“Terima kasih sudah mau mengantarkan aku pulang.”Kataku pada Junho.

“Sama – sama.” Kata Junho

“Tunggu Junho! Hati – hati yah di jalan dan…”

“Dan?”

“Aku merasa kau lebih pantas berpakaian seperti ini dari pada memakai jas.”

Junho memandangi pakaianya yang hanya menggunakan kaos polos dan celana jeans robek – robek. Memandangi cari berpakainya sendiri Junho tersenyum , aku tidak mengerti maksud senyumanya itu

“Aku juga merasa begitu.”Tambah Junho

“Hati – hati , dan jangan lupa pulang!”

Junho menangguk , ia pun meninggalkan aku di rumah. Aku mausk ke dalam luma sambil menghela nafas. Akhir – akhir ini aku berpikir untuk menyewa apartement , karena rumah ini sangat besar untuk kutinggali sendiri , dan akhir – akhir ini Myungsoo tidak pernah pulang kerumah. Mengabariku saja tidak pernah. Apakah benar ia pacaran yah?

Esok harinya aku nekat datang ke dormnya Infinite tampa memberi tahu terlebih dahulu. Aku berpikir mungkin dengan begini aku bisa bertemu dengan Myungsoo , karena akhir – akhir ini aku selalu merasa kalau Myungsoo sedang menghindariku , entah kenapa ia berbuat seperti itu.

“Noona , tumben pagi – pagi datang , ada apa?”Tanya Sungjong yang kebetulan membukakan pintu untukku kaget.

“Aku membawakan makan untuk kalian. Apa Myungsoo ada?”Tanyaku penuh harap

“Loh bukanya ia pulang kerumah?”

Aku kebinggungan bukan main , jelas kemarin aku pulang kerumah dan aku tidak menemukan Myungsoo pulang kerumah sama sekali. Paginya pun aku tidak melihat Myungsoo

“Noona kau ada disinih.”Sapa Woohyun

“Dia mencari Myungsoo hyung ,bukanya sejak kemarin Myungsoo pulang kerumah yah?”Tanya Sungjong binggung

“Ia sejak ia meminta izin untuk ke Busan , ia sama sekali tidak pernah pulang kemari.”

Aku binggung bukan main , karena memang sejak saat itulah Myungsoo tidak pernah menghubungiku. Ternyata benar fellingku Myungsoo memang menghindariku , tapi kenapa?

“Noona apa kau baik – baik saja? Wajahmu tampak pucat.”Kata Woohyun kawatir

“Tidak aku tidak apa – apa.”Jawabku bohong

Aku tidak mungkin menjelaskan pada mereka kalau sebenarnya Myungsoo sama sekali tidak pulang. Mereka pasti akan kawatir.

“Tapi kau masih sering bertemu Myungsoo kan?”

“Masih , kami bertemu saat latihan , tapi ia juga jarang latihan karena sibuk dengna syuting dramanya.”

Aku hanya manggut – manggut saja. Apa yang harus kulakukan sekarang? Kemana aku harus mencari Myungsoo? Karena Myungsoo tidak ada , maka akupun tidak lama – lama di dorm Infinite , aku juga mengerti mereka pasti akan melakukan akitiftas mereka , dan kalau ada aku mungkin aku akan menghambat aktifitas mereka.

“Jaejoong hari ini kau saja yang memotret aku akan menyiapkan settingan.” Kataku

“Loh kenapa?”Tanya Jaejoong binggung

“Aku tidak memiliki mood mengambil gambar. Sudah kau saja yang memotret. Tidak akan apa – apa , aku tahu kok kamu bisa melakukanya dengan baik.”

Tanpa banyak bicara aku menyeting studio. Aku tak bohong hari itu aku banyak melakukan kesalah walaupun dalam menyeting lightingpun. Tidak jarang staff yang membantuku menyeting , padahal biasanya aku tidak usah seperti ini.

“Kau kenapa hari ini? Tampak sangat buruk.”Komentar Jaejoong setelah pemotretan berakhir

“Aku hanya sedang banyak pikiran saja.” Jawabku lugas

“Soal adikmu lagi?”

Aku menangguk , aku menceritakan apa yang baru saja aku tahu barusan. Ini benar – benar mengangguku sekali.

“Sebenarnya waktu aku bicara kalau adikmu sibuk pacaran itu hanya iseng saja.”Kata Jaejoong menyesal.

“Tapi kalau benar begitu gimana? Sekarang aku tidak bisa menghubunginya , ia bilang pada member ia pulang kerumah sedangkan aku tahu dirumah itu tidak ada siapapun. Lalu aku harus berpikir bagaimana? Dimana ia tinggal kalau ia tidak ada di dorm dan dirumah? Pasti dirumah pacarnya.” Kataku sebal.

“Jangan kau berpikiri buruk seperti itu.”

Jaejoong tetap berusaha membujukku untuk tidak berpikir yang bukan – bukan. Dari kemarin juga aku sudah berusaha untuk berpikir yang bukan – bukan. Tapi tetap saja tidak bisa , sejak aku tahu kalau ia tidak di dorm dan tidak ada dirumah , aku tidak bisa bersikap tenang.

Aku merasa ingin marah sekali pada Myungsoo , tapi apa hakku untuk marah? Myungsoo bukan anak kecil lagi , ia sudah dewasa dan ia memang sudah diumur yang pantas untuk memiliki pacar. Ah ini benar – benar menyebalkan!

“Jaejoong temani aku minum!”Rengekku pada Jaejoong saat ia mau pulang

“Maaf , Narsha. Tapi aku hari ini benar – benar tidak bisa. Aku sudah ada janji dengan temanku.”Tolak Jaejoong untuk kesekian kalinya

“Ah kau benar – benar menyebalkan! Yah sudah aku minum sendiri saja!”

Aku masuk ke cafe yang tidak jauh dari kantor. Kebetulan aku sudah mengenal bos di cafe ini. Karena kau sudah cukup sering kemari. Tapi ini kali pertama aku datang kemari sendirian.

“Sendirian ajah , Narsha?”Tanya Yoochun , sang pemilik cafe terheran – heran

Aku mengangguk “Tidak ada yang mau menamaniku. Aku pesan minum satu.”

“Kau yakin akan minum? Kau kan tidak pernah kuat minum.”

“Sudah berikan saja! Aku sedang butuh minum.”

Yoochun dengan ragu memberiku segelas kecil soju. Aku meminumnya langsung sekali teguk. Sebenarnya aku tidak kuat minum banyak , dan aku sudah tidak pernah minum – minum lagi sejak 5 tahun belakangan. Tapi kali ini aku butuh karena ini m benar – benar membuatku kesal!

“Apakah kau baik – baik saja?” Tanya Yoochun cemas

“Aku tidak apa – apa.”Jawabku bohong.

Setelah menegak segelas soju akupun langsung berpamitan. Aku sadar benar kondisiku tidak sepenuhnya sadar dan besok aku masih ada pemotretan , aku tidak mungkin pulang terlalu larut.

“Kau mau pulang? Biar kutelepon Myungsoo untuk menjemputmu yah.”Kata Yoochun

“Sudahlah tidak apa – apa , aku baik – baik saja. Tidak usah menyusahkan Myungsoo , sekarang Myungsoo sudah tidak peduli padaku lagi.”Kataku datar.

Yah , mungkin Myungsoo sudah bosan bersamaku , karena selama hidupnya ia selalu bersamaku , Mungkin sekarang ia ingin mencari orang baru untuk menemaninya.

Esok harinya aku bangun dengan kepala sangat berat. Aku benar – benar menyesal karena kemarin malam aku minum , karena kondisiku benar – benar sangat parah sekarang ini.

“Kau kelihatan sangat buruk hari ini.”Komentar Gain setibanya aku di kantor.

“Kemarin aku terlalu banyak minum.”Jelasku

“Narsha , ada orang mencarimu dibawah.”Kata salah seorang staff

“Siapa?”Tanyaku binggung

“Dia memberikan kartu namanya. Ini.”

Staff tersebut memberikan sebuah kartu nama , aku mengambilnya dan melihatnya. Tertulis disituh “Lee Jaesuk SBS PD” . Masih ada saja PD yang bersikeras menemuiku. Aku benar – benar tak habis pikir , padahal insiden tentang Myungsoo sudah lama berlalu tapi masih ajah yang tertarik padaku. Mau tak mau aku menemuinya.

“Selamat pagi.”Sapaku sopan

“Selamat pagi , terima kasih sudah mau menemuiku.”Kata Jaesuk sopan

“Sama – sama , ada yang bisa saya bantu?”

“Anda pasti sudah menerima kartu nama saya. Tapi lebih baik saya perkenalkan diri saya sekali lagi. Saya Lee Jaesuk saya PD dari SBS. Tujuan saya untuk mengundang anda di acara Win Win. Apakah anda bersedia?”

“Maaf tapi saya….”

“Saya sudah mendengar berita tentang anda. , dan saya amat tertarik sekali dengan pengalaman hidup anda. Saya juga mendengar anda sudah di undang ke berbagai macam acara sejak munculnya ada di media , tapi anda menolak. Saya tahu itu. Tapi saya masih berharap anda mau datang ke undangan acara saya.”

“Saya mengerti maksud dan tujuan anda , tapi saya benar – benar tidak bisa memenuhi undangan anda.”

“Tapi kenapa? Katakan apa yang kau inginkan , kami pasti akan mencoba memenuhi semua persyaratan yang kau inginkan.”

“Maaf tapi aku benar – benar tidak bisa melakukanya.”

“Baiklah kalau anda bersihkeras , tapi tolong hubungi saya kalau anda berubah pikiran.”

Akupun mengantar Jaesuk meninggalkan kantorku. Tepat saat Jaesuk meninggalkan kantor ponselku berbunyi.

Jangan kawatir aku akan baik – baik saja –Myungsoo

Membaca sms seperti itu aku tertunduk lemas. Air mataku mengalir begitu saja tanpa bisa kubendung. Myungsoo sebenarnya apa yang sedang kau lakukan sekarang batinku

Hari – hariku berjalan seperti biasa saja. Setelah sms begitu , Myungsoo masih tidak pernah menemuki. Aku masih sekali – kali mencoba menghubunginya tapi tetap saja tidak bisa dihubungi. Akupun tidak pernah lagi mengirim sms pada member infinite lainya karena takut membuat mereka cemas.

Hubunganku dengan Junhopun sudah kembali normal. Junho tidak berusaha mengejarku seperti dulu. Sekarang kami berteman , terkadang aku Junho dan juga Taecyeon main bersama – sama. Sama seperti hari ini , Taecyeon mengajak aku dan Junho untuk pergi minum di tempat favoritenya

Aku sedikit salah tingkat saat masuk ke tempat yang Taecyeon maksud. Tempatnya sangat ekskusif , aku menjamin orang – orang yang masuk ke sinih pasti sekelas Taecyeon dan Junho yang notabeninya merupakan direktur perusahaan besar. Dan see aku merasa terkucilkan , bukan karena aku tidak biasa bergaul dengan orang – orang berkedudukan tapi karena hari ini pakaianku casual sekali , dan sejauh mata memandang semua gadis yang kesinih memakai pakaian yang sangat trendy dan pasti bermerek.

“Sudah tidak perlu malu seperti itu , tidak ada yang berani menyindirmu , Taecyeon merupakan tamu ekskusif disinih.”Kata Junho saat aku mengatakan aku tidak mau masuk.

“Tapi tetap saja , aku merasa tidak nyaman.”Kataku bersih keras

“Sudah santai saja.”Kata Taecyeon sambil menarik tanganku.

Dengan terpaksa aku masuk karena sudah ditarik Taecyeon. Benar apa yang dikatakan Junho sepertinya Taecyeon sering kemari , karena semua pegawai di tempat ini memberi sapaan yang sangat sopan pada Taecyeon. Orang berkedudukan memang beda pikirku.

“Kau mau minum apa?”Tanya Taecyeon menawarkan

“Orange jus saja.”Pintaku

“Kau tidak akan minum?”

“Tidak , aku tidak akan minum.”

“Baiklah kalau begitu.”

Terakhir kali aku minum itu di cafe dekat tempat kerjaku. Sejak saat itu aku tidak minum lagi karena badanku benar – benar tidak kuat. Mungkin karena aku sudah berhenti minum 5 tahun , dan sekali minum aku langsung banyak , jadi aku merasa tidak nyaman.

“Kamu sering kesinih yah?”Tanyaku

Taecyeon menangguk “Seminggu sekali minimallah.”

“Kamu sangat makmur kalau begitu.”

Mendengar komentar itu sontak Taecyeon dan Junho tertawa. Tapi jujur saja yang dikatakan aku itu benar , harga minuman di tempat ini 5 kali lebih mahal dari pada di tempat Yoochun , yah no wonder sich , aku juga yakin gaji mereka mungkin 10 kali lebih besar dari pada gajiku.

“Ngomong – ngomong bagaimana pekerjaan kalian berdua?”Tanya Taecyeon penasaran

“Sejauh ini berjalan dengan baik. Tinggal proses pemotretan saja , soal konsep dan yang lain – lain sudah siap 99 persen.” Jawab Junho.

“Baguslah. Aku benar – benar berharap yang terbaik.”

Tiba – tiba seseorang lelaki menghampiri meja kami. Lelaki itu menuju pada Narsha “Kau Kim Narsha itu bukan?” Tanya lelaki itu semangat

Aku mengangguk sebari kebinggungan. Aku sama sekali tidak mengenal orang yang menyapaku , Junho dan Taecyeon pun tidak mengenali orang yang menyapaku itu.

“Kau mungkin lupa padaku. Aku Kang Daesung teman sekalsmu dulu.Mantan pacar Gain.”

“Ah! Apa kabar?”Sapaku

“Baik. Kamu apa kabar? Aku benar – benar kaget waktu melihat kamu di televisi beberapa hari yang lalu.”

“Ahahaha aku baik. Kau sekarnag dimana?”

“Aku? Sekarnag lagi sibuk ingin membuat longue baru saja. Eh kudengar kau akan membuat pameran foto kembali. Apa itu benar?”

“Iya , masih dalam proses mencari tempat sich sekarang. Dan waktunya yang tepat.”

“Oh begitu… aku benar – benar menanti pameran foto kamu loh! Aku datang ke pameran foto kamu yang sebelumnya dan itu benar – benar keren. Aku menyukainya. Eh Narsha maaf aku tidak bisa lama – lama , pacarku sudah menunggu. Kita ngobrol nanti yah , ini kartu namaku hubungi aku yah!”

“Okay.”

Aku melihat kartu nama Daesung. Dikartu nama itu tertulis CEO Maja Corperasion. Aku cukup tahu tentang Maja Corperasion , itu merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang lounge dan juga cafe. Maja merupakan persuahaan baru di korea tapi ia akhir – akhir ini ia sedang buming. Karena semua tempatnya merupakan tempat favorite kalangan anak muda di korea.

“Junho kau tidak ingat siapa Daesung?”Tanyaku tak percaya saat Junho masih kebinggungan dengan indefitas Daesung.

Junho mengeleng “Aku tidak ingat.”

“Mungkin kau tidak mengenalnya. Tapi kau pasti sering melihatnya ia sering sekali bersama Gain waktu sekolah dulu. Ia kan pacarnya Gain.”

“Aku sama sekali tidak ingat.”

“Ngomong – ngomong bagaimana ia bisa mengetahui kalau kamu mau mengadakan pameran foto? Kami saja tidak tahu.”Komentar Taecyeon

“Aku menulisnya di mini home pageku.”Jawabku santai

“Kau memiliki mini home page? Diumurmu yang sudah tidak muda kau memiliki home page yang benar saja!”

“Tentu saja aku masih punya! Aku sering mengupdate mini home pageku. Itu cara bagaimana aku bisa berkomunikasi dengan banyak orang , dan aku menyukainya dan itu tidak berhubungan dengan umur!”

“Aku benar – benar tidak menyangka kau memiliki mini home page.”

Karena penasaran maka Taecyeon memutuskan melihat mini home pageku di tablet pribadi miliknya. Ia tampak kaget melihat mini home pageku yang memiliki banyak orang yang melihat.

Wajar saja aku memiliki banyak orang yang melihat mini home pageku karena aku sudah lama memilikinya , sejak aku masih sma sampai sekarang. Dan aku serig mengupdate mini home pageku dengan berbagai macam foto atuapun sekedar tulisan kecil.

Jujur saja itu merupakan hobiku yang lain selain foto. Tapi sejak aku tampil di media , pengunjung mini home pageku bertambah 10 kali lipat . Dari yang biasanya 1.000 pengunjung perhari sekarang bisa sampai 10.000 pengunjung perharinya. Memiliki pengjung perhari 10.000 itu termaksud sulit , dan hanya orang yang ‘popular’ yang bisa memiliki angka seperti itu. Mungkin aku sedikit popular di kalangan dunia maya dari pada dunia asli.

“Aku tidak menyangka kau ternyata terkenal di dunia maya.”Komentar Taecyeon tidak percaya

“Sebenarnya awalnya tidak sampai 10.000 pengunjung perhari , tapi sejak aku muncul di media , karena insiden adikku , pengunjungnya bertambah banyak menjadi seperti itu.”Jelasku

“Oh adikmu Myungsoo itu yah.”

Aku mengangguk. Dadaku serasa mau sesak ketika mendengar nama Myungsoo. Aku benar – benar merindukanya!

“Hey! Kau baik – baik saja? Wajahmu tampak pucat.”Tanya Junho kawatir.

“Tidak , aku hanya lelah saja. Aku mau pulang duluan yah,”

“Kau mau pulang?”Tanya Taecyeon dengan nada tidak suka

“Ia , maaf yah. Tapi aku benar – benar lelah.”

“Junho kau antarkan Narsha pulang. Dia kan tidak membawa kendaraan.”

“Tidak perlu , aku bisa pulang sendiri. Kalian nikmati saja minuman kalian.”

“Chansung?!” Seruku kaget ketika melihat Chansung berdiri di depan rumahku.

“Maaf menganggu malam – malam seperti ini , tapi apa kita bisa bicara sebentar?”Pinta Chansung

Aku mengangguk. Aku menyuruh Chansung untuk masuk ke dalam rumah , membicarakan ini di dalam rumah saja.

“Ada yang bisa kubantu?”Tanyaku sambil memberikan segelas orange jus pada Chansung.

“Terima kasih. Sebenarnya aku kemari ingin membicarakan masalah Myungsoo.” Kata Chansung serius

“Mengenai Myungsoo? Memang ada apa?”

“Setelah kepulanganya ke Busan , ia menjadi aneh. Apakah telah terjadi sesuatu disanah?”

“Tidak , saat kami ke Busan tidak ada masalah apapun. Kami di Busan baik – baik saja.”

“Sejak Myungsoo pulang dari Busan ia berubah , ia tampak menyembunyikan sesuatu. Awalnya aku tidak mempermasalahkan ini , tapi sejak ia tidak mau pulang ke dorm , dan bilang ia akan pulang kerumah , aku mulai sedikit curiga. Dan kadang – kadang aku menemukan bekas lebab bekas pukulan dan cakaran di badan Myungsoo. Myungsoo mencoba menyembunyikan itu , aku tahu. Tapi aku masih tetap bisa melihatnya. Aku yakin sekali kau tidak mungkin melakukan itu pada Myungsoo.”

“Tentu saja aku tidak mungkin melakukannya! Lagi pula sejak saat itu , aku kehilangan kontak denganya. Member mengatakan ia pulang kerumah , sedangkan aku tidak pernah menemukan Myungsoo dirumah.”

“Ia aku juga menyadari hal itu , maka sewaktu hari aku membututiny apulang , dan benar saja ia tidak pulang kerumahmu melainkan ke rumah orang lain. Aku tidak tahu ia pulang kerumah siapa , maka akupun mulai menyelidikinya. Dan saat kutanyakan soal kebenarannya pada Myungsoo akhirnya ia mengaku. Ia berkata padaku ia tidak memiliki hubungan darah denganmu , karena itu ia memutuskan untuk tinggal bersama omma kandungnya.”

“Bagaimana mungkin,,,?”

“Apa benar Myungsoo tidak ada hubungan darah dengamu?”

Aku menggeleng keras. Bagaimana mungkin Myungsoo….

“Narsha , apa kau baik – baik saja?”

“Antarkan aku bertemu dengan Myungsoo sekarang juga!”

“Tapi ia sedang syuting…”

“Aku harus bertemu denganya.”

Dengan ragu Chansung mengantarkan aku bertemu dengan Myungsoo. Selama di perjalanan ia sekali – kali melihatku. Chansung tampak cemas melihat keadaanku. Sesampainya di tempat syuting aku langsung mencair Myungsoo , untuk ia sedang break. Ia tampak kaget melihatku datang dengan Chansung.

“Hyung kenapa Noona ada disinih?”Tanya Myungsoo tidak mengerti

Baru saja aku bertemu dengan Myungsoo , aku kehilangan akal sehatku , aku langsung menampar Myungsoo. Aku tahu ini di tempat umum , tapi aku benar – benar tidka bisa menahan amarahku.

“Noona..”Komentar Myungsoo kaget sambil memegang pipinya yang bekas ditamparku.

“Kau adalah lelaki terburuk yang pernah kutemui!”Teriakku

Menyadari banyak mata yang memandang padaku , dan air mataku yang mau mengalir. Aku buru – buru berlari keluar. Aku benar – benar sudah gila. Dimana akal sehatku sekarang? Didepan banyak orang , aku menampar Myungsoo , berteriak memaki , pasti Myungsoo kesal sekali padaku.

“Narsha , kau baik – baik saja?”Tanya Chansung sambil menahanku

Aku buru – buru menghapus air mataku. “Maafkan aku , tadi aku…lepas kendali.”

“Ini minumlah dulu ini.”

Aku duduk di bangku taman tidak jauh dari tempat syuting Myungsoo. Aku mencoba menenangkan diriku. Dasar Myungsoo bodoh , batinku.

“Narsha , maafkan aku seharusnya aku tidak menemuimu , kalau tau akan jadinya begini aku tidak akan menemuimu.” Sesal Chansung

“Ini bukan salahmu , wajar saja kalau kau kawatir. Akupun demikian. Tapi Myungsoo benar – benar bodoh!”Tukasku emosi

“Narsha , bisakah kau jelaskan sebenarnya apa yang terjadi?”

“Myungsoo itu… dia….”

“Aku anak hasil persulingkuhan bukan?”Kata Myungsoo yang baru datang.

Aku diam seribu bahasa.

“Noona kenapa kau diam saja? Katakanlah yang sejujurnya.”

“Cukup Myungsoo! Lihat kakakmu sekarang ia tampak kaget.”Perintah Chansung

Badanku bergetar , tidak hebat tapi aku yakin Chansung bisa melihat badanku bergetar. Wajahku pucat pasi.

“Kau….kau…anak hasil persilingkuhan appa.”Kataku pada akhirnya.

Chansung tampak kaget. Myungsoo tampak tidak kaget , mendengar itu ia tampak lebih lega , walaupun tersirat keperihan dari wajahnya , tidak terlihat jelas tapi aku bisa melihat hal itu.

“Tapi aku memiliki hubungan darah dengan Myungsoo! Bagaimana mungkin kau tega mengatakan kita tidak ada hubungan darah!?!! Kau tahu berapa sulitnya aku menerimamu , saat appa membawamu?”Tanyaku frustasi

“Maafkan aku.”Kata Myungsoo pelan.

“Aku tidak butuh maaf darimu! Aku benci kau! Aku benci kamu Myungsoo! Tapi….tapi… apa alasanku membencimu? Kau datang kerumah seperti malaikat tampak dosa , melihatmu aku langsung melupakan kebenciaan padamu! Kau… tidak ada alasan kumembencimu , kalau kau boleh memilih dilahirkan dikeluarga mana aku percaya kau tidak akan mau lahir dari hasil perselingkuhan. Aku…”

“Jadi noona tidak membenciku?”

“Jadi kau pikir aku membencimu?”

Myungsoo mengangguk “Omma yang mengatakannya.”

“Dan kau percaya!!?! Kau benar – benar bodoh Myungsoo! Kalau aku membencimu kenapa aku rela meninggalkan rumah bersama kamu!!? Bagaimana aku rela tidak kuliah hanya untuk supaya kita bisa hidup layak? Kau tak tahu apa yang selama ini sudah kukorbankan agar kita bisa hidup dengan layak?”

“Aku tahu…”

“Kau berkata kau tahu , tapi kau bertingkah seperti tidak tahu. Kau benar – benar lelaki paling buruk yang pernah kukenal!”

Tanpa aku sempat menghindar Myungsoo langsung memelukku. Aku kaget bukan main “Maafkan aku.”Bisik Myungsoo

Aku menyerah , pad aakhirnya aku memang tidak mungkin meninggalkan Myungsoo apalagi membencinya. Myungsoo mungkin bukan anak yang harusnya dilahirkan , anak yang seharusnya dibenci bagi sebagian orang. Tapi bagiku Myungsoo itu anak yang seharus dicintai , aku bisa sekuat sekarang karena Myungsoo.

Hari itu Myungsoo pulang lebih cepat dari biasanya , karena syutingnya sudah selesai. Akupun ikut berpamitan dengan seluruh staff , sekaligus minta maaf atas kejadian pertengkaranku dan Myungsoo. Malam ini Myungsoo memutuskan tinggal di rumah. Rumah kami.

“Maafkan Myungsoo , yang telah membuatmu cemas.”Kataku menyesal

“Dia sudah kuanggap sebagai adikku sendiri , wajar saja aku cemas. Aku tidak akan cemas kalau aku melepaskanya padamu. Kau memang adalah noona terbaik.” Puji Chansung.

“Bisa saja , Chansung aku mau memintamu satu hal. Tolong masalah ini jangan diberi tahu pada member yang lain. Mereka tidak tahu kalau Myungsoo tidak pulang kerumahku sama sekali. Dan aku rasa biarkan Myungsoo yang menjelaskan sendiri yang terjadi.”

“Baiklah , aku akan melakukan sesuai yang kau pinta.”

“Terima kasih , hati – hati dijalan yah.”

“Apa yang telah ommamu lakukan hingga badanmu seperti ini?”Tanya miris ketika melihat bada Myungsoo penuh dengan luka lebam bekas pukulan dan bekas cakaran kuku

“Omma , kalau sudah mabuk ia pasti akan memukulku. Tapi itu bukan masalah besar kok.”

“Bagaimana bukan masalah besar? Ini pasti sangat menyakitkan , sampai bisa membekas seperti ini.”

Pelan – pelan aku mengobati bekas luka Myungsoo. Aku bisa merasakan kesakitan yang mendalam pada Myungsoo , bukan hanya karena luka ini. Tapi karena omma kandungnya memukulnya sampai seperti ini , pasti itu lebih menyakitkan lagi dari pada luka yang ia terima.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s