Be Mine [Chapter 5]

Posted: February 8, 2012 in Be Mine
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

3 minggu berlalu setelah kejadian converesi pers tersebut. Kehidupanku sedikit banyak berubah setelah media menyorot tentangku. Aku mendapatkan banyak tawaran untuk di wawancari. Bahkan ada menejement yang mengontrakku untuk menjadi talent mereka. Tentu saja aku menolak.

Aku memang bisa dibilang pekerja seni , tapi bukan di bidang hiburan. Aku hanya bisa memotret dan itu yang akan kutekuni. Aku tidak mau menekuni bidang yang sama sekali aku tidak tahu,

Aktiftas keartisan Myungsoo sudah berjalan seperti biasa setelah seminggu dari converesi pers tersebut. Sekarnag sudah tidak ada yang membenci Myungsoo semua fans malah mendukung Myungsoo , dan menurut menejer penjualan album Infinite melonjak tajam setelah insiden tersebut.

Aku senang mendengar hal itu , itu berarti makin banyak orang yang mencintai infinite. Walaupun semakin popular mereka , aku semakin sulit bisa bertemu dengan Myungsoo. Tapi walaupun begitu kami tiap hari berkomunikasi via telepon selular atauapun internet.

“Narsha ada yang mencarimu dibawah.”Kata Gain memberi tahu

“Mencariku? Siapa?”Tanyaku binggung

“Entahlah. Temui saja dulu.”

Aku merasa tidak membuat janji dengan siapapun. Akupun turun kebawah. Deng! Sialan Gain makiku dalam hati.

“Aku berharap kau tidak menghindariku lagi.”Kata Junho tegas

Sejak insiden conversi pers itu Junho semakin nekat mendekatiku. Mungkin karena ia tahu kalau Myungsoo bukan pacarku melainkan adikku. Karena kenekatannya itulah aku menghidari dia.

Sudah dua minggu aku menghindari dia. Aku benar – benar tidak nyaman dengan kelakuan Junho. Aku tahu ia menyukaiku , dan ia mendekatiku untuk menarik hatiku. Tapi karena keterus terangnanya dan yah aku akui aku bisa merasakan ketulusannya tapi aku menolaknya hanya karena aku lebih memilih menjaga perasaan Myungsoo dari pada perasaan Junho , kurasa itu tidak adil.

“Minumlah.”Kataku membeirkan secangkir kopi pada Junho

“Sudah 2 minggu lebih kau menghindariku , selama meeting kau tidak mau berbicara denganku , kau juga tidak pernah membalas sms dan teleponku. Aku datang kerumah kau tidak ada. Sebenarnya kenapa?”Tanya Junho tanpa basa basi.

“Apakah aku boleh jujur?”

“Tentu saja , katakan sebenarnya apa yang kau rasakan hingga kau menghindariku.”

“Aku tidak nyaman denganmu. Aku hanya ingin kita berteman , tapi kau selalu mencoba mendekatiku , kau bertindak seolah bukan kepada teman pada umumnya tapi kepada orang yang kaucintai.”

“Tapi aku memang benar mencintaimu.”

“Kau jangan membuatu merasa seperti orang jahat. Aku benar – benar tidak suka perasaan ini. Perasaan bersalah. Semakin kau mendekatiku aku semakin berasa bersalah karena aku tidak bisa membalas perasaanmu.”

“Tapi kenapa kau tidak bisa membalas perasaanku?”

“Karena aku tidak memiliki perasaan apapun padamu. Sudahlah Junho aku mohon padamu menyerah padaku. Kau bisa menemuka perempuan yang lebih baik dair padaku , aku percaya itu. Ditambah kau sekarang ganteng , mapan , memiliki kendudukan. Aku yakin banyak perempaun diluaran sanah yang mengantri untuk mendapatkan hatimu.”

“Tapi aku inginya hanya kamu seorang. Tak bisakah aku menginginkanmu?”

Karena saking frustasinya kau terhadapa Junho , akupun pergi meninggalkan Junho. Tapi bukan Junho namanya akalu ia mudah meneyrah ia bahkan mencoba mengejarku ke atas , padahal tidak seorangpun yang boleh masuk ke lantai dua kecuali ia merupakan staff di majalah ini.

“Ya kau tidak boleh masuk kemari!”Bentakku

“Aku belum selesia bicara denganmu , Narsha.” Kata Junho sambil menahan tanganku.

“Kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Kalau kau mau terus mendekatiku baiklah , aku tidak akan protes tapi aku akan tetap menghindarimu.”

Junho melepaskanku begitu saja. Akupun berjalan dengan kesal menuju studio. Dasar keras kepala! Kenapa sich tidak menyerah saja? Lelaki yang aneh.

“Ya Gain! Kenapa kau tidak memberi tahu kalau yang mencariku itu Junho?”Tanyaku kesal setibanya aku di ruanganya

“Kalau aku memberi tahu kau tidak akan mau menemuinya. Makanya tidak kuberi tahu agar kau mau menemuinya.”Jawab Gain santai.

“Kau ini sebenarnya teman siapa sich? Aku atau dia? Kenapa aku selalu merasa kau selalu mendukungnya dari pada mendukungku.”

“Aku tidak mendukung siapapun , tapi aku kasian padanya. Ia ingin sekali mendapatkan kesempatan yang benar untuk mendekatimu , berilah kesempatan itu.”

“Walaupun kuberikan hasilnya akan tetap sama , aku tidak akan menerimanya.”

“Tapi setidaknya ia diberikan kesempatan. Ia merasa akan puas kalau ia diberikan kesempatan untuk mendekatimu. Kalau ia tidak diberikan kesempatan seterusnya ia akan seperti ini. Dan lagi kau memiliki project denganya , kalau kau terus menghindarinya seperti ini apakah kamu tidak lelah?”

“Aku bahkan berpikir untuk mengakhiri projectku denganya.”

“Apa!!? Apakah kau sudah gila? Kau akan membayar mahal kalau kau mengakhiri kontrak di tengah jalan. Selain materi yang kau harus keluarkan reputasimu akan memburuk diluaran sanah.”

“Aku sudah tidak peduli lagi kalau ini jalan satu – satunya aku akan mengambilnya. Berapa banyakpun uang yang harus keluarkan asal aku bisa bebas darinya aku rasa aku tidak masalah.”

“Apakah itu tidak akan lebih menyakiti Junho?”

“Aku tidak tahu.”

Akhir – akhir ini hidupku benar – benar kacau , tidak tenang sama sekali. Aku harus memikikrna Junho yang terus tidak berhenti mengejarku , belum lagi kecemasanku terhadap Myungsoo dan banyaknya tawaran dari stasiun tv maupun menejement yang menawarkanku jadi artis. Ini benar – benar memusingkan

Jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Aku memutuskan untuk turun. Aku yakin Junho pasti tidak akan menungguku , ini sudah malam. Tapi ternyata aku salah besar Junho masih dibawah menungguku

“Kau belum pulang?”Tanyaku datar

“Aku menunggumu. Kita pulang bareng yuk!”Ajak Junho

Aku melihat Junho kesal sekaligus frustasi “Kapan kau akan menyerah padaku?”

“Tidak akan pernah.”

Aku menghela nafas. Aku benar – benar frustasi menghadapi Junho. Aku selalu bertanya – tanya kenapa Junho tidak pernah menyerah mengahadapiku. Padahal setiap kali aku selalu menolaknya.

“Hallo Myungsoo ada apa?”Tanyaku menganggakat telepon

“Noona ada dimana?”Tanya Myungsoo.

“Aku ada di studio , kenapa Myungsoo?”

“Bisakah Noona ke dorm sekarang?”

“Eum baiklah.”

“Maaf Junho , aku harus pergi sekarang.”Pamitku buru – buru pada Junho

“Kau mau kemana biar kuantar. Bahaya pergi malam – malam begini sendirian naik transportasi umum.” Tahan Junho

Aku melihat jam tanganku , memang sudah tidak sempat kalau aku harus mengejar mrt ataupun bus , dan lagi aku tidak membawa kendaraan pribadi. Mau tak mau aku menerima tumpangan Junho.

“Ini apartment siapa?”Tanya Junho setibanya di apartement teman Infinite tinggal

“Adikku , aku diminta kemari. Junho terima kasih yah atas tumpangannya.”Kataku tulus

“Narsha tunggu!”

Aku menoleh. Dengan sekejap Junho menarikku ke dalam pelukkanya dan Cup , ia mencium pipiku. Lantas saja aku menamparnya.

“Kau jangan kurang ajar!”Bentakku marah.

“Maaf , aku tidak bisa menahan diri. Aku benar – benar tidak maaf. Aku tidak bermaksud melecehkanmu.”Kata Junho menyesal

“Sudahlah lupakan saja. Terima kasih atas tumpangannnya.”

Aku buru – buru meninggalkan Junho. Dasar cowok bajingan! Dengan tanganku aku membersihkan bibirku yang habis dicium Junho. Ternyata Junho itu lelaki yang tidak sebaik kupikirkan!

“Myungsoo ada apa kamu memanggilku kemari?”Tanyaku berusaha biasa saja.

“Noona apa kau baik – baik saja? Wajahmu kelihatan pucat.” Tanya Myungsoo cemas.

“Tidak aku tidak apa – apa , Myungsoo kamu memanggilku kemari ada apa?”

“Sunggyu hyung sakit. Ia demam tinggi sekali , tadi aku sudah menghubungi menejer tapi tidak bisa , dan ia tetap tidak mau dibawa kerumah sakit. Ia juga tidak mau orang tuanya tahu ia sakit.”

Aku masuk ke kamar Sunggyu. Semua member mengeliling Sunggyu. Aku mencoba melihat Sunggyu. Suhu tubuhnya sangat tinggi sekali. Buru – buru saja aku mengambil es dari dalam kulkas.

“Kalian tidurlah , biar Sunggyu biar aku yang mengurusnya.”Kataku memberi tahu apda member

“Tapi noona apa tidak apa – apa?”Tanya Woohyun merasa tidak enak

“Tidak apa – apa santai saja. Aku sudah menggap kalian bagian dari keluarga. Hanya merawat Sunggyu saja itu urusan kecil. Sudah kalian tidur , aku yakin kalian sudah lelah. Dan besok aku yakin kalian masih ada jadwal lagi. Jadi istirahatlah.”

Semua member kembali kekamar masing – masing untuk beristirahat. Myungsoo pun demikian , ia kembali ke kamarnya , tapi sebelum kembali kekamarnya ia berbisik padkau untuk menjaga Sunggyu dan menajaga diriku sendiri. Cute bukan Myungsoo?

Semalaman suntuk aku menjaga Sunggyu , aku sama sekali tidak tidur. Karena kalau panasnya tidak turun itu akan bahaya buat otaknya. Paginya panasnya Sunggyu sudah menurut. Akupun meninggalkan Sunggyu untuk membuat sarapan untuk member dan Sunggyu

Karena tidak bahan – bahan yang lengkap maka aku membuatkan sandwich untuk mereka.

“Noona kamu sudah bangung.”Komentar Sungjong yang baru saja keluar dari kamar.

Aku mengangguk , aku tidak mungkin berkata aku tidak tidur semalam , itu akan membuat mereka cemas “Aku sudah membuatkan sarapan untuk kalian , makanlah. Aku mau meyuapi Sunggyu dulu untuk makan bubur.”

“Noona bagaimana keadaan Sunggyu? Apa kita perlu membawanya ke dokter?”Tanya Woohyun

“Demamnya sudah turun , tunggu saja sampai nanti saing kalu keadaannya membaik kurasa ia tidak perlu dibawa kedokter. Chansung sudah tahu tentang masalah ini?”Tanyaku balik

“Kami sudah mengirimnya sms , katanya ia akan kesinih.”

“Oh begitu. Yah sudah kalian sarapan dulu , aku sudah membuatkan sandwich untuk kalian. Aku mau memberikan bubur ini dulu pada Sunggyu.”

Sunggyu masih tidur , aku memegang dahinya untuk mengetahui panasnya dan kubandikan dengak panas tubuhku. Kurasa ia sudah jauh lebih baik sekarang , tidak perlu ke dokter hanya perlu istirahat saja.

“Sunggyu bangun.”Kataku mencoba membangukan Sunggyu.

Sunggyu masih tidak bangun , aku berkali – kali mencoba membangunkan Sunggyu akhirnya setelah beberapa kali mencoba Sunggyu mau membuka matanya.

“Noona?”Komentar Sunggyu binggung

“Makan bubur dulu yah , baru kamu istirahat lagi.”Kataku seraya menyuapi Sunggyu bubur yang telah kubuat.

“Noona kenapa noona bisa ada disinih?”

“Kemarin malam Myungsoo meneleponku , ia menyuruhku datang untuk menjagamu karena kamu sakit. Makanya aku ada disinih.”

“Jadi yang semalaman noona yang telah menjagaku?”

“Bisa dibilang begitu , sudah ayo makan dulu.”

Karena Sunggyu menolak untuk disuapi olehku , akupun mengizinkannya untuk makan sendiri.

“Maaf , aku jadi merepotkanmu , kemarin malam aku pesta dengan teman – teman hingga handphone berbunyi aku tidak bisa mendengarnya.” Sesal Chansung.

“Sudah tidak apa – apa kau juga perlu sekali – kali hiburan. Sekarang keadaan Sunggyu sudah mendingan, ia hanya butuh istirahat beberapa hari dan dia akan kembali sehat.” Jelasku

“Baguslah kalau begitu. Aku akan pergi dulu , aku titip Sunggyu padamu yah.”

“Ia , kau tenang saja aku akan menjaganya. Dia tidak punya jadwal lain kan?”

“Tidak ada untuk minggu ini. Jadi ia bisa beristirahat dirumah.”

Chansung dan para member infinite yang lain mereka meninggalkan dorm satu persatu. Akupun membereskan piring kotor dan juga dapur yang telah kugunakan.

“Sunggyu noona mau istirahat sebentar kalau kamu perlu apa – apa bangunkan noona saja.”Pesanku

“Noona mau kemana?”Tanya Sunggyu penasaran ketika aku meninggalkan kamarnya.

“Aku akan istirahat di kamar Myungsoo. Kalau ada perlu bangunkan aku saja.”

Baru saja aku mau tidur , ponselku berbunyi , tanpa melihat siapa yang meneleponnya au mengangkat telepon tersebut

“Narsha , ini aku. Kumohon jangan tutup teleponnya.” Kata suara dari ujung sanah

Junho!?! Sial! Kenapa aku tidak melihat dulu siapa yang meneleponku. Karena ia sudah bilang jangan tutup teleponnya , mau tak mau aku membiarkannya

“Ada apa?”Tanyaku dingin

“Aku hanya mau minta maaf , kemarin aku menciummu itu perbuatan yang sangat tidak sopan. Karena aku bukan siapa – siapa kamu. Tapi aku benar – benar tidak bermaksud buruk padamu. Aku hanya….”

“Hanya apa?”

“Lepas kendali , aku melihat bibir kamu dan itu begitu imut lalu aku…”

“Sudah tidak perlu diteruskan penjelasanya! Baiklah aku akan memaafkanmu. Sudah yah aku mau istirahat dulu , semalam aku tidak tidur.”

“Tidak tidur? Kenapa? Apakah ada masalah dengan adikmu?”

“Tidak , akan kujelaskan nanti , aku benar – benar butuh istirahat sekarang. Sudah yah.”

“Baiklah , istirahat dengan baik yah.”

Aku naik ke ranjang Myungsoo , aku bisa mencium wangi tubuh Myungsoo di tempat tidurnya. Wangi yang bisa menggambarkan Myungsoo dingin diluar tapi hangat didalam dan sangat laki. Tak butuh waktu lama aku terlelap

“Noona bangun.”Panggil Myungsoo

Dengan malas – malas aku bangun. Aku melihat jam wah! Sudah jam 4 sore lagi! Aku benar – benar lelah sepertinya tidur dari jam 9 dan bangun jam segini. Aku buru – buru turun dari ranjang.

“Noona kau mau kemana?”Tanya Myungsoo yang melihatku terburu – buru keluar kamar

“Sunggyu! Aku lupa memberinya makan siang!”Kataku cepat

“Noona tenang , ia sudah makan.”

“Sudah makan?”

“Ia tadi siang aku kemari mengecek keadaan Sunggyu hyung , ia sudah baik. Aku sudah memanaskan bubur yang kau buat pagi ini. Ia sudah makan.”

“Lalu kenapa kau tidak membangunaknku?”

“Noona kelihatan sangat kelelahan sekali , aku tidak tega membangunkan noona.”

Aku mencubit pipi Myungsoo pelan. Memang benar aku sangat kelelahan sekali setelah menjaga Sunggyu semalam. Bahkan Myungsoo pulangpun aku sama sekali tidak tahu

“Kau sudah makan?”Tanyaku

“Belum , noona sudah tidak perlu masak. Dongwoon hyung akan membawakan makanan malam ini , kita akan makan malam bersama disinih. Noona tidak akan langsung pulang kan?”Tanya Myungsoo

“Tidak , kita makan malam bersama kan?”

Myungsoo mengangguk. Aku menunggunya berkomentar. Tapi ia tidak berkomentar apapun. Tapi melihat dari gelagatnya ia seperti ingin mengatakan sesuatu , tapi ia tampak ragu dengan apa yang ia ingin katakan

“Myungsoo kalau kau ada masalah atau apapun yang menggajal hatimu kau bisa katakan pada noona.”Kataku dewasa

“Noona apakah noona menyukai Junho?”Tanya Myungsoo tiba – tiba

Aku kaget bukan main mendengar pertanyaan Myungsoo , kenapa tiba – tiba ia menanyakan pertanyaan seperti itu

“Myungsoo kenapa tiba – tiba kau bertaya seperti itu?”

“Tadi siang saat aku tiba di apratement tidak sengaja aku bertemu Junho , aku sempat mengobrol dulu denganya , ia meminta maaf. Ia juga meminta izin padaku untuk melepaskan noona. Ia mengatakan alasan noona menolaknya karena aku. Aku tahu selama ini aku melarang noona berpacaran , karena aku takut kehilangan noona. Tapi kalau noona menyukai pria tersebut , aku rela.”

Aku memeluk Myungsoo “Bodoh!”

“Noona , kau tak perlu menahan perasaanmu hanya karena takut padaku.”

Aku memukul dada Myungsoo pelan. “Aku tidak menyukainya , bagaimanpun aku menerimanya. Aku masih ingin bersama dengan kamu.”

“Benarkah itu?” Myungsoo melepaskan pelukanku , melihatku meminta kepastian.

Aku menangguk yakin. Untuk saat ini aku hanya ingin fokus dengan Myunsoo dan juga karirku. Selama 2 tahun aku bekerja di Paris aku sudah benar – benar lari dari tanggung jawabku sebagai noona untuk Myungsoo , dan sekarang aku tidak mau melanggar dari tanggung jawab itu.

Sejak aku dan Myungsoo keluar dari rumah , dari saat itu aku sudah berjanji pada diirku dan almarhum appa ku kalau Myungsoo akan menjadi tanggung jawabku sepenuhnya. Akulah yang akan menjadi penganti orang tua dan juga noona untuknya.

“Myungsoo kurasa aku harus menjelaskan ini.”Kataku serius

“Menjelaskan tentang apa?”Tanya Myungsoo binggung

“Tentang aku dan Junho.”

Myungsoo terdia. Aku menunggu Myungsoo berkomentar tapi ia tidak berkomentar apapun maka akupun melanjutkan perkataanku.

“Kau sudah tahu kan sebenarnya bagaimana awalnya hubunganku dengan Junho dari awal? Dan kenapa bisa sampai seperti ini. Kurasa kau sudah tau sampai situh. Tapi ada yang perlu kau tahu juga , aku benar – benar tidak bisa berpacaran denganya.”

“Tapi kenapa? Bukanya ia baik padamu? Ia juga tampan dan juga memiliki kedudukan.”

“Aku tahu , Gain dan Jea juga berkata demikian. Mereka berpikir alasan aku menolaknya sama seperti pikiranmu , itu karena kamu. Siapa yang tidak tahu kalau adikku Myungsoo ini memiliki sister complex yang sangat akut. Tapi asal kau tahu bukan kau saja yang memiliki sister complex , tapi aku juga.”

“Noona juga? Tapi noona…”

“Noona memang tidak pernah melarangmu bergaul dengan lawan jenis. Tapi noona akan sangat amat cemburu kalau kamu punya pacar. Aku tidak bisa membayangkan kalau kau punya pacar dan kau akan sibuk dengan pacar dan pekerjaanmu dan melupakan noona , noona tidak mau itu terjadi.”

“Selama ini kita selalu menghabiskan waktu berdua , kita mengalami masa – masa sulit sampai seperti sekarang kita jalani bersama. Noona hanya tidak tahu jadinya kalau ada seseorang masuk kehidupan salah satu dari kita , akan jadi seperti apa kita. Tidak hanya kamu , Myungsoo yang takut merasa dtinggalkan , akupun demikian. Aku tidak akan tahu bagaimana hidupku tanpa dirimu.”

“Aku tidak mengira noona akan berkata demikian. Karena noona selalu tegar , noona tampak tidak perlu aku. Noona kelihatan akan baik – baik saja tanpaku. Aku tidak menyadari kalau noona membutuhkanku.”

“Noona selalu merasa membutuhkanmu , Myungsoo. Tapi mungkin noona tidak mengungkapkannya secara terang – terangan sepertimu. Maka dari itu sekarang noona menjelaskan. Jangan terbebani dengan noona. Noona tidak berpacaran bukan karena tidak dapat izin darimu atau takut kamu marah. Ini semata – mata karena noona belum mau terpisahkan darimu.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s