Crazy [Part 1]

Posted: April 15, 2012 in crazy
Tags: , , , , , , , , , , , ,

 

“Apa yang kau lakukan disinih?”Tanya Ricky dengan tatapan menyelidik

Aku hanya mendengus kesal. Aku ini pacarnya melihatnya saja performent tapi ia harus berkomentar seperti itu , itu benar – benar menyebalkan! “Aku datang untuk melihat BAP.”

“Setelah selesai kau datang keruang ganti dan ingat jangan sampai ada yang mengikutimu.”

Rick pergi begitu saja , meninggalkan aku. Aku melihat punggungnya dengan tatapan kesal , tapi air mataku sudah mau turun begitu saja. Aku ini pacarnya kenapa ia tidak bisa memperlakukanku sedikit lebih baik?

Ini adalah tahun ke 3 aku berpacaran dengan Ricky , Aku berpacaran denganya memang sebelum debut ia menjadi teen top , dulu hubungan kami baik – baik saja , sampai Ricky debut hubungan kami menjadi tidak sehat. Kami memang berpacaran diam – diam , tapi Ricky memperlakukanku seperti aku ini benar – benar tidak boleh terlihat sama siapapun. Padahal sebenarnya tidak ada masalah kalau kita berpacaran terbukapun.

Awalnya aku sudah meminta putus , karena aku tidak mau berhubungan diam – diam. Itu membuatku tidka nyaman. Tapi Ricky bersihkeras ingin melanjutkan hubungan , tapi semakin berlanjutnya hubungan akulah yang semakin sakit.

“Soyu ayo! Acaranya sudah dimulai!”Panggil Dasom

“Kau saja , aku tidak mau menonton.” Aku benar – benar kehilangan mood buat menonton teen top sekarang ini.

“Loh kau tidak jadi nonton teen top kenapa? Tadi kau kelihatan semangat sekali , kenapa sekarang kau jadi kehilangan semangat begini?”

“Aku mau nonton BAP saja.”

Aku diam di cafe sendirian. Melamun. Dan tak lama kau menjadari ada Ljoe yang duduk di depanku memperhatikanku. Sontak saja aku kaget

“Huaa!”Teriakku kaget

“Hey , hey! Kau baik – baik saja?” Tanya Ljoe perhatian melihatku kaget.

“Sejak kapan kau ada disituh?”

“Tidak lama , sepertinya kau tidak menyadarinya. Kau sedang melamun yah?”

“Tidak , aku tidak melamun aku hanya sedang banyak pikiran saja. Kau sedang apa disinih? Bukanya kau akan tampil sebentar lagi?”

“Aku hanya sedang menunggu minumanku.”

Aku hanya mengangguk kecil saja.

“Mau ikut?” Ljoe mengisyaratkanku untuk mengikutinya

“Kemana?”

“Tentu saja ke backstage.”

Aku memandangnya ragu. Rick pasti akan sangat marah kalau aku datang dengan Ljoe , dia pasti akan mengira yang bukan – bukan. Seperti sebelumnya sewaktu aku menunggu Ricky selesai latihan ditemani Ljoe , Ricky malah berpikir aku sedang menceritakan keburukanya pada Ljoe.

“Tidak aku mau pulang saja.”

“Pulang? Kok pulang , kau pasti belum bertemu dengan Ricky bukan? Ayo aku temani. Kau tidak akan mungkin bisa masuk keruang tunggu tanpa ID. Sekarang yang tanpa ID tidak akan dibolehkan masuk , peraturan baru.”

Dengan ragu – ragu aku mengiktui Ljoe. Saat masuk ruang tunggu aku melihat Rikcy sedang bercanda ria dengan seorang wanita. Melihatku yang datang ia tampak kaget , seperti maling yang baru saja ketangkap basah mau mencuri.

“Apa yang kaulakukan disinih? Bukanya aku menyuruhmu nanti saja kesinih?”Tanya Ricky dengan nada yang sedikit meninggi.

“Aku yang mengajaknya. Kalau ia datang setelah performent kita tidak akan bisa , dia tidak memiliki ID pengenal. Kau lupa peraturannya sekarnag sudah berubah?”

“Oh iya , aku lupa.”

Aku menatapnya dengan kecewa. Ia tampak tidak benar seperti orang yang lupa. Bukan pertama kali dia menyuruhku datang tapi ia malah memeprsulitku. Ini sudah kesekian kalinya.

“Kita putus saja yah.”Kataku pada akhirnya

Seluruh member yang tadinya sibuk dengan aktifitas masing – masing tiba – tiba diam membantu. Merkea langsung melihat padaku. Aku yakin sekali aku berbicara dengan suara yang biasa saja , nyaris bergumam , tapi kenapa responnya bisa seperti ini?

“Kita bicara di tempat lain.” Ricky menarik tanganku , tapi belum sempat kami keluar Cap sudah menghalangi Ricky yang baru mau keluar.

“Kita tidak punya banyak waktu , kalau kalian mau bertengkar silahkan cari tempat dan waktu lain.” Kata Cap dingin.

Aku menepis tangan Ricky Tanpa melihatnya aku berkata “Kami tidak akan bertengkar , tidak ada yang perlu dipertengkarkan.”

“Soyu tunggu! Kau tidak bisa pergi begitu saja!”

Suara Ricky begitu keras hingga orang – orang yang sibuk di koridor , dan beberapa artis yang berada di koridor melihat kearah kami. Cap memberikan isyaratku untuk masuk keruangan tunggu. Akupun masuk. Semua member melihatku dengan tatapan prihatin.

“Kalian boleh meninggalkan ruangan ini.” Cap memerintahkan crew untuk meninggalkan ruangan , tanpa banyak komentar mereka langsung meninggalkan ruangan.

“Sebaiknya kita juga pergi.”Komentar Niel yang mulai menyadari keadaan tidak mendukung.

Tanpa mempedulikan perkataan Niel aku kembali berkata “Kita putus , kau setuju atau tidak. Aku tidak peduli.”

“Kau tidak bisa egois begitu! Setidaknya jelaskan alasan kau mau mengakhiri hubungan ini? Baru aku akan menrima keputusanmu.”

“Kau masih bertanya apa alasanya? Apa kau tidak punya perasaan? Hubungan kita ini sudah tidak sehat. Setiap kita bertemu kita hanya bertengkar , apa yang mau kita lanjutkan dari hubungan seperti ini?”

“Apa kau tidak suka karena kita menjalani hubungan ini secara diam – diam? Kalau begitu aku akan mengatakan pada media , lagi pula aku sudah diizinkan pacaran. Tapi kumohon kau tetap bersamaku , kita sudah bersma untuk waktu lama. Aku tidak ingin hubungan kita berakhir.”

Akupun meninggalkan ruangan begitu saja. Rickypun tidak berusaha mengejarku kembali. Ini adalah jalan terbaik. Mengakhiri semuanya memang yang terbaik.

“Soyu tunggu!” Aku berhenti masuk padhaal pintu lift sudha mau terbuka. Aku melihat Ljoe berusaha mengejarku

“Soyu , kurasa kau sekarang ini terlalu emosi. Entah apa yang terjadi kepada kalian berdua tapi kuharap kau jangan bertindak seperti ini. Ricky memang begitu , sifatnya buruk. Tapi ia sangat mencintaimu. Kau tahu itu kan?”

“Ljoe , aku tau kau berkata seperti itu karena kau perhatian pada Ricky , tapi aku tidak bisa mengubah keputusanku. Aku sudah bertekad akan putus dengan Ricky.”

Tanpa ragu aku masuk ke dalam lift “Semua telah berakhir” , kataku pada diriku sendiri. Ini adalah yang terbaik , bagiku maupun bagi Ricky. Ia bisa fokus dengan karirnya sekarang , dan aku bisa menjalani rutinitasku seperti biasa , tanpa harus pulang hingga pagi buta hanya untuk sengaja bisa bertemu dengannya , melihat keadaannya.

Hari demi hari berjalan , minggu demi minggu berjalan , dan ini sudah hampir 2 bulan aku putus dengan Ricky. Ricky sama sekali tidak pernah menghubungiku lagi , tapi aku juga tidak memikirkan itu lagi. Ok jujur saja aku memikirkannya!

3 Tahun bersama dan sekarang sudha tidak bersama lagi , itu bukan hal yang mudah. Aku sering merasa kesepian. Tapi itu adalah fase yang wajar di lalui seseorang yang putus bukan? Aku hanya perlu membiasakan diri saja , hanya itu.

“Soyu kau mau kemana setelah ini?”Tanya Dason selesainya aku kelas

“Tidak ada. Kau mau mengajakku kemana?”Tanyaku balik

“Sebenarnya aku ingin kau menemaniku ke acara tanda tangan member BAP. Kau mau?”

Aku tanpa banyak pikir panjang , mengangguk setuju. Kurasa tidak ada salahnya pergi bersam Dasom , lagi pula kalau aku dirumah aku hanya kepikiran Ricky terus. Dan itu sedikit membuatku tersiksa.

Ternyata acara tanda tangan BAP sangat ramai , aku tidak mengira boy band rookies BAP bisa seperti ini , banyak sekali orang yang berjubel mengantri untuk mendapatkan tanda tangan member BAP. Akupun mau tak mau ikut berjubalan ditengah kerumuman fans mereka

“Siapa namamu?” Tanya seorang member BAP

Aku mencari – cari nama member BAP tersebut yang menanyakan namaku , aku menemukanya di depannya ternyata dia adalah Him Chan. “Kang Soyu.”

Him Chan tidak langsung memberikan tanda tangannya padaku , ia malah melihatiku dengan seksama “Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

Aku menangguk , mana mungkin ia bertemu denganku , yang ada aku bertemu denganya sebelum ini dan itu hanya di tv.

“Wajahmu sangat familiar bagiku.” Setelah berkomentar seperti itu Him Chan memberikan tangannya disusul dengan member lain.

“Kau tadi lama sekali saat meminta tanda tangan Him Chan.” Komentar Dasom saat aku turun kebawah

“Ia hanya kebinggungan menulis namaku.” Jawabku bohong

Ricky POV

“Apa kau sudah menghubungi Soyu kembali?”Tanya Ljoe sehabis selesai latihan

Ricky menggeleng. “Biarkan saja dulu untuk sementara seperti ini , kurasa ini yang terbaik untuk saat ini.”

Ricky pun meninggalkan Ljoe. Saat baru mau meninggalkan tempat latihan langkah Ricky terhenti.

“Ricky!”Panggil Him Chan

“Oh hai! Apa yang kau lakukan di sinih?”Tanya Ricky heran melihat Him Chan yang bukan artis satu menejement ada di kantornya

“Itu menejerku ada perlu sebentar , ia mau menjemput adiknya.” Jelas Himchan

“Adiknya training disinih? Siapa nama adiknya?”

“Iya adiknya anak training disinih , tapi aku tidak tahu nama adiknya. Oh iya ngomong – ngomong boleh kubertanya seuatu?”

“Boleh , kita ngobrol di tempat lain yah.”

Ricky membawa Himchan ke ruangan latihan vocal yang kebeutlan kosong. Mereka duduk berhadapan satu sama lain.

“Kau ingat tidak waktu berapa bulan yang lalu kau pernah berjalan dengan seorang wanita , waktu kutanya padamu ia adik sepupumu. Kau ingat?”Tanya Him chan agak sedikit berhat – hati.

Tidak butuh waktu lama untuk Ricky mengingat , ia memang sempat kepergok lagi jalan berdua dengan Soyu saat menunggu giliran performent. Dan Ricky mengenalkan Soyu sebagai adik sepupunya. Ricky menangguk kecil.

“Kemarin aku bertemu dengan adikmu di acara fansign , namanya Kim Soyu bukan? Aku tidak mengenalnya pada awalnya , tapi setelah kuingat – ingat akhirnya aku tahu kalau ia adik sepupumu. Mungkin kau merasa aku agak aneh. Tapi bisakah kau kaukenalkanku padanya?”

“Kau mau kuperkenalkan dengan Soyu?”

“Iya. Aku rasa aku terlalu mendadak , dan agak aneh sebenarnya meminta permintaa seperti ini. Tapi aku benar – benar berharap kau bisa mengabulkan permintaanku.”

Him chan tampak benar – benar ingin berkenalan dengan Soyu , ia tampak sangat serius. Ia tidak mungkin tega menolak Him chan , lagi pula ini mungkin bisa menjadi alasan kuata untuk bertemu kembali dengan Soyu , dan memperbaiki hubungan mereka.

“Baiklah kalau begitu , aku akan mengenalkanya padamu. Aku akan mengatur jadwal dahulu , nanti setelah ada jadwal yang pas kita bertemu.”

Himchan tampak senang. Ia pun mengangguk dnegna penuh antusias. Malam itu seleseai Ricky latihan Ricky sengaja datang ke apartement Soyu untuk membicarakan tentang Himchan. Ricky masuk ke apartemen Soyu dengan santai sama seperti dulu ketika mereka berpcaran.

“Ricky apa yang kaulakuakn disinih?”Tanya Soyu kaget yang melihat Himchan masuk ke dalama apartementnya dengan sangat santai.

“Ada yang ingin kubicarakan denganmu.”Jawab Ricky santai

Rickypun duduk berhadapan dengan Soyu , ia menjelaskan maksud ke datanganya . Soyu mendengarkan dengan seksama

“Jadi bagaimana apa kau mau bertemu dengannya?”

“Kalau kau sudah berjanji padanya , bagaimana aku menolaknya. Kapan kita mau bertemu?”

“Baiklah kalau begitu aku akan menghubungimu setelah aku mengabari Him chan.”

“Kau sudah mau pulang?”

“Aku akan pergi besok pagi ke Busan.”

Setelah mengatakan tujuan Ricky , Ricky pergi begitu saja meninggalkan Soyu. Sebenarnya Ricky masih ingin ngobrol dengan Soyu , terutama tentang hubunga mereka berdua. Tapi itu tidak memungkinkan karena besok pagi ia memang sudah harus berangkat ke Busan , dan kalau ia pulang telat menejernya akan memarahinya.

Soyu POV

“Soyu kau mau kemana?” Tanya Dasom ketika selesai kelas dan melihatku buru – buru meninggalkan kelas.

“Aku ada janji. Maaf yah.” Aku buru – buru sekali. Hari ini aku berjanji dengan Ricky untuk bertemu dengan Himchan di sebuah cafe tak jauh dari studio mnet. Karena kelasku selesainya telat maka aku sekarang buru – buru sekali.

Aku melihat jam tanganku , matilah aku. Aku sudah tewas! Aku telat 30 menit. Ricky pasti akan marah besar kalau aku telat.

“Maafkan aku telat.”Kataku menyeal sambil menyesuaikan nafas.

“Kau ini , kan sudah janji pukul 7. Sekarang sudha hampir jam 8 malam.” Komentar Ricky kesal

“Maaf , tadi kelasnya selesai telat , makanya aku telat.”

Soyupun duduk. Ia mencari – cari sosok Him chan tapi ia tidak bisa menemukanya “Orangnya mana?”

“Lagi ke WC , tunggu saja sebentar juga kemari.”

Aku minum air milik Ricky , tanpa peduli ia mungkin akan marah. Aku tidak pernah berpikir aku akan gugup , tapi ternyata aku gugup bukan main sekarang. Ini pertama kalinya aku berkenalan dengan artis diluar member Teen Top.

“Him chan , kenalkan ini adik sepupuku Soyu.”

Aku dan Himchan berkenalan. Tapi tak lama suasana kurang menyenangkan. Tidak ada yang berbicara satu sama lain. Ricky sibuk meminum kopi yang ia pesan sedangkan aku sibuk sendiri melihat air putih di depanku. Dan Him chan? Dia hanya melihatiku , entah kenapa ia melihatku seperti itu.

“Soyu kamu cantik.”Komentar Him chan tiba – tiba

Aku yang baru meminum air putih langsung tersedak. Buru – buru Him chan mengambilkan tissue untukku , dengan ragu aku mengambilnya.

“Maaf.” Sesalku

“Soyu apa kau sudah punya pacar?”

Aku sedikit kaget karena Him chan menanyakan pertanyaan yang sifatnya agak sedikit pribadi. Sebenarnya itu bukan pertanyaan aneh , tapi kalau kau bertanya seperti itu dihari pertama kau berkenalan apa kau tidak merasa ada yang aneh?

Aku menggeleng “Aku baru saja putus.”

“Baguslah kalau begitu , kalau begitu aku bisa menjadi pacarmu yang selanjutnya kan?”

Mataku tegelak. Ada apa dengan pria ini ? Apa ia kelainan atau apa? Dipertemuan pertama ia berbicara hal – hal yang aneh seperti ini. Aku menatap Ricky , meminta penjelasan maksud dari ini semua.

“Him chan kau sedang bercanda kan?”Tanya Ricky mencoba mencarikan suasana

“Tidak aku tidak bercanda , aku serius. Dari pertama kali aku bertemu aku menyukainya. Aku merasa aku jatuh cinta pada pandangan pertama denganya. Aku yakin ini terdengar aneh , tapi aku akan membuktikan itu semua.”

Dari gaya bicara Him chan ia memang tidak sedang main – main. Ia serius dengan perkataannya. Bia dilihat dari cara bicara dan pandangannya.

“Ini ponselmu.” Him chan mengambil ponselku yang kugelatakan di meja makan “Aku akan memasuk nomermku , nanti akan kuhubungi kau kembali. Maaf aku sekarang harus pergi aku ada jadwal latihan. Maafkan aku , nanti aku menghubungimu kembali.”

Him chan mengembalikan ponselku yang ia ambil. Aku melihatnya , ia beneran memasukan nomer ponsel pribadinya ke handphoneku.

“Kenapa kau bilang kau tidak punya pacar? Kalau kau tidak bilang seperti itu Him chan tidak mungkin berkata aneh – aneh seperti itu ”Tanya Ricky marah sepulangnya Him chan

Aku mengerutkan wajahku “Lalu apa yang harus ku bilang? Aku punya pacar? Kau suruh aku berbohong? Aku tidak mau! Lagian kau sendiri kenapa mengiyakan ketika Him chan berkata ingin bertemu denganku?”

“Lalu kenapa kau setuju?”

“Kau ini benar – benar yah! Aku setuju karena aku tidak ingin kau diaangap sebagai pria yang tidak bisa menepati janji. Aku mengiayakn itu karena kau!”

Selalu seperti itu! Selalu aku lagi yang dipersalahkan! Ricky tidak pernah berubah , dari dulu ia memang selalu seperti ini.

 

Comments
  1. baru nemu ni blog.aq senang krn ada fanfic yg castx member B.A.P,coz aq fans mereka….hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s