Crazy [Part 3]

Posted: April 17, 2012 in crazy
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 

“Soyu kau terlihat lelah.”Komentar Dason pagi hari ketika kami menghadiri kelas

“Aku hanya kurang tidur saja.” Karena kemarin malam Him chan menginap di apartementku , aku jadi tidak tidur. Kami mengobrol semalaman. Sebenarnya aku tidak ingat apa yang sebenarnya kami obrolkan , karena kami mengobrol tentang banyak hal. Tapi yang kuingat itu menyenangkan.

“Soyu bukanya itu ommanya Ricky? Kenapa ia ada disinih?” Dasom menunjuk seorang wanita tengah baya yang tampak mencari – cari seseorang di kelasku.

Aku yang menyadari itu ommanya Ricky , langsung menghampirinya. “Omma apa yang kau lakukan disinih?”

“Soyu-ah…” Omma Ricky memelekukku.

Karena kelas akan mau dimulai sebentar lagi , maka aku membawa omma Ricky menuju taman. Mau tak mau aku harus membolos kelas ini.

“Omma kenapa omma bisa datang kemari?”

“Soyu-ah… Omma mau minta maaf atas nama Ricky , omma tau dia itu bodoh dan sangat egois. Tapi omma sangat tau ia sangat mencintaimu. Berbaikanlah dengannya , omma mohon.”

Jujur saja aku tidak tidak tega mengatakan tidak , karena itu akan membuat omma kecewa. Tapi jujur saja keputusanku sudha bulat. Ditambah sekarang aku menjalani hubungan dengan Him chan , walaupun kami memang tidak mensahkan hubungan kami sebagai pasangan kekasih , tapi kami menajalni kehidupan seperti kekasih belakangan ini. Aku tidak mungkin bisa menyangkal ini.

“Omma , maafkan Soyu.” Hanya itu yang keluar dari mulutku.

“Soyu-ah… maafkan Ricky okay?” Pinta Omma Ricky untuk kesekian kalinya.

Aku terdiam , aku tidak bisa berkata apapun. Jujur saja aku memaafkan Ricky. Aku selalu memaafkan Ricky , tapi aku tidak bisa menerimanya kembali. Aku terlalu takut untuk kembali sakit hati.

“Halo Him chan ada apa?”Tanyaku ditelepon

“Kau sedang apa?” Tanya Him chan dari ujung telepon

“Aku , tidak sedang apa – apa. Kau sedang apa?”

“Aku sedang di salon. Bukannya kau bilang kau ada kelas? Apa kau tidak menghadirinya?”

“Iya aku tidak menghadirinya. Aku rasa aku terlalu lelah untuk menghadiri kelas.”

“Maafkan aku , akulah yang membuatmu merasa seperti ini.”

“Tidak apa – apa , lagi pula aku senang juga kemarin malam. Him chan , maaf aku tidak bisa mengobrol sekarang. Aku sebenarnya ada tamu. Aku akan menghubungi nanti.”

“Baiklah kalau begitu.”

Karena omma Ricky melihatku terus saat sedang menelepon , mau tak mau aku buru – buru menutup telepon dari Him chan.

“Soyu-ah , temani omma makan hari ini bagaimana?” Tanya Omma Ricky ketika aku selesai menelepon

Aku menangguk. Ricky Omma membawaku ke sebuah restauran samgyupsal yang letaknya sebenarnya agak jauh dari kampusku. Aku tidak protes , karena itu tidaklah sopan. Ditambah aku tidak ingin melihat omma Ricky memintaku berbalikan dengan Ricky lagi

Sesampainya di restauran sampgyupsal aku sudah melihat Ricky ada disinnah menunggu kami. Jujur saja aku agak kaget. Tapi ini pasti sudah direncankan oleh Ricky omma. Tidak mungkin ini semua kebetulan bukan?

“Soyu?” Ricky menyambutku dengan kaget

“Omma…” Belum beres aku berkata omma Ricky sudah memotong “Omma akan meninggalkan kalian berdua , berbicaralah satu sama lain dengan baik – baik.”

Omma Ricky pergi begitu saja meninggalkan kami. Entah kenapa kali ini aku merasa canggung berada di satu ruangan kecil dengan Ricky. Tanpa berkata satu sama lain kami membakar daging , dna makan.

“Bagaimana kabar hubunganmu dengan Him chan?”Tanya Ricky saat mau selesai makan

“Baik. Him chan pria yang baik. Ia juga mengenalkanku dengan membernya , dna member Bap orang yang menyenangkan. Kemarin kami baru saja  berkumpul karena Zelo berulang tahun.” Jelasku sedikit menggebu – gebu.

“Syukurlah , kau tampak bahagia sekarang. Aku lega.”

“Bagaimana dengan para member? Apa mereka baik?”

“Mereka baik. Kami sekarang sedang bersiap – siapa untuk rekaman album baru.”

“Oh… Kalian pasti akan sangat sibuk. Jaga kesehatan , terutama kamu Ricky. Jangan telat makan. Kalau kau merasa kau akan telat makan jangan lupa bawa kue kemanapun kau pergi , jadi kau bisa makan setidaknya.”

Ricky mengangguk , dan kemudian suasana kembali seperti sebelumnya , canggung. Aku melirik jam , sudah hampir mau jam 2.

“Ricky aku pulang dulu yah.” Pamitku

“Oh , kau sudah mau pulang?”Tanya Ricky sedikit kecewa

“Iya , aku harus kembali ke kampus. Barangku kutinggalkan di kampus. Kalau terlalu lama takut hilang.”

“Oh , hati – hati yah.”

Ricky POV

“Soyu tunggu!” Ricky berusaha mengejar Soyu yang hampir mau naik taksi.

“Ada apa?” Tanya Soyu menghentikan langkahnya

“Bagaimana kalau kuantar saja ke kampusmu?”

“Kau mengantarku ke kampusku? Memang kau tidak sibuk?”

Ricky menggeleng cepat. Sebenarnya ia masih punya jadwa latihan. Tapi ia tidak peduli. Ia ingin lebih lama bersama Soyu.

Walaupun awalnya Soyu ragu , tapi akhirnya Soyupun mengikuti perminta Ricky. “Ini kali pertama kau mengantarku ke kampus.”Komentar Soyu saat di jalan.

“Oh benarkah? Aku tidak pernah meyadarinya.” Kata Ricky

“Kau memang tidak pernah peka. Tidak berubah dari dulu  sampai sekarang.”

Ricky terdiam , ia merasa bersalah. Mungkin sifatnya lah yang menjadikan hubungannya dengan Soyu seperti ini. Putusnya mereka mungkin bukan karena Soyu lelah menjalani hubungan tertutup seperti apa yang dikatakan Cap , tapi lebih karena dirinya yang selalu tidak peka.

“Kampusmu besar juga.”Komentar Ricky saat sampai di depan kampus Soyu.

“Lumayan. Terimakasih yah atas…”Entah kenapa Soyu berhenti berkata. Pandanganya terpaku keluar. Rickypun melihat kearah yang sama dengan arah pandangan Soyu

“Himchan.”Komentar Ricky tanpa sadar “Kau ada janji denganya?”

Soyu menggeleng. “Ada apa ia ke kampusku?”

Soyu buru – buru turun dari mobil. Ricky masih duduk di dalam mobil memperhatikan Soyu yang berlari kecil kearah Him chan yang dikerumuni gadis – gadis yang sibuk meminta tanda tangannya.

Dari dalam mobil Ricky bisa melihat Soyu yang bertegur sapa dengan Soyu. Mereka tampak sangat dekat. Ricky salut dengan Him chan yang berani terang – terangan berpacaran di muka umum. Ricky belum tentu seberani itu , ia memiliki banyak pertimbangan untuk tidak mempublikasikan hubunganya ke media.

“Yo!”Sapa Him chan sambil membuka pintu mobil Ricky

Ricky agak kaget , karena ia tidak menyadari Him chan menghampirinya. “Yo!”

“Kudengar tadi dari Soyu , kau mengantarkannya ke kampus. Terima kasih yah!”

“Ah itu bukan masalah.”

Hati Ricky sakit seperti tersayat – sayat ketika tanpa sadar ia melihat Him chan menggegam tangan Soyu dengan erat. Apakah hubungan mereka sudah sampai taraf seperti itu , walaupun mereka bisa dibilang baru saja bertemu?

“Aku dan Soyu mau ke cafe shoop di deket sinih , kata Soyu cafe shoop itu memiliki kue yang enak. Kau mau iktu?” Ajak Him chan

“Ikut saja. Kau pasti akan suka , disanah ada macaron yang enak. Kau kan suka macaron.” Tambah Soyu

“Ok baiklah.” Dengan terpaksa Ricky ikut.

Alasan kenapa Ricky tidak mau ikut karena ia tidak tahan melihat Soyu bemesraan dengan pria lain. Hatinya belum siap. Tapi walaupun begitu Ricky  mengakui Him chan memperlakukan Soyu dengan sangat baik , layaknya pria sejati. Soyu berhak mendapatkan pria seperti Him chan , ketimbang dirinya.

“Ini untukmu.”Kata Soyu sambil memberikan kotak besar pada Ricky

“Apa ini?”Tanya Ricky sembari membuka kotak besar tersebut

“Kue , makanlah dengan member yang lain.”

“Gomawo.”

Ricky melihat kue tart yang diberikan oleh Soyu , Blueberry cheese cake. Ternyata Soyu masih ingat kue tart favoritnya. Mereka bertiga mengobrol satu sama lain di cafe tersebut lumayan lama. Sampai Him chan berpamit untuk pergi

“Aku masih ada latihan. Aku pergi dulu yah.” Pamit Him chan.

Soyu mengatnarkan Him chan keluar. Ricky hanya memperhatikan Soyu dari dalam . Dan saat Him chan berpamitan pulang , ia mencium kening Soyu. Hati Ricky berubah menjadi panas. Ia marah , ia sedih. Tapi ia tidak punya hak untuk itu. Ia bukan siapa – siapa lagi bagi Soyu.

Soyu POV

Hari – hariku berjalan biasa saja , sejak pertemuan terakhirku bersama Him chan dan juga Ricky , aku tidak pernah bertemu Him chan lain , ataupun Ricky. Tapi aku dan Him chan masih bekromunikasi satu sama lain. Walaupun belakangan ini Him chan jarang menghubungiku karena kesibukanya. Tapi aku bisa memakluminya , karena ia sedang sibuk dengan pembuatan album barunya.

Kalau soal Ricky , kami benar – benar lost contact begitu saja. Ricky tidak pernah menghubungiku lagi , akupun tidak menghubunginya kembali. Akan terlalu canggung kalau kami masih berhubungan satu sama lain seperti dulu di kondisi yang seperti sekarang.

“Soyu lihat ini.” Dasom menunjukan majalah padaku

Aku melihat majalah tersebut di dalamnya terdapat banyak sekali fotoku selcaku bersama dengan Ricky  baik sebelum Ricky debut maupun setelah Ricky debut. Ditulis besar – besar diatas “PACAR TEEN TOP RICKY , BERSELINGKUH DENGAN BAP HIMCHAN?”

“Bagaimana bisa jadi seperti ini?”Tanyaku binggung

Dasom menggeleng “Sebaiknya kau telepon Ricky.”

Buru – buru aku mencari ponsel di dalam tasku. Dengan gugup aku mencoba mencari nomer telepon Ricky di ponselku

Agak sulit menghubungi nomer Ricky , sampai ke 7 kali menelepon baru tersambung “Halo Ricky.” Suaraku bergetar

“Soyu kau sudah mengetahuinya?”Tanya Ricky pelan

“Apa yang harus kulakukan sekarang?”

“Tenang , kau tenang dulu yah. Sekarang kau ada dimana? Biar aku menemuimu sekarnag.”

“Aku dikampus.”

“Aku akan kesanah menjemputmu , kau jangan kemana – mana.”

Aku terus melihati majalah yang memuat fotoku bersama Ricky , bagaiamana semua ini bisa tersebar luas sampai media tahu? Apa yang harus kukatakan pada Him chan? Aku telah berbohong padanya , mengatakan kalau aku adalah adik sepupu Ricky , padahal kami adalah mantan kekasih. Apa yang harus kulakukan sekarang?

“Soyu!”Panggil Ricky “Kita tidak punya waktu , media mungkin akan mencarimu untuk mengkorfirmasi semua ini. Sebaiknya kita pergi.”

Aku mengikuti Ricky keluar dari kampus. Semua orang di kampus yang melihat kami , melihat pada kami. Ditambah dengan Ricky yang datang dengan terang – terangan tanpa menggunakan topi , masker ataupun kacamata.

Ternyata Ricky membawaku ke kantor menejementnya. Aku kaget bukan main melihat ada member Teen Top lain dan juga produser Teen Top , Andy. Ini pertama kalinya kau bertemu dengan produser Teen Top , Andy yang merupakan member boy band legenda Shinhwa.

“Jadi kau yang bernama Soyu.”Komentar Andy menyambutku

Aku membungkuk 90 derajat “Maaf.”

“Ini bukan salahmu , jadi jangan menyalahkan diri sendiri. Kita hanya perlu mencari tahu siapa yang telah menyebarkan foto kalian.”

Wajahku tertunduk , aku tidak berani meliha wajah para member , maupun crew yang sebenarnya kukenal. Aku merasa ini kesalahanku. Walaupun aku tidak thau bagaimana foto itu bisa menyebar. Tapi entah kenapa aku merasa ini adalah karena aku.

“Soyu kau tidak apa – apa?”Tanya Him chan cemas sambil menghampiriku

Aku kaget bukan main , mengapa bisa ada Him chan disinih? Dan saat aku melihat ternyata ada juga member BAP yang lain datang. Kenapa semuanya bisa ada disinih?

“Maafkanku aku.”Gumamku tanpa bisa melihat Him chan sama sekali.

“Bodoh ! Untuk apa kau minta maaf , kau tidak salah.” Kata Him chan sembari memelukku.

“Maaf aku harus memotong kalian , tapi kita tidak punya banyak waktu. Bagaimana kalau kita membicarakan ini sekarang , karena semuanya sudah hadir.” Potong Andy.

Semua tampak setuju. Mereka membicarakan langkah – langkah selanjutnya. Karena issue ini berpengaruh sekali pada keduanya. Karena mereka masing – masing sedang sibuk membuat album baru. Dan itu membuatku semakin bersalah.

Selama diskusi aku hanya menunduk. Walaupun kadang aku dimintai pendapat. Aku tidak bicara begitu banyak. Aku telalu sibuk dengan pikiranku , entah sebenarnya apa yang kupikirkan , tampaknya otakku sekarnag berpikir tentang banyak hal secara bersamaan

“Tenang saja semuanya akan baik – baik saja.”Bisik Him chan sambil menggengam tanganku.

Rick POV

“Biarkan aku yang mengantarkan Soyu pulang.” Kata Him chan sewaktu Ricky mau mengantarkan Soyu pulang.

“Oh baiklah.”Ricky pun membiarkan Soyu pulang bersama Him chan.

“Soyu kau tunggu dimobilku dahulu , ada hal yang ingin kubicarakan dengan Ricky.”

Soyu dengan pandangan terpaksa meninggalkan Ricky dan Him chan. Rickypun menatap Him chan dengan heran , apa yang ingin di katakan pria ini padanya?

“Aku ingin jujur padamu , karena semua sudah terlanjut seperti ini. Sebenarnya dari awal aku tahu kalau Soyu bukan adik sepupumu.” Kata Him chan sepeninggalan Soyu.

Ricky kaget bukan main dengar hal itu. Jadi ia sudah tahu kalau mereka sebelumnya berpacaran? “Apa maksudmu?”

“Aku tahu kalian dahulu memiliki hubungan special. Aku sering melihat kalian berjalan – jalan di gedung siaran sambil berpegangan tangan atau sekedar makan sambil mengobrol.  Aku memperhatikan kalian diam diam sejujurnya. Sampai sekali waktu kita bertemu dan kau memperkenalkanya sebagai adik sepupumu. Jujur saja aku agak terkejut , aku selalu berpikir kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya saja. Kalau aku jadi kau mungkin aku akan mengatakan yang sejujurnya.

Aku akan mengatakan kalau Soyu itu pacarku. Dia sangat cantik , menarik dan memiliki aura yang berbeda dari wanita pada umumnya. Jujur aku menyukainya bahkan sebelum aku mengenalnya. Tapi kau malah menyia – nyiakannya. Tidak sering kau membuatnya sedih bahkan menangis. Jujur saat itu aku benar – benar ingin memeluknya dan mengatakan semua akan baik – baik saja…”

Sebelum Him chan menyelesaikan kata – katanya Ricky sudah memotongnya “Katakan apa yang sebenarna ingin kau katakan.”

“Aku hanya ingin bilang , apapun yang terjadi , berita apapun yang tersiar diluaran sanah. Aku tidak akan membiarkan Soyu sedih. Kau tidak perlu kawatir. Dan aku harap kau jangan mebuat Soyu sedih , karena aku tahu dengan jelas siapa yang membiarkan berita ini mencuat.”

Him chan pergi meninggalkan Ricky dengan sejuta kebinggungan. Apa maksud perkataan Him chan yang terakhir? Ia tahu siapa yang menyebabkan berita ini?

“Ricky sedang apa kau diluar?”Tanya Cap

“Ah tidak apa – apa.” Ricky buru – buru masuk ke dalam.

“Kau baik – baik saja?”

“Aku baik – baik saja. Andy hyung sudah pulang?”

“Iya ia sudah pulang.”

Ljoe tampak seperti mencari – cari seseorang “Soyu mana?”

“Dia pulang bersama Him chan.”

Cap menarik tangan Ricky menjauh dari pada member. Cap menatap tajam Ricky “Berlakulah seperti pria! Kalau kau tidak mau kehilanganya , lindungi dia! Tunjukan kalau kau masih mencintainya!”

Ricky kaget bukan main di bentar Cap seperti itu. Cap tidak pernah membentak sebelumnya , kecuali ia benar – benar kesal. Cap lebih sering menggunakan tatapan tajamnya sewaktu ia kesal , tapi itu juga sudah menakutkan , ditambah sekarang ia membentar benar – benar menakutkan

“Hyung…”Ricky gugup bukan main di bentak seperti itu

“Kau tahu bagaimana keadaan kau sekarang? Kau sangat kacau! Kau tidak bisa berkonsentrasi sewaktu latihan dan kelakuan kau sekarang seperti mayat hidup! Kalau kau memang perhatian padanya dan masih membutuhkanya rebut dia! Rebut dia seperti layaknya pria sejati!”

“Hyung kau tidak mengerti kondisinya…”

“Aku memang tidak mengerti kondisinya , tapi aku tau Soyu masih memiliki harapan padamu! Kau tau selama rapat ia selalu melihat kamu dengan tatapan bersalah! Tapi kau pura – pura tidak peduli! Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu , kau membawa Soyu yang terpukul ke kantor . Harusnya kau hibur ia baru ia bawa kemari!”

Cap hyung memang benar. Ia tidak seharusnya membawa Soyu ke kantor. Soyu pasti sangat terguncang dengan gosip ini , ia tidak biasa dengang gosip. Soyu orang biasa tidak seperti dirinya yang sudah biasa digosipkan. Ia lupa akan hal itu

“Aku tidak berpikir sampai situ hyung…”

“Sekarang lebih baik kau temui dia , hibur dia. Aku yakin dia sangat membutuhkanmu. Walaupun memang Him chan ada disebelahnya , tapi mungkin Him chan tidak akan bisa berbuat banyak. Karena ia baru saja mengenal Soyu tidak sepertimu.”

“Baiklah aku akan menemuinya.”

Rickypun berlari seperti orang gila , menejernya memanggilnya untuk latihan , tapi Ricky sama sekali tidak mendengar , ia harus menemui Soyu dan menghiburnya itulah yang ada di otaknya saat ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s