Lain kali sajalah aku mencarinya.”

“Kenapa? Apa menurutmu jam itu tidak cocok untuk kakakmu?”

“Tidak , bukan begitu. Tapi aku tidak membawa uangnya sekarang , kalau aku harus membeli jam itu , dengna uang yang kumiliki sekarang. Itu tidak akan cukup.”

“Kau bisa meminjam uangku dulu.”

“Tidak perlu. Biar nanti saja aku kembali lagi kesinih besok.”

Sepulangnya Minah ke rumah , ia langsung masuk ke kamarnya , ia sibuk mencari tabunganya. Ia menghitung uang yang ia tabung. Sudah seperti dugaan dia sebelumnya. Uangnya tidak akan cukup untuk membeli jam tangan itu. Ia ingin sekali membelikan jam tangan itu untuk Changmin , tapi bagaimana? Ia sudah tidak ada waktu untuk mengumpulkan uang sebannyak itu? Apakah ia harus meminjam uang pada oppanya?

“Junsu!”Panggil Minah dari depan kamar Junsu

“Masuk saja , tidak dikunci.”Jawab Junsu dari dalam kamarnya

Minahpun masuk ke kamar Junsu tanpa basa basi ia menanyakan “Apa kau punya uang?”

“Uang untuk apa?”

“Aku ingin membeli hadiah untuk Changming oppa , tapi uangku tidak cukup. Kau pasti ada uang kan? Pinjamkan padakulah , nanti akan kuganti.”

“Aku tidak ada uang , kemarin tabunganku kupakai untuk beli sepatu sepak bola yang baru. Kau pinjam saja ke Jaejoong atau Yunho , mereka pasti ada uang.”

“Oh begitu yah , yah sudahlah.”

Baru Minah mau meninggalkan kamar Junsu , Junsu sudah memanggilnya “Minah tadi kau pulang dengan siapa?”

“Dengan Taeyang , memang kenapa?”

“Taeyang? Taeyang yang anak baru itu?”

“Ia , memang kenapa?”

“Dari yang kulihat kau dekat denganya. Kau ada hubungan apa denganya?”

“Tidak ada apa – apa , aku hanya berteman saja denganya.”

“Kau yakin?”

Minah menangguk

“Yah sudah kalau memang kamu hanya berteman denganya. Tapi jangan sampai ketahuan oleh yang lain , mereka pasti akan salah mengartikan hubungan kalian.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s