Wine [Junsu Ya] Saranghe…!

Posted: March 1, 2012 in Wine [Junsu Ya] Saranghe...!
Tags: , , , , , ,

Siapa yang tidak mau punya suami ganteng , kaya raya , dan juga setia? Pasti semua orang mau , tapi mungkin tidak semua orang mendapatkan suami seperti itu. Tapi tidak sedikit diantaranya yang mendapatkan suami kategori perfect seperti itu.

Salah satunya Aiko , gadis blesteran Korea – Taiwan ini telah menikah , diumurnya yang masih muda untuk usia pernikahan 21 tahun , ia sudah menikah dengan seorang lelaki yang termaksud kategori perfect. Lelaki yang dielu – elukan setiap wanita , yang ingin dijadikan pengantin.

Tepatnya 6 bulan lalu ia menikah dengan member sebuah boyband ternama DBSK , atau mungkin sekarang lebih dikenal dengan JYJ , Xiah Junsu. Tapi sayangnya moment pernikahan indah mereka berjalan diam – diam. Mereka hanya menikah secara gereja dan juga catatan sipil.

Lee Aiko nama lengkap dari Aiko ini memilih menikah diam – diam dengan Junsu , dikarenakan banyak alasan. Alasan pertama Aiko belum siap mental harus mendapat hujatan dari fans Junsu , yang terkenal dengan kefanatikannya. Dan lagi masalah hukum yang didera oleh JYJ dan juga pihak menejementnya dulu yang sampai sekarang belum selesai yang membuat mereka harus merahasiakan penikahan mereka.

Awal pertemuan mereka terjadi di Jepang , saat itu Aiko sedang menemani Kakaknya yang kebetulan seorang sutradara. Kali itu JYJ bekerja sama dengan kakaknya untuk pembuatan MV , dari sanah mereka berkenalan. Itu terjadi sekitar 3 atau 4 tahun lalu.

Beberapa bulan setelah perkenalan itu Aiko dihubungi Junsu. Aiko awalnya tidak begitu menanggapi serius. Walaupun kakaknya mengatakan mungkin Junsu menyukainya , karena saat itu Aiko sudah memiliki pacar maka dari itu Aiko hanya menganggap Junsu sebagai teman.

Aiko berteman baik dengan Junsu. Dan pada saat Aiko putus dengan pacarnya karena pacarnya berselingkuh , Junsu terang – terangan perasaannya pada Aiko. Bahwa sejak pertama kali melihat Aiko yang menyukainya dan ia ingin menjadi pacarnya dan melupakan pria tidak tahu diri yang merupakan mantan pacar Aiko.

Aiko masih tidak menanggapi maksud Junsu , karena ia berpikir Junsu berkata seperti itu untuk membuat perasaannya membaik , karena sejak diselingkuhi oleh mantan pacarnya Aiko sangat down. Ia bahkan tidak keluar rumah dan makan sealama 1 minggu. Hingga ia harus masuk ke rumah sakit karena badanya lemah.

Karena Aiko tidak percaya dengan pernyataan Junsu maka Junsu meminta member lain untuk membantunya membuat kejutan Aiko , untuk membuat Aiko menyadari ketulusan perasaannya. Dan saat malam terakhir Aiko di rawat dirumah sakit Junsu datang menjenguknya sambil membawa keyboard.

Di malam itu Junsu mempersembahkan sebuah lagu “You’re Beautiful” yang mungkin sekarang sudah menjadi sebuah ost sebuah drama korea. Dan lagu itu sebenarnya dipersembahkan untuk istrinya tercinta. Dan karena lagu itupun akhirnya Aiko menyadari ketulusan Junsu

Tapi Aiko tetap tidak bisa menerima Junsu. Hatinya masih sakit. Junsu tidak memaksa tahun berganti tahun. Keduanya masih bersama masih tidak sebagai pacar. Dan 6 bulan lalu Junsu mengajak Aiko candelite dinner ditemani oleh member lain di sebuah restauran mewah di Tokyo Tower , Jepang. Dan disituhlah Junsu melamarnya.

Aiko kaget bukan main , karena mereka belum berpacaran dan Junsu sudah melamarnya. Aiko tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Ia bahagia ada seorang cowok yang diingnkan oleh banyak wanita melakukan hal romantis padanya. Tapi ia juga tidak yakin akan perasaanya apakah ini suka. Tapi saat itu ia mengatakan ia pada Junsu. Walaupun ia tidak yakin apa sebenarnya ia menyukai Junsu atau tidak.

Seoul Korea , Junsu apartement

“Hyung buatkan aku ramen donk!”Pinta Junsu saat Jaejoong baru saja masuk ke apartementnya

“Baiklah.”Jawab Jaejoong

“Ya Junsu! Kau ini sudah memiliki istri kenapa masih saja merepotkan Jaejoong.”Komentar Yoochun yang sedang asik menonton TV

“Yah mau bagaimana lagi , Aiko lagi di Jepang.”

“Yah suruh dia ke Korealah , kau ini sudah menjadi suami istri. Suruh saja dia kemari Tinggal bersamamu.”

Junsu tidak menanggapi perkataan Yoochun , ia sibuk dengan laptopnya. Seluruh perhatiannya tertuju pada laptopnya. Entah apa yang ia lihat tapi sepertinay ia benar – benar serius melakukannya.

“Junsu , ini ramennya.”Kata Jaejoong memberikan Junsu ramen

Baru saja Junsu mau mengambil ramennya , handphoennya berbunyi. Telepon dari Aiko. Buru – buru Junsu mengangkat telepon tersebut dan menjauh dari kedua hyungnya.

“Junsu ini aku.”Kata Aiko dari ujung telepon

“Aku tahu , ada apa?”Tanya Junsu semangat

“Apa besok kau ada acara?”

“Besok? Tidak ada , memang kenapa?”

“Bisakah kau menjemputku di bandara? Sekitar pukul 11 malam? Okasan menyuruhku menemanimu , tapi kalau kau tidak bisa menjemputku tidak apa – apa aku bisa pergi sendiri ke apartementmu.”

“Kau belum pernah ke korea sebelumnya , jangan mencoba pergi sendirian. Aku akan mengusahakannya tapi kalau tidak bisa aku akan meminta bantuan menejerku untuk menjemputmu.”

“Baiklah , terima kasih.”

Junsu berbohong , bagaimana mungkin ia tidak bisa menjemput istrinya yang sangat ia cintai. Ia hanya ingin mengerjai Aiko saja. Dengan membuatnya kecewa. Tapi sejauh Junsu mengerjainya Aiko tidak pernah kecewa.

Aiko adalah gadis yang baik , ia tidak pernah menuntut apapun dari Junsu. Itulah yang Junsu suka dari Aiko , walaupun sebenarnya Junsu berharap Aiko mau menuntutnya sedikit saja padanya.

Sebenarnya kedatangan Aiko ke korea Junsu sudah mengetahuinya juga. Ia meminta pada kakak tiri Aiko yang merupakan sahabatnya , Takuya. Untuk membujuk Aiko untuk ke korea. Karena Junsu sudha membujuk Aiko untuk ke korea tapi tidak berhasil. Tapi ia sudah tahu kelemahan Aiko , Aiko tidak bisa menolak permintaan okasan , ibu Aiko maka Junsu meminta bantuan pada Takuya untuk membantunya dengan mengatakan pada okasan. Dan ternyata Junsu berhasil melakukannya.

“Ada apa? Kau terlihat begitu bahagia?”Tanya Yoochun penasaran setelah Junsu selesai menelepon

“Tidak ada apa – apa.” Jawab Junsu bohong

“Junsu mienya sudah mekar. Kau telepon lama sekali. Aku buatkan lagi yah?”Tawar Jaejoong

“Tidak perlu , aku memakannya saja begitu.”

Yoochun dan Jaejoong saling berpandangan. Apa yang membuat Junsu berubah seperti ittu? Karena Junsu tidak pernah mau makan mie yang sudah mekar , ia tidak menyukainya.

Walaupun Yoochun dan Jaejoon tampak heran , Junsu tampak tidak menyadarinya. Ia memakan mie ramen itu sambil senyum senyum sendiri sambil terus melihat laptopnya

Incheon Airport

Mata Aiko menjelajah seisi Bandara Incheon Airport ia mencari – cari sosok Junsu. Tak sulit menemukan sosok Junsu hanya hitungan kurang dari 5 menit ia sudah dapat melihat sosok Junsu yang duduk tak jauh dari tempat ia keluar.

Junsu tampak duduk santai dengan menggunakan kaos , dan celana jeans tak lupa kacamata dan topi khas artis kalau mereka sedang keluar. Malam itu bandara Incheon tampak sepi. Hanya beberapa orang yang hilir mudik. Junsu menghampiri Aiko membantu Aiko membawa kopernya.

“Bagaimana perjelananmu? Apakah melelahkan?”Tanya Junsu perhatian

“Tidak begitu. Katanya kau tidak bisa menjemput kenapa kau tiba – tiba menjemput?”Tanya Aiko heran

“Aku rindu padamu.”

Wajah Aiko memerah , tapi bahkan lebih merah wajah Junsu. Ia tampak malu – malu sendiri. Aiko tersenyum. Mereka berduapun berjalan keluar menuju tempat parkir sambil saling bergandengan tangan.

“Romantis sekali kalian.”

Junsu dan Aiko menoleh kearah suara tersebut datang. Ternyata Jaejoong dan Yoochun. Junsu tampak kaget karena ia tidak memberi tahu Jaejoong dan Yoochun masalah kedaatangan Aiko. Tapi kenapa mereka bisa ada disinih?

“Kamu datang bersama mereka?”Tanya Aiko pelan

Junsu menggeleng “Aku datang sendiri , aku tidak tahu kenapa mereka bisa ada disnih.”

“Hey kalian bisik – bisik apa?”Tanya Yoochun kesal

“Maaf.”Kata Aiko spontan sambil membungkuk

Aiko memang masih bersifat format pada Yoochun dan Jaejoong. Untuk beberapa alasan Aiko memang agak segan bergaul bersama mereka. Karena Aiko kurang ramah pada orang , terlebih lagi orang baru kalau tidak mereka mendekati Aiko duluan.

Aiko tidak bisa menjembunyikan kekagetannya karena Yoochun tiba – tiba menarikya ke sisi Yoochun dan Jaejoong dari sisi Junsu.

“Hyung apa yang kau lakukan?”Tanya Junsu sedikit emosi

“Aiko ini kali pertama kau datang ke korea , bagaimana kalau kau bermain bersama kami? Kami tahu banyak tempat main dari pada Junsu. Bagaimana?”Tanya Yoochun tampak mempedulikan Junsu

“Sekarang?” Tanya Aiko binggung

“Tentu saja , kau tidak ingin menjelajalahi Korea?”

Walaupun agak ragu Aikopun mengangguk. Tanpa berkata apapun pada Junsu , Yoochun dan Jaejoong sudah menariknya dan memasukan Aiko ke dalam mobil mereka , tanpa mengajak Junsu.

Aiko melihat ke belakang mobil. Junsu mengikuti mobilnya dari belakang. Untunglah kata Aiko dalam hati tenang.

“Aku tidak akan membiarkan Junsu mengikuti kita dengan mudah.”Kata Yoochun langsung mempercepat laju mobilnya.

Buru – buru Aiko melihat kebelakang , dan benar saja mobil Junsu sudah tidak ada. Aiko benar – benar cemas. Ia tahu kalau Jaejoong dan Yoochun tidak akan menyakitinya. Tapi diperlakukan seperti ini di kedatangan pertamanya di Korea siapa yang tidak terkejut?

Nasib tampak tidak berpihak pada Aiko , baru saja ia ingin menghubungi Junsu dengan ponsel pribadinya. Ponselnya mati karena semalam ia lupa menchas handphoneya

“Kalian akan membawaku kemana?”Tanya Aiko gugup

“Tenang saja , kau tidak perlu gugup begitu. Kami tidak akan menyakitmu. Kami hanya ingin bermain denganmu saja.” Kata Jaejoong santai diiringi dengan senyum

Aiko mencoba dirinya untuk tersenyum , walaupun ia tidak rela. Siapa yang bisa tenang diperlakukan seperti ini? Mobil Yoochun yang berjalaan dari jalan tol semakin menepi , ke jalan – jalan sempit

Disepanjang jalan banyak toko – toko kecil , yang kebanyakan menjual baju. Mereka semakin makin masuk ke dalam jalan tersebut yang dipenuhi orang – orang berlalu lalang yang membuat Yoochun harus memelankan laju kendaraannya.

Dan tak lama mereka berhenti di sebuah jalan buntu. Yoochun dan Jaejoong tampak santai , mereka tampak tak asing dengan daerah tersebut. Berbeda 180 derajat dengan Aiko yang tampak ketakutan.

“Ayo ikuti aku.” Kata Yoochun sambil memasuk sebuah lorong yang menuju bastman.

Masih dengan tidak rela , tapi harus Aiko mengikuti Yoochun. Ia tidak tahu ia berada dimana , dan dibawa kemana. Sampai masuk ke dalam baru Aiko tahu tersnyata ini lounge , tidak banyak orang yang berada disinih hanya ada beberapa.

Mereka tidak lantas duduk di lounge tersebut tapi masuk ke dalam , memasuki sebuah ruangan. Ruangan tersebut jelas bukan ruangan yang bisa sembarangan orang masuk. Karena ruangan tersebut dilengkapi dengan scan finger. Jadi pasti hanya orang – orang tertu yang bisa masuk ke ruangan tersebut

Diraungan tersebut ada seorang pria yang duduk santai. Yoochun dna Jaejoong menyapa pria yang sedang duduk tersebut dengan ramah. Mereka tampak berhubungan baik , bisa dilihat dengan cara mereka meyapa saut sama lain.

“Jadi ini istrinya Junsu. Kenalkan namaku Park Jason.” Kata pria itu memperkenalkan diri ramah

“Aku Lee Aiko , kau boleh memanggilku Aikos aja.”Kataku membalas salaman dari Jason

“Jason coba cepat keluarkan minumannya!” Seru Jaejoong

“Ok baiklah.”

Jasonpun keluar dari runagna tersebut. Aiko tercengang. Jadi alasan mereka kemari hanya untuk minum? Tak berapa lama Jason kembali dengna membawa segelas minuman. Dan ia memberikan minuman itu pada Aiko.

“Kenapa hanya aku?”Tanya Aiko kebinggungan

“Sudah minum saja.”Paksa Jason

Dengan ragu Aiko mengambil minuman tersebut. Ia mencium dahulu minuman tersebut. Wine? Dengan profesional Aiko memutar – mutar gelas tersebut dan lalu meminumnya perlahan.sommelier

“Bagaimana rasanya?”Tanya Yoochun dengan nada penuh kepuasan

“Heidsieck 1907?” Tebak Aiko

“Bagaimana kau tahu?”

“Aku pernah mencobanya sekali , rasanya berbeda dengan wine lainya. Tidak salah wine ini dinobatkan sebagai wine paling mahal sedunia. Rasanya memang sulit dilupakan.”

“Kau memang seorang sommelier yang handal.”Komentar Jaejoong sambil memebrikan tepukan tangan pujian

“Bagaimana kau tahu aku adalah sommelier?”Tanya Aiko heran

“Tentu saja aku tahu . Junsu menceritakan tentang kamu sering sekali. Dan bagaimana kau dulu menjadi sommelier dan sekarang malah banting stir membantu pekerjaaan okasan.”

Aiko dulunya adalah sommelier , atau mungkin lebih dikenal dengan wine taster. Sejak sma ia memang bekerja part time di sebuah restauran paris ternama di Tokyo , dan saat ia lulus sma ia ditawari dengan pekerjaan sebagai sommelier. Iapun mengiayakan.

Sambil kuliah ia menjadi sommelier , dan saa itu ia cukup bersinar. Pengetahuannya tentang wine ia perluas dan ia memiliki lidah yang tajam yang dapat merasakan wine yang berkualitas baik atau tidak. Tapi semejak okasan mulai suka sakit – sakitan , Aiko mengundurkan diri , dan memutuskan membantu okasan menjual dango dirumahnya.

“Tapi bagaimana bisa kau mendapatkan ini?”Tanya Aiko binggung

“Heidsieck 1907 ? Jaejoong mendapatkannya saat ia mengadakan fan meeting ke Turkey , salah seorang fans memberikanya.”Jelas Jason

“Beruntung sekali jadi idola , bisa mendapatkan barang langka dan mahal seperti ini.”

Aiko meminum winenya lagi , kali ini ia menghabiskannya. Tampak sekali ia menikmati wine yang ia minum. Aiko memang mulai mencintai wine sejak ia bekerja menjadi sommelier , dan sampai sekarangpun ia masih mencintai wine walaupun ia sudah keluar dari pekerjaannya. Diwaktu senggangnya ia sering menghabiskan waktu membaca tentnag wine.

“Ya hyung apa yang kalian lakukan!”Teriak Junsu yang baru masuk ke dalam ruangan tempat Jaejoong dan kawan kawan berada

“Junsu kok kau bisa ada disinih?”Tanya Jaejoong kaget

“Apa yang kalian lakukan pada Aiko?”

Junsu tampak marah. Yoochun dan Jaejoong hanya diam saja. Ia tidak tahu bercandaannya sudah sedikit terlalu bagi Junsu.

“Junsu sinih duduk.”Kata Aiko menarik tangan Junsu dan Junsu yang tertarikpun duduk disebalah Aiko.

Junsu melihat Aiko , ia lega kalau istrinya baik – baik saja. Tapi ia bisa melihat wajah Aiko sedikit memerah.

“Aku bersyukur kau datang.”Bisik Aiko

Bruk! Aikopun jatuh kepelukan Junsu setelah berkata begitu. Ternyata Aiko kebanyakan minum wine hingga ia mabuk. Junsupun mau menggendong Aiko masuk ke dalam mobilnya.

“Maafkan kami Junsu.”Sesal Yoochun

Junsu tidak berkomentar apapun. Ia malah masuk ke dalam mobil , dan meninggalkan mereka.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s