Be Mine [Chapter 2]

Posted: February 4, 2012 in Be Mine
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

 

“Sepertinya kamu masih terkejut.” Komentar Junho saat mau meninggalkan rumahku

“Tidak bukan begitu , aku hanya merasa aneh saja karena kau berubah drastis. Kau tidak seperti Junho yang kukenal.”Kataku berusaha sesantai mungkin

Kami ngobrol sampai tengah malam , tapi kadang aku masih tidak terbiasa menggunakan bahasa sehari – hari yang santai untuk berbicara dengan Junho. Padahal Junho sudah memintaku untuk berbicara seperti dulu , tapi karena ia telah berubah jadi aku merasa agak canggung.

“Kalau begitu aku pulang dulu. Oh iya , Narsha apa besok kau ada waktu? Bagaimana kalau kita makan siang bersama?”

Sebelum sempat aku menjawab ponselku berbunyi “Ah sebentar aku anggkat telepon dulu.”

“Hallo , Myungsoo ada apa?”Tanyaku

“Noona kamu belum tidur?”Tanya Myungsoo.

“Belum. Ada apa Myungsoo kau tengha malam begini meneleponku?”

“Noona aku mendapatkan libur besok , bagaimana kalau kita jalan – jalan?”

Aku diam sejenak , melihat pada Junho. Ia baru saja mengajakku makan siang besok , dan sekarang Myungsoo mengajakku untuk pergi main besok. Mana yang harus kupilih???

“Telepon dari siapa?”Tanya Junho ketika aku sudah selesai menelepon

“Adikku , Myungsoo. Soal besok… aku rasa aku tidak bisa menemanimu makan siang. Bagaimana kalau kita cari waktu lain?”Tanyaku

“Baiklah. Telepon aku kalau kau ada waktu luang.”

Aku mengangguk. Aku melihat Junho meninggalkan rumahku. Yah benar , aku memutuskan besok menghabiskan waktu bersama Myungsoo. Karena jarang sekali aku memiliki waktu bermain – main dengannya. Kalau dengan Junho , mungkin aku bisa mencari waktu di lain hari.

Keesokan harinya….

Myungsoo menyuruhku menjemputnya di dorm , ia juga menyuruhku membawa mobil. Tapi setibanya di dorm Infinite , aku menemukan Myungsoo maish tidur. Aku masuk ke kamarnya , ia tampak kelelahan.

“Ia tampak kelelahan sekali.”Komentarku.

“Akhir – akhir ini Myungsoo memang pulang pagi. Kemarin saja ia pulang jam 4 pagi.” Tambah Sunggyu.

“Member lain mana?”

“Ada yang sedang latihan ada juga yang sedang syuting.”

“Kalau kau ada aktifitas lain , kau tidak perlu terganggu dengan adanya aku. Kau boleh meninggalkanku , aku tidak apa – apa kok disinih. Kan ada Myungsoo.”

“Tidak , aku memang tidak ada kegiatan hari ini. Aku mau bersantai saja. Kudengar kalian mau jalan – jalan?”

“Iya. Kemarin tengah malam Myungsoo meneleponku , ia mengajakku main hari ini , dan menyuruhku menjemputnya jam 9. Tapi ternyata sampai sekarang ia belum bangun. Oh iya apa kau mau ikut bermain bersama kami?”

“Tidak. Aku tidak enak pada Myungsoo , ia ingin menghabiskan waktu bersamamu , kalau ada aku aku hany akan menganggu saja.”

“Tentu tidak! Mungkin akan lebih menyenangkan kalau ada kamu.”

“Noona kamu sudah sampai.” Komentar Myungsoo yang baru keluar dari kamar dan melihat noonanya ngobrol dengan sunggyu.

“Ia aku sudah cukup lama , tapi aku tidak berani membangunkanmu karne kamu tampak kelelahan sekali.”Kataku sambil menghampiri Myungsoo

“Noona…”

Myungsoo langsung memelukku. Aku hanya bisa pasrah kalau sudah Myungsoo bermanja – manja denganku.

“Lepaskan aku , aku mau membuatkan minuman untukmu.”Kataku mencoba melepaskan pelukan Myungsoo

“Aku tidak mau!” Tolak Myungsoo manja.

Aku menyerah. Aku memperbolehkan Myungsoo melakukan apa yang ia suka pada diriku. Karena menolakpun percuma Myungsoo tidak akan mendengarkannya

“Myungsoo beruntung memiliki noona sepertimu.” Komentar Sunggyu saat Myungsoo sedang mandi

“Bukan Myungsoo yang beruntung memilikiku , tapi aku yang beruntung memilikinya. Aku selalu tidak bisa melakukan apapun dengan baik , semasa kecil. Tapi Myungsoo selalu membantuku , walaupun ia adikku tapi ia lebih dewasa dari padaku.” Komentarku kagum.

“Aku tidak bisa membayangkan kau tidak bisa melakukan apapun dengan baik. Karena aku melihat kau melakukan apapun dengan baik.”

“Itu karena aku banyak latihan , dulu aku tidka seperti sekarang. Sunggyu kau benar – benar tidak mau ikut keluar bersama kami?”

“Tidak aku mau di dorm saja.”

“Kau yakin?”

Sunggyu mengangguk , ia pun beranjak ke ruang tengah menyalakan tv dan tidur – tiduran. Melihat Sunggyu bermalas – malasan , serasa melihat Myungsoo. Selalu saja Myungsoo begitu kalau dirumah pada hari libur , menyalakan tv dan tiduran di lantai bermalas – malasan.

“Noona kau sudah siap?”Tanya Myungsoo yang sudah rapih

Aku mengangguk “Sunggyu kamu benar – benar tidak mau ikut?”Tanyaku sekali lagi

“Hyung dari pada dirumah sendirian lebih baik ikut saja.”

“Apakah tidak apa – apa kalau aku ikut pergi bersama kalian?”

“Tentu saja tidak apa – apa hyung. Sudahlah ayo ikut!”

“Baiklah aku bersiap – siap dulu.”

Baru saja aku meninggalkan parkiran mobil , ponsel pribadiku berbunyi. Aku melihat siapa yang menelepon , Junho?!? Mau apa orang ini meneleponkku? Aku membiarkan telepon itu terus berdiring

“Kenapa tidak diangkat?”Tanya Myungsoo heran

“Dari orang kantor , aku tidak mau mereka mengganggu acara jalan – jalan kita terganggu.”Jawabku bohong.

“Sudah angkat saja , siapa tau ada hal penting.”

Dengna terpaksa aku menganggkat telepon “Hallo.”

“Apa kau sedang sibuk? Mengapa teleponku lama sekali di jawab?”Tanya Junho tanpa basa basi

“Aku sedang di jalan. Ada perlu apa?”

“Dijalan? Kau mau kemana?”

“Bisakah kita mengatakan hal ini nanti saja di kantor?”

“Huh?”

“Nanti aku kuhubungi kembali.”

Aku langsung menutup telepon dari Junho. Aku tidak mungkin memberi tahu Myungsoo siapa yang meneleponku. Kalau ia tau Junho yang menelepon ataupun siapapun lelaki yang meneleponku , ia akan marah besar. Dan itu benar – benar merepotkan

“Kita akan pergi kemana?”Tanyaku semangat

“Kukira noona tau kita mau kemana.”Jawab Myungsoo lugu

“Jadi kau belum merencanakan kita akan kemana? Jadi dari tadi kita jalan , kau tidak tahu kita mau kemana?”

“Tidak , aku hanya berjalan saja , sesuka hatiku.”

Aku menghela nafas panjang.

“Bagaimana kalau kita main bowling? Kudengar di sekitar sinih ada tempat main bowling baru.”

“Boleh saja , tapi noona apa kau bisa bermain bowling? Kau kan selalu payah dalam olah raga.”

“Ah diam kau! Aku hanya perlu belajar , dan aku tidak akan payah.”

Akhirnya kami memutuskan bermain bowling di Hongdae. Siang itu tempat bowling tidak begitu padat , bahkan terkesan sepi. Hanya beberapa orang paruh baya yang terlihat sedang bermain.

“Sekarang kau sudah lihat kan aku bisa payah juga.”Komentarku saat selesai bermain bowling

Sudah hampir 1 jam Myugnsoo mencoba mengajariku bermain bowling , hasilnya? Aku tidak bisa bermain sama sekali. Bola bowling yang berat itu tidak pernah berhasil mengenai sasaran , ia selalu kepinggir. Aku pun menyerah dan memutuskan menonton Myungsoo dan Sunggyu bermain saja.

“Kau terlihat lucu , saat melakukan sesuatu yang tidak kau bisa lakukan.” Puji Sunggyu

“Wah ini pertama kalinya aku mendengar Hyung memuji seseorang.” Komentar Myungsoo

“Kau saja yang tidak pernah perhatian , aku sering kok memuji orang!”

“Kau jarang memuji orang hyung , ini pertama kalinya aku mendengar kau memuji orang. Hyung apa jangan – jangan kau naksir dengan noonaku ini?”

“Myungsoo kau bicara apa sich!?!” Tanyaku kesal

“Hyung walaupun aku tahu hyung , dan aku menghormati hyung. Tapi aku tidak akan membiarkan kau menyukai Noona , karena Noona milikku seorang.”

Aku melihat Myungsoo sambil melotot. Dasar! Begini nih kalau sudah sister complexnya kambuh. Tidak melihat tempat atau siapapun yang diajak bicara , bicara seenaknya. Tapi jujur saja dari dalam hati paling dalam aku senang mendengarnya.

“Maafkan dia , dia memang akan sensitif seperti itu kalau sudah menyangkut aku.”b Bisikku menyesal.

“Tidak apa – apa aku mengerti. Ia hanya berlaku seperti ini hanya padamu , karena baginya kamu special. Aku bisa memahami hal itu. Aku kagum padanya yang bisa dengan mudah mengekpresikan apa yang ia rasakan , apa yang ingin ia cintai dan tidak , apa yang ingin ia lindungi. Ia benar – benar keren.”

Aku mengangguk kecil. Memang benar apa yang dikatakan Sunggyu , Myungsoo adalah orang yang jujur pada perasaanya. Ia selalu jujur mengungkapkan apa yang ia rasakan , ketika ia tidak suka ia akan berkata suka , dan ketika ia menyukai ia akan berkata aku menyukainya. Tidak mudah bisa seperti itu.

“Narsha , apa kau mengenal orang yang duduk disituh?”Tanya Sunggyu sambil melirik seseorang yang sedang duduk di cafe sambil menikmati sebuah minuman

Aku melihat ke arah yang dituju Sunggyu , orang itu seperti mengamati aku. Tapi aku tidak begitu yakin.

“Kamu mengenalnya?”Tanyaku balik

“Tidak , tapi aku yakin dari tadi ia disinih ia ada disinih juga. Dan aku merasa ia memperhatikan kamu.”

Aku melihat orang itu. Mungkin karena ketahuan aku mengetahuinya memperhatikanku , ia berpua – pura sibuk minum. Dalam hati aku bertanya siapa orang itu?

“Kamu mau kemana?”Tanya Sunggyu menarik tanganku ketika baru aku mau meninggalkannya

“Aku mau menghampiri orang itu.”Jawabku

“Kau sudah gila!?! Jelas – jelas ia memperhatikanmu , aku yakin ia pasti stalker. Aku pernah berurusan dengan beberapa stalker dan itu sangat merepotkan. Sudahlah biarkan saja dulu.”

“Tenang saj a, aku tidak akan berbuat nekat. Lagi pula ada Myungsoo tidak akan apa – apa.”

Dengan tidak rela Sunggyu melepaskanku. Aku mendekati pria tersebut , jelas sekali dari gelagat pria tersebut ia seperti orang yang sudah ketangkap basah melakukan suatu perbuatan yang tidak benar. Tapi tunggu dulu… sepertinya….

“Yaa! Apa yang kau lakukan disinih!?!!”Sapapku kaget

Lelaki yang sedari tadi memperhatikanku seperti tampak kaget , ia melihatku sambil malu – malu. Jelas saja aku mengenal pria ini. Dia adalah Jaejoong , Ia merupakan asistenku , sekaligus roomateku dulu sewaktu aku di paris.

“Ketahuan juga akhirnya.”Kata Jaejoong sambil mengangaru – garuk kepalanya.

“Apa yang kau lakukan disinih? Kau dari tadi memperhatikanku , kau sangat membuatku ketakutan. Bahkan temanmu mengira kau seorang stalker.”

“Sebenarnya aku mengikuti kamu sudah dair kamu keluar dari rumah. Saat baru aku sampai kerumahmu aku melihat kamu keluar , makanya aku mengikutimu sampai kesinih.”

“Kau kenapa tidak memanggilku malah mengikuti diam – diam seperti ini?”

“Aku tidak mau menganggumu , aku melihat kau sedang pacaran makanya aku tidak mau menganggu aku takut pacarmu marah. Aku tadinya mau mengambil waktu dan menyapamu. Tapi malah jadi begini.”

Jesss… Pria ini dari dulu tidak berubah! Aku menarik Jaejoong bertemu dengan Myungsoo dan Sunggyu.

“Mana yang pacarku , yang ini atau ini?”Tanyaku sambil merangkul Sunggyu dan Myungsoo bersamaan

Jaejoong tampak terkejut bukan main. Begitu pula dengna Sunggyu dan Myungsoo. Tapi aku berpura – pura tidak perduli. Lantas meminta Jaejoong menjawab pertanyaan.

“Dia.”Jawab Jaejoong lantas menunjuk Myungsoo

“Dia?”Tanyaku tidak percaya

Tawaku pecah. Semuanya meminta penjelasan. Aku pun menjelaskan apa yang terjadi.

“Dia ini adikku , bukan pacarku. Aku kan sering bercerita dulu tentang adikku. Dan yang ini namanya Sunggyu dia adalah teman adikku.”

“Jadi ini yang bernama Myungsoo , aku sering mendengar cerita tentang kamu dari kakakmu sewaktu kami di Paris.”

Akupun mengajak Jaejoong bermain bersama. Awalnya aku bertemu dengna Jaejoong di Paris , aku semapt mengira dia adalah model , karena wajahnya yang ganteng berbaur dengan kecantikan yang membuatnya perfect , bibir merah , dan perawakan yang sempurna membuatnya layak jadi model.

Menurutnya ia dulu merupakan seorang model , tapi karena ia bosan ia pun beralih menjadi fotografer sampai sekarang. Jaejoong merupakan orang korea yang lahir dan tinggal di Paris. Tapi soal bahasa korea dia jago , bahkan aku pikir bahasa koreanya jauh lebih baik dari padaku.

“Hari ini kau akan pulang kan?”Tanyaku pada Myungsoo dengan penuh harap

Myungsoo mengangguk sambil mengelus kepalaku , aku tersenyum. Akhirnya aku tidak harus menghabiskan malam sendirian lagi , karena aku benci harus menghabiskan malam hari di rumah sendirian.

Setelah makan malam , kamipun berpisah. Jaejoong kembali ke hotelnya dan kami mengantarkan Sunggyu pulang ke dorm baru kami pulang kerumah

“Hyung temani noona sebentar aku mau mengambil baju untuk besok.”Pinta Myungsoo

Sunggyu mengangguk. Aku dan Sunggyupun menunggu Myungsoo di ruang tengah. Member lain belum pulang

“Kau tidak apa – apa sendirian di dorm? Kami bisa menemanimu sampai member lain pulang.”Kataku cemas

“Tidak perlu , aku sudah terbiasa di dorm sendirian. Kalau kau harus menunggu sampai mereka pulang , kamu pasti akan pulang larut sekali.”

“Apakah kau yakin? Karena aku pribadi aku tidak suka kalau harus menghabiskan malam sendirian di rumah , itu membuatku merasa sangat kesepian.”

Sunggyu mengangguk , aku melihatnya kembali untuk memastikan. Sepertinya ia akan baik baik saja pikirku. Aku dan Myungsoo meninggalkan dorm Infinite. Kami pulan gbersama dirumah.

Sesampainya di rumah aku terkejut bukan main , aku menemukan Junho sedang menunggu di depan rumahku. Untuk apa dia datang kerumahku lagi , pikirku.

“Noona dia siapa?”Tanya Myungsoo sambil menunjuk Myungsoo

“Ah dia?? Dia… teman kerjaku. Kau masuk saja duluan. Biar aku ngobrol dulu dengannya.”Kataku bohong

Myungsoo tampak percaya dengan perkataanku. Ia langsung masuk tanpa bertanya apapun. Aku merasa bersalah padanya. Tapi kalau kukatakan yang sebenarnya Myungsoo tidak akan menyukainya.

“Apa yang kau lakukan disinih?”Tanyaku tanpa basa basi

“Aku menunggumu sedari tadi , bolehkah aku masuk?”Tanya Junho balik

“Tidak , kita ngobrol disinih saja. Jadi apa tujuanmu kemari?”

Junho tiba – tiba memegang tanganku , aku bisa merasakan tanganya dingin sekali “Aku sudah menunggumu lama sekali , tidakah kau mengizinkanku untuk masuk?”

“Aku tetap tidak bisa membiarkan kamu masuk , kita ngobrol di mobil saja.”Kataku pada akhirnya.

“Aku melihat cafe disekitar sinih , bagaimana kalau disanah saja?”

“Aku tidak mungkin meninggalkan rumah terlalu lama , sudah kita ngobrol di mobil saja.”

Aku bisa merasakan Junho tidak suka dengan keputusanku , tapi aku tidka bisa berbuat lebih dari ini. Kalau aku meninggalkan Myungsoo ia akan curiga dan lagi aku tidak mau menghabiskan banyak waktu terlalu lama dengan Junho

“Jadi apa yang kau lakukan disinih?”Tanyaku mengulang pertanyaan sebelumnya

“Kau dari tadi menyakan pertanyaan yang sama.”Komentar Junho sedih

“Junho kalau kau mau mengobrol atau bermain – main denganku , ini bukan waktu yang tepat , jujur saja. Didalam rumahku ada orang yang sedang menungguku , aku tidak bisa lama – lama bersamamu. Katakan saja apa maumu sekarang?”

“Apa dia kekasihmu?”

“Tidak dia bukan kekasihku.”

“Lalu kenapa kau begitu buru – buru seperti ini kalau ia bukan kekaishmu? Kau tahu aku sudah menunggmu sedari dari tadi di depan rumahmu hampir 4 jam.”

OMG , jujur saja aku kaget. Itu bukan waktu yang sebentar , pantas saja tanganya begitu dingin seperti itu. Mungkin kalau ia menunggu lebih lama dari itu , ia mungkin sudah tidak akan sadarkan diri , pikirku.

“Aku hanya ingin melihatmu saja.” Kata Junho pada akhirnya

“HUH!?!” Seruku kaget.

“Apakah ini membuatmu terkejut?”

Aku terdiam , aku tidak berani menjawab apapun.

“Kau tahu aku benar – benar bahagia bisa bertemu denganmu lagi , aku sudha menanti – nanti ini sejak lama. Dari dulu aku…”

“Cukup!” Potongku sebelum sempat Junho mengatakan apa yang ia ingin katakan sepenuhnya

“Maafkan aku Junho , tapi aku benar – benar tidak bisa mendengarkan apa yang ingin kau katakan sekarang.”

Aku langsung keluar dari mobil meninggalkan Junho. Aku harus tenang , kalau aku gugup seperti ini Myungsoo akan curiga. Sebelum aku mausk ke urmah , aku mencoba menengkan diri. Tapi rumah tampak sepi.

Aku mencari Myungsoo , ternyata ia sedang tertiduran di sofa. Ia pasti sedari tadi menungguku.

“Myungsoo , ayo bangun… kalau kau tidur disinih kau akan masuk angin.”Kataku mencoba membangunkan Myungsoo

Dengan malas – malas Myungsoo bangun. Setelah memastikan Myungsoo tidur , akupun mencari ponselku , aku harus menceritakan ini semua pada Jea

“Mendengar dari ceritamu sepertnya ia memang masih menyukaimu.”Komentar Jea setelah kuceritakan apa yang terjadi padaku dan Junho baru saja.

“Apa kau yakin? Setelah selama itu apakah ia masih mencintaiku? Lagi pula ia sekarang sudah berubah menjadi ganteng gitu , masa ia tidak menyukai perempua nlain , atau ada perempuan lain yang mendekainya?”Tanyaku balik

“Kurasa tidak , aku pernah membaca interview tentang dia di sebuah majalah baru – baru ini , ia mengatakan ia tidak pernah pacaran sama sekali.”

“Mungkin saja itu bohong , ia berkata seperti itu untuk pecitraan saja.”

“Mungkin , tapi itu bukan masalahnya. Kalau ia memang berkata seperti itu hanya untuk pecetiraan saj aitu tidak apa – apa. Tapi bagaimana kalau itu benar , dna hanya kamu yang ia sukai dari sma. Apakah tidak berlebihan kamu menolaknya setelah membuatnya menunggu sekian lama?”

Memang benar apa yang dikatakan Jea , kalau aku menolaknya sekarang , apakah tidak keterlaluan?

“Kurasa sudah saatnya kau berpacaran , ditambah umurmu yang sudah memang masanya dan lagi Myungsoo sudah dewasa ia juga akan mengerti , karena ia juga akan menikah kelak. Kau tidak mau kan dia menikah dan kau masih sendirian?”

“Apakah kau yakin?”

“Apakah kau tak yakin menjalani hubungan dengan Junho? Apakah kau mengidap brother complex juga?”

Aku diam , mungkin benar apa yang dikatakan Jea tidak hanya Myungsoo yang mengidap sister complex , melainkan aku sendiri juga mengidap brother complex.

“Jea kututup dulu yah teleponnya ada telepon masuk.”

“Halo siapa ini?”

“Ini aku Junho.”

Aku diam.

“Aku melihat lampur dalam rumahmu belum mati , jadi kurasa kau masih belum tidur.”

Langsung saja aku mengintip dari jendela kamar melihat keluar. Ternyata Junho masih ada diluar. Ia bahkan tidak diam di dalam mobil melainkan di luar , tepat id depan gerbang rumahku. Aku bisa melihat hal itu dengan jelas.

“Masuklah ke dalam mobil kau akan sakit kalau aberada di luar seperti ini terus dalam waktu yang lama. Ditambah udara di luar sangat dingin.”

“Aku akan pulang setelah mengatakan ini. Aku benar – benar menyesal. Aku tahu aku tidak seharusnya berlaku demikian. Tapi aku benar – benar tidak bisa menahanya. Aku menanti – nanti bisa bertemu kamu itu sangat lama , dan saat aku sudah bertemu denganmu aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri.”

“Junho mungkin sebaiknya kau pulang dan istirahat. Aku juga sudah lelah sekarang , aku butuh istirahat. Aku mengerti dengan jelas apa yang kau bicarakan. Tapi kita harus bertemu supaya semuanya lebih jelas.”

“Bertemu?”

“Kita bertemu di cafe dekat rumahku saat makan siang , bagaimana?”

“Baiklah.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s