Marry Me [Part 1]

Posted: April 26, 2012 in marry me
Tags: , , , , , ,

“Aiko bagaimana keadaanmu hari ini?”Tanya Suster yang bertugas pagi itu

Aku tersenyum bahagia menyambut suster “Aku baik.”

“Apa karena kau hari ini akan berjalan – jalan dengan dokter Siwon makanya hari ini kau jadi semangat seperti ini?”

“Eum… Oppa sudah berjanji akan berjalan – jalan denganku hari ini , dan ia berjanji akan membelikan apapun yang aku inginkan. Tentu saja aku bahagia hari ini.”

“Baguslah kalau begitu , suster tinggal dulu yah.”

Suster meninggalkanku sendirian. Aku menatap jendela rumah sakit , awan hari itu tampak cerah. Baguslah cuaca cerah seperti ini , aku jadi bisa berjalan – jalan dengan hati senang.

“Noona!!!”Seorang anak kecil berteriak masuk ke kamarku.

“Oh Taeminii , kau sudah boleh pulang?”Tanyaku melihat Taemin , pasien di sebelah kamarku yang sudah memakai pakaian bebas.

Taemin mengagguk senang “Dokter sudah mengatakan aku boleh pulang hari ini. Noona cepatlah sembuh! Supaya noona bisa pulang seperti aku!”

“Ah… Noona akan cepat sembuh supaya noona bisa pulang seperti kamu juga!”

“Nanti , kalau aku ada waktu aku pasti akan mengunjungi , noona.”

“Janji?”

“Janji.”

Aku dan Taemin berjanji dnegna mengantelkan jari kelingking satu sama lain , tanda perjanjian. Dan setelah berpamitan Taeminpun meninggalkanku. Aku sudah mengenal Taemin cukup lama , ia anak yang sangat enerjik. Tapi sayang ia memiliki paru – paru yang tidak baik.

Kalau ia kelelahan asmanya akan kumat , dan kalau kumat ia bisa sampai dilarikan ke rumah sakit. Taemin sudah cukup sering keluar masuk rumah sakit. Dan saat dirumah sakit ia menghabiskan waktu denganku seharian penuh.

Aku biasanya menenamninya membaca cerita  , belajar , ataupun membuat prakarya. Aku menemaninya selagi ommanya bekerja. Taemin tidak memiliki appa , menerut omma Taemin , appanya meninggalkan mereka , pergi dengan lelaki lain.

Aku tidak mau bertanya lebih rinci kenapa hal itu terjadi , karena tampak sekali omma Taemin tidak mau menceritakan lebih jauh tentang appa Taemin. Taemin pun tidak tahu kalau appanya meninggalkannya , dan pergi dengan wanita lain. Ia hanya tau appanya meninggal.

“Oppa kau ada dimana?”Tanyaku di telepon

“Oppa sekarang sedang dijalan. Kau bersiap – siaplah sebentar lagi oppa akan menjemputmu.” Kata Siwon dari ujung telepon

“Ok baiklah , aku akan siap – siap.”

Akupun bersiap – siap. Karena tidak mau menunggu membuat Siwon menunggu lama , akupun menunggunya di lobby rumah sakit. Tak berapa lama mobil Siwon datang. Akupun langsung naik ke mobil tersebut.

“Hari ini kita mau kemana?”Tanya Siwon sambil melihatku

“Eum… Kau ingin menonton film.” Jawabku semangat

“Ok baiklah.”

Hari itu aku menghabiskan waktu seharian dengan Siwon Oppa. Siwon oppa adalah oppa kandungku. Sekaligus ia dokter pribadiku. Dari kecil sampai sekarang aku berusia 19 tahun aku besar di rumah sakit. Kenapa?

Alasanya simpel karena tubuhku yang lemah. Aku memiliki ketahan tubuh yang sangat lemah. Dengan penyakit kecil saja seperti flue itu bisa membuatku kehilangan nyawa. Karena anti body yang lemah , maka tiap hari aku harus diinfus dan minum obat untuk memerkuat daya tahan tubuhku.

Tapi itu tidak bisa membuat daya tahan tubuhku menguat , kalau aku tidak mengkomsumsi obat  – obatan atau di infus sehari saja , sekali aku terkena penyakit seringan apapun , aku bisa saja langsung masuk icu atau nyawaku tidak tertolong.

Maka dari itu aku tidak pernah jauh dari rumah sakit. Untungnya Appa adalah kepala rumah sakit , ditempatku dirawat. Maka dari kecil Appa yang secara pribadi mengurusku. Dan karena Oppa mengambil jurusan kedokteran juga , dan ia sekarnag sudah lulus , maka Oppalah yang mengurusku sekarang.

Omma , meninggal sewaktu aku berumur 2 tahun karena menyakit serupa. Bisa dibilang ini penyakit langka dan juga penyakit turunan. Dan karena aku menderita penyakit seperti ini , aku tidak punya banyak teman seusiaku , karena aku sama sekali tidak sekolah.

Untung Appa memanggilkan guru pribadi yang datang setiap hari ke rumah sakit untuk mengajariku. Aku memang tidak terlalu suka belajar , tapi setidaknya belajar membuatku melupakan penyakitku dan membuatku berpikir kalau aku normal.

“Apa yang sedang kau pikirkan?”Tanya Siwon

“Tidak aku tidak memikirkan apapun.”Kataku sambil melahap burgerku

“Bagaimana filmnya? Kau suka?”

“Eum.. Aku menyukainya , tapi aku tidak menyukai endingnya. Pemeran prianya bodoh , karena wanita yang dicintainya tidak menerimanya ia malah memilih bunuh diri. Dikala banyak orang berjuang untuk hidup , dia malah menyia – nyiakan hidupnya. Menyebalkan!”

“Itu kan hanya cerita , supaya lebih menarik jadi endingnya seperti itu.”

“Begitu yah?”

“Tentu saja! Kalau tidak dibuat seperti itu , mungkin ceritanya tidak menarik.”

Aku manggut – manggut saja. Ditengah kami makan , ponsel pribadi Siwon berbunyi. Melihat dari reaksinya sepertinya ia mendapat panggilan gawat darurat dari rumah sakit.

“Rumah sakit.”Tebakku

Siwon mengagguk , wajahnya berubah menjadi wajah bersalah “Mian…”

“Sudahlah , ini kan sudah biasa. Ayo kita pulang.”

Jujur saja aku sebenanrya tidak mau pulang , cuaca hari ini sangat bagus. Dan aku sebenanrya ingin jalan – jalan santai di taman. Tapi apa boleh buat kalau keadaan harus memaksaku untuk pulang. Mau tak mau aku akan pulang.

“Maafkan oppa , lain kali oppa akan mengatur waktu agar kita bisa bermain lagi.” Setelah berkata demikian Siwon meninggalkan mobil dan belari menuju ruang gawat darurat

Aku hanya mendnegus kesal ketika Siwon meninggalkanku. Untuk dia mendapatkan libur saja susahnya setengah mati , karena hari – harinya ia habiskan di rumah sakit. Dan sekalinya libur selalu saja ada gangguan. Menyebalkan!

“Aiko kau sudah pulang? Cepat sekali , kukira kau akan pulang malam hari.”Komentar Kyuhyun yang melihatku di loby

Aku mendengus kesal “Oppa dipanggil mendadak ke rumah sakit , makanya ia kembali lebih cepat.”

“Kau tampak kesal , bagaimana kalau aku traktir kau makan?”

“Benar? Kau tidak ada pasien?”

“Pasien terakhirku tampaknya tidak akan datang , aku sudah menunggnya setengah jam tapi sampai sekarang belum datang. Sudahlah tinggalkan saja.”

“Kau berbeda sekali dengan oppa , berapa lamapun kalau pasien yang berjanji denganya belum datang , ia akan menunggunya. Kalau perlu ia akan meneleponnya.”

“Siwon memiliki intuisi penuh sebagai dokter , aku berbeda denganya. Aku menjadi dokter semata – mata karena orang tuaku.”

“Ok baiklah.”

Kyuhyun adalah sahabat Siwon. Mereka sudah bersama – sama sejak kuliah. Walaupun selama kuliah mereka memang dianggap sebagai jenis , tapi Kyuhyun memang tidak seambisius Siwon. Siwon memutuskan mengambil S2 sedangkan Kyuhyun tidak. Ia tidak mau mengambil specialisasi apapun , ia hanya ingin menjadi dokter umum yang bisa istirahat dnegan tenang , tidak seperti Siwon yang bisa setiap hari mengingap di rumah sakit karena pasien.

“Ngomong – ngomong sekarnag kau umur berapa?”Tanya Kyuhyun saat mereka sedang makan

“Aku? 19 tahun. Ada apa , oppa tiba – tiba bertanya umurku?”Tanyaku balik

“Tidak aku hanya ingin tahu , apa kau sudah punya pacar?”

Aku menggeleng “Bagaimana mau berpacaran , keluar saja aku jarang.”

“Oh begitu.. Bagaimana kalau kau menjadi pacar oppa.”

Aku kaget mendengar perkataaan Kyuhyun. Tokpoki yang kumakan langsung keluar begitu saja. Ini benar – benar tidak sopan “Maaf.”

“Kau pasti kaget mendengar perkataanku.”

Tentu saja aku kaget , aku sudah menggap Kyuhyun sebagai oppaku , karena kami sudah bersama semejak kecil. Tapi aku tidak mengatakannya “Ada apa oppa? Kau sedang ada masalah dengan pacarmu?”

Kyuhyun tidak menjawab. Ia malah asik dengan makanannya. Akupun tidak bertanya kembali karena sepertinya Kyuhyun tidak ingin aku membahas masalah ini. Sudahlah…

Selesai makan kami langsung kembali kerumah sakit. Tapi aku kaget karena pintu rumah sakit dipenuhi oleh waratawan. Sangat banyak , yang membuat kami tidak mungkin masuk ke dalam rumah sakit tanpa berdesak – desakan

“Ada apa ini?”Tanyaku binggung

Baru saat Kyuhyun menjawab ponsel pribadinya berbunyi

“Aku baru selesai makan dengan Aiko , kau ada dimana?Ok baiklah…”

“Tadi Siwon menelepon , katanya kita tidak mungkin masuk ke dalam sekarang. Sangat penuh dengan wartawan , sebaiknya kita tunggu di mobilku saja.”

Aku mengikuti Kyuhyun. Kami berdua menunggu di dalam mobil. Jujur saja akuagak sedikit gelisah karena aku belum minum obat sama sekali sore ini. Dan sekarang aku tidak membawanya. Kalau aku tidak makan obat ,aku pasti akan sakit.

“Oppa , apa tidak ada cara supaya kita bisa masuk?”Tanyaku pelan

“Kata Siwon, lobby seluruhnya dipenuhi oleh wartawan. Sangat sulit untuk bisa masuk. Ada apa? Kau lelah? Kalau kau lelah istirahat saja di sinih dahulu.”

Aku menggeleng.

“Kau belum minum obat?”

Aku mengangguk.

“Kaukan tidak boleh telat minum obat!”

Aku mengangguk. Kyuhyun buru – buru menarikku keluar dari mobil.

“Ayo ikut dengaku.” Kyuhyun menggegam tanganku memasuki rumah sakit.

Dengan pasrah aku mengikutinya. Kyuhyun membawaku masuk ke rumah sakit , tapi melalui jalan belakang. Aku memang pernah mendengar rumah sakit ini memiliki jalan belakang , tapi hanya beberapa orang saja yang memiliki akses masuk ke sanah. Karena di belakang rumah sakit merupakan laboratorium penelitian terhadap pengobatan , yang dirahasiakan.

“Kyuhyun , kau bawa siapa?”Tanya salah seorang dokter pria yang kebetulan melihat kami ketika baru masuk

“Dia pasien.” Jawab Kyuhyun singkat sambil terus berjalan

“Kau tidak boleh membawa pasien ke sinih , kau tahu kan pertaurannya.”

“Sudah diam kau! Diluar banyak wartawan , kami tidak bisa masuk , dan pasien ini harus minum obat segera!”

Aku kaget sekali , baru pertama kali ini aku melihat Kyuhyun membentak orang. Dia tidak pernah membentak orang sebelumnya. Walaupun orang itu bersalah pada Kyuhyun , Kyuhyun lebih memilih tidak mempedulikanya.

Kami berjalan semakin dalam. Aku sendiri tidak tahu ini dimana. Karena tempat ini sangat tertutup bagi orang luar. Dan aku tidak menyangka kalau Kyuhyun memiliki akses disinih. Karena Siwonpun sepertinya tidak memiliki akses ke laboratorium seperti ini.

“Kau jangan bilang pada siapapun kalau kau pernah masuk laboratorium , tidak kecuali Siwon.”Kata Kyuhyun saat aku sudah sampai di kamar dan meminum obat

Aku mengangguk “Apa karena alasan itu kau tidak sering kelihatan di ruanganmu?”

Kyuhyun tidak menjawab. Aku juga tidak bertanya lebih jauh. Ia sudah mempertaruhkan karirnya karena membawa orang masuk ke laboratorium , hanya untuk aku itu sudah sangat baik. Aku tidak ingin menanyakan hal yang tidak ingin ia jawab

“Terima kasih.”Kataku sebelum Kyuhyun meninggalkan kamarku

Kyuhyun pun mengangguk tanpa melihatku dan pergi meninggalkan kamarku. Malam harinya seperti biasa suster datang ke kamarku dan mengambil darahku. Untuk melihat apakah keadaanku semakin baik atau tidak.

“Suster kenapa dibawah banyak wartawan?”Tanyaku saat suster mengambil darahku

“Oh itu… Ada artis masuk rumah sakit. Kayaknya sich cedera akibat jatuh. Tapi saya juga tidak tahu. Dia masih dirawat di ruang UGD.”Jawab suster

“Separah itu kah?”

“Entahlah , aku juga tidak tahu , karena aku tidak melihatnya.”

Karena aku penasaran aku melihat ke UGD. Tapi belum sampai ke UGD , Siwon melihatku dan menghalangiku

“Kau tidak boleh masuk ke dalam , keadaanya sangat kacau.”Jelas Siwon

“Tapi ada apa? Aku kan penasaran.”

“Ada artis yang mengalami kecelakaan karena jatuh saat konser berlangsung. Sudahlah kau masuk saja ke dalam kamar jangan masuk ke dalam. Keadaaan di dalam sangat kacau.”

Aku menurut dan kembali ke kamarku. Jam sudah menunjukan pukul 1 pagi , tapi aku masih bisa belum tidur karena keadaan diluar yang sangat ramai , dan dari jendela kamarku aku masih bisa melihat banyak wartawan yang bertandangan memburu berita.

Dugaanku pasti artis ini adalah artis papan atas , mungkin Rain atau setingkat denganya , hallyu star. Karena aku bisa melihat kehebohan yang ditimbulkan disinih.

“Bagaimana keadaanmu?”Tanya Kyuhyun keesokan harinya

Aku bengong. Jiwaku belum bersatu dengan tubuhku , sama sekali. Karena ketika Kyuhyun baru masuk aku benar – benar baru bangun. “Huh??? Oh.. Aku baik – baik saja.”

“Baguslah.”

Begitu Kyuhyun mau meninggalkanku aku memanggilnya “Kau kesinih cuma mau bertanya itu?”

“Eum.. Aku Cuma ingin bertanya itu.”

“Apa kau sudah sarapan? Bagaimana kalau kita sarapan bersama.”

Kyuhyun tidak memberi jawaban apapun. Akupun turun dari ranjang dan menariknya keluar.

“Aiko kau mau kemana!”Panggil Siwon yang melihatku dan Kyuhyun baru mausk lift

“Oh oppa! Aku mau makan dengan Kyuhyun. Oppa mau ikut?”Tawarku

“Mian , oppa masih ada urusan. Kalian makan saja duluan. Kyuhyun titip Aiko yah.”

Kyuhyun mengangguk. Siwonpun meninggalkan kami dan berlari kecil menuju ruang perawatan. Sampai di loby bawah , aku  kaget bukan main , melihat diriku di pantulan kaca di loby. Rambutku berantakan sekali dan benar – benar seperti orang baru tidur

Aku mencubit perut Kyuhyun “Ya! Kenapa kau tidak memberi tahu penampilanku menyeramkan seperti ini?”

“Kau tidak menyeramkan kok.”Kata Kyuhyun dengan polosnya

Aku mendengus kesal. Buru – buru aku merapikan rambutku yang bermekaran seperti singa yang baru bangun tidur.  Kami memutuskan makan di cafetaria di rumah sakit , karena hari ini ada menu special.

Wartawan yang dari kemarin meliput , sampai sekarang masih ada di loby. Tapi tidak sebanyak kemarin.

“Mereka belum pulang juga yah.”komentarku yang melihat wartawan yang  masih menunggu di loby

“Mereka belum mendapatakan berita apapun tentang Yunho.” Kata Kyuhyun santai

“Yunho? U-know Yunho??”

Kyuhyun mengangguk “Siwon tidak bercerita tentang ini?”

Aku menggeleng. “Oppa tidak pernah bercerita apapun mengenai pekerjaannya sama sekali.”

“Lalu kau tidak pernah bertanya padanya?”

“Tidak. Untuk apa?.”

“Kalau aku tidak mengenalmu dari kecil , mungkin aku akan berpikir kau bersikap dingin terhadap oppamu. Padahal kau sebaliknya.”

Aku tersenyum kecil mendengar komentar Kyuhyun. Memang benar aku tidak pernah menanyakan pekerjaan Siwon , Kyuhyun maupun appa. Aku sama sekali tidak akan bertanya ketika mereka tidak ingin membahasnya , aku adalah tipe orang yang seperti itu. Aku tidak akan bertanya apapun ketika orang itu tidak ingin membahasnya duluan. Dan aku merasa kenapa aku harus menanyakan pekerjaan seseorang ketika seseorang tersebut sudah menghabiskan separuh hidupnya demi pekerjaannya? Bukannya lebih baik menghabiskan waktu dengan hal lain?

“Yang benar yang dirawat di dalam itu Yunho?”Ulangku tidak percaya

Kyuhyun mengangguk “Tampaknya dia mau melakukan percobaan bunuh diri dengan minum racun , tapi gagal karena sudah ketahuan oleh menejernya. Tapi kau tidak boleh mengatakan ini pada siapapun. Tampaknya ini menjadi top secret rumah sakit ini untuk sementara waktu.”

“Bodoh.”

Aku bukan fans Yunho , tapi kurasa tidak ada orang yang tidak mengenalnya kalau mereka seusiaku. Yunho , leader boy band hallyu star terkenal DBSK. Semua orang pasti mengenalnya , karena ia sangat terkenal. Walaupun sempat hiatsu selama 2 tahun. Tapi pasti semua orang masih mengingatnya.

Tidak heran banyak sekali wartawan yang berdatangan , dan ada yang rela menginal sampai pagi hari seperti ini. Tapi kenapa orang seperti Yunho , yang sudah terkenal , memiliki nama dan juga kekayaan masih ingin bunuh diri? Apa dia tidak terlalu bodoh?

“Apa dia selamat?”

“Selamat. Tapi keadaanya masih krisis. Siwon masih berusaha menyelamatkannya.”

“Pantas saja tadi ia berlari – lari seperti orang kesetan seperti itu. Tapi tidak denk… Dia selalu lari – lari kesetan seperti itu walaupun tidak ada Yunho.”

Kyuhyun tertawa terbahak – bahak mendengar komentarku. Aku hanya tersenyum. Ternyata ia menggap jokesku sebagai lelucon , padahal menurutku itu bukan jokes , aku serius mengatakannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s