Be Mine [Chapter 4]

Posted: February 6, 2012 in Be Mine
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

“Jadi Myungsoo sudah mengetahui perilah Junho?”Tanya Jea tidak percaya

“Begitulah.”Jawabku sedih

Hari ini aku janji bertemuan dengan Jea dan Gain. Selain kami sudah lama tidak hang out bersama. Aku ingin menceritakan peirhal Junho yang sengaja bertemu dengan Myugnsoo dan memberi tahu perasaanya terang – terangan padaku

“Berani juga si Junho bertemu langsung dengan adikku.”Komentar Gain

“Tapi menurut pendapat Myungsoo Junho tidak mengetahui kalau Myugnsoo adalah adikku.” Jelasku

“Tidak ada satupun yang mengira kalau Myugnsoo adalah adikmu , kalau kau tidak mengatakan langsung. Karena pada kenyataanya kalian berdua itu sama sekali tidak mirip.” Timpal Jea

“Jadi apa yang kau akan lakukan pada Junho? Kau masih harus bekerja sama untuk waktu yang cukup lama loh denganya , ditambah lagi ia sepertinya akan selalu datang di setiap meting dan pemotretan karena ada kau , dan ia pasti menggunakan kesempatan ini untuk mendekatimu.”Jelas Gain

“Aku juga tidak tahu. Aku binggung. Aku tidak mau Myungsoo marah lagi. Tapi melihat keadaan seperti ini aku tidak bisa menghidari Junho begitu saja. Dan aku sudah berjanji lagi untuk pergi makan dengannya.”

“Narsha , aku benar – benar tidak mengerti denganmu. Sebenarnya kenapa kamu menolak Junho? Junho yang sekarna gbukan Junho yang dulu , sekarnag ia tampan , kaya raya , dan ia mencintaimu. Aku mengerti kamu menolaknya karena Myungsoo , tapi bagiku itu tidak masuk akal. Apakah kamu memiliki perasaan lain pada Myungsoo selain perasaan kakak kepada adik?”Tanya Jea blak – blakan

“Aku tidak tahu. Akal sehatku mengatakan ok , baiklah aku akan berpacaran dengan Junho. Dia memiliki segalanya yang semua wanita inginkan. Tapi hatiku tidak berkata demikian. Hatiku ini belum sanggup kehilangan Myungsoo. Entah kenapa aku merasa kalau aku berpacaran Myungsoo akan menjauh dariku , ia tidak akan suka. Dan ia menjauh dan aku kehilangannya kau tidak mau.”Jelasku depresi.

“Aku mengerti perasaanmu. Wajar saja kalian dari kecil besar berdua tanpa orang tua. Kalian saling mengandalkan saut sama lain. Dan ketika seseorang baru masuk kehidupan kalian , pasti ada salah satu yang menjauh dan itu membuatmu tidak nyaman. Bukan begtiu?”Tanya Gain memastikan

Aku mengangguk. Dari kecil aku dan Myungsoo selalu bersama. Kami hidup berdua sejak ayah kami meninggal waktu aku berumur 8 tahun. Ibuku sibuk dengan mencair pengganti ayah baru , makanya ia menelantarkan kami

Dan karena itu aku yang mengurus Myungsoo. Tapi karena aku tidak begitu pandai dengan urusan rumah makanya Myungsoo yang mengurus urusan rumah. Sedangkan untuk urusan keuangan akulah yang mencari. Hidup kami berat sudah semejak kecil. Tapi karena kami saling melengkapi satu sama lain , itu tidak berasa berat.

“Oh iya aku hampir lupa , hari ini aku mengajak temanku , namanya Jaejoong , ia dulu merupakan asistenku selama aku di Paris. Ia sekarang sedang di korea. Harusnya ia sudah datang sekarang tapi sepertinya ia telat.”Kataku memberi tahu

Tak lama setelah aku berkata demikian Jaejoong datang. Ia menghampiriku , aku langsung mengenalkan Jaejoong pada Gain dan Jea. Sesuai dugaanku Jaejoong sesuai dengan tipe mereka. Buktinya sekarnag saja Gain dan Jea sudah mencari perhatian untuk Jaejoong.

Saat kami bercanda – canda ponsel pribadiku berdering. Aku mohon pamit untuk mengangkat telepon.

“Hallo Myungsoo ada apa?” Tanyaku ceria

Tidak ada jawaba dari Myungsoo , tapi aku bisa merasakan tarikan nafas yang tidak teratur. Ada apa dengan Myungsoo? Kenapa ia seperti ini?

“Myungsoo kau baik – baik saja?”Tanyaku cemas

“Noona aku…apa…yang…harus kulakukan sekarang?” Tanya Myungsoo gugup , suaranya bergetar. Aku bisa meraskan itu

“Myungsoo kau ada dimana?”

“Stasiun KBS.”

Setelah berkata demikian , aku langsung berlari keluar. Jaejoong , Jea dan Gain tampak mencemasi aku. Tapi aku tidak ada wkatu untuk menjelaskan pada mereka. Aku hanya lari tanpa menghiraukan kecemasan mereka

Ada apa dengan Myungsoo? Sesuatu pasti terjadi dengannya. Hatiku semakin tidak menentu. Aku tidak mau Myungsoo kenapa – napa.Beruntung aku bertemu dengan Hoya di loby KBS ia tampak baru saja keluar dan mau masuk ke dalam mobil. Aku buru – buru berlari menghampiri Hoya.

“Hoya! Myungsoo mana?”Tanyaku terbata – bata

Wajah Hoya tampak tidak baik “Noona ia ada diruang tunggu , aku rasa ia sangat membutuhkan noona sekarnag.”

“Kau mau kan antarkan aku ke ruang tunggu?”

Hoya mengantarkanku ke ruang tunggu. Di ruang tunggu aku menemukan Myungsoo duduk di pojokan. Tubuhnya bergetar hebat. Ia tampak sangat ketakutan sekali. Ia memeluk kakinya erat.

“Myungsoo.”Panggilku

Myungsoo melihatku , tapi ia sama sekali tidak merespon. Ia tetap di tempatnya semula. Bahkan tubuhnya bergetar semakin hebat. Aku harus berusaha menenagkannya! Aku memeluknya , mengelus – ngelus punggungnya.

“Myungsoo tenang saja , aku ada disinih.”Bisikku.

Setelah Myungsoo tenang , aku meninggalkannya di ruang tunggu karena aku harus meminta penjelasan sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa Myungsoo bisa seemosional itu.

“Apa yang terjadi pada Myungsoo?”Tanyaku

“Saat syuting , seseorang datang dan mengaku ia pernah melakukan perbuatan cabul terhadap Myungsoo , dan setelah kejadian itu Myungsoo langsung seperti itu.” Jelas Dongwoo.

“Orangnya mana sekarang?”

“Ia diamkan oleh sekuriti sekarang.”

“Boleh aku melihat orang itu?”

Dongwoo mengantarku ke kantor sekuriti. Aku melihat seorang pria paruh baya yang sedang di borgol dan dimintai keterangan oleh petugas keamanan. Saat aku mencoba melihat wajahnya , emosiku tidak terbendung aku langsung menamparnya

“Noona tenang.” Kata Dongwoo mencoba menenangkanku

“Hey laki jalang! Aku sudah peringatkanmu untuk tidak pernah muncul lagi di hadapan adikku! Kau mau mati yah?!?!” Ucapku bergebu – gebu

“Maaf tapi aku tidak bisa menahan hasrat ini , adikmu semakin hari semakin sexy , aku semakin mengingkannya.”Kata lelaki paruh baya itu diringin tawa.

“Dasar setan! Aku tidak peduli aku harus dipenjara sekalipun , aku pasti akan membunuhmu!”

“Noona , tenang… Kumohon tenanglah.”Pinta Dongwoon sambil mencoba menarikku keluar ruangan.

Aku berhasil di tarik keluar ruangan oleh Dongwoon. Tapi tetap saja kau tidak bisa tenang. Lelaki itu! Lelaki itu yang telah membuat Myungsoo hidup dalam penderitaan!

“Noona , siapa lelaki itu?”Tanya Dongwoo penasaran

“Dia adik dari ayah tiriku.” Jawabku datar

Akupun menceritakan sebenarnya apa yang terjadi. Saat itu aku tinggal dengan ibu dan ayah , mereka berencana keluarnkta unuk liburan. Saat itu hubungankundengan anak dari ayahntirikuntidak begitu baik jadi aku meolaknuntuk ikut. Lalu aku dititipkan di adik ayah tiriku. Dan saat dititipakn itulah adik ayah tiriku memperkosa Myungsoo

Awalnya kau tidak tahu akan hal ini. Karena tiap kali Myungsoo diperkosa aku sednag tidak ada dirumah. Tapi tak lama aku curgia karena aku selalu menemukan bekas luka di tubuh Myungsoo , akupun menanykaan apa yang terjadi . Baru saat itu Myungsoo menjelaskan apa yang terjadi.

Ibuku tidak menuntut paman , karena ia tidak mau merusak hubungan keluarga ibu dengan keluarga ayah tiriku , selain itu menurut ibuku paman memiliki gangguankejiwaan. Dan karena alasan itulah kami keluar dari rumah. Aku membawa Myungsoo keluar. Karena aku tidak mau Myungsoo merasa tertekan.

Dulu aku pernah bersumpah kalau lelaki itu berbuat seperti itu lagi aku tidak akan segan – segan membunuhnya. Aku tidak peduli aku masuk penjara asal lelaki hina seperti itu lenyap itu sudah cukup bagiku.

“Noona kamu harus tenang sekarang , Myungsoo membutuhkanmu. Dan tampaknya media sudah mencium akan hal ini. Kita harus siap – siap untuk kemungkinan terburuk.” Kata Hoya mengingatkan

Aku menarik nafas , mencoba untuk relax sebelum masuk ke ruang tunggu. Myungsoo masih duduk tubuhnya masih bergetar tapi tidak seheabt awal aku bertemu denganya.

“Myungsoo , ayo kita pulang.”Ajakku.

Myungsoo menurut. Aku memapahnya pulang beramaku. Aku bisa merasakan Myungsoo masih shock berat. Badanya masih bergetar , dan ia seperti tidak punya tenaga untuk berjalan.

“Noona , kau mau kemana?”Tanya Myungsoo lemas ketika aku mau beranjak keluar dari kamarnya.

“Aku akan kembali secepatnya , kau tenang saja. Hari ini aku akan menemanimu tidur.”Setelah berkata demikian aku mencium kening Myungsoo.

Diluar masih ada member infinite yang lain dan juga dengan menejer Myungsoo , Chansung. Melihat mereka aku langsung membungkuk 90 derajat.

“Maafkan aku telah menyusahkan kalian.”Kataku menyesal.

“Noona ini bukan salah noona ataupun Myungsoo , noona ini musibah.”Kata Sunggyu tegas.

“Benar apa yang dikatakan Sunggyu. Aku akan menjelaskan pihak menejement apa yang terjadi. Dan mungkin aktifitas Myungsoo akan dihentikan. Ia perlu menenangkan diri ,tidak mudah pasti menghadapi ini.” Tambah Chansung.

Setelah berkata demikian member Infinit yang lain dan Chansung menejer Myungsoo pergi meninggalkan rumah. Aku juga sudah menelepon pada Jea supaya tidak kawatir karena aku baik – baik saja.

Aku masuk ke dalam kamar Myungsoo , Tapi Myungsoo tidak ada diranjangnya. Aku bisa mendengar bunyi air buru – buru aku melihat masuk ke kamar mandi , aku melihat Myungsoo duduk di lantai sambil di guyur air shower , ia masih mengenakan pakaian utuh. Buru – buru aku mematikan air shower dan mengambil anduk

“Myungsoo apa yang kau lakukan? Kau akan masuk angin kalau begini.”Kataku sambil mencoba mengeringkan abdan Myungsoo.

“Aku….aku…aku butuh air…aku…aku…ko-tor.” Jawab Myungsoo gugup.

“Myungsoo kamu tidak kotor , kamu bersih… Ayo kita keringkan tubuhmu.”

Aku masih ingat dulu setelah kejadian penganiayan terhadap Myungsoo , Myungsoo sehari bisa mandi sampai 20 kali karena ia merasa dirinya kotor , karena efek penganiayan. Aku sampai harus berkonsultasi apda dokter secara langsung untuk menangani Myungsoo

Perlu waktu lama supaya Myungsoo melupakan kejadian itu. Mungkin sekitar 5 sampai 7 tahun untuk Myungsoo kembali normal. Dan waktu selama ini tidaklah mudah. Berapa kalia aku pribadi ingin menyerah , aku ingin mengakhirinya. Tapi aku mengurungkan niat itu , karena aku ingin yang terbaik bagi Myungsoo.

“Ini aku sudah memeprisapkan baju untukmu , kau ganti yah.”Bujukku.

Myungsoo mau mendengarkan bujukanku. Akupun keluar dari kamar Myugnsoo memberikan kesempatan untuk Myungsoo ganti baju.

Malam itu aku tidur bersama dengan Myungsoo. Jujur saja aku tidur kurang nyenyak karena beberapa jam sekali aku terbangun memastikan kalau Myungsoo tidur dengan baik tidak melakukan perbuatan bodoh.

Dulu sekali waktu , aku pernah tidur dan paginya aku menemuka Myungsoo sudah pingsan karena ia mencoba bunuh diri. Untungnya aku masih sempat menyelamatkan Myungsoo. Sejak saat itu Myungsoo berjanji sesulit apapun ia tidak akan bunuh diri , karena saat kau menemukan Myungsoo terbangun aku benar – benar marah sekaligus takut. Takut kehilangna Myungsoo untuk selamanya.

Keesokan harinya berita tentang seseorang lelaki yang pernah mengaku memperkosa Myungsoo muncul di seluruh berita baik tv maupun koran. Aku tidak menyangkan akan secepat ini beritanya tersebar.

Pihak menejement Myungsoo sudah meneleponku , ia mengatakan akan mengadakan konfresi pers secepatnya. Dan aku meminta merkea melakukan itu tanpa Myungsoo , karena Myungsoo kelihatan belum sanggup menceritakan peristiwa ini ke depan umum. Sampai ia merasa lebih baik baru Myugnsoo yang akan menjelaskannya sendiri. Untuk saat ini biarkan pihak menejement yang menjelaskan.

“Myngsoo , aku tinggal sebentar yah.”Kataku

“Noona mau kemana?”Tanya Myungsoo sedih.

“Aku hari ini ada jadwal pemotretan , akut idak akan lama. Kau baik – baik yah dirumah.”

Myungsoo mengangguk. Aku sebenarnya tidak berani meninggalkan Myugnsoo dirumah. Aku takut ia berbuat yang tidak – tidak. Apakah tidak akan apa – apa membiarkannya sendirian di rumah?

“Myungsoo , kau masih ingatkan janjimu padaku? Kau tidak akan bunuh diri ataupun melakukan hal hal bodoh yang bisa membahayakan keselamatan dirimu.” Pesanku

Myungsoo mengangguk “Aku tidak akan melakukan perbuatan bodoh seperti dulu , aku akan menunggu noona pulang.”

Walaupun berat hati aku tetap meninggalkan Myungsoo. Untungnya pemotretan hari itu berjalan dengan lancar. Akupun buru – buru meninggalkan studio. Saat tiba dirumah aku melihat ibu dan ayah tiriku berdiri di depan rumahku.

“Apa yang kalian lakukan disinih?”Tanyaku dingin.

“Omma sudah mendengar beritanya , omma dari busan buru – buru ke seoul , omma cemas dengan keadaan Myungsoo , apakah ia baik – baik saja?”Tanya ommaku cemas

“Itu bukan urusan omma , Myungsoo baik – baik saja. Aku akan menemaninya , omma tidak perlu kawatir. Myungsoo merupakan tanggung jawabku dan aku tidak akan melupakan itu.”

“Narsha , apakah kamu masih marah pada omma?”

“Omma pikirkan itu saja sendiri. Dan satu lagi aku tidak akan bisa melindungi samchung lagi. Berita sudah tersebar luas , ia mungkin akan di penjara sekarang ini.”

“Narsha , adik appa itu tidak jahat. Ia hanya memiliki gangguan mental. Tolong jangan masukan ia ke penjara. Ia harus di rawat.”Pinta Appa tiriku

“Bukanya selama ini kalian telah merawatnya? Apakah selama ini samchung tidak sembuh?Kalau tidak sembuh itu berarti bukan sakit namanya! Itu memang tindakan nafsu bejatnya!”

Plak!

Pipiku memerah. Aku langsung memegang pipiku yang merah. Omma yang barus aja menamparku tampak kaget.

“Pergi kalian dari rumahku!”Teriakku sekencang – kencangnya.

“Noona , noona kenapa? Tadi aku mendengar noona berteriak?”Tanya Myungsoo cemas

Aku langsung memeluk Myungsoo , pipiku terasa merah. Dan ini benar – benar menyakitkan. Kenapa omma tega melakukan ini? Apakah ia tidak tahu berapa keras Myungsoo bisa hidup seperti orang normal pada usianya setelah kejadian pemerkosaan ini

“Narsha maafkan omma , omma tadi terbawa emosi.”Kata Omma menyesal

“Omma , apa yang omma lakukan pada noona?”Tanya Myungsoo tajam

“Myungsoo , apakah kamu baik – baik saja?”

“Omma lebih baik pergi dari sinih. Aku tidak perlu omma.”

“Myungsoo , kenapa kau berbicara seperti itu? Omma sedih kalau kamu berbicara seperti itu.”

“Lalu apa yang omma rasakan ketika tahu diperkosa oleh samchung? Apakah omma sedih juga? Aku rasa tidak , omma tidak merasa sedih . Kalau omma sedih omma tidak akan membiarkan samchung bebas berkeliaran.”

Dalam pelukan Myungsoo aku bisa merasakan tubuhnya kembali bergetar. Dan dari suaranya tersirat emosi yang begitu besar. Aku melepaskan pelukan Myungsoo dan menatapnya

“Kamu masuk dulu yah , biar Noona bicara pada appa dan omma.”Kataku sekuat mungkin

“Tapi noona…”Kata Myungsoo ragu

Aku memberikan isyarat agar Myungsoo kembali ke dalam rumah. Aku tidak boleh rapuh hanya karena sebuah tamparan. Karena kalau aku rapuh , kemana Myungsoo akan bersandar.

“Kurasa omma dan appa datang kesinih bukan karena mencemaskan Myungsoo tapi karena kalian ingin supaya aku tidak membawa kasus ini ke ranah hukum , walaupun media sudah mengetahuinya.Baiklah kalau itu yang kalian inginkan aku tidak akan membawanya keranah hukum. Tapi ini adalah kesemaptan terakhir. Kalau samchung masih berani memperlihatkan diri di depanku ataupun Myungsoo aku tidak segan – segan memasukkanya ke penjara.”Ancamku

“Narsha bisakah kami menginap disinih sehari saja? Kami sangat lelah perjalanan dari Busan ke Seoul. Kami janji besok pagi – pagi sekali kami sudah meninggalkan rumah.”Pinta appanya.

Aku melihat jam tanganku , memang sudah jam 10 malam. Bahaya juga membiarkan mereka pulang laru malam begini. Aku tidak punya pilihan lain. Akupun membiarkan mereka menginap dirumahku

“Noona kenapa mereka masuk?”Tanya Myungsoo kaget

“Mereka akan menginal disinih semalam , mereka sudah berjanji kalau besok pagi – pagi sekali mereka sudah pulang.”Jelasku

Aku membawa kedua orang tuaku ke kamar utama yang berada di lantai satu. Aku tidak menggunakan kamar utama ini karen terlalu besar. Biasanya aku tidur dilantai dua.

“Kalian bisa menggunakan kamar ini. Wcnya ada di dalam kamar jadi kalain tidak usah keluar kalau mau ke wc. Sudah aku tinggal.”Kataku datar

“Terima kasih , Narsha.” Kata omma

Aku mengangguk. Akupun meninggalkan omma dan appa. Diluar Myungsoo melihatku , jelas saja ia meminta penjelasan. Tapi aku tidak berkata apapun aku malah berjalan menunju kamar Myungsoo.

“Noona sebenarnya apa yang noona pikirkan? Kenapa noona mengizinkan mereka menginap disinih?”Tanya Myungsoo tidak suka

“Ini sudah larut malam , aku tidak tega melihat mereka pulang larut malam begini. Lagi pula mereka pasti lelah melakukan perjalan dari Busan ke Seoul.”Jelasku apa adanya.

“Tapi Noona mereka itu…”

“Myungsoo aku mengerti , aku mengerti sekai apa yang kau rasakan. Walaupun mereka memang tidak pernah memperlakukan kita seperti anak mereka , tapi biarkan kita melakukan mereka seperti orang tua kita. Walau bagaimanapun omma telah melahirkan aku dan kau. Setidaknya hormati mereka.”

Myungsoo tampak mengerti arah pembicaraanku. Ketika orang lain menampar pipi kirimu berilah pipi kananmu , mungkin itulah yang sedang kulakukan sekarang. Walaupun mereka sudah menyakitiku dan Myungsoo sering , tapi bukan berarti aku bisa menyaktii mereka. Karena ini hanya akan memperkeruh suasana yang ada.

“Noona maafkan aku.”Bisik Myungsoo ditelingkau sambil memeleukku.

“Maaf untuk apa?”Tanyaku binggung.

Myungsoo tidak menjawab. Ia malah memelukku makin erat.Aku menaruh tanganku tepat diatas tangan Myungsoo.

Keesokan harinya benar saja omma dan appa sudah pergi pagi sekali. Mereka hanya meninggalkan sepucuk surat bertulisan “terima kasih” tidak ada yang lain. Aku merasa sedikit kecewa tapi memang seperti itu mereka.

“Mereka sudah pulang?”Tanya Myungsoo datar.

Aku manggut “Kau mau makan?”

“Noona aku sudah memutuskan aku akan melakukan confresi pers bersama perusahaan hari ini.”

Piring yang kupegang jatuh begitu saja ketika mengetahui apa yang Myungsoo katakan

“Noona apakah kau baik – baik saja?”Tanya Myungsoo kawatir

“Apakah kau yakin? Apakah kau akan baik – baik saja?”Tanyaku cemas

“Tapi aku minta satu hal , bisakah noona ikut pada menemani pada acara conversi pers? Aku ingin noona duduk disebalahku.”

Aku memandang Myungsoo tidak percaya. Sejak kapan Myungsoo menjadi sekuat ini? Dalam waktu beberapa hari ia sudah bisa menghadapi media masa? Apakah Myungsoo sudah sedewasa itu?

“Kalian disinih juga?”Tanyaku kaget melihat semua member infinite datang pada acara conversi pers

“Kami datang untuk mendukung Myungsoo.”Kata Woohyun sambil memeluk Myungsoo.

Aku tersenyum. Satu hal yang kumengerti sekarang , dulu kami menghadapi semua tekanan berdua , tapi sekarnag tidak lagi. Myungsoo sudah punya keluarga baru , member infinie yang selalu mendukungnya. Dan tentu juga aku.

Kami tidak akan berjuang berdua , sekarnag kami berjuang bersama – sama. Dan tentu saja itu sangat membahagiakanku.

“Myungsoo apakah kamu sudah siap?”Tanya Chansung.

Myungsoo mengangguk.

Dari tempatku sekarang aku bisa melihat sudah banyak wartawan yang menunggu. Aku masuk ke dalam ruangan konveresi pers di temani Myungsoo. Jujur saja aku gugup karena banyaknya kamera yang menyorot kearah kami. Tapi kegugupanku hilang sedikit demi sedikit ketika kumenyeadari Myungsoo menggegam erat tanganku.

“Terima kasih atas kesediaan para media yang datang hari ini. Hari ini kami akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.”Kata Chansung membuka conversi pers tersebut

“Sebelumnya saya minta maaf pada inspirit yang telah mencintai dan mendukung saya selama ini. Tapi apa yang diberitakan memang benar nyatanya. Dulu sewaktu kecil saya pernah dianiaya oleh seseorang.” Jelas Myungsoo

Aku bisa menyadari ada getaran dalam suaranya. Aku mencoba menggeam tangan Myungsoo lebih erat. Aku hanya ingin tahu kalau ia tidak sendiri , ia memiliki aku disisinya yang selalu ada untuknya.

“Saya benar – benar malu mengakui hal ini , tapi saya harus mengakuinya. Karena saya tidak mau hidup dalam kebohongan terus. Saya minta maaf karena telah mengecewakan kalian semua. Kalau kalian semua sekiranya tidak bersedia menerima keadaan saya yang seperti ini saya siap mundur dari dunia hiburan.”

“Myungsoo apa yang kau katakan!”Bentakku pelan

“Noona kurasa ini yang terbaik. Aku tidak mau membebani member infinite yang lain hanya karena scandalku.”

Aku tahu maksud Myungsoo baik , tapi aku rasa bukan begini caranya. Mereka juga tidak mengingkan hal ini terjadi. Karena kau tahu mereka sangat mekawatirkan Myungsoo lebih dari mereka mengkawatirkan reputasi mereka.

“Perkenalkan nama saya Kim Narsha , saya adalah kakak biologis dari Myungsoo.” Kataku memperkenalkan diri

“Apakah kau fotografer yang selalu disebut – sebut KN itu?”Tanya salah seorang wartawan

Aku mengangguk. “Aku tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan kalau aku benar – benar ingin menjelaskan apa yang terjadi. Aku ingin kalian semua tahu bahwa Myungsoo masih layak menjadi bintang , layak menjadi idola kalian walaupun ia mengalami kejadian yang tidak menyenangkan di masa lalu.”

Air mataku tumpah begitu saja tanpa bisa terbendung. Ini sangat memalukan karena kau harus menangis di depan banyak media seperti ini.

“Keluarga kami , bukanlah keluarga yang harmonis. Omma sering keluar meninggalkan kami ketika kami masih kecil untuk bekerja. Maka akulah yang mengurus Myungsoo , seiring jalanya waktu omma menemukan pria yang tepat untuknya. Maka ia menikahi pria itu dan pria tersebut adalah pria yang baik. Suatu hari mereka memutuskan untuk berlibur , pada saat itu aku tidak mau ikut karena aku tidak begitu akur dengan anak dari appa tiriku. Maka aku dan Myungsoo dititipkan pada salah seorang kerabat appa tiriku.

Menurut cerita dari appa tiriku kerabat tersebut sudah lama tinggal sendirian , dan suka merasa kesepian. Maka kami disuruh menemaninya sekaligus dia bisa membantu menjaga kami. Aku setuju. Aku tidak bisa merasa ada yang aneh dengan kerabta appa tiriku , ia bahkan suka menyuruhku bermain kerumah tetangga.

Tapi sewaktu kali , aku melihat ada bekas luka lebam di tubuh Myungsoo , aku menanykan apa yang terjadi. Dan ia menceritakan semuanya. Waktu itu Myungsoo masih sd dan aku sudah smp. Myungsoo mungkin saat itu belum mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Tapi karena kau sudah cukup besar pada saat itu maka akupun mengerti.

Aku marah disituh , aku memberi tahu pada ommaku. Tapi omma tidak menanggapi serius akan hal itu. Ia baru percaya waktu ia melihat samchung mengiaya Myungsoo sendiri dengan mata kepalanya. Karena itu aku marah , bagaimana omma tega – tega melihat anak yang dilahirkanya diperkosa oleh orang lain? Disituh aku memutuskan untuk membawa Myungsoo keluar dari rumah.

Myungsoo yang mulai mengerti apa yang terjadi sewaktu kecil ia mulai merasa jijik dengan dirinya sendiri , ia mulai merasa depresi. Ia bahkan hampir bunuh diri , tapi musiklah yang menyelemantkanya. Karena cita – citanya ingin menjaid bintanglah yang menjadikannya seperti saat ini. Aku mohon pada kalian , apapun yang terjadi pada Myungsoo di masa lalu , itu tidak akan merubahnya Myungsoo tetaplah seperti Myungsoo yang sekaran gkau lihat. Walaupun ia memiliki masa lalu yang kelam.”

Aku membungkuk 90 derajat meminta maaf. Air mataku masih mengalir. Ini semua salahku , Myungsoo begini karena keegoisanku. Yah memang ini semua salahku. Coba dulu aku tidak menolak ikut liburan , Myungsoo tidak akan mengalami musbiah seperti ini.

“Noona sudahlah , jangan membungkuk lagi.”Bisik Myungsoo meminta

Aku menoleh pada Myungsoo. Air mata mengalir semakin deras setelah aku melihat wajahnya. Tidak tega melihatku yang menangis terus Myungsoo memelukku. Dan dalam pelukan Myungsoo tangisku semakin pecah.

Setelah insiden itu member Infinite yang lain keluar. Aku kaget , tidak seharusnyanya mereka keluar karena mereka datang hanya untuk mendukung kami , bukan untuk ikut conversi pers

“Kami mohon tetap dukung kami , apapun yang terjadi pada Myungsoo di masa lalu , Myungsoo tetaplah Myungsoo. Ia tetap bagian dari Infinite.”Tegas Sunggyu

Aku dan Myungsoo terkaget – kaget karena mereka ikut membungkuk 90 derajat juga untuk waktu yang lama. Aku tahu yang mendorong mereka melakukan sejauh ini hanya karena Myungsoo , mereka telah menganggap Myungsoo menjadi bagian dari keluarga mereka.

Setelah penjelasan yang penuh emosi itu , kami pergi meninggalkan ruangan conversi pers. Walaupun masih ada wartawan yang mengejar kami karena kurang puas dengan sesi tanya jawab , tapi kami tidak menjawab atas saran dari Chansung,

“Noona sudah jangna menangis lagi , noona tampak jelek saat menangis.”Goda Sungjong.

Aku tersenyum pahit “Maafkan aku yah.”

“Ini kali pertama aku meliha Narsha noona menangis. Dan pertama kali aku melihatnya menangis dan ia menangis untuk Myungsoo. Kamu benar – benar beruntung punya noona sepertinya yang mau melakukan apapun demi adiknya. Coba noonaku begitu aku pasti akan bahagia.”Timpal Woohyun.

“Myungsoo untuk sementara ini kegiatan kamu akan di hentikan sementar. Kita melihat respon dahulu. Kalau responnya bagus kamu boleh kembali melanjutkan aktivitas kamu.”Kata Chansung

“Baiklah aku mengerti. Selama pemberhentian aktivitasku apakah aku boleh pulang kerumah?”Tanya Myungsoo penuh harap.

“Itu tidak akan jadi masalah kau mau tinggal dirumah ataupun di dorm , itu terserah kamu. Dan mungkin menurut pendapatku kalau respon dari orang banyak baik mungkin mereka akan lebih penasaran dengan detail masa lalumu. Kau harus siap kalau sewaktu – waktu mereka meannyakan detail tentang masa lalumu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s