Wine [Junsu Ya] Saranghe…!

Posted: March 10, 2012 in Wine [Junsu Ya] Saranghe...!
Tags: , , , , , ,

 

Pagi itu Aiko bangun , kepalanya berat sekali karena efek kemarin ia terlalu banyak meminum wine. Aiko melihat sekelilingnya , ia berada di kamar Junsu. Tapi Junsu tidak ada bersamanya dikamar itu. Aikopun berjalan keluar dan ternyata menemukan Junsu sedang membuat kopi

“Pagi!”Sapa Junsu tampak melihat Aiko sama sekali.

“Pagi.”Sapa Aiko balik

Aiko merasa ada yang tidak beres dengan Junsu , mungkin ia marah karena Aiko mabuk. Junsu memang pernah berkata pada Aiko kalau ia tidak suka melihat Aiko mabuk. Tapi Aiko sendiri tidak bisa berhenti karena ia memang suka minum , berbeda dengan Junsu yang memang tidak sama sekali minum.

“Kalau kau marah , aku bisa pergi.”Kata Aiko dalam sambil berdiri menatap Junsu

“Aku tidak marah.”Kata Junsu singkat

“Baiklah aku akan pergi.”

“Kau ini menyebalkan yah! Aku kan sudah bilang kalau aku tidak marah!”

Aiko diam. Ia sudah yakin kalau Junsu marah. Iapun masuk ke dalam kamar , berganti baju , dan keluar. Belum sempat ia keluar apartement Junsu , Junsu sudah menahanya.

“Kau mau mabuk – mabukan sampai kapan!?!”Tanya Junsu marah sambil memegang pergelangan tanganku dengan kasar

“Soal kemarin , maafkan aku. Aku tidak sengaja melakukanya. Aku kehilangan kendali.” Kata Aiko pada akhirnya

“Dulu di Jepang kau begini , sekarang kau juga begini. Kapan kau mau berubah? Kau ini wanita , bukan pria!”

“Apa hubunganya dengan jenis kelamin? Apakah seorang wanita tidak boleh mencintai wine? Apakah hanya pria saja yang boleh mencintai wine dan mencintai minuman alkohol? Kurasa tidak! Wanita juga berhak mencintainya!”

“Jadi kau mencintai wine? Bagaimana denganku?”

“Sudah kubilang dari awal hubungan kita tidak pernah berjalan mulus. Aku dan kau itu berbeda. Kau tidak menyukai wine , aku menyukai wine. Kau artis aku hanya wanita biasa – biasa saja. Kau memiliki banyak bakat bermain alat musik , bernyanyi , menarik , acting sedangkan aku? Yang hanya kutahu Cuma wine! Itu saja.”

“Kenapa kau sekarang berkata seperti ini?”

“Karena ini membuatku frustasi! Kau menyuruhku berhenti melakukan hal yang kucintai! Itu membuatku frustasi kau tahu itu!”

“Apakah kau sangat mencintai wine?”

Aiko menatap mata Junsu , ia mengangguk. Junsu langsung seperti sangat kecewa. Ia melepaskan pegangan tangannya padaku dan duduk di sofa. Aiko menyesal. Mungkin ia sudah keterlaluan pada Aiko.

“Junsu” Panggil Aiko

“Paswordnya ulang tahunmu.”Kata Junsu dingin,

Aikopun pergi , ia beranggap mungkin Junsu perlu menenagkan dirinya dahulu. Begitu pula ia. Ini benar – benar jauh dari yang Aiko bayangkan. Aiko sebenarnya bahagia ia bisa tinggal bersama Junsu , karena merke ausdha suami istri.

Tapi ia tidak mengerti di hari pertama mereka bisa menjadi seperti ini. Ini benar- benar tidak bagus bukan? Hari demi hari berlalu , minggu demi minggu berlaru. Dan ini sudah 1 bulan sejak kedatangan Aiko ke Korea.

Junsu masih marah pada Aiko , walaupun ia tetap tidak mau mengaku. Tapi setiap kali ditanya pasti Junsu akan menjawab singkat dan bisa dikatakan Junsu sebisa mungkin menghidari Aiko. Sebagai contoh Junsu jarang pulang kerumah , ia biasa pergi pagi dan pulang sangat larut malam sekali.

Aiko sama sekali tidak bisa melarang Junsu , karena ia tahu Junsu artis dan bukanya sudah biasa sebagai artis pulang malam sekali , bahkan pagi dan bahkan bisa tidak pulang? Itu memang normal untuk seorang publik figur bukan?

Aikopun tidak pernah meninggalkan rumah lagi , sejak terakhir kali ia meinggalkan rumah. Ia biasa menghabiskan waktu dirumah , memasak , menonton tv , dan bermain internet.

“Junsu mana Aiko?”Tanya Yoochun yang baru datang rumah Junsu

“Junsu belum pulang. Duduklah dulu kusiapkan teh dan makanan.”Kata Aiko sembari ke dapur

Tak lama Aiko kembali dari dapur membawa teh dan juga sepotong fruit cake yang tadi siang ia buat. Aiko memang suka memasak sedari kecil. Karena ibunya sibuk bekejra dan tidak punya waktu untuk memasak masa Aikolah yang biasa mengantikan posisi ibunya di rumah untuk memasak

“Wah ini yang kau buat? Rasanya enak sekali.” Puji Yoochun sambil melahap fruit cake buatan Aiko

“Benarkah?Kalau kau mau , kau boleh membawanya pulang. Aku masih ada 1 loyang lagi di lemari es.”Kata Aiko sambil menunjuk lemari es

“Kalau ku membawanya Junsu bagaimana? Ia tidak akan bisa mencobanya.”

“Junsu tidak akan memakanya.”

“Oh begitu? Maaf”

“Tidak apa – apa , mungkin masakanku tidak sesuai dengan seleranya.”

Selama ini Aiko memang sudah selalu menyiapkan untuk Junsu , mau itu maakanan berat ataupun makanan ringat seperti kue ataupun cake. Tapi Junsu sama sekali tidak pernah menyentuhnya.

Setiap kali Aiko melihat pasti makananya masih utuh. Kalau sudah begitu Aiko yang akan memakanya. Walaupun tadinya ia berniat untuk berhenti memasak untuk Junsu menyiapkan makan untuknya. Tapi ia berpikir itu tidak benar. Sebagai istri sudah kewajibannya mengurus suami. Aikopun bukan tidak pernah bertanya apa yang kurang dari masakan Junsu. Tapi setiap kali ia bertanya pada Junsu kenapa ia tidak memakannya , ia beralasan ia sudha makan diluar dan terus meneutus begitu. Jadi tidak ada yang bisa Aiko lakukan

“Hyung!”Sapa Junsu yang baru saja pulang

“Oh hai! Kau sudah pulang? Aku baru mau pulang.”Kata Yoochun yang sudah bersiap – siap untuk pulang

“Apa yang kau lakukan disinih?”

“Tadinya aku mencarimu , tapi kau tidak ada. Jadi yah sudah aku menemani Aiko disinih.”

“Itu apa?”

“Oh ini? Kue. Aiko memberikannya untukku , benar kan Aiko?”

Aiko mengangguk kecil. Yoochun mengurungkan niatnya yang tadinya mau pulang , kini ia kembali duduk dan mengobrol bersama Junsu. Aikopun memberikan teh dan makanan ringan dan meninggalkan mereka

“Kau mau kemana?”Tanya Yoochun yang melihat Aiko mau pergi

“Aku? Masih ada yang harus kulakukan. Kutinggal dulu kalian berdua disini yah.”Kata Aiko gugup.

Sebenarnya tidak ada yang harus Aiko lakukan. Ia sudah selesai membereskan dapur. Ia hanya tidak mau menanggu Yoochun dan Junsu yang sedang ngobrol. Mungkin mereka akan merasa terganggu kalau ada kehadiranya begitulah piker Aiko.

“Kau masih mendiamkannya?”Tanya Yoochun sepeninggalan Aiko sepelan mungkin agar Aiko tidak bisa mendengarnya.

Junsu menangguk , ia sebenarnya tidak mau membahas ini. Tapi ia juga tidak bisa terjebak di situasi eperti ini terus menerus , ia juga lelah seperti ini

“Sebenarna apa yang membuatmu seperti ini? Apakah karena kami menculiknya di hari pertama kedatanganya ke korea?”

“Bukan. Walaupun sebenarnya aku marah atas perbuatan , hyung. Tapi sebenarnya aku marah karena aku menemukan Aiko sudah mabuk saat bersama kalian.”

“Apakah karena ia mabuk jadi kau marah? Kau kan sudah tau kalau ia memang sangat suka minum , dan kadang ia bisa sampai mabuk kalau ia menemukan minuma yang ia sukai. Kebetulan kemarin Jaejoong hyung mendapatkan wine langka , makanya ia minum sampai seperti itu. Dan mungkin salah kami juga tidak menghnetikanya saat ia minum.”

“Aku benar – benar menyesal semuanya beakhir seperti ini , aku ingin mengakhiri ini semua. Benar – benar ingin mengakhirinya!”

“Lakukanlah. Bicarakan dengan dia baik – baik. Sebelum semuanya terlambat. Kau tidak takut ia pulang ke Jepang karena kau memperlakukanya seperti ini. Kau harus ingat sudah sebulan ia disinih , kau mendiamkanya dan dia sama sekali tidak pernah keluar rumah. Apakah ia bisa hidup lebih lama seperti ini? Kurasa tidak.”

“Dia tidak kelua rumah sama sekali?”

“Tidak. Ia tidak pernah keluar. Ia menitip sayuran kepada ahjuma dirumahku.Selain ke tematkud an Jaejoong dia sama sekali tidak keluar. Kau tidak tahu?”

“Tidak. Aku jarang dirumah , maka aku tidak tahu.”

Junsu tampak menyesal. Ia sama sekali tidak mengira kalau Aiko tidak pernah meninggalkan rumah. Aikopun tidak pernah mengatakan apapun , komplain pada dirinya kalau ia bosan.

“Aiko kau masih belum tidur?”Tanya Junsu menghampiri Aiko yang masih saja merajut di sofa di kamarnya.

“Aku akan menyelesaikan ini dahulu setelah ini akan tidur. Kalau kau mau tidur , tidur saja dahulu.” Kata Aiko sambil memperlihatkan rajutannya.

Junsu melihat mata Aiko , ia tahu walaupun yang dilakukanya sungguh keterlaluan tapI Aiko tidak membencinya. Ia bisa mengetahui itu dari sorot matany. Junsupun langsung memeluk Aiko dengan erat. Rajutan Aiko jatuh ke lantai

“Junsu kenapa kau tiba – tiba…”

Belum sempat Aiko mengatakan apa yang ia ingin katakan sampai habis. Junsu sudah memotongnya “Maafkan aku.”

Junsu yang terlalu bersemangat memeluk Aiko dengan sangat erat hingga Aiko meronta – ronta untuk Junsu melepaskan pelukanya.

“Maaf aku tidak bermaksud menyakitimu.”Sesal Junsu

Aiko mengeleng “Maafkanku juga. Aku tahu maksudmu baik , menyuruhku untuk berhenti minum. Tapi aku hanya merasa itu terlalu berat bagiku. Berhenti melakukan sesuatu yang kucintai. Tapi kalau kau memang mau aku berhenti aku akan belajar untuk berhenti.”

“Tidak , aku tidak mau kau berhenti. Aku memang tidak suka kau minum , tapi aku tidak juga suka melihat kau tersiksa karenaku. Aku tahu abgaimana rasanya berhenti melakukan hal yang benar – benar kaucintai. Karena akupun merasakannya sekarang. Kau tahu , aku benar – benar mencintai sorot lampu , kamera , teriakan fans , panggung. Tapi sekarang aku tidak bisa melakukanya. Aku benar – benar tersiksa karena itu , jadi aku tahu benar bagaimana rasanya tersiksa berhenti melakukan hal yang dicintai. Tapi aku berharap satu hal , kau tidak boleh mabuk ketika aku tidak bersammu.”

“Ok aku berjanji. Aku tidak akan mabuk jika tidak bersamamu.”

Aiko dan Junsupun berpelukan , tak lama Junsu berbisik di telinga Aiko “Apakah kamu suka mencium orang ketika kau mabuk?”

Wajah Aiko langsung merah padam. Junsu yang mau berhenti memeluk Aiko tidak bisa karena Aiko memeluknya lebih erat. Aiko malu harus memperlihatkan wajah merahnya pada Junsu. Aiko memang memiliki kebiasaan mencium orang ketika ia mabuk , tapi ia tidak pernah ingat sama sekali siapa orang yang diciumnya

“Jadi malam itu aku menciummu?”Tanya Aiko malu

“3 kali.” Tegas Junsu

Makin memerah wajah Aiko. Bagaimana bisa ia mencium Junsu 3 kali dan ia sama sekali tidak ingat apapun?

“Apa yang sedang kau buat?”Tanya Junsu sambil bersandar pada Aiko memperhatikan Aiko merajut

“Aku ingin membuat syal.” Jawab Aiko sambil terus merajut.

“Untukmu?”

Aiko menangguk. Ia melihat Junsu “Kau mau?”

“Kalau kau tidak keberatan untuk membuatkanya untukku.”

“Setelah ini aku akan buatkan untukmu. Berarti ini syal couple pertama kita.”

Junsu melihat Aiko tersenyum senang. Aiko memang gadis yang lucu , ia bisa tersenyum senang hanya hal yang kecil saja seperti ini. Inilah yang Junsu suka dari Aiko.

“Kudengar dari Yoochun hyung kau selama tinggal di korea belum pernah meninggalkan rumah sekalipun.”

“Tidak juga , aku sering berjalan – jalan disekitar sinih. Walaupun tidak sering. Aku tidak berani keluar jauh jauh karena aku tidak bisa bahasa korea.”

Junsu baru sadar selama ini mereka berkomunikasi satu sama lain menggunakan bahaa Jepang. Karena keseringan menggunakan bahasa Jepang dan Korea ia kadang suka lupa dan mencampurkan semuanya begitu saja menjadi bahasa sehari – hari.

Tapi Jujsu tidak pernah menyadari tahu kalau Aiko tidak bisa bahasa korea sama sekali , karena ia juga memiliki darah Korea.

“Kau tidak pernah diajarkan bahasa korea?”

“Dulu pernah , tapi karena jarang kugunakan aku jadi tidak mengingatnya lagi. Aku hanya bisa bahasa korea yang sederhana saja.”

“Katakan , aku ingin mendnegar kamu berbahasa korea”

“Saranghae?”

Wajah Junsu merah padam , tidak hanya Junsu saja yang wajah memerah Aiko yang mengatakannya juga wajahnya memerah.

“Sebaiknya aku tidur dulu. Kau tidak mau tidur sekarang?”Tanya Junsu mengalihkan pembicaraan

Aiko mengeleng “Kau tidur saja duluan. Aku akan menyusul.”

Junsupun tidur duluan. Aiko membereskan rajutannya diluar , karena Junsu tidak bisa tidur kalau lampu menyala , maka ia pun keluar dan mematikan lampu tanpa dipinta Junsu sekalipun.

Aiko merajut dan terus merajut tanpa melihat waktu yang berlalu. Ia baru sadar kalau itu sudah pagi ketika ia melihat Junsu sudah bangun

“Kau tidak tidur semalam?”Tanya Junsu sambil menghampiri Aiko

“Kau sudah bangun? Akan kusiapkan kopi untukmu yah. Tunggu sebentar.”Baru saja Aiko mau beranjak berdiri Junsu sudah menariknya , Aikopun lantas jatuh tepat kepelukan Junsu

“Biarkan nanti saja kubuat sendiri. Aku ingin memelukmu dulu.”

Aikopun diam mendapatkan back hug dari Junsu. Karena cukup lama Junsu memeluk Aiko , Aiko tidak sengaja tertidur di pelukan Junsu. Junsu yang mau bangun karena takut Aiko terbangun terpaksa diam dan terus memeluk Aiko.

“Gadis ini sudah membuatku gila.”Bisik Junsu pada dirinya sendiri

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s