“Noona kau belum pulang?”Tanya Sunggyu heran ketika melihatku masih ada di dorm Infinite

“Setelah beres ini aku akan pulang.”Kataku sambil memperlihatkan piring kotor yang masih belum selesai kucuci.

“Sudah biarkan saja , biar anak – anak yang membersihkannya. Noona pulanglah dan istirahat.”

“Ini tidak akan lama kok , sebentar lagi selesai. Kalau kutinggalkan begini kagok juga.”

“Noona , Myungsoo memintamu pindah kemari bukan untuk kamu melakukan hal seperti ini. Ia memintamu datang kemari agar ia lebih sering bertemu dengamu. Bukan malah menjadi membantu membersihkan dorm kami seperti ini.”

“Aku tahu itu , Sunggyu. Tapi tidak apa – apa kan? Lagi pula aku tidak ada pekerjaan lain , kalau selesai pemotretan dan lagi kalian kan sudah tidak ada ahjuma yang membantu kalian. Jadi aku memutuskan untuk melakukannya. Lagi pula kau sudah sering melakukan hal seperti ini dair dulu.”

“Tapi noona…”

“Aku sudah beres. Apa kau sudah makan? Aku sudah menyiapkan makanan di kulkas kau bisa memanaskannya di microve kalau kau lapar. Aku juga membuat kimchi , dan sudah kutaruh di lemari. Sudah yah kupulang dulu.”

“Noona!”

Aku menoleh pada Sunggyu ia membungkuk 90 derajat sambil mengucapkan terima kasih. Aku menghampirinya menyuruhnya melihatku dan langsung memeluknya

“Anak bodoh , kau tidak usah berterima kasih padaku. Aku sudah menggap kalian seperti adikku sendiri. Hanya melakukan hal sesederhana ini bukan masalah bagiku.”

Sunggyu tidak meresponku baik pelukanku maupun perkataanku Akupun langsung melepaskan pelukanku pad Sunggyu , mungkin ia tidak suka aku tiba – tiba memeluknya seperti ini. Bodohnya aku , memeluk lelaki sembarangan. Ia mungkin berpikir aku ini pervert

“Maafkan aku tiba – tiba memelukmu seperti ini.”Kataku menyesal sekaligus malu.

Aku langsung ngacir keluar dorm Infinite. Tadi itu sangat memalukan! Aku kelepasan , memperlakukan Sunggyu seperti adikku , jelas saja ia bukan adikku dan ia tidak mungkin suka diperlakukan seperti itu. Bodohnya aku ini.

“Gain kudengar kau mencariku?”Tanyaku keesokan harinya di kantor

“Ia , kemarin ini kau mencari job sampingan kan? Aku sudah mendapatkannya.”Kata Gain sambil sibuk dengan kertas – kertas di meja kerjanya

“Oh yah? Apa?”

“Ini proposalnya kau lihat dulu.”

Aku menerima map dari Gain , aku membaca proposalnya dengan seksama. Ini seperti proposal kerja sama bukan perjanjian kontrak , seperti yang dulu – dulu kuterima.

“Kau mungkin binggung , begini kujelaskan garis besarnya. Jadi ada satu menejement yang ingin membuat boy band baru , tapi mereka tidak memiliki modal yang cukup. Nah mereka mengajukan proposal kepada kita , tepatnya padamu. Pekerjaanmu sama seperti kemarin pada SM , membuat photo album jacket , cover , poster , etc tapi kamu tidak akan dibayar langsung , melainkan mendapatkan presentasi dari album yang mereka akan jual.” Jelas Gain panjang lebar

“Jadi kalau album mereka tidak laku , uang yang kuterima sedikit . Tapi kalau album mereka laku uang yang kuterima lumayan. Begitu?”Kataku memastikan

Gain mengangguk “Kira – kira begitu. Ini sich untung – untungan saja. Aku tidak memaksamu untuk menerimanya kalau kau merasa tidak srek.”

“Biar kupertimbangkan dahulu.”

“Pelajari saja dahulu , mereka memberikan waktu 2 minggu untuk kau mempertimbangkan tawaran tersebut.”

Aku mengangguk , akupun keluar dari ruangan Gain karena aku sudah harus memulai pemotretan.

“Permisi apa anda tinggal di sinih?”Tanya salah seorang Ahjuma saat kubaru mau masuk ke dalam gedung apartement

Aku menangguk “Ahjuma mau mencari siapa disinih?”

“Aku mencari Lee Ho Won. Apa ia benar tinggal disinih? Mungkin kau tahu karena ia seorang artis.”

“Maaf tapi ahjuma itu siapa yah?”

“Ah saya? Saya ommanya.”

Aku cukup terkejut mendengar pernyataan tersebut. Hoya jarang menceritakan tentnag keluarganya , menurut Myungsoo orang tuanya tidak pernah setuju ia menjadi artis , karena itu ia memutuskan keluar dari rumah , dan baru mau kembali setelah ia menjadi artis sukses. Tapi sampai sekarang Hoya belum mau pulang kerumahnya di Busan , setahuku.

“Maaf tapi kurasa mereka belum pulang , biasanya mereka akan pulang malam hari.”Kataku

Omma Hoya tampak kecewa , ia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya dari wajahnya. Aku juga kasihan melihatnya datang jauh – jauh dari Busan dengan harapan bertemu anaknya , tapi ia tidak bisa bertemu dengan anaknya pada akhirnya.

“Ommunie , kalau kau mau kau bisa menunggu di apartementku , kebetulan apartemenetku sebelahan dengan apartement Infinite.” Kataku

“Apakah tidak akan merepotkanmu?” Tanya Hoya omma ragu

“Tidak apa – apa , ayo.”

Ommanya Hoya adalah orang yang menyenangkan. Ia sangat ramah. Ia juga sudah mengetahui kalau aku adalah noonanya Myungsoo. Jam sudah menunjukan pukul 8 malam tapi belum ada tanda – tanda kalau member Infinite pulang. Karena sudah malam akupun mencoba menelepon Myungsoo

“Myungsoo kau ada dimana?”Tanyaku di telepon

“Masih di lokasi syuting , ada apa noona?”Tanya Myungsoo balik

“Kau akan pulang jam berapa?”

“Eum… kurasa hari ini aku tidak akan pulang noona. Syutingnya belum selesai.”

Aku lupa kalau Myungsoo lagi sibuk syuting dan tidak bersama dengan member lain. Aku pun mengucapkan terima kasih pada Myungsoo lalu lantas meneutup telepon dan kembali menelepon Hoya

“Hoya ini noona.”Kataku saat telepon tersambung dengan Hoya

“Noona? Ada apa Noona meneleponku?”Tanya Hoya heran

“Eum… Kau akan pulang jam berapa? Begini , tadi tidak sengaja aku dibawah bertemu dengan ommamu , dan sekarang ia sedang menunggumu pulang di apartementku…”

“Maaf noona , aku tidak bisa menemuinya.”

“Tapi ia sudah menunggumu dari tadi sore. Apakah kau tidak kasihan pada ommamu?”

“Maaf noona , tapi aku tidak bisa. Aku masih harus latihan. Maafkan aku noona.”

Hoya langsung menutup teleponnya begitu saja. Melihat ekpresiku ommanya Hoya tmapak sudah tahu. Ia terlihat sangat kecewa. Jelas saja ia kecewa , ia datang jauh – jauh dari Busan hanya untuk bertemu dengan anaknya , tapi sesampainya di Seoul ia tidak bisa bertemu dengan anaknya. Pasti ia sangat kecewa sekali.

“Maafkan aku.”Sesalku

“Aku sudah menduganya sebenarnya , bahkan sebelum ku mutuskan datang ke Seoul Ho Won tidak mungkin mau bertemu denganku.” Kata Omma Hoya datar

“Berilah dia sedikit waktu. Kalau ia merasa dirinya sudah sukses aku yakin dia pasti akan pulang seperti janjinya.”

“Aku benar – benar menyesal tidak mendukung Ho Won dari awal. Kalau aku mendukungnya ia tidak akan menjadi seperti ini.”

Aku tidak tega melihat omma Hoya yang menangis , akupun memeluknya. Aku mengerti perasaan omma Hoya , akupun mengerti perasaan Hoya. Aku tidak bisa menyalahkan Hoya karena ia juga ada benarnya. Tapi kalau sampai membuat omma sendiri menangis apa tidak terlalu berlebihan?

“Ommunie yakin tidak akan mau diantar pulang olehku?”Tanyaku ketika omma Hoya mau berpamitan

“Tidak perlu , aku sudah menyusuahkan kamu , aku tidak ingin menyusahkan kamu lagi. Aku hanya mau menitip Ho Won , dia itu suka lupa makan. Tolong kau perhatikan ia yah.”Pesan Hoya Omma

Aku mengangguk. Akupun mengantarkan Hoya Omma sampai keluar apartement , sampai ia mendapatkan taksi. Saat aku berbalik aku melihat Hoya sudah berdiri tepat di depanku

“Omma sudah pulang.”Komentar Hoya datar

Aku menangguk , aku bisa merasakan kepedihan di matanya. Aku tahu Hoya pasti ingin sekali bertemu ommanya , tapi mungkin ia punya alasan yang sangat kuat hingga ia tidak mau bertemu dengan ommanya , yaitu janji , janji pada dirinya sendiri.

“Kau bisa menemuinya kalau kau sudah sukses kelak.”Komentarku.

“Maafkan aku noona , jadi merepotkanmu.”

“Itu bukan masalah. Oh iya tadi ommamu menitipkan kimchi dan masih banyak lagi , untuk kau makan. Kau pasti belum makan , ayo kita makan!”

Sebelum berpamitan pergi Hoya omma menitipkan aku banyak makanan dari mulai kimchi , bulgogi , samgyupsal , dan masih banyak lagi untuk makan. Aku menyiapkan makanan untuk Hoya.

“Noona tidak makan?”Tanya Hoya ketika menyadari aku hanya melihatnya makan saja

“Tidak , aku sudah makan tadi bersama ommamu . Aku akan menemanimu makan saja.”Kataku

Tak berapa lama member lain pulang satu persatu , kecuali Myungsoo. Karena ia sudah mengatakan ia tidak akan pulang hari ini dikarenakan syuting yang belum selesai.

“Noona kau pulanglah , tidak usah mencuci biar anak – anak yang mencucinya.”Kata Sunggyu ketika aku baru mau mencuci piring

“Oh baiklah.”Jawabku menurut.

“Hoya!”Panggilku sebelum meninggalkan dorm

Hoya yang baru mau masuk kemarnya langsung menghampiriku. Aku menarik tanganya , dan memberikan jimat padanya.

“Ini untukmu.”

“Jimat?”

“Ini jimat sukses , kumendapatkan ini dari temanku ketika ia liburan di Jepang beberapa waktu lalu , tapi kurasa kau yang lebih membutuhkannya.”

“Terima kasih noona.”

Hoya memelukku , saat aku mau memelukku balik Woohyun ikut memeluk aku dan Hoya disusul dengan Sungjong , Sungyeol , Sunggyu , dan Dongwoon. Kami bertujuh berpelukkan. Aku hampir kehabisan nafas karena dipeluk seperti ini

“Sudah – sudah , kasihan noona hampir mati seperti itu.”Komentar Woohyun yang melihatku kehabisan nafas

“Aku akan mati kalau ada fans kalian yang melihat hal ini.”Celetukku bercanda

Saat aku baru mau masuk ke dalam apartemntku Chansung yang baru saja mau masuk ke apartement infinite malah memanggilku. Ia mengatakan ia ada perlu denganku. Akupun menyuruhnya masuk ke dalam apartementku.

“Silahkan di minum”Kataku mempersilahkan Chansung minum orang jus yang kupersiapkan untuknya.

“Terima kasih , begini aku ingin meminta bantuanmu.”

“Bantuan apa?”

“Begini kami mau mempersiapkan mini album untuk Infinite , tapi kami kau tahu sendiri kan bagaimana keadaan perusahaan kami sekarang. Kami tidak memiliki sponsor yang memadai , tapi kami sudah merampungkan mini album untuk Infinite.”

“Lalu apa yang bisa kubantu?”

“Maukah kau membantu kami , membuatkan foto album jaket untuk album Infinite sekaligus memproduseri mv mereka? Kami sudah mencari kemana – mana tapi kami tidak mendapatkan satupun yang isa untuk budge perusahaan kami. Dan kalau kau maupun kami tidak bisa membayarmu tinggi.”

“Aku tentu saja mau membantu. Tapi untuk memproduseri MV mereka , kurasa aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak memiliki pengalaman menyutradari MV sebelumnya. Bagaimana bisa aku melakukanya?”

“Aku tahu akan hal itu , tapi aku rasa kau bisa melakukanya. Kau juga awalnya terjun ke dunia fotografi kau tidak memiliki pengalaman sebelumnya bukan. Tapi kau bisa melakukanya dengan baik , aku yakin memprouduseri mv bukan hal yang sulit untukmu , kau memiliki bakat dalam dunia ini.”

“Baiklah aku akan membantu semampu yang kubisa.”

“Terima kasih atas bantuanmu , aku benar – benar bersyukur. Kalau begitu apa kau bisa besok datang ke kantor pukul 10 pagi , boss akan datang menemuimu secara pribadi.”

“Tidak masalah.”

Keesokan harinya

Aku sudah ada janji akan bertemu dengan boss dari Woollim. Ini bukan kali pertama aku datang ke kantor Wollim.ent , dulu sekali aku pernah datang kemari untuk menemani Myungsoo mendata tangani kontrak. Dan sejak saat itu aku tidak pernah kemari lagi.

“Maaf , ada yang bisa saya bantu?”Tanya petugas front office di Woollim ent.

“Saya Narsha , kemarin Chansung menyuruh saya kemari…”

Belum beres aku menjelaskan ternyata Chansung sudah ada di kantor tersebut. Ia memanggilku , akupun menghampirinya.

“Boss belum datang , kau tunggu saja disinih. Mau minum?”Tawar Chansung

“Boleh.”Jawabku.

Tak berapa lama orang yang kutunggu – tunggu muncul. Ia merupakan pria payuh baya , ternyata nnamanya Woollim Ia benar – benar mengucapkan terimakasih padaku , aku sedikit tersanjung dengan pujiannya karena selama perundingan ia tak henti – hentinya memujiku.

Meeting pertama berjalan sangat lancar. Walaupun masih ada banyak kendala dalam hal properti karena tidak adanya budget.

“Aku akan mempelajari ini semua dahulu , baru kita berembuk lagi. Bagaimana?”Usulku setelah selesai meeting

“Baiklah tidak masalah. Tapi kau sudah tahu kan datelinenya kapan?”Tanya Boss Woollim

“Sudah tau , boss.”

“Ok sampai berjumpa nanti.”

Aku buru – buru meninggalkan kantor Woollim karena aku masih harus ada pemotretan lagi. Aku menerima tawaran Chansung untuk mengantarkanku , awalnya aku menolak tapi menurutnya kalau aku naik bis tidak akan keburu , maka akupun menurut diantar olehnya.

“Chansung kau akan menamani Myungsoo dilokasi syuting?”Tanyaku saat sudah sampai di kantorku

“Iya ada apa?”Tanya Chansung balik

“Tolong berikan ini untuknya.”

“Apa ini?”

“Dalamnya ada bibimbap , aku kawatir ia tidak cukup makan dengan baik. Makanya aku berikan ini untuknya. Isinya cukup banyak kau bisa memakannya juga kalau mau. Tapi tampaknya bentuknya sudah tidak baik , karena aku menaruhnya tidak benar.”

“Ok , terima kasih yah.”

“Gain apa kau sedang sibuk?”Tanyaku sambil menjulurkan kepalaku ke dalam ruangan Gain.

“Loh ada Junho! Ada apa?” Tanyaku binggung melihat Junho ada diruangan Gain.

“Kami hanya mengobrol saja , ada apa Narsha kau datang keruanganku?”Tanya Gain balik

“Tidak aku hanya mau mengatakan aku tidak bisa mengambil projek yang kemarin.”

“Ok tidak masalah , tapi kenapa kau menolaknya? Apa kau sudah mendapat kerjaan lain?”

“Kira – kira begitu. Aku ceritakan nanti yah , aku harus siap – siap dahulu. Bye Gain , bye Junho!”

Pemotretan berjalan lancar , tapi aku memutuskan diam di kantor lebih lama karena aku harus mempelajari tentang konsep mv Infinite sekaligus untuk pemotretanya. Sebenarnya dengna konsep zombie yang diberikan padaku , tidaklah sulit. Tapi membuatnya dengan bujet yang rendah itulah yang menjadikan ini sulit.

“Narsha tumben masih ada di kantro jam segini.”Komentar Jaejoong yang melihatku menyeduh kopi di dapur.

“Ada yang harus kulakukan dahulu.”Jawabku simpel

“Oh begitu , kalau begitu aku pulang dahulu yah.”

“Ok , eh tunggu Jaejoong! Kau ingat kan beberapa waktu lalu kita pernah pemotretan dengan konsep zombie?”

“Ia , memang kenapa?”

“Apakah masih ada propertinya yang waktu itu?”

“Aku tidak begitu tahu , kurasa Junsu lebih mengetahuinya. Memang kenapa? Kau membutuhkannya?”

“Iya , kalau bisa kugunakan aku akan meminjamnya.”

“Eum begitu… Tanya saja pada Junsu ia mungkin tahu. Karena ia yang mengurus properti yang biasa digunakan setelah selesai pemotretan.”

“Ok baiklah , terima kasih.”

Hari itu aku mencari – cari Junsu , tapi tampaknya ia tidak ada. Mungkin ia sudah pulang. Akupun mau tidak mau menunggunya sampai esok hari untuk menanyakan langsung pada Junsu.

“Kau belum pulang Narsha?”Tanya Junho heran melihatku masih ada di kantor diluar jam kerja.

“Aku masih ada sedikit urusan. Tapi ini mau pulang kok. Kau juga mau pulang?” Tanyaku balik

“Ia , aku sedang menunggu Gain.”

“Oh… Kalian tampak sering bersamaan yah , apa kalian sedang memiliki hubungan special?”

Junho tidak menjawab ia hanya tersenyum hambar saja. Akupun tidak menanyakan lebih jauh , karena kurasa ia tidak mau membahasnya.

“Kalau begitu aku ke ruanganku dulu yah.” Pamitku

“Tunggu Narsha!”Panggil Junho

“Apa?”

“Gajimu sudah kutransfer ke rekeningmu.”

“Loh tapi kan aku belum memberikan hasilnya padamu.”

“Tidak apa , nanti hasilnya jadi tinggal kamu titipkan ke kantorku. Jadi kita tidak perlu bertemu lagi , karena nanti mungkin aku akan ke China untuk mengurus beberapa masalah.”

“Oh ok. Aku akan menyelesaikannya secepatnya.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s