“Kau tidak ada jadwal syuting hari ini?”Tanyaku dari dalam dapur , mempersiapkan sarapan untuk Myungsoo dan aku.

“Ada , malam ini.” Jawab Myungsoo sambil menonton tv.

Aku tersenyum bahagia memandangi Myungsoo yang sedang asik menonton tv. Tanpa kusdari ternyata Myungsoo menyadari kalau aku memperhatikannya sembari tersenyum

“Noona ada apa?”Tanya Myungsoo heran

“Tidak , tidak ada apa – apa. Aku hanya bahagia.”Jawabku jujur

“Noona , maafkan aku.”

“Untuk apa?”

“Maafkan aku noona telah membuatmu kawatir. Berapa bulan belakang ini aku tidak menghubungimu sama sekali , aku juga tidak mengangkat atua membalas semua telepon ataupun sms darimu. Aku benar – benar menyesal.”

“Sudahlah tidak usah dipikirkan. Aku mengerti apa yang kaulakukan. Sebenarnya ini juga salahku , seharusnya aku dari awal memberi tahu idenfitasmu sebenarnya. Tapi jujur aku tidak merasa harus memberi tahu. Asal kita terus hidup seperti ini , kurasa tidak akan masalah. Lagi pula omma kandungmu tidak mengingkanmu , dan ommaku dia…”

“Omma noona juga tidak mengingkanku bukan?”

Aku mengangguk “Tapi aku mengingkanmu! Aku sayang padamu , sejak pertama melihatmu aku langsung menyangimu. Kau tahu Myungsoo , saat kau datang kerumah kau masih bayi , saat itu aku melihatmu digendongan appa . Kau sangat lucu , seperti malaikat kecil. Dan aku jatuh cinta mungkin padamu.Semakin kau besar kau semakin tumbuh seperti anak kecil yang imut , aku tambah menyangimu. Dan tak lama appa meninggal , dan saat appa meninggal aku berjanji pada appa aku akan menyangimu seperti adikku sendiri. Tidak peduli kau anak hasil hubungan dari siapapun , tapi aku akan menyangimu. Itu keputusan yang kuambil dan aku tidak pernah menyesalinya.”

Myungsoo memelukku dengan erat “Terima kasih , dan maaf”

“Sudah kubilang tidak perlu minta maaf. Aku benar – benar bersyukur bisa membesarkanmu. Dan aku ingin kau berjanji satu hal mulai dari sekarang!”

“Tentang apa?”

“Apapun yang dikatakan orang tentang kau , termaksud apa yang dikatakan omma padamu hingga kau memutuskan untuk menghindariku. Jangan pernah kau dengarkan , karena kau benar – benar sayang padamu. Tidak peduli siapa kau , tapi dengan waktu yang telah berjalan dan perasaan sayang yang kumiliki padamu , itu sudah cukup untuk membuat kau tetap disisiku bukan?”

Myungsoo mengangguk. Aku mengelus kepala Myungsoo pelan. Anak kecil yang dulu selalu kupeluk , sekarang malah memelukku. Waktu berlalu dengan cepat , banyak yang berubah , tapi ada satu hal yang tak berubah , rasa sayangku masih sama seperti dulu pada Myungsoo.

“Noona kau akan pergi sekarang?”Tanya Myungsoo ketika aku bersiap – siap untuk pergi.

Aku manggut. “Kau mau ikut?”

“Boleh?”

“Tentu saja boleh. Ayo!”

“Tunggu , aku mau ganti baju dulu. Setidaknya aku harus sedikit berdandan karena ini pertama kalinya aku ke kantor noona.”

“Dasar sindrom artis.”

Kalau dipikir – pikir memang benar yah ini pertama kalinya Myungsoo ke kantorku. Sejak aku pulang ke seoul , ia tidak pernah mengunjungi kantorku sama sekali. Karena kesibukan Myungsoo yang padat tentu saja.

Sebelum ke kantor Myungsoo menyempatkan diri untuk mampir ke toko donat , untuk dibagikan nanti di kantor. Aku sudah mengatakan tidak perlu , datangnya dia juga , seluruh staff sudah senang.

Begitulah staff dikantor tempatku bekerja , walaupun lumayan sering kedatangan artis , tapi tetap saja kalau ada artis siapapun yang datang , mereka akan histeris seperti tidak pernah melihat artis sebelumnya. Ditambah kali ini pertama kali Myungsoo datang , pasti mereka akan lebih histeris

“Gain aku bawa don…”Kata – kataku terputus saat melihat ternya ada Junho di kantor Gain

“Narsha kau sudah datang!”Sapa Gain,

“Ah iya , kok bisa ada Junho disinih?”

“Aku kebetulan lewat disekitar sinih , lalu aku memutuskan untuk mampir.”Jawab Junho

Aku manggut – manggut saja. Aku sama sekali tidak mengerti direktur di perusahana besar seperti SM , sepertinya banyak waktu santainya. Disaat jam kerja seperti ini , ia malah bisa mampir ke tempat kerjaku. Benar – benar aneh.

“Loh ada Myungsoo juga!”Seru Gain kaget ketika melihat Myungsoo yang baru masuk ke kantor Gain

Myungsoo membungkuk sopan pada Gain dan juga Junho. Aku bertaruh pasti Myungsoo juga kaget karena keberadaan Junho di kantorku.

“Noona ini ada donat buat noona.”Kata Myungsoo sambil memberikan Gain selusin donut

“Wah…terima kasih loh. Sering – sering seperti ini yah.” Canda Gain

“Gain , Junho aku ke studio dulu yah. Aku masih harus melihat settingan untuk pemotretan.”Pamitku.

Sesudah keluar dari ruangan Gain Myungsoo berbisik “Noona , kok bisa ada pria itu disinih?”

“Entahlah , katanya ia kebetulan lewat didaerah sinih , jadi mampir dulu. Aku juga kaget ia bisa ada disinih , biasanya ia tidak pernah ada disinih. Ia selalu ada di lantai satu.”Jelasku

“Narsha kau sudah datang!”Sapa Jaejoong sambil sibuk membetulkan tata letak lighting

“Ini adikku membawakan donut untukmu.”Kataku memberikan Jaejoong donut

“Ah…terima kasih. Jadi kalian sudah berdamai nih ceritanya?”

“Berdamai?”Ulang Myungsoo binggung

“Ia , kalian pasti berantem , sampai – sampai kamu tidak mau menghubungi noonamu ini , kasihan loh noonamu ini . Belakangan ini dia bekerja seperti zombie , tubuh dimana jiwa dan dpikrian dimana.”Canda Jaejoong

“Sudah Myungsoo tidak usah didengarkan. Jaejoong suka melebih – lebihkan. Kau duduk dulu saja disituh, aku mau bersiap – siap dulu.”Kataku sambil menunjuk tempatku biasa duduk kalau sedang menunggu model untuk datang

Sembari aku sibuk menyiapkan sesi pemotretan , Myungsoopun tak kalah sibuk. Setiap staff datang berbondong – bodong untuk meminta tanda tangan dan foto bareng.

Karena model datang terlambat , pemotretan hari itu berjalan lebih lama dari biasanya. Aku cukup kesal dengan model kali ini , aku sudah beberapa kali bekerja sama dengan model ini , tapi setiap bekerja sama dengan model ini , dia sama sekali tidak pernah datang tepat waktu.

“Myungsoo kemana?”Tanyaku binggung melihat Myungsoo tidak ada di tempat duduk yang ia duduki sebelumnya

“Tadi aku lihat dia keruanganmu.”Jawab Jaejoong

“Oh begitu , aku kesanah dulu yah. Terima kasih Jaejoong atas kerja kerasnya hari ini.”

“Sama – sama.”

Aku masuk keruangan kerjaku dan menemuka Myungsoo tertidur di tempat dudukku. Pasti ia kelelahan sekali. Aku melihat sekeliling ruang kerjaku yang benar – benar berantakan. Aku mencari jaket untuk menutupi Myungsoo agar ia tidak masuk angin.

Sebaiknya aku tidak membangunkannya , ia tampak sangat kelelahan. Aku duduk di sofa yang penuh dengan peralatan foto. Sebenarnya ruanganku ini lebih tepat disebut gudang dari pada ruangan , karena aku banyak menaruh peralatan fotoku seperti tripod , lensa , lighiting , dan masih banyak lagi disinih.

Aku juga jarang menggunakan ruangan ini. Kenapa? Karena biasanya kalau ada pekerjaan yang harus kukerjakan di ruangan seperti mengedit foto , aku lebih memiliki mengerjakan dirumah. Selain lebih santai dan juga diruangan ini belom ada komputer karena stok kontak diruangan ini bermasalah , sudah cukup lama sich bermasalahnya sejak aku pertama datang kesinih. Mau diperbaiki tapi belum sempat saja.

“Narsha kau ada didalam?”Tanya Junho dari luar ruanganku

Aku buru – buru keluar “Ada apa?”

“Apa aku boleh masuk?”

“Kita ngobrol disinih saja , didalam adikku sedang tidur.”

“Oh begitu… Begini aku mau mendiskusikan soal konsep jaket album itu.”

“Loh bukannya sudah didiskusikan yah? Dan pemotretan untuk sebagian artis sudah berjalan bukan? Apa yang ingin di duskisan lagi?”

“Begini , konsep yang sekarang kita jalani sudah bagus. Tapi ada beberapa petinggi perusahaan yang menilai tempat pengambilan gambarnya kurang seimbang dengan konsep yang akan dibuat.”

“Ok aku mengerti , langsung saja keintinya.”

“Mereka mengatakan , lebih baik pengambilan gambar tidak dilakukan di korea melainkan di eropa.”

“Ok baiklah aku mengerti.”

Jujur saja walaupun aku bilang aku mengerti tapi aku benar – benar telihat seperti putus asa. Konsep “Goddess” memang akan lebih kuat bila ditampilkan dengan latar eropa ataupun yunani.

“Kapan kita akan melakukan pemotretannya?”Tanyaku pada akhirnya.

“Kalau kau tidak bisa aku bisa mengatakannya pada petinggi untuk tetap melakukan pemotretan di korea saja.” Kata Junho.

“Kau tahu itu tidak akan mungkin terjadi , ketika seseorang yang memiliki kekuasaan mengatakan a maka orang yang tidak memiliki kekuasaan hanya harus ikut saja.”

“Kau tampak seperti orang yang sentimen terhadapa orang yang memiliki kekuasaan.”

“Tidak , aku tidak sentimen , aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja.”

“Bagiku kau terdengar seperti orang yang sentimen.”

“Noona kau ada diluar?”Panggil Myungsoo dari dalam ruanganku

“Ah , sebentar noona akan masuk kedalam.”Jawabku

Aku memberikan isyarat pada Junho untuk aku masuk ke dalam ruangan menemui Myungsoo.

“Kau sudah bangun?”Komentarku yang melihat Myungsoo tampak keletihan walaupun sudah tidur.

“Eum… Noona aku harus segera ke tempat syuting sekarang.”Kata Myungsoo

“Ok baiklah , noona akan mengantarkanmu. Kau belum makan kan? Bagaimana kalau kita makan dulu? Masih ada waktu kan kalau kita makan dulu.”

Hari ini , hari keberangkatanku ke Yunani. Sudah dipastikan pemotretan akan berlangsung di Yunani. Dan kemungkinan aku akan tinggal di Yunani selama kurang lebih 1 bulan karena semua pemotretan artis akan berlangsung disanah dengan jadwal yang berbeda – beda.

Akupu sudah meminta izin dari Gain untuk cuti , dan Jaejoong yang akan menggantikanku di Korea. Sedangkan aku memiliki assiten baru untuk pemotretan di Yunani. Sebenarnya bukan orang baru , ia sudah lama menjadi salah seorang staffku sealama di korea , hanya saja ia tidak pernah menjadi asistenku , baru kali ini ia menjadi asistenku. Namanya Junsu , Xiah Junsu.

“Junsu kau sudah siap kan?”Tanyaku pada Junsu , Junsu sedari kemarin selalu mengatakan kekawatirannya karena ini kali pertama ia menjadi asistenku.

Junsu mengangguk kaku “Iya aku sudah siap.”

“Tenang saja , jangan tegang seperti itu. Kau sudah sering melihat cara kerja Jaejoong kan , yah kurang lebih sama.”

Hari ini adalah jadwal pemotretan untuk Yunho dan Changmin. Tempat pemotretan dilakukan di kuil , jalanan dan juga hotel.

“Kau pernah ke Yunani sebelumnya?”Tanya Changmin padaku penasaran

Aku menggeleng. “Ini pertama kali aku ke Yunani , dan mengangambil gambar disinih.”

“Narsha aku benar – benar terkejut waktu melihatmu di tv , ternyata kau noonanya L.”Komentar Yunho yang baru saja selesai di touch up

Aku mengangguk “Ah hal itu benar – benar memalukan , aku menangis di depan umum seperti itu.”

“Tapi kau sangat keren. Aku bisa melihat kau sangat mecintai adikmu , dan aku rasa aku mengerti bagaimana perasaanmu pada saat itu , pasti sangat emosional sehingga kau nangis di depan umum seperti itu.”

“Yah begitulah. Ok semuanya sudah siap ayo kita mulai pemotretannya.”

Pemotretan hari pertama berjalan lancar. Kami tidak menemui kendala yang berarti. Junsu melakukan pekerjaannya dengan baik. Walaupun tidak jarang ia melakukan kesalah – kesalahan , tapi itu bukan kesalahan yang berarti. Wajar untuk orang yang pertama kali menjadi asisten fotografer melakukan kesalahn kecil seperti itu.

“Kerjamu bagus sekali hari ini Junsu.”Pujiku

“Terima kasih , tapi aku masih sering membuat kesalahan – kesalahan karena kecerobohanku.” Kata Junsu menyesal

“Itu wajar , namanya baru sekali. Asal kau tahu yah kau masih lebih mending dari pada Jaejoong. Jaejoong waktu pertama kali menjadi asistenku ia benar – benar payah.”

“Memang apa yang ia lakukan?”

“Aku ingat sekali di hari pertama ia bekerja denganku , ia memecahkan 2 lampu karena kecerobahannya. Tentu saja aku harus mengantinya , karena ia masih belum punya gaji. Kau tahu kan harga lampu untuk foto itu tidaklah murah. Tapi dari kerjadian itu ia menjadi lebih berhati – hati dan kau lihat sekarang , ia sangat lihat menseting studio. Kesalahn itu kadang membuat seseorang menjadi lebih baik lagi. Jadi jangan takut dengan kesalahan yang kau perbuat.”

Junsu manggut – manggut mendengar nasihatku. Aku hanya tersenyum , aku merasa seperti seorang ibu yang sedang menasehati anaknya untuk tidak takut melakukan kesalahan saja.

“Narsha !”Panggil salah seorang manajer DBSK

“Iya , ada apa?”Tanyaku binggung

“Yunho mengundangmu makan malam di hotel malam ini. Kuharap kau datang yah.”

“Okay aku akan datang.”

Untungnya sebelum pergi Myungsoo mengingatkanku untuk membawa pakaian yang rapih , bukan gaun tapi terusan yang elegan dan rapih kalau – kalau aku mendapatkan keadaan seperti ini. Benar saja , ternyata tidak sia – sia aku meminta bantuan Myungsoo membereskan koperku hahaha

Malam harinya aku sudah melihat Yunho dan Changmin di restauran hotel , Mereka tampak sangat tampan dengan balutan tuxedo. Tenang , Narsha kau harus bisa mengontrol dirimu kau tidak boleh sampai pingsan di hadapan mereka hanya karena melihat ketampanan mereka , itu hanya akan memalukan saja.

“Terima kasih sudah memenuhi undangan makan malamku.”Kata Yunho sembari mempersilahkanku duduk

“Terima kasih juga sudah mengundangku makan malam.”Sambutku

Makan malam yang kukira tadinya formal , berjalan sangat santai karena Yunho dan Changmin ternyata suka melontarkan jokes – jokes yang sangat lucu. Kami bercerita banyak , baik itu tentang dunia hiburan sampai sharing mengenai pekerjaan masing – masing .

“Jadi kau akan membuat pameran foto dalam waktu dekat ini?”Tanya Yunho saat kuceritakan tentang pameran fotoku

Aku mengangguk “Tadinya mau bulan ini, Tapi karena aku harus pergi ke Yunani , mungkin akan ditunda sampai bulan depan atau tidak 2 bulan lagi.”

“Apa tema pameran foto kamu kali ini? Ini yang kedua kalinya kan?”

“Iya , tidak ada tema khusus , tapi kalau dulu aku memarkan hasil karyaku berupa foto landcape pemandangan kali ini aku ingin menjalaskan kehidupan sehari – hari fotografer , apa yang biasa dilakukan , apa yang dilihat. Yah begitulah.”

“Wah kelihatanya menarik , aku minta undangannya yah nanti.”

“Baiklah kalau sudah pasti akan kuberikan undanganannya pada kalian. Pastikan kalian datang yah!”

“Kami pasti datang , apalagi Changmin dia itu diam – diam fans kamu loh.”

“Yang bener?”

Changmin tampak malu – malu , lalu iapun menangguk. Siapa yang percaya superstar sekelas DBSK menyukai hasil fotoku

“Sebenarnya waktu meeting itu dia pengen ikut , bahkan ia sudah datang tapi ketika melihatmu ia tidak berani menghampirmu.”Komentar Yunho

“Hyung!”Seru Changmin malu – malu

“Seorang Changmin menyukai hasil jepretanku?”Kataku tak percaya

“Iya , aku menyukai hasil jepretanmu , begitu indah dan hidup. Seperti lukisan saja. Sayang kau tidak menjual hasil jepretanmu.”

“Memang ada yang kau sukai?”

“Ia , aku sangat suka dengan hasil foto Sunset yang kau ambil. Foto itu membuatku teringat pada hangatnya matahari , walaupun matahari sudah tenggelam tapi kau tetap bisa merasakan hangatnya. Itulah yang kurasakan ketika aku melihat foto Sunset , jepretanmu.”

“Kalau kau suka aku bisa memberikannya padamu.”

“Yang bener!?!”

“Iya , hasil foto pameran kemarin masih tersimpan dirumahku. Kalau kau mau kau boleh memilikinya.”

“Changmin pasti sangat menyukainya.”Komentar Yunho.

Changmin tampak benar – benar bahagia , terlihat dari pancaran matanya. Tentu saj aku juga bahagia! Melihat ada orang yang begitu menyukai hasal karyaku tentu saja aku bahagia. Sepulangnya dari Yunani aku pasti akan memberi tahu Myungsoo tentnag ini.

“Ternyata kau ada disinih Narsha! Loh ada Yunho dan Changmin juga.” Sapa Junho yang baru datang

Yunho dan Changmin buru – buru bangkit dari tempat duduknya dan memberi hormat. Sedangkan aku hanya duduk sanai saja. Aku tidak merasa aku harus bersopan santun pada Junho karena ini sudah diluar jam kerja.

“Duduk saja , santai saja aku hanya ingin mencari Narsha tadinya.”Kata Junho sembari duduk

“Kalau begitu kami tinggal dulu.”Pamit Yunho

“Tidak pelru kalian disinih saja. Aku hanya ingin mengobrol sebentar dengan Narsha.”

Junho pun memberi isyarat untuk aku pergi mengikutinya. Aku sebenarnya merasa risih berdekatan dengan Junho seperti ini dalam suasana kerja , karena tadi siang aku mendengar dari Junsu ternyata banyak isu yang beredar dikalangan staff SM kalau ternyata aku memiliki hubungan special dengan Junho.

“Ada apa Junho?”Tanyaku

“Malam besok kau ada acara?”Tanya Junho

“Tidak memang kenapa?”

“Aku mau mengajakku pergi ke pesta salah seorang temanku. Bagaimana?”

“Maaf tapi aku tidak bisa.”

“Kenapa? Taecyeon juga akan ikut bersama kita.”

“Junho , kita ini sedang bekerja disinih. Ok mungkin kau tidak bekerja secara harafiah tapi aku ia. Aku disinih untuk bekerja. Aku tidak mau orang berpikiran aku kesinih bukan untuk bekerja melainkan pacaran denganmu.”

“Jadi kau menolakku karena rumor murahan yang beredar? Tadinya kukira kau adalah orang yang lebih mementingkan persahabatan dari apapun juga.”

“Junho tunggu! Kau tampak salah paham. Mungkin bagimu ini sekedar rumor tapi tidak bagiku , ini mempertaruhkan pekerjaanku. Kau mungkin tidak akan mengerti karena kau adalah direktur tapi aku harap kau mengerti dunia kita itu tidaklah sama.”

Setelahku berkata demikian dengan mimik yang emosi Junho meninggalkanku. Aku hanya bisa menghela nafas.

“Kalian bertengkar?”Tanya Changmin hati – hati

“Tidak kami hanya sedikit beragumen saja.”Jawabku klise.

“Kalian berpacaran yah?”

“Tidak! Kami sama sekali tidak berpacaran! Aku dan Junho hanya teman , kami dulu satu sekolah selagi sma. Hanya itu saja dan sekarang kami bekerja sama dalam pekerjaan. Tidak ada hubungan special antara aku dan dia seperti yang kalian dengar.”

Keesokan harinya aku sama sekali tidak melihat Junho baik selama sarapan maupun saat pemotretan , mungkin ia masih marah padaku atas insiden semalam. Akupun memutuskan untuk minta maaf melalui pesan singkat.

“Yo!”Sapa Taecyeon ditengah tengah pemotretan

“Taecyeon!?!”Kataku kaget.

“Kau sedang sibuk? Baiklah kalau begitu aku tunggu sampai kau sudah selesai yah.”

Selesainya pemotretan aku menghampiri Taecyeon yang sedang asik menggoda staff wanita. Ini salah satu hal yang membuatku jengkel kalau jalan ama Taecyeon , ia itu tidak pernah bisa membiarkan wanita nganggur di depan matanya , pasti saja kalau ada wanita ia godain.

“Ada apa kau datang mencariku?”Tanyaku

“Kudengar dari Junho kau tidak akan datang malam ini. Apa benar?”Tanya Taecyeon balik

Aku menangguk “Aku tidak cocok dengan acara – acara seperti itu dan lagi pula aku tidak mau orang menilaiku aku kesinih hanya untuk bermain – main dengan atasan bukan untuk kerja.”

“Kau merasa risih dengan rumor itu yah? Aku mengerti perasaanmu. Junho telah menceritakan semuanya kemarin. Aku tidak menyalahimu dan tidak menyalahi Junho. Kalian punya alasan masing – masing untuk tindakan yang kalian lakukan satu sama lain.”

“Apa ia masih marah padaku?”

“Dari pada disebut marah ia lebih merasa kecewa padamu. Ia mengatakan kau ngomong “dunia kami berbeda” , dia kecewa padamu karena perkataan itu.”

“Tapi memang benar , duniaku dan kalian itu berbeda. Contoh saja , bagi kalian rumor itu sudah hal yang biasa. Karena kalian hidup dengan rumor , kalian walaupun bukan artis tapi kalian itu orang berkendudukan yang dilihat banyak orang , jadi rumor bagi kalian bukan hal yang aneh. Tapi bagiku? Aku hidup di belakang layar aku tidak biasa dengan adanya rumor , rumor bagiku itu seperti duri dalam daging yang mungkin bisa membunuhku kapan saja.”

“Kau terdengar seperti orang yang pesimis sekarang ini.”

“Inilah aku , kalian hanya belum cukup mengenal aku saja. Aku bukan orang yang seberani kalian , dalam hidup aku lebih ingin bermain dalam zona aman. Aku tak mau ada satu orangpun membenciku , walaupun aku tahu itu tidak mungkin. Tapi setidaknya kau tidak tahu kalau ada orang yang membenciku.”

“Kau tampak seperti sedang curhat , Narsha.”

“Ahahaha , apa benar begitu? Mungkin juga.”

“Narsha ini dibereskan saja?”Tanya Junsu sambil memperlihatkan kameraku.

“Iya , biar aku saja yang membereskannya , kau bereskan lightingnya saja.” Kataku sambil memberi isyarat pada Taecyeon untuk menungguku.

Saat aku kembali setelah membereskan kameraku , Taecyeon sudah tidak ada. Mungkin ia sudah pergi , ia kan ada pesta malam ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s