Crazy [Part 4]

Posted: April 22, 2012 in crazy
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pov

“Maafkan aku.” Kataku pelan sesampainya Him chan mengantarkanku kembali ke apartementku.

“Sebagai tanda permintaan maafmu , bagaimana kalau kamu mentraktirku makan?” Tanya Him chan

Aku mengangguk. Kamipun berjalan menuju kedai tokpoki yang tak jauh dari tempat tinggalku. Kami berdua makan dalam diam , untuk pertama kalinya ini terjadi antar kami. Sampai kami selesai makanpun kami sama – sama terdiam

“Terima kasih sudah mengantarkanku.”Kataku sesampainya di apartementku.

Baru saja aku mau menutup pintu apartemntku , Him chan menghalangi “Apakah kau masih menyukai Ricky?”

“Huh?”

“Tadi selama di kantor , kau terus melihat Ricky dengan tatapan menyesal. Katakan jujur padaku apakah kau masih menyukainya?”

Aku terdiam. Aku tidak menyadari kalau aku memandangi Ricky terus meneru , yang kurasa hanya aku saat itu berharap Ricky yang berada di sampingku menenangiku. Tapi sampai akhir , ia tidak melakukan apapun.

“Kau masih menyukai Ricky?” Ulang Him chan

Ricky Pov

Ricky tampak datang tidak disaat yang tepat. Him chan tampak sedang sedikit beragumentas dengan Soyu. Baru saat Ricky mau pergi , Himchan setengah berteriak “Kau masih menyukai Ricky?”

Rickypun membalikan badan. Sepertinya Him chan sudah menyadari keberada Ricky. Tapi tampak Soyu tidak sadar karena ia berada di dalam tidak melihat keluar ke arah Ricky. Ricky memutuskan untuk berdiam diri , ia sendiri merasa penasaran dengan jawaban yang akan diberikan oleh Soyu.

“Aku tidak tahu. Aku juga sering menanyakan hal yang sama pada diriku sendiri  belakangan ini , apakah aku masih menyukai Ricky? Jawabnku mungkin tetap sama , walaupun aku tetap masih menyukainya  apa akan merubah keadaan? Kalau aku masih menyukainya dan kami kembali berpasangan apakah hubungan kami akan lebih baik dari dulu? Kurasa tidak. Berapa kali kami sempat mengalami putus sambung tapi berakhir dengan pertengkaran yang sama , hubungan yang sudah tidak sehat. Kalau begini jawabanya kau sudah tau kan?” Jelas Soyu panjang lembar

Benar yang dikatakan Soyu , berapa kalipun Soyu memaafkan Ricky , Ricky etap tidak berubah. Ricky bukan tidak tau Soyu sudah memohon padanya untuk coba berubah , tapi lebih tepatnya ia tidak peduli. Karena ia tidak pernah membayangkan kalau Soyu akan pergi meninggalkannya. Maka dari itu ia sama sekali tidak menghargainya.

“Soyu kumohon jangan tinggalkan aku!” Ricky setengah berteriak , ia tampak frustasi dan setengah ke takutan.

Soyu yang awalnya tidak menyadari keberadaan Soyu , ia menoleh dan menemukan Ricky yang berdiri tidak jauh dari apartementnya.

Soyu kaget melihat Ricky ada disituh “Sejak kapan kau ada disinih?”

Ricky tidak menjawab. Ia malah belari menghampiri Soyu dan memeluknya dengan erat. Soyu hanya diam mematung , tidak membalas pelukan Ricky

“Kumohon jangan menyerah karenaku. Maafkan aku , aku janji kali ini akan berubah.”Pinta Ricky bersungguh – sungguh.

“Ricky , apakah kau sadar setiap kali aku berkata putus darimu , kau selalu mengatakan hal yang sama. Dan apa yang terjadi kau melanggar janji tersebut. Aku lelah dengan semua janjimu Ricky. Sekarang kumohon lepaskan aku , kalau ada seseorang yang melihat ini akan menimbalkan gosip kembali.”

Ricky tidak melepaskan pelukannya dari Soyu , ia malah memeluk Soyu lebih erat. Sampai Soyu meminta yang kedua kali tapi Ricky tidak mau melepaskannya. Hingga Him chan yang melihatnya mendorong tubuh Ricky . karena terlalu kuat hampir saja Ricky jatuh

“Bersikaplah lebih dewasa.” Tegas Him chan.

“Him chan kau pulang saja dahulu.”Pintaku pada Him chan

“Tapi…”

“Tidak apa – apa kau pulang saja dulu. Masih ada hal yang harus kubicarakan dengan Ricky berdua , untuk menyelesaikan semuanya.”

Soyu menarik Ricky ke dalam apartementnya setelah Him chan pergi. Mereka duduk berhadap – hadapan tanpa berakata apapun.

“Soyu…” Panggil Ricky pelan

“Aku mencintaimu.” Kata Soyu tegas.

Ricky kaget sekaligus senang. Entah berapa lama ia tidak mendengar perkataan itu dari mulut Soyu. Sejak hubunganya memburuk dengan Soyu , mereka tidak pernah menyatakaan perasaan cinta mereka satu sama lain. Setiap bertemu pasti mereka bertengkar satu sama lain.

“Aku mencintaimu , tapi mengapa mencintaimu begitu menyakitkan?” Tanya Soyu putus asa.

Ricky terdiam , ia memandang Soyu , ia bisa melihat Soyu yang mulai menangis. Air mata sudah membasahi matanya. “Soyu-ah…”

“Jelaskan apa yang harus kulakukan sekarang? Kau tahu , sekarang aku benar – benar putus asa. Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat sekarang.”

“Soyu-ah , kembalilah padaku. Kembali ke sisiku. Dan semuanya akan membaik. Aku berjanji aku akan berubah. Aku akan mengumumkan ke publik tentang hubungan kita , jadi kita bisa berpacaran terang – terangan seperti dulu.”

“Aku tidak tau harus menjawab apa. Kau tau ,  aku benar – benar tidak bisa memutuskan. Hubunganku dengan Him chan sudah sejauh ini , dan itu membuatku tidak bisa berbaikan denganmu. Selain aku takut  menjalani hubungan denganmu , ini semua sudah terlambat. Mungkin kalau kau mengejarku dari awal sebelum Him chan mendekati sampai pada posisi seperti ini , mungkin aku akan mau kembali padamu. Tapi sekarang , semua sudah terlambat.”

Soyu POV

Soyu pada akhirnya berterus terang pada Ricky mengenai perasaannya. Ia berharap dengan ia berterus terang pada Ricky , Ricky bisa mengerti posisinya dan menyerah untuk membuatnya kembali ke sisinya. Karena kalau ia berbuat seperti itu , itu akan membuat semuanya akan bertambah sulit.

Dan sudah seminggu ini aku tidak masuk kuliah , semejak fotoku menyebar kemedia masa. Walaupun mataku di tutupi , tapi sebagian orang di kampus yang mengenalku dengan mudah menemukan kalau itu aku.

“Kapan kau akan masuk kuliah? Aku benar – benar sudah bosan di tanyai terus tentang dirimu oleh manusia seisi kampus.”Keluh Dasom ketika mengunjungiku

“Maafkan aku jadi membuatmu susah. Tapi sepertinya aku tidak akan kembali berkuliah.”Kataku pada kahirnya

“Kau serius? Kau tidak akan kembali kuliah? Lalu bagaimana denganku? Aku bersama siapa?”

“Maafkan aku sekali lagi , kemari malam orang tuaku menelepon. Mereka menyuruhku pulang kerumah. Kemungkinan mereka akan mengirimu kuliah ke Amerika.”

“Kau akan ke Busan dan kau akan ke Amerika untuk kuliah? Tapi mengapa begitu tiba – tiba?”

“Mereka mengetahui tentang beritaku dengan Ricky dan juga Him chan , dan menurut mereka aku sudah membuat malu mereka. Jadi mereka ingin aku untuk intropeksi diri ke tempat diamana aku paling tidak inginkan. Amerika.”

“Tapi apakah mereka benar – benar akan mengirimu ke Amerika? Kau kan memiliki West Complex.”

“Mereka tidak tahu aku memiliki West Complex.”

“Kau harus mengatakanya! Kau ingat , bagaimana seberat apa complexmu itu. Aku ingat waktu itu kita kedatangan dosen dari Australia , dan begitu  kau melihatnya kau seperti orang yang sudah tidak bisa bernafas. Itu membuatku benar – benar takut kau tau?”

Aku ingat waktu itu ada kelas bahasa inggris dan karena dosen yang biasa berhalangan hadir maka , ada dosen dari Australia yang menggantikan. Dan saat baru pelajaran mulai aku sudah seperti orang yang mau meninggal.

Waktu kecil aku sempat mengalami penculikan sewaktu aku dan keluargaku liburan di Amerika. Aku diculik kurang lebih 2 minggu oleh orang Amerika. Selama itu aku mengalami kekerasan yang dilakukan oleh mereka. Dan sebebasnya aku dari penculikan itu , aku menjadi takut dengan orang amerika , mau itu ras berkulit hitam , ataupun berkulit putih.

Aku mengetahui mengenai complexku ketika aku duduk di bangku sma , aku tidak memberi tahu kedua orang tuaku , takut mereka cemas. Tapi bisa dibilang complexku ini cukup berat dan menurut dokter complexku ini bisa membunuhku  , aku harus pelan – pelan menyembuhkannya dengan caraku sendiri. Itulah yang dikatakan dokter.

“Mungkin kalau kedua orangtuaku mengirimku ke Amerika , aku bisa sembuh dengan ketakutanku.”

“Kau bisa sembuh tapi kau juga bisa mati!”

Aku hanya tersenyum kecil. Mungkin benar , kalau aku ke amerika mungkin aku bisa meninggal karena tiap hari aku bertemu dengan orang amerika. Sebenarnya aku juga merasa ini seperti aku sedang mempertaruhkan nyawaku. Tapi entah kenapa walaupun nyawaku dipertaruhkan aku tidak merasa sedikitupun gugup , aku hanya merasa pasrah.

“Aku tidak setuju kalau kau pergi ke Amerika , mempertaruhkan nyawamu seperti orang bodoh disanah!”

Ricky POV

“Ricky ada orang seorang gadis yang mencarimu. Namanya Dasom. Kau mengenalnya?”Tanya Jihoo Hyung , managernya.

Ricky berpikir sejenak. Dasom? “Ciri – cirinya seperti apa hyung?”

“Tidak terlalu tinggi , rambutnya sebahu , kulitnya putih , matanya besar. Katanya ia teman SMA mu , dan ada hal penting yang ingin ia bicarakan denganmu.”

“Ah… Kim Dasom! Ya aku mengenalnya. Aku akan segera menemuinya.”

Ada gerangan apa Dasom mencari Ricky? Ricky mengenal Dasom cukup baik. Mereka dulunya satu SMA , tapi Ricky tidak begitu dekat dengan Dasom. Ia hanya kenal Dasom adalah teman baik Ricky. Saat SMA Ricky memang tidak begitu memiliki banyak teman , karena ia sibuk dengan masa training yang menyita waktu mainnya.

Berbeda dengan Soyu yang memiliki banyak teman. Soyu termaksud orang yang cukup popular di sekolah dulu , karena kecantiknya banyak pria di sekolahnya dulu yang menyukainya. Tapi karena Soyu sudah memiliki pacar tidak ada yang mau mendekati Soyu intensif , kecuali untuk menjadi seorang teman.

Tapi diantara banyak teman Soyu , Soyu memang paling dekat dengan Dasom , mereka selalu menghabiskan waktu berdua. Sampai kuliahpun mereka mengambil sekolah yang sama di satu fakultas yang sama juga.

“Hai Dasom!”Sapa Ricky agak canggung

“Oh hai! Maaf aku datang kemari mengganggumu , ada hal yang ingin kubicarakan denganmu.”Kata Dasom serius

“Mengenai apa yah?”

“Soyu. Aku tidak akan bercerita panjang lebar. Kemarin aku menemui Soyu , dan ia berkata ia akan berhenti kuliah dan kembali ke Busan.”

“Kembali ke Busan? Untuk apa?”

“Orang tuanya menyuruhnya pulang , dan berhenti kuliah. Menurut Soyu orang tuanya malu karena insiden kemarin , dan karena itu mereka ingin mengirim Soyu ke Amerika untuk belajar , sekaligus untuk intropeksi diri  atas kelakuan yang sudah ia perbuat.”

“Tapi bukanya Soyu….”

“Orang tuanya tidak mengetaui tentang complex yang dideritanya. Jadi aku mohon bantuan kamu untuk menjelaskan pada orang tuanya.”

“Baiklah aku akan mengusahakannya.”

Ricky memang mengenal orang tua Soyu dengan sangat baik. Ricky sudah dianggap seperti anak sendiri oleh orang tua Soyu. Orang tua Soyu memang sangat senang dengan Ricky , dari Rickylah , mereka bisa mengenal Soyu lebih baik.

Soyu adalah anak yang sangat tertutup. Ia tidak pernah menceritakan masalah yang dideritanya pada orang lain , termaksud pada orang tuanya sendiri. Ia selalu menyimpan masalah sendiri , seberat apapun.

Tapi pada Ricky , Soyu bertindak lain. Soyu lebih jujur pada Ricky , Soyu sama sekali tidak menutupi apapun dari Ricky. Entah karena Ricky adalah pacarnya atau karena Soyu merasa nyaman dengan Ricky. Tapi dengan adanya Ricky memang orang tua Soyu lebih mengerti anak perempuan semata wayangnya.

“Hyung aku akan ke Busan malam ini.”Kata Ricky saat selesai latihan

“Kau ke Busan? Untuk apa?”Tanya Ji Hoo Hyung kaget

“Ada yang harus kurus di Busan. Aku pasti akan kembali besok , aku berjanji.”

“Apa masalah keluarga?”

Ricky tidak menjawab. “Ok baiklah aku mengizinkanmu ke Busan.”

Walaupun kelihatan sekali Ji Hoo Hyung tidak rela mengizinkannya , tapi akhirnya mau tak mau Ji Hoo Hyung mengizinkan karena Ricky tampak sangat serius kali ini. Ia jarang menampak wajah serius , biasanya ia lebih kalem dan tidak menampakan ekspresi apapun kalau di belakang kamera.

Perjalanan Seoul Busan yang cukup lama , sebenanrya membuat Ricky lelah. Tapi ia buru – buru menghilangkan pikiran lelahnya dan langsung pergi kerumah orang tua Soyu. Tak butuh waktu lama Ricky sudah sampai di gerbang rumah mewah yang terletak di perumah elit di Busan

Kedua orang tua Soyu memang orang yang berada. Ayahnya memiliki perusahan tambak ikan di berbagai tempat. Tapi walaupun Soyu hidup bergelimang harta dan kemewahan , ia sama sekali tidak terlihat seperti orang yang hidup sehari – harinya seperti itu.

Soyu lebih sederhana di kehidupan seharinya. Menurut Appanya , Soyu mirip mendiam ommanya yang sudah meninggal ketika Soyu berumur 3 tahun. Tidak suka kemewahan itulah Soyu yang dikatakan mirip mediam ommanya menurut appanya ketika Appanya bercerita tentang Soyu kecil pada Ricky.

“Omma! Appa! Ada Ricky Oppa!”Teriak seorang anak kecil menyambut Ricky

Rickypun menggendong anak kecil yang berteriak menyambutnya tersebut “Uri Donghoo… Kau sudah besar sekarang , berapa usiamu sekarang?”

“5 tahun.”

Tak berapa lama orang tua Soyu keluar. Ricky langsung membungkuk hormat menyapa orang tuanya “Maafkan saya bertamu pagi – pagi seperti ini.”

“Ah kau ini terlalu sungkan. Ayo masuk.”Sambut omma Soyu

Terlihat sekali wajah kedua orang tua Soyu sangat bahagia menyambut Ricky. Begitu Ricky masuk ke dalam rumahnya buru – buru omma Soyu menyiapkan minuman untuknya.

“Maaf merepotkan.”Kata Ricky sopan

“Kau pasti belum makan , omma buatkan makanan. Kau makan disinih yah.”Kata Omma Soyu bersemangat

Rick mengangguk. Omma Soyu pun meninggalkan Ricky dengan Appa Soyu. “Oppa , oppa akan disinih menemaniku bermain kan?” Tanya Donghoo memelas

Ricky terdiam , ia tidak tahu  harus menjawab apa. Kalau ia berkata tidak , ia tidak tega melihat Donghoo bersedih. Tapi ia sendiri tidak bisa berkata ia karena ia berjanji akan kembali ke Seoul hari ini juga.

“Yeobo , tolong bawa Donghoo berjalan – jalan sebentar.”Teriak Appa Soyu.

Dengan cemberut Donghoo meninggalkan kami. Ricky merasa bersalah pada Donghoo , dengan memperlakukannya seperti ini.

“Ada hal mendesak apa yang ingin kau katakan hingga kau datang jauh – jauh ke mari dari Seoul?”Tanya Appa Soyu tanpa basa basi

“Pertama aku ingin minta maaf atas insiden kemarin. Semua yang terjadi kemarin , bukan kesalahan Soyu , melainkan aku.”Sesal Ricky

“Kalian putus?”

Ricky mengangguk “Hubungan kami sudah berakhir cukup lama , bahkan sebelum insiden kemarin. Putusnya hubungan kami , jujur saja murni karena kesalahnku. Aku memperlakukan Soyu seenak hatiku. Dan ternyata itu membuat Soyu sakit hati padaku. Maka hubungan kami berakhir.”

“Jujur Appa sangat kecewa dengan munculnya berita itu , begitu pula dengan omma. Tapi mendengar kalau kau putus dengan Soyu , appa lebih sangat kecewa.”

“Aku benar – benar minta maaf. Tapi aku mohon jangan kirim Soyu ke Amerika karena ini.”

“Soal itu , keputusan appa dengan omma sudah bulat. Appa akan mengirimnya ke amerika. Appa melakukannya supaya Soyu tidak menderita karena berita ini. Appa berkata pada Soyu ini adalah hukuman untuknya , tapi sebenarnya ini adalah cara agar ia tidak harus menderita karena berita ini. Appa takut fansmu akan menyerangnya dan bisa membahayakan nyawa Soyu.”

“Tapi mengirimnya ke Amerika juga sama – sama membahayakan nyawanya!”

“Apa maksud perkataanmu?”

Rickypun menjelaskan keadaan Soyu saat ini. Ricky mencoba menjelaskan dengan hati – hati karena ia tidak ingin orang tua Soyu terlalu cemas pada keadaan Soyu , karena Soyu benar – benar tidak suka melihat orang tuanya cemas dengan keadaannya.

“Appa sama sekali tidak mengetahui mengenai masalah Soyu ini. Tapi bukanya ia tahu? Kenapa ia menerima begitu saja keputusan Appa?”Tanya Appa Soyu tampak putus aa

“Ia hanya tidak ingin membantah keiingan Appa dan Omma.” Yang dikatakan Ricky memang benar. Soyu memang selalu mengikuti keiingan orang tuanya. Hanya sekali waktu Soyu membantah ketika ia pertama kali disuruh kuliah ke Amerika , ia membantah dengan alasan ingin kuliah bersama Dasom dan masih ingin bersama Ricky. Tapi itu pertama kali , dan mungkin terakhir kalinya Soyu membantah.

“Yeobo , batalkan sekolah Soyu ke Amerika.”Kata Appa Soyu langsung

“Waeo?” Tanya Omma Soyu heran

“Soyu tidak mungkin kita kirim ke Amerika. Biarkan saja ia disinih.”

Omma Soyu tidak mengerti sama sekali , tapi ia menuruti dahulu apa yang dikatakan Appa Soyu. Appa Soyu tampak benar – benar terkejut dengan perkataan Ricky.

“Appa tidak perlu terlalu cemas. Soyu akan baik – baik saja.” Ricky mencoba menenangi Appa Soyu , tapi agaknya itu tidak berhasil karena kelihata sekali Appa Soyu cemas.

Soyu POV

“Omma , Appa , kenapa kalian bisa datang kemari?”Tanyaku kaget bukan main melihat orang tuaku datang dari Busan , jauh – jauh tanpa mengabariku dahulu.

“Soyu – ah.” Ricky muncul dari balik badan orang tuaku. Wajahnya tampak seperti ingin meminta maaf.

Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi disinih , kenapa keluargaku datang bersama Ricky? “ Ada apa ini?”

“Kami sudah mendengar semuanya dair Ricky.”Kata Appa

“Mendengar semua dari Ricky? Tentang apa?”Tanyaku binggung sambil melihat Ricky heran

“Kenapa kau menyanggupi untuk berangkat ke Amerika , padahal kau tahu sendiri bagaimana kondisimu. Kau tidak sadar kau bisa saja meninggal kalau kau pergi ke Amerika?”

Aku tahu kemana jalan pembicaraan ini , langsung saja aku memeolototi Ricky. Kenapa ia menjelaskan ini tanpa seizinkan dahulu! Ini sungguh membuatku kesal. Appa dan Omma tampak cemas , wajah mereka telah menggambarkan itu semua.

“Appa , Ricky terlalu melebih – lebihkan. Semuanya tidak separah itu.” Kataku mencoba menenangkan Appa dan Omma

“Apa kau sudah ke dokter?”Tanya Omma

Aku mengangguk. “Tidak ada cara untuk  menyembuhi complex ini , hanya akau yang bisa mengatasinya dengan caraku sendiri. Itulah menurut apa yang dikatakn dokter.”

Omma beranjak ke sebelahku. Ia langsung memelukku. Aku bisa merasakan Omma nenangis. Aku benci suasana seperti ini. Karena ketika aku melihat omma menangis , sejujurnya aku ingin menangis.

“Omma sudah tidak apa – apa. Aku baik – baik saja.”Kataku setegar mungkin

“Noona  ….” Panggil Donghoo sambil menghampiriku

Aku bisa melihat Donghoo yang sudah mau menangis , akupun memeluknya langsung. Anak ini memang selalu begitu , walaupun ia tidak tahu apa yang terjadi ketika ia melihat suasana tidak baik , ia akan langsung menangis. Intuisi anak ini memang baik.

“Soyu , appa mau bicara berdua denganmu.” Kata Appa malam hari saat aku tepat mau beres – beres untuk tidur.

Aku menghampiri Appa yang duduk di ruang keluarga. Omma dengan cekatan membawa Donghoo untuk tidur.

“Appa tidak akan mengirimu ke Amerika , tapi appa ingin bertanya sesuatu padamu. Apa rencanmu setelah ini? Kau mau meneruskan kuliah disinih? Atau kau mau pergi dari sinih , kuliah ke tempat yang kau inginkan?”

“Aku tidak tahu.”

“Soyu-ah… Sebenarnya appa mengirimu kuliah di Amerika , bukan karena Appa malu dengan kelakuan kamu. Appa jujur saja tidak peduli dengan pemberitaan media itu , karena Appa tau kamu bukan anak seperti itu. Kamu adalah anak baik , kamu adalah anak yang Appa selalu banggakan. Appa sebenanrya takut kau akan tersakiti kalau kamu ada di sinih , Appa takut dengan pemberitaan yang beredar kau jadi sedih. Appa tidak mau melihatmu seidh.”

“Appa , aku akan baik – baik saja. Jujur saja aku sebenarnya tidak benar – benar terusik dengan pemberitaan itu. Aku hanya merasa bersalah telah membuat semuanya menjadi kacau. Aku telah mengacaukan konsentrasi banyak orang karena masalah ini. Aku tidak tahu sekarang aku harus bebrbuat apa.”

“Pastikan kau memilih keputusan terbaik , yang kau yakini. Hanya itu yang bisa appa katakan.”

Appa meninggalkanku sendiri diruang keluarga. Kantukku yang tadi meraja rela sekarang hilang begitu saja. Aku bisa tahu appa kecewa dengan putusnya hubunganku dengan Ricky , karena appa snagat menyukai Ricky , ia sudah menganggap Ricky sebagai anaknya sendiri. Tapi aku sendiri tidak bisa menjalani hubungan ini , karena terlalu melelahkan.

“Himchan-ah.”Kataku di telepon

“Soyu? Kau belum tidur?”Tanya Him chan dari ujung telepon dengan sedikit kaget

“Kau sedang apa? Apa aku menganggumu?”

“Tidak , aku baru beres latihan , ini sedang di jalan mau pulang ke dorm.”

“Noona! Noona!” Aku bisa medengar Zelo berteriak memanggilku , Him  chan yang merasa terganggu karena Zelo langsung membentak Zelo menyuruhnya untuk diam

“Aku merindukanmu.” Kata – kata itu keluar dari mulutku dengan seketika. Akal sehatku sepertinya tidak bekerja dengan baik! Ini pertama kalinya aku menyatakan pernyataan memalukan seperti ini pada Him chan.

“Apa yang barusan kau katakan?”

“Tidak! Bukan apa – apa , lupakan saja! Sudah aku mau tidur.”

Dengan buru – buru aku mematikan ponselku. Aku pasti sudah gila! Aku menutup kedua wjahaku dengan bantal. Kantuk menghilang dan aku bena r- benar tidak bisa tidur karena malu mengatakan hal seperti itu. Ah aku benar – benar sudah kurang waras!

 

 

Comments
  1. sis,kok nggak dilanjutkan sih?ceritax bagus,aq penasaran sm kelanjutanx

  2. stefani says:

    thor lanjutin gih bagus nih penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s