Crazy [Part 2]

Posted: April 16, 2012 in crazy
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 

Him chan menghubungiku tiada henti. Ia lebih sering mengirim sms , aku tidak selalu membalasnya. Kalau aku tidak ada kelas akan kubalas kalau aku ada kelas aku akan membalasnya. Dan di malam hari , Himchan selalu meneleponku menayakan kabarku hari ini dan kadang ia hanya meneleponku untuk mengucapkan selamat tidur.

Him chan ternyata orang yang hangat dan ramah. Tidak seperti yang kupikirkan sebelumnya orang yang arrogant dan menyebalkan. Ia sangat lucu , ia sering sekali melontarkan jokes yang membuatku tertawa terpingkal – pingkal. Berhubungan dengannya benar – benar menyenangkan.

“Loh Soyu! Kok kau bisa ada disinih?”Tanya Niel heran melihatku ada di loby KBS stasion.

“Kau pasti mau bertemu dengan Ricky yah? Tunggu saja sebentar lagi dia pasti turun.”

Belum sempat aku menjelaskan kedatanganku , Ljoe sudah menarik Ricky ke hadapanku. Lantas saja aku salah tingkat. Dan Ricky pun kaget dengan kehadiranku.

“Tuh Ricky , Soyu datang menemuimu!” Kata Ljoe semangat

Member teen top lain meninggalkan kami berdua. Aku dan Ricky sama sama canggung berhadapan satu sama lain.

“Kenapa kau bisa ada disinih?”Tanya Ricky basa basi

“Eum… Itu… Him chan mengudangku kemari. Ia mau mengajakku makan.” Jawabku pada akhirnya

Mau tak mau aku berbicara jujur. Aku tidak mungkin berbohong , karena itu bukan styleku sama sekali.

“Kau sepertinya semakin dekat denganya. Dia pasti sering menghubungimu, Apa ia pria yang baik?”

Aku diam , tidak langsung menjawab. Aku bisa merasakan Ricky bertanya dengan suara bergetar. Tapi aku memilih pura – pura tidak peduli “Ia pria yang baik , menyenangkan. Aku sering sekali dibuatnya tertawa. Ia tidak seperti kelihatanya.”

“Begitu? Syukurlah.”

Aku menjadi tidak enak setelah berkata demikian. Tentu saja aku tidak bisa berbohong pada diriku sendiri , walaupun memang Himchan pria baik tapi aku masih mencintai Ricky , walaupun tabiatnya sangat buruk tapi aku mencintainya.

Ricky POV

“Ricky kau baik – baik saja? Wajahmu tampak pucat.”Tanya Cap perhatian

“Hyung apa yang harus kulakukan sekarang?” Suara Ricky sangat bergetar begitu pula badanya.

Cap dan member Teen top yang lain langsung saja tertuju perhatiannya pada Ricky.

“Apa kau sakit?”Tanya Changjo

Wajah Ricky semakin pucat pasi. Tubuhnya bergetar. Tapi ia sama sekali tidak berkata apapun. Cappun memeluk Ricky agar Ricky dapat lebih tenang.  Cap bisa merasakan tubuh Ricky bergetar dengan hebat.

“Hyung Ricky kenapa”Bisik Changjo

Chunji hanya menggeleng kepala. Ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi pada Ricky hingga ia seperti itu. “Aku juga tidak tau.”

Setelah Ricky agak tenangan Cap bertanya “Kau sebenarnya kenapa?”

“Pasti karena Soyu.”Tebak Ljoe

“Kudengar dari Cody noona , Him chan sedang mendekatinya.”Komentar Changjo

Karena komentarnya itu Changjo jadi dipelototi oleh Cap , ia tidak seharusnya berkomenar eperti itu , itu akan memperkeruh suasana saja.

“Lebih baik kau bicarakan denganya baik – baik. Kau minta maaf padanya , aku yakin dia pasti mau menerimamu kembali.”Buju Cap

“Tapi apa boleh aku mengatakan sesuatu? Sejujurnya aku merasa kasihan dengan Soyu. Kau selalu memperlakukanya seperti ia bukan pacarmu. Dan sekarang ketika ia memutuskanmu kau tidak menerimanya. Apakah kamu tidak merasa kamu egois?”Komentar Ljoe terus terang

“Ljoe kau jangan begitu jahat pada Ricky.”

“Aku hanya mengatakan kenyataannya saja hyung.”

Ljoe yang kesal karena tidak ada yang membelanya akhirnya pun pergi meninggalkan ruangan latihan.

“Apa yang dikatakan Ljoe benar , disinih akulah yang salah.”Kata Ricky

Soyu POV

“Kau tampak tidak bersemangat , apa sedang ada masalah?”Tanya Him chan perhatian

Aku mengeleng kepala buru – buru. “Tidak apa – apa kok. Hari ini kita mau makan dimana?”

“Sebenarnya kalau kau tidak keberatan , aku ingin kau berkenalan dengan member BAP. Apa kau mau?”

“Baiklah , kurasa itu tidak masalah.”

Him chan membawaku ke sebuah restouran bbq di kawasan Hongdae. Tempatnya sangat terpencil sekali. Aku yang termaksud sering berjalan – jalan di kawasan ini , tidak tahu ditemapt ini ada tempat makan bbq.

“Tempatnya memang kecil , tapi makanan disinih tak kalah dari restauran mahal.” Komentar Him chan yang sepertinya mengetahui jalan pikiranku.

Ternyata yang lain sudah datang lebih dahulu. Him chan memperkenalkanku atu satu pada setiap member BAP. Jujur perhatianku tertarik pada Zelo , maknae BAP. Cara bicaranya yang tidak biasa , membuatku penasaran.

“Wah Him chan , sepertinya Soyu menyukai Zelo dari pada kamu.”Goda Daehyun

Him chan langsung menarikku ke sisinya “Zelo kau pindah duduk sebelah Young Jae.”

Dengan wajah cemberut Zelo pindah ke sebelah Young Jae yag jarkanya jauh dariku. Aku hanya tersenyum saja melihat tingkah Him chan yang cemburu.

“Kau mau pesan apa?”Tanya Him chan padkau

“Terserah kau saja. Ini pertama kali aku makan disinih , aku tidak tahu mana yang enak. Kau pesanan saja yang menurutmu enak.” Kataku

“Baiklah kalau begitu.”

Selama makan berapa kali Zelo berusaha mencoba mendekatiku , mengajak ngobrol dan bercanda denganku berapa kali juga Him chan menyuruhnya menjauh dariku.

“Hari ini benar – benar menyenangkan , terima kasih yah untuk traktiran makanya.”Kataku selesai makan

“Maafkan aku tidak bisa mengantarkanmu pulang , tapi aku janji lain kali aku akan mengantarkanmu pulang.” Janji Him chan

“Eum , hati – hati yah.”

“Kabariku setelah kau sampai dirumah. Dan pastikan kau langsung pulang kerumah okay?”

Aku benar – benar berterima kasih pada Him chan yang membuatku bahagia. Karena entha sudah berapa lama aku tidak tertawa lepas seperti ini. Aku berhutang budi pada Him chan.

Tiap hari aku dan Him chan selalu berhubungan. Kamipun sering berjalan bersama. Jujur saja aku kaget setiap kali Him chan mengajakku , ia selalu mengajak ke tempat keramaan. Ia tampak tidak peduli dengan orang – orang yang melihatnya berjalan bersama denganku.

“Kudengar Ricky memiliki pacar yah?”Tanya Him chan saat kami bersama makan ice cream.

Mendengar pertanyaan Him chan akupun mendadak tersedak. “Sepertinya aku makan terlalu cepat.”

“Makan perlahan , aku tidak akan memakan ice creammu. Iya kudengar Ricky berpacaran , ia mengatakan itu saat wawancara. Apa kau tidak tahu ia memiliki pacar? Kulihat hubungan kau denganya cukup dekat?”

“Kami memang cukup dekat , tapi kami jarang membicarakan seputar itu.”

“Oh begitu… Tapi aku salut denganya. Dia dengan keren mengatakan saat interview ‘Aku memiliki pacar sekarang , hubungan kami saat ini memang tidak begitu baik Tapi aku akan mencoa memperbaiikinya’ bukankah itu keren?”

Mana ada yang keren , kalau ia berusaha memperbaikinya pasti dari kemarin ia sudah berusah menghubungiku . Ia mengatakan itu hanya untuk pencitraan saja pikirku “Him chan , aku ingin bertanya satu hal padamu. Kita berjalan berduaan seperti ini , secara terang – terangan apa kau tidak takut?”

“Takut untuk apa? Atau jangan – jangan kau yang takut berjalan – jalan dengan artis? Apakah kau sudah mendapatkan teror dari fansku? Atau semacamnya?”

“Tidak bukan begitu. Apa kau tidak takut fansmu meninggalkanmu , atau menejementmu melarangmu?”

“Tidak , menejementku sama sekali tidak melarangku. Mereka mengizinkan kami semua berpacara , asal tidak menganggu jadwal kami saja. Produserku bahkan menyuruh kami berpacaran agar kami bisa membawakan lagu lebih baik.”

Ditengah  tengah pembicaraanku dengan Him chan ponselku berbunyi  , Ricky meneleponku. Mau apa orang ini meneleponku. Aku berusaha mengabaikan teleponku yang berbunyi

“Kenapa tidak diangkat?”

“Sudah biarkan saja.”

Tapi ternyata ponselku terus berbunyi dan tetap telepon yang sama dari Ricky , mau tak mau aku mengangkatnya. “Maaf yah.” Akupun menjauh dari Him chan.

“Kau ada dimana?”Tanya Ricky tanpa basa basi

“Aku ada diluar. Ada apa?”

“Kau sedang bersama Him chan sekarang?”

“Iya aku bersama denganya.” Kurasa tidak perlu aku menyembunyikannya lagi , lagi pula hubunganku dengan Ricky sudah berakhir.

“Aku sekarang ada di apartementmu , pulanglah aku menunggumu. Ada yang perlu kubicarakan.”

Dari nada bicara Ricky ia terdengar sangat serius. Tapi aku benar – benar sudah tidak mau peduli padanya. Kenapa aku harus menuruti permintaanya? Aku ini bukan pacarnya lagi.

“Maaf tapi aku tidak bisa pulang sekarang , kalau kau mau menungguku silahkan , tapi kau juga boleh pulang.”

“Aku akan menunggumu.”

Aku menutup telepon begitu saja , Ricky tidak akan mungkin menungguku , aku sudah mengenal dia sangat lama , ia itu paling benci menunggu. Pasti ia akan pulang.

“Telepon dari siapa?”

“Bukan dari siapa – siapa. Dari sinih kita mau kemana lagi?”

“Bagimana kalau jalan – jalan di daerah sinih? Sekalian aku ingin mencari kado untuk ulang tahun Zelo.”

“Oh Zelo akan berulang tahun?”

“Iya minggu depan. Kami akan mengadakan pesta kecil – kecilan , kau datang yah! Aku akan menjemputmu.”

“Baiklah.”

Selama berjalan jalan kurang lebih 2 sampai 3 jam kami akhirnya menemukan hadiah untuk diberikan pada Zelo. Him chan memutuskan memberikan Zelo boneka miniatur teddy bear satu set. Tadinya aku juga mau membelikan Zelo kado jam tangan , tapi Him chan dengan tegas melarangku. Jadi aku tidak membelinya.

“Terima kasih yah untuk hari ini.”

“Sama – sama , lain kali bolehkah aku mampir ke apartementmu?”

“Boleh kenapa tidak?”

“Yes! Terima kasih yah. Kalau begitu aku pergi dulu yah. Aku sudah agak telat untuk latihan.”

Aku mengangguk. Sampai Him chan menghilang  baru aku masuk ke dalam apartementku.

“Akhirnya kau pulang.”

Aku kaget bukan main melihat Ricky masih ada di apartementku. Dia benar – benar menungguku. “Kau masih disinih.”

“Bukannya sudah kusuruh kau cepat pulang? Kenapa malah jam segini baru pulang?”

“Aku tidak berjanji untuk pulang cepat.”

“Ah sudahlah aku tidak mau bertengkar denganmu. Tujuanku kesinih bukan untuk bertengkar denganmu.”

Aku juga tidak mau bertengkar denganmu , pikirku. Aku masuk ke dapur dan menyiapkan minuman untuku dan juga Ricky , kami duduk berhadapan. Tapi Ricky sama sekali seperti tidak membeirkan sinyal untuk ingin mengatakan apapun. Ia hanya melihat gelas yang berada di hadapannya

“Ya Ricky! Sampai kapan kita mau berdiam diaman seperti ini?”Tanyaku yang mulai agak kesal.

Ricky tidak menjawab , ia hanya diam. Deg! “Ricky kau menangis.”

Ricky yang mengetahui air matanya jatuh buru – buru menghapus airmatanya. Aku buru – buru mengubah posisi dudukku ke sampingnya. “Kau lelah?”

Akupun berusaha menyandarkan badan Ricky ke badanku. Setiap kali Ricky menangis aku selalu memperlakukannya seperti ini , seperti ibu yang menenangkan anakny yang sedang sedih. Dulu waktu Ricky masih ditraining ia sering sekali menangis karena lelah dan ingin menyerah tapi akulah orang yang selalu menyemangatinya.

“Istirahatlah disinih dahulu. Aku akan menyiapkan makan malam.”

Baru saja aku mau beranjak berdiri , Ricky sudah menarikku .Lantas saja aku jatuh ke tubuhnya. “Aku menangis bukan karena lelah , aku menangis karena aku takut. Aku takut kehilaganmu.”

Ricky berkata dengan suara dalam dan tepat di telingaku , itu membuat bulu kudukku merinding. Ricky bukan tipe pria yang akan terus terang pada pasanganya , aku tahu itu. Selama kami berhubungan ia jarang sekali  mengatakan apa yang ia rasakan. Tapi aku  bisa mengetahui itu dari pandangannya padaku.

“Ricky kurasa kita harus mengclearkan semua masalah ini.” Kataku terus terang

Ricky melepaskan pelukanya . Akupun membetulkan posisi duduku hingga bisa berhadarapan dengan Ricky. “Aku tidak ingin kita putus.”

“Ricky dengarkanku baik – baik. Kau merasa seperti ini , itu wajar. Kita bersama sama untuk waktu yang lama dan kemudia kita berpisah. Wajar saja kau merasa seperti ini. Tapi bukan berarti dengan kau bersikap seperti ini aku bisa merubah keputusanku.”

“Apa kau tidak merasakan yang kurasakan seperti yang kurasakan sekarang?”

“Jujur saja aku merasakannya. Tentu aku merasakannya. Tapi ini adalah fase yang harus dilalui. Setiap orang juga pasti melalui fase ini ketika mereka harus berpisah tiba – tiba dengna orang yang mrk cintai.”

“Aku berjanji aku akan melakukan apapun untuk memperbaiki hubungan ini.”

“Kau membuat semuanya semakin sulit Ricky , kurasa hubungan kita lebih baik seperti ini dahulu. Tapi kau tidak perlu takut kehilanganku. Aku akan selalu ada kalau kau membutuhkan.”

“Tapi itu akan berbeda , tidak akan seperti dulu.”

“Tentu saja akan berbeda. Tapi kau tidak akan kehilanganku.”

Walaupun dengan berat hati tapi tampak Ricky sudah bisa menerimanya. Aku bukan tidak bersyukur Ricky mengajakku kembali , aku sangat bersyukur. Tapi dilian sisi aku juga benar – benar takut kalau semuanya kembali seperti dulu , etiap kali kami bertemu hanya bertengkar. Itu akan benar – benar melelahkan.

Ricky POV

“Omma! Kenapa omma bisa ad adisinih?”Tanya Ricky kaget melihat ommanya datang saat latihannya

Omma Ricky tidak menjawab ia malah memukuli Ricky. Ricky yang dipukulin pun berusaha  mengelak “Dasar anak kurang ajar!”

“Omma , kenapa omma ini? Datang sudah marah – marah? Apa omma salah makan?”

“Ya! Masih bisanya kamu  mengatakan seperti itu! Kamu apakan Soyu sampai ia memutusimu! Kamu pasti berlaku yang aneh – aneh padanya , hingga ia memutusimu!”

“Tidak omma aku tidak berlaku aneh – aneh padanya , tapi dari mana omma tau kami putus?”

“Tidak peduli omma tau dari mana , pokoknya omma mau kau kembali pada Soyu! Omma tidak mau kamu bersama perempuan lain kecuali Soyu.”

Ricky tau kalau ommanya sangat menyukai Soyu. Sejak awal omma Ricky memang sudah menyukai Soyu , ommanya bahkan memperlakukan Soyu sangat baik ,  lebih baik dari pada memperlakukan anak semata wayangnya Ricky.

“Omma tenang dulu…”

Setelah beberapa saat omma Ricky akhirnya bisa tenang dan berhenti memekuli Ricky. “Omma tidka mau tahu , pokoknya kau harus minta maaf padanya.”

“Omma aku sudah minta maaf pada Soyu , tapi ia bilang hubungan kita sudah tidak bisa kembali seperti dulu.”

“Kamu pasti sudah menyakiti Soyu! Gadis itu tidak mungkin tidak akan mengampuni kalau kau tidak menyakitinya.”

Ricky terdiam , mungkin benar ia sudah sering menyakiti Soyu hingga Soyu benar – benar tidak mau berbalikan denganya. Keegoisan Ricky lah yang membuat mereka menjadi berpisah. Semua ini merupakan kesalaha Ricky.

“Omma akan menemuinya untuk meminta maaf untukmu.”

“Omma sudah jangan begitu , dengan tingkah omma seperti itu , itu akan membuat Soyu tertekan. Sekarnag Soyu sudah bahagia omma , sudah ada pria lain yang mengisi kehidupannya.”

“Pria lain? Siapa?”

“Dia temanku omma , sesama artis. Dia tampak bahagia dengan dia omma. Sudahlah.”

Omma Ricky tampak tidak bisa menerima kenyataan itu. Rickypun demikian , diam – diam ia sering memperhatikan Soyu yang sering datang ke stasiun tv atau radio , tapi bukan karena dirinya melainkan untuk pria lain. Dan itu membuatnya sakit.

Soyu POV

“Zelo ini untukmu.”Kataku sambil memberikan bungkusan kotak pada Zelo yang berulang tahun

“Terima kasih.” Zelo menerima kadoku dengan senang dan buru – buru mau membukanya “Boleh kubuka sekarang kan?”

Aku mengangguk. Karena Him chan melarangku memberi Zelo hadihan jadi aku tidak memberikan hadiah.

“Kue , noona kau membuat kue ini sendiri?”Tanya Zelo semangat sambil mengangkat tomples berisi penuh kue kering

Aku mengangguk. Karena tidak boleh membeirkan hadiah oleh Him chan , aku membuatkan Zelo kue kering. Aku memang pandai membuat kue kering , karena dulu Ricky selalu memintaku membuatkan makanan kering yang ia bisa makan sewaktu istirahat karena waktu makan yang tidak teratur. Jadi kue kering buatanku sangat membantunya.

“Him chan lihat , pacarmu memberikan hadiah pada Zelo.” Daehyun mencoba memanas – manasi Him chan

“Sinih coba kulihat!” Baru saja Him chan mau merebut toples kue Zelo , Zelo sudha lebih dahulu menyebunyikanya di balik badanya.

“Hyung pasti akan mengambilnya! Tidak akan kuperlihatkan pada hyung!”Tukas Zelo bak anak kecil.

Him chan tampak kesal dengan kelakuan Zelo yang membantahnya “Sudah itu hanya kue biasa saja. Kalau kau mau aku bisa membuatkannya untukmu.”

“Benarkah?”Wajah Him chan tampak sangat semangat , matanya bersinar – sinar

Akupun mengangguk “Aku akan membuatkanya untukmu.”

“Asik!”

Him chan tampak senang. Akupun tersenyum bahagia. Malam itu pesta ultang tahun Zelo berlangsung meriah , walaupun tidak begitu banyak orang yang diundang . Hanya member BAP , aku , cody , dan juga menejer tapi pesta berlangsung meriah. Terlihat sekali Zelo tampak antusias sebertambahnya umurnya.

“Zelo tampak bahagia sekali yah.”Komentarku saat Him chan mengantarkanku pulang

“Ia sangat bahagia karena umurnya bertambah. Soyu malam ini bolehkah aku menginap dirumahmu?” Tanya Him chan tiba – tiba.

“Menginap di apartementku?”

“Ahahah lupakan! Aku hanya asal ngomong.”

Aku hanya diam , karena tampaknya Him chan tidak ingin aku bertanya lebih jauh lagi. Selama perjalanan sampai ke apartemenku kami hanya berdiam diri satu dengan lain.

“Mungkin untuk sementara ini kita tidak bisa bertemu.”Kata Him chan ketika aku baru mau meninggalkan mobil.

Mendengar hal itu aku agak kaget. Mengapa tiba – tiba ia berkata seperit itu?

“Mungkin ini kali terakhir kita bertemu , karena aku sebentar lagi akan disibukan dengan persiapan album baru. Dan mungkin kita tidak akan bisa bertemu.”Sambung Him chan

“Oh karena itu kita , kukira ada masalah apa. Tidak apa – apa kau tidak usah merasa terbebani karena hal itu. Aku sudah terbiasa.”

“Terbiasa?”

“Tidak , maksudku aku bisa memakluminya.” Aku buru – buru meralat kata – kataku. “Apa karena itu kau mau menginap di apartementku?”

Wajah Him chan berubah memerah. Sepertinya dugaanku tepat. Ia ingin menghabiskan banyak waktu denganku , sebelum ia disibukan dengan album barunya.

“Kurasa tidak masalah. Kau boleh menginap di apartementku.”

“Apa tidak masalah? Bagaimana dengan orang tuamu?”

“Mereka tidak tinggal bersamaku , aku tinggal sendirian. Apa kau lupa?”

“Ah iya , maafkan aku.”

Kurasa tidak ada salahnya mengizinkan Him chan menginap di apartementku , lagi pula kami tidak berbuat yang macam – macam. Kami mungkin hanya akan berbicang – bicang sampai pagi tanpa tidur. Itulah yang selalu kulakukan dulu bersama Ricky sewaktu kami berpacaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s