Jam sudah menunjukan pukul 9 malam , dan kami baru saja memulai makan malam. Sangat telat sebenarnya , kami menunggu sungyeol yang ternyata pulang telat dikarekan syuting yang belum selesai

Karena Dongwoon membawakan ayam pedas maka Sunggyu tidak bisa makan , mau tak mau aku kembali membuatkan bubur lagi untuknya.

“Maafkan aku jadi merepotkan noona.”Sesal Sunggyu

“Hanya membuatkan bubur , apa yang merepotkan sich?” Kataku santai

“Sudah lama kita tidak makan bersama – sama di dorm seperti ini yah.”Komentar Woohyun

“Maafkan aku , karena jadwal syuting yang telat jadinya kita makan selarut ini.”Sesal Sungyeol

“Santai saja , kita mengerti itu kok.”

Semuanya bercerita tentang pengalaman pekerjaan mereka masing – masing. Karena sekarnag infinite sudah lewat masa promosi dan melakukan kegiatan idividu jadi jarang mereka berkumpul seperti ini. Dikala mereka berkumpul seperti ini pasti saja ada candaan yang terjadi. Dan tidak jarang Sungjong yang menjadi orang ternaiyanya karena maknae.

Aku pribadi hanya mendengar apa yang mereka bicarakan , sambil sekali – kali berkomentar kalau ada yang aku mengerti. Tapi lebih banyak tidak mengerti karena mereka lebihs ering bercerita tentang pekerjaan dan orang – orang disekitar mereka yang sama sekali tidak kukenal

“Noona hari ini noona menginap lagi saja disinih.”Pinta Sungjong

“Menginap disinih lagi?”Kataku heran.

“Ia , lagi pula Sunggyu hyung belum sembuh benar. Noona disinih saja sekalian menmani Sunggyu hyung dan membuatkan makanan untuk kita.”

“Itu sich maunya kamu!”Komentar Woohyun

Aku tersenyum , wajar saja Sugjong mau dibuatkan makanan , karena tidak ada member infinite yang mau membuatkan makanan , seperti sarapan pagi. Aku melihat Myungsoo untuk memintar persetujuannya.

“Terserah noona saja. Tapi apa noona besok ada jadwal pemotretan?”Tanya Myungsoo

“Ada , tapi sore hari.”

“Kalau noona tidak keberatan menginap saja disinih , Sunggyu hyung juga belum sembuh benar , ia masih membutuhkan noona. Dan juga aku ingin sarapan pagi lagi buatan noona.”

Aku memutuskan untuk meningap disinih. Aku tidur di ranjang Myungsoo dan Myungsoo tidur bersama Woohyun di ranjang yang sama. Esok harinya keadaan Sunggyu sudah membaik , suhu tubuhnya sudah normal.

“Sunggyu noona berangkat kerja dulu yah.”Pamitku.

“Hati – hati noona.”Seraya beranjak dari ranjang

“Sudah Sunggyu tak perlu mengantarkaku aku bisa keluar sendiri. Nanti setelah pulang kerja noona akan kemari lagi.”

“Terima kasih noona , maaf jadi merepotkan noona.”

“Merepotkan apanya? Aku hanya menjaga kamu saja kok. Tidak merepotkan.”

Baru saja aku keluar apartement , aku di kejutkan dengan adanya Junho. Junho menghampiriku

“Kau kenapa bisa ada disinih?”Tanyaku binggung.

“Aku menunggumu , aku benar – benar ingin minta maaf padamu.”Kata Junho menyesal

“Bukannya aku sudah memaafkanmu? Kenapa kau masih disinih menungguku?”

“Aku benar – benar merasa bersalah padamu. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan agar bisa menebus kesalahanku.”

“Sudahlah lupakan saja. Aku sudah memaafkanmu , aku tahu kenapa kau berbuat seperti itu. Kau kan sudah menjelaskannya? Dan yah… itu hanya sebuah ciuman yang hanya seperkian detik jadi sudah tidak perlu terlalu merasa bersalah.”

“Bagiku itu bukan hanya sekedar ciuman saja!”

“Junho sebaiknya kau pulang , kau kelihatan sangat letih. Kau pasti banyak tugas di kantor sehingga kau jadi seperti ini. Sudahlah kau pulang saja.”

“Dari kemarin aku menantimu disinih. Aku menunggumu hingga kau keluar , apakah kau tahu itu?”

“Dari 2 hari yang lalu!?!”

Junho mengangguk. Aku benar – benar tidak percaya selama itu ia menunggu di sinih? Pantesna saja dia kucel seperti itu

“Tadinya aku mau pulang , tapi aku tidak bisa. Aku selalu memikirkanmu , aku selalu merasa bersalah padamu.”

“Junho dengar , aku sudah memaafkanmu. Sekarang kau bisa lega. Kau lebih baik sekarang pulang kerumah , mandi dan istirahat. Kau terlihat sangat letih sekali.”

Junho mendengar bujukanku. Iapun mau pulang. Akupun buru – buru langsung ke studio karena sudah tidak ada waktu lagi. Pasti telat , batinku dalam hati. Sesampainya di studio aku kaget , semua setting untuk pemtoretan sudah siap.

“Siapa yang menyiapkan ini?”Tanyaku binggung pada salah seorang staff

“Orang itu.”Jawab staff tersebut sambil menunjuk seseorang yang sedang membelakangiku.

Aku menghampiri orang itu “Jaejoong!?!” Kataku kaget

“Oh hai! Kau baru datang?” Sapa Jaejoong sambil masih sibuk ngeset studio

“Kok kamu bisa ada disinih?”

“Mulai sekarang Jaejoong akan bekerjad di majalah kita.” Kata Gain yang baru saja datang

“Jaejoong bergabung dengan kita?”Tanyaku binggung

“Kemarin aku menawarinya pekerjaan untuk kembali menjadi assitenmu. Dia mengatakan ia mau , makanya mulai sekarnag ia akan bekerja disinih.”

“Tapi bagaimana dengan pekerjaannya di Paris?”

“Aku sudah mengontak tempatnya dulu bekerja , mereka tidak mempermasalahkan Karena ternyata kontrak Jaejoong juga dengan mereka sudah berakhir dalam hitungan bulan. Dan aku pikir kamu butuh seorang asisten.”

“Hey Narsha!”Sapa Jea

“Hey! Kenapa kau bisa ada disinih?”Tanyaku heran

“Kau lupa hari ini kau memotret siapa?”

“Oh… Jadi kau sekarang bekerja untuk Mblaq?”

“Baru beberapa minggu ini saja aku disuruh bekerja dengan mereka. Narsha besok kau kan ke Busan , aku nitip ikan yah.”

“Busan?”

Aku langsung melihat agendaku. Aku sudah melingkari dengan spidol merah besok. Iya besok aku harus pulang ke Busan , besok adalah peringatan hari kematian appaku. Aku hampir saja melupakan hari peringatan kematian appaku.

“Kau lupa yah?”Tanya Gain

Aku menangguk “Karena begitu banyak hal yang kukerjakan aku hampir saja lupa.”

“Narsha mereka sudah datang.” Bisik Jaejoong ketika melihat member Mblaq masuk ke dalam studio satu persatu.

Satu – satu member menyapaku. Ini bukan kali pertama aku memotret Mblaq sudah ada mungkin 5 kali , tapi aku semakin dekat sejak mereka tahu kalau aku noonanya Myungsoo. Karena sebagian dari member Mblaq ternyata teman baik Myungsoo.

Pemotretan sore itu berjalan lancar , malah lebih cepat dari pada biasanya. Karena aku tidak harus menyeting segalanya sendiri. Jaejoong ada disisiku sangat amat efisien , selain kami sudah saling mengenal satu sama lain kami juga sudah lama bekerja sama. Jadi sudah tahu apa yang harus dilakukan

“Narsha kamu mau kemana? Ayo kita pergi makan dulu!”Ajak Jaejoong selesai pemotretan

“Maaf tapi aku tidak bisa ikut , kalian saja. Aku masih ada urusan.”Kataku buru – buru.

Aku sudah berjanji untuk menemui Sunggyu untuk mengecek keadaannya. Dan aku juga masih harus beres – beres untuk besok ke Busan.

“Sunggyu bagaimana keadaanmu? Apakah sudah mendingan?”Tanyaku sambil memegang dahi Sunggyu , panasnya sudah turun sich

“Sudah noona , terima kasih selama 2 hari ini sudah menjagaku.” Kata Sunggyu bersungguh – sungguh

“Apaan sich kau. Aku hanya menjagamu saja. Oh iya , aku dari tadi belum melihat Myungsoo , dia belum pulang?”

“Belum , memang ada apa noona?”

“Tidak , tidak ada apa – apa.”

Aku memutuskan untuk tidak menunggu Myungsoo pulang. Karena kalau aku harus menunggunya pulang , aku akan pulang ke rumah telat lagi. Lagi pula aku sudah cukup lelah karena seharian mengurusi Sunggyu dan tadi selesai pemotretan.

“Noona kamu ada dimana?”Tanya Myungsoo dari telepon

“Aku baru saja sampai dirumah. Kau sudah pulang?”Tanyaku balik

“Ia , tadi Sunggyu hyung mengatakan noona mencariku , ada apa noona?”

“Soal besok , kau akan pergi atau tidak ke Busan?”

“Oh iya aku hampir lupa! Aku akan menanyakan pada Chansung hyung dulu yah , apa aku boleh melewati latihan besok.”

“Eum baiklah.”

Keesokan harinya Myungsoo menjemputku pagi – pagi buta. Myungsoo mendapatkan izin untuk pergi ke Busan , tapi hanya sampai sore hari. Karena sore sampai malam ia harus latihan bersama member lain.Untuk mempersingkat waktu kami memutuskan naik kereta cepat menuju Busan.

Sebelum ke makan appa kami menyempatkan diri mampir di pantai , karena Myungsoo meminta ingin melihat pantai maka kami mampir dulu.

“Sudah lama yah kita tidak kemari.” Komentar Myungsoo sambil duduk di tepi pantai

“Sejak kepindahan kita ke Seoul kita tidak pernah kemari lagi.”Tambahku

“Kalau dipikir – pikir kita sudah bersama untuk waktu yang lama yah noona.”

“Tentu saja , kita berdua meninggalkan Busan saat kau berumur 7 tahun sampai kau sudah sebesar ini. Tentu saja kita sudah bersama untuk waktu yang lama.”

Kami cukup lama menghabiskan waktu di pantai , sambil menikmati makanan yang sengaja kubawa dari rumah. Bukan makanan berat hanya roti isi biasa saja.

“Kalian baru datang.”Komentar Omma yang ternyata sudah ada lebih dahulu di makam appa

“Appa mana?”Tanya Myungsoo tanpa menyapa terlebih dahulu.

“Ia sedang mencuci buah – buahan , kalian berdoa saja dulu.”

Aku dan Myungsoo memberi hormat dan berdoa. Sebelum itu kami menaruh bunga mawar putih kesukaan appa di makamnya dan juga makanan kesukaan appa semasa dulu ia hidup. Aku sengaja menyiapkannya , dan selalu menyiapkannya setiap tahunnya.

“Appa , sudah lama kita tidak bertemu. Sekarang aku dan Myungsoo hidup dengan sangat baik. Myungsoo sekarang sudah menjadi bintang appa. Sesuai dengan apa yang ia mimpikan. Appa kalau appa disinih pasti appa banga dengan Myungsoo , ia sudah tumbuh menjadi pemuda tampan , berbakat , dewasa dan bertanggung jawab seperti appa. Appa aku sangat rindu appa , anda appa bisa berada disisi kita sekarang , pasti akan lebih menyenangkan. Appa dari surga melihat kami bukan? Appa pasti tahu apa yang terjadi pada kami , tapi appa tidak perlu kawatir , walaupun hidup yang kami jalani tidaklah mudah kami bisa melaluinya appa , karena kami tahu kami punya appa dan juga kami akan saling mendukung , satu sama lain. Seperti yang appa pesan sebelum appa meninggal. Appa aku rindu pelukan appa.”

Air mataku menetes satu demi satu tetes. Sial batinku! Kenapa aku harus menangis disinih? Hanya berdoa begitu saja bisa membuatku menangis , aku benar – benar lemah

“Noona sudahlah.”Kata Myungsoo pelan sambil memelukku

Aku buru – buru menghapus air mataku. “Myungsoo ayo kita pulang.”

“Kalian sudah mau pulang?”Tanya Appa tiriku yang baru saja selesai mencuci buah – buahan

Aku menangguk “Myungsoo harus langsung pulang ke Seoul sore ini. Kami tidak bisa lama – lama. Maafkan kami.”Kataku sopan

“Kalian tidak akan membawa makanannya?”

“Tidak , biar appa dan omma saja yang membawanya. Kami permisi dulu.”

3 Bulan sudah , sejak aku dan Myungsoo pergi ke Busan. Dan sejak 3 bulan terakhir ini kami sama sekali tidak bertemu . Menurut managernya ia sekarnag sibuk dnegan syuting drama korea terbarunya. Ah benar – benar menjengkelkan!

“Kenapa wajah kamu jelek seperti itu? Ditinggal sang adikah? ”Tanya Gain dengan nada menggoda

“Diam kau!”Tukasku kesal

“Seharian ini kamu kelihatan tidak bersemangat , kamu kelihatan lebihs ering uring – uringan.”Tambah Jaejoong

“Bagaimana tidak kesal , sudah hampir 3 bulan aku tidak bertemu dengan Myungsoo , ditambah lagi 1 bulan belakangan ini ia sama sekali tidak mengabariku.”Rengeku kesal

“Dia tidak mengabarimu?”Tanya Gain tidak percaya

Aku menangguk “Aku sms tidak dibalas , aku telepon kalau tidak masuk mailbox atau nggak di angkat. Aku sudah mencoba menghubungi manager dan member infinite yang lain , tapi tidak membuahkan hasil.”

“Mungkin dia sedang pacaran makanya tidak mau diganggung.”Celetuk Jaejoong

Pacaran!?!!! Myungsoo??? Mendengar apa yang dikatakan Jaejoong, aku benar – benar kehilangan kata – kata. Apakah mungkin ia pacaran? Bagi seorang publik figur sepertiny mendapatkan pacar pasti tidaklah sulit. Pasti banyak perempuan cantik yang mendekatinya sekarang ini makanya ia lupa padaku.

“Sut… Lihat Jaejoong apa yang kau perbuat pada Narsha.” Bisik Gain pelan sambil menunjukku yang kehilangan semangat

“Yah aku juga tidak tahu ia akan langsung drop seperti ini.”Kata Jaejoong mengelak

“Makanya lain kali jangan sembarangan ngomong apalagi menyangkut Myungsoo. Narsha sudahlah , yang dikatakan Jaejoong tadi itu jangan dipikirkan , ia Cuma sembarangan nomgong. Ia nggak?”

Jaejoong mengangguk Aku pun berkata “Tapi apa yang dikatakan Jaejoong mungkin benar , sekarang Myungsoo sudah terkenal , pasti banyak wanita yang mendekatinya. Jadi mungkin sekarang ia sedang sibuk mengurusi wanita – wanita yang mendekatinya.”

“Narsha di bawah ada yang mencarimu.”Kata salah seorang staff

“Siapa?”Tanyaku binggung

“Tidak tahu , ia tidak menyebutkan namanya.”

“Oh baiklah.”

Sebelum kebawah aku mengintip dulu dari atas siapa yang melihatku. Aku melakukan ini karena aku takut insiden yang waktu Junho kemari terulang lagi. Ia sudah 3 bulan aku tidak bertemu denganya sejak aku terakhiri mengirim pesan singkat memintanya untuk tidak menemuiku.

Ia pun tidak pernah muncul lagi selama meeting. Jujur saja aku merasa lega karena hal itu. Karena kau tidak pelru melihat Junho bersikeras mendekatiku lagi , dan aku tidak perlu merasa tidak enak padanya karena aku menolaknya terus.

Dibawah ada seorang lelaki yang memang sedang duduk menungguku. Tapi aku sama sekali tidak mengenal lelaki itu. Tapi aku bisa jamin lelaki itu bukanlah Junho. Karena aku sudah yakin lelaki itu bukan Junho maka akupun turun

“Maaf apa benar anda mencari saya?”Tanyaku sopan

“Anda pasti Narsha , perkenalkan nama saya Oh Taecyeon .” Kata lelaki yang mengaku bernama Oh Taecyeon itu sambil memberikan kartu namanya.

Aku melihat kartu nama tersebut. Woah…. Direktur CJES menemuiku! Aku benar – benar tidak bisa percaya akan hal ini.

“Ini satu kehormatan bagiku bisa bertemu dengan direktur , tapi kalau boleh tau ada perlu apa direktur datang menemuiku?”Tanyaku sopan

“Tidak perlu memanggilku direktur , kita tidak dalam suasana kerja. Panggil saja aku Taecyeon. Aku datang menemuimu ingin membicarakan Junho.”Kata Taecyeon itu dengan santai.

Aku langsung mengerutkan keningku , jujur saja aku binggung apa hubunganya direktur CJES dengan Junho “Memang ada apa dengan Junho?”

“Aku sudah sering mendengar cerita tentangmu dari Junho. Mungkin kau binggung , biar kujelaskan dulu aku adalah sepupu dari Junho. Junho sering bercerita banyak tentangmu. Ia bercerita kalau kau adalah gadis yang cantik , baik , menarik dan juga smart. Kurasa apa yang dikatakan ia benar , kupikir waktu itu ia berlebihan tapi setelah bertemu denganmu kurasa ia tidak berlebihan.”

“Bagaimana kalau kita bicara langsung ke topiknya saja? Ada aapa kau mencariku?”

“Baiklah , aku hanya ingin tahu apa kau akhir – akhir ini pernah bertemu dengan Junho?”

“Tidak , aku mengirimnya sms , untuk tidak menemuku lagi , sudah agak lama. Dan sejak itu dia tidak menemuiku lagi dan tidak menghubungi lagi sama sekali.”

“Jadi kau tidak tahu sama sekali yah?”

“Aku tidak tahu sama sekali. Memang Junho tidak masuk kerja?”

“Tidak , ia sama sekali tidak masuk kerja , akupun sudah mencarinya dirumahnya tapi tidak ada. Aku mencarimu barangkali kamu tahu ia ada dimana. Ternyata kamupun tidak tahu.”

Aku diam , apa mungkin yah Junho menghilang setelah aku mengirim pesan singkat itu padanya? Kalau benar karena aku , aku harus bertanggung jawab , aku harus membatu Taecyeon untuk mencarinya

“Apa kau sudah menghubungi polisi?”

“Tidak , aku tidak berani melakukannya. Kalau aku menghubungi polisi itu akan menjadi heboh , media masa akan bisa tahu. Aku tidak mau itu terjadi. Reputasi keluarga kami mungkin bisa hancur.”

“Oh begitu yah… Kalau begitu , biar aku membantumu mencarinya. Kalau aku bisa menemukanya aku pasti akan menghubungimu.”

“Kau meman gadis yang baik. Tapi kalau boleh aku tahu kenapa kau mau membantuku? Kau kan sudah menolak Junho?”

“Apa itu ada hubunganya? Aku menolak Junho dengan aku membantumu mencari Junho? Aku memang berharap Junho berhenti mengejarku , tapi ini lain. Junho menghilang dan kau kawatir. Maksudku , kau tahu aku memiliki seorang adik juga , aku membayangkan kalau adikku hilang aku juga akan cemas , segala cara akan kucoba kulakuakn demi mencari adikku , termaksud menghubungi orang yang telah menolak adikku.”

“Aku tidak mengerti apa maksudmu , tapi aku benar – benar berterima kasih padamu.”

Sial! Aku mengatakan aku akan membantu mencari Junho , tapi bagaimana bisa aku mencari Junho sedangkan aku sudah menghapus nomer handphonenya , dan aku sama sekali tidak tahu dimana ia tinggal. Aku benar – benar sudah gila

Keesokan harinya , aku hari ini memutuskan untuk mencari Junho , ketempat – tempat yang mungkin ia suka kunjungi. Termaksud cafe yang pernah aku datangi bersamanya. Sebelum pergi aku sempat mengecek hanpdphoneku berharap da sms ataupun telepon dari Myungsoo , tapi tidak ada. Ia sama sekali tidak menghubungiku , apakah ia sesibuk itu hingga ia tidak bisa menghubungiku?

Hari sudah semakin malam , aku sama sekali belum bisa menemukan Junho , aku sudah mencari ke tempat yang sekiranya mungkin Junho datangi , dan cafe yang dulu kami pernah datangi bersama. Tapi ia sama sekali tidak ada. Kemana sebenarnya ia?

Tunggu…Apa mungkin???

“Junho!”Panggilku

Junho menoleh ia tampak kaget melihatku. Benar saja , ia sedang berada di tempat makan tokpoki yang letaknya bersebelahan dengan sekolahku , dulu kami sering menghabiskan waktu disinih untuk tugas kelompok ataupun hang out.

“Apa yang kau sedang kau lakukan disinih?”Tanya Junho kaget

“Kau sendiri kenapa kau bisa ada disinih?”Tanyaku balik

“Kau bisa lihat sendiri kan , aku bekerja disinih.”

“Seorang direktur hebat , turun pangkat menjadi penjuak tokpoki , benar – benar sesuatu yang langka.”

“Apa kau sedang menghinaku?”

“Aku pesan satu pesan tokpoki!”

Tak lama , Junho memberikanku seporsi Tokpoki. Aku menyantap Tokpiki tersebut dengan lahap , rasanya tidak berubah dari dulu. Benar – benar seperti nostalgia , karena aku sudah lama tidak makan disinih

“Kau kenapa mencariku?”Tanya Junho yang duduk di sebelahku.

“Kemarin sepupumu datang mencariku , ia menanyakan padaku tentang keberadaanmu , aku jawab aku tidak tahu.”Jelasku singkat sambil terus makan

“Lalu kau disinih mencariku?”

“Yeaps , aku berjanji pada sepupumu kalau aku menemukanmu aku akan memberi tahumu. Aku sudah seharian ini mencarimu , aku mencarimu ke tempat yang mungkin kau kunjungi , ataupun cafe yang dulu pernah kita kunjungi. Tapi kau tetap tidak ada. Maka aku teringat temapt ini , ternyata benar saja kau disinih.”

“Aku bertaruh Taecyeon pasti sudah mencariku dalam waktu yang tidak singat. Dalam waktu selama itu ia masih belum dapat menemuiku , dan kau dalam waktu sehari sudah bisa menemukanmu , aku benar – benar takjub.”

“Kita kan sudah menghabiskan waktu bersama cukup lama. Mungkin karena Taecyeon jarang bersama dengamu ia tidak tahu apa yang mungkin kau lakukan atau tidak , apa yang mungkin kau kunjungi atau tidak.”

“Kau masih ingat temat ini?”

“Tentu saja! Setiap pulang sekolah kita selalu menghabiskan waktu kemari untuk mengerjakan tugas kelompok , ataupun sekedar ngobrol. Bagaimana kau bisa lupa?”

“Aku benar – benar bersyukur kau mau mencairku.”

“Aku tidak tahu kenapa kau tiba – tiba ada disinih , entah itu karena aku atau bukan. Tapi aku tidak peduli aku hanya peduli sebaiknya kau pulang saja. Kasian keluargamu yang mencemaskanmu.”

“Tidak ada satupun keluarga yang mencemaskanku.”

“Ada , Taecyeon mencemaskanmu. Kau jangan egois begitu , kasian Taecyeon sudah mencarimu sekian lama.”

“Bagaimana kabarmu Narsha>? Apakah kau baik?”

“Seperti yang kau lihat aku baik – baik saja, walaupun….”

“Walaupun apa?”

“Ah sudah , tidak apa – apa lupakan saja. Eh aku pesan seporsi lagi yah!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s