[CONTEST] ALL FOR YOU from Heidinar / @dinarjulian

Posted: June 29, 2012 in B2ST Giveaway
Tags: , , , , , , ,

“Kumohon..”

“Maaf, aku tidak bisa..”

Aku terdiam. Sedang menyaksikan Dongwoon oppa yang kusukai berusaha mendapatkan wanita impiannya yang ternyata malah menolaknya. Sebenarnya sedikit sakit, ingin menangis rasanya. Tapi kutahan.. Boleh jujur sebenarnya meskipun sedih aku sangat lega! Tapi melihat wajah kecewa oppa aku jadi tak tega.

“Baiklah, aku akan tetap menunggu”

“Maafkan aku..” Kata wanita itu, Jang Miri, yeoja paling terkenal di sekolah. Cantik, pintar bernyanyi dan prestasinya bagus. Tak heran oppa menyukainya.

Setelah menolak oppa, dia langsung pergi. Aku sedih melihat oppa terdiam dan menunduk. Dengan berani aku menghampirinya.

“Oppa..”

“YooKyung-ah..”

Oppa menyandarkan kepalanya di pundakku. Terlihat ia begitu kecewa.

“Jangan sedih oppa.. Masih banyak yang sayang oppa”kataku sambil mengelus kepalanya.

“Gomawo, tapi aku mencintainya..”

Sebenarnya aku ingin berteriak. ‘Aku jauh lebih mencintaimu!’ Tapi dengan sekuat tenaga kutahan.

“Oppa masih punya aku dan teman lainnya. Aku yakin kalau dia memang milik oppa, dia akan kembali..”

Oppa menegakkan kepalanya sambil berkata.

“Yosh! Aku harus semangat. Benar juga, aku kan punya Yookyung, saengku yang manis!”

Saeng.. Benar, selama ini oppa hanya menganggapku adik. Itu saja sudah membuatku cukup senang.

“Untuk melupakan ini, kita makan ramyeon yuk! Aku lapar oppa”

“Ya! Aku sedang bersedih malah kau ajak makan. Tapi kalo saeng lapar, oke deh ayo kita pergi”

Aku tersenyum, beginilah oppa yang kucintai.

Aku dan Oppa memang sangat dekat. Kami teman sejak kecil. Oppa lebih tua setahun dariku. Aku dulu menyukainya hanya sebagai kakak. Entah kapan perasaan ini berubah, mungkin seiring berjalannya waktu. Oppa yang dulu sering berebut mainan denganku, kekanakkan, entah kenapa dan sejak kapan berubah menjadi pria dewasa yang baik, lembut, dan aku merasa tenang jika di dekat Oppa.

Aku berjalan di belakang oppa yang berjalan cepat.

“Dongwoon Oppa, tunggu!”

Tanpa kusadari dari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan kami..

 

******

Keesokan harinya, kulihat Oppa berjalan di koridor depan kelasku. Aku berniat menghampirinya tapi…

“Dongwoon! Tunggu..”

Langkahku terhenti melihat Miri memanggil oppa.

“Ah ne, ada apa?” Oppa terlihat senang.

“Maafkan aku menolakmu tempo hari. Aku bahkan belum memberi alasan..”

“Tidak apa-apa..”

“Kau mau tau alasannya?”

Oppa mengangguk cepat.

“Sahabatmu mengganggu!”

Aku terdiam. Apa yang dimaksud Miri itu aku??

“Maksudmu.. Yookyung?”

“Ya, aku bisa saja jadian denganmu asal kau berjanji tidak ada di dekatnya lagi”

“Kenapa begitu?!”

“Kau tak sadar, aku cemburu melihatnya! Kau bilang kau suka padaku tapi kau tetap saja dekat dengan yeoja lain. Bagaimana? Kau mau berjanji?”

“Tapi dia sahabatku. Hubunganku dengan Yookyung hanya sahabat. Kau tahu itu kan?”

“Sahabat? Bagiku tidak seperti itu… Kau tahu? Aku sejak dulu sudah menyukaimu. Tapi karena ada dia, aku jadi terhalang untuk dekat denganmu! Bagaimana, kau mau berjanji untuk menjauhinya?”

“Ukh.. Beri aku waktu”

Aku langsung lemas. Aku selama ini hanya jadi pengganggu baginya. Aku harus mendukung cinta Oppa. Meskipun itu sangat sakit.. Tapi aku tak ingin melihat oppa bersedih. Aku harus rela melihat oppa yang kucintai jadian dengan wanita incarannya. Karena aku cinta Oppa.

 

*******

Istirahat siang ini aku menerima telepon dari Oppa. Sebenarnya tidak ingin kuangkat, tetapi Oppa meneleponku berkali-kali.

“Yookyung..”

“Ne oppa”

“Bisa kita bicara sebentar di taman?”

“Ne, aku kesana sekarang”

Di taman..

“Ada apa oppa?” Sebenarnya aku tau. Mungkin oppa akan membicarakan hal itu..

“Miri mau jadi pacarku”

“Eh benarkah?! Selamat oppa aku ikut senang”

“Yookyung, mulai besok aku akan berangkat dan pulang bersama Miri, kau tak keberatan?”

“Ah tidak apa-apa. Bukannya harusnya seperti itu? Atau kalau perlu kita tidak usah bersama lagi..”

“Yookyung-ah..”

“Mulai besok jangan temui aku oppa” tanpa sadar air mataku jatuh. Teringat omongan Miri yang begitu menyakitkan.

“Yookyung bukan begitu..” Oppa berusaha menenangkanku.

“Sudahlah oppa, aku sudah mendengar pembicaraanmu dengan eonni. Aku sudah tahu semuanya. Aku hanya pengganggu. Gara-gara aku Oppa sempat ditolak eonni. Maafkan aku. Tapi selamat, akhirnya kamu berhasil juga mendapatkannya” kataku tersenyum lebar. Menyembunyikan tangisku..

“Tapi aku tak ingin mengkhianati persahabatan kita. Apa perlu aku menolaknya..” Kata oppa lirih

“Jangan. Aku tau oppa sangat mencintai eonni”

Sedetik kemudian aku ada di pelukan oppa, akupun membalas pelukannya. Hangat..

“Gomawo yookyung..”

“Cheonmaneyo…” kataku menyembunyikan tangis..

 

******

Keesokan harinya kulihat oppa dan Miri sedang berbicara di taman belakang sekolah.

“Apa? Kau sudah bicara pada Yookyung? Jadi, sekarang kita pacaran!” Kata Miri terlihat senang.

Oppa tersenyum tipis. Kulihat miri menggelayuti lengan oppa. Memang harus kuakui, mereka pasangan serasi. Sulit menyangkalnya. Oppa berwajah sedikit arab, membuatnya terlihat seperti pangeran arab. Sedangkan miri berkulit putih dan mulus, cantik sekali, wajahnya ramping dan badannya bagus. Berbeda sekali denganku..

Aku kembali ke kelasku, karena tidak tahan melihat semua ini. Melihat Oppa yang kucintai, ada di pelukan orang lain.

Saat akan kembali ke kelas, aku bertemu Oppa. Sepertinya dia ingin menyapaku, karena ketika bertemu denganku, bibirnya bergetar. Aku menunduk dan terus jalan, tak peduli dia menyapaku atau tidak. Aku sudah mau melupakan ini semua. Juga cintaku pada oppa. Karena jalanku terburu-buru, aku tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang dan membuat notes kecil yang selalu kubawa di saku jatuh. Bodohnya aku tidak menyadarinya. Padahal di notes itu tersimpan sebuah rahasia..

Sesampai dirumah, tak kutemukan notes itu. Aku baru sadar kalau notesku jatuh saat bertabrakan tadi. Aku sangat panik. Bagaimanapun aku harus menemukannya! Dengan masih memakai seragam, aku berlari menuju sekolah. Berharap notes itu tidak ada yg memungut. Tapi aku salah, kulihat Dongwoon oppa berdiri di gerbang sekolah sambil membawa notesku!

“Oppa, itu milikku, kuambil ya” kataku lirih sambil mengambil notes itu secara paksa. Aku sangat takut jika oppa membacanya.

Oppa menjauhkan notesnya dariku.

“Oppa, kembalikan!” Kataku keras. Aku sudah mengira oppa membacanya, makanya ingin kuambil notes itu dan segera pulang.

“Kenapa kau tidak memberitahuku?!” Balasnya tak kalah keras.

Deg! Oppa pasti membacanya!

“Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau menyukaiku?! Aku sudah sangat jahat padamu! Kenapa kau diam saja? Kau membuat dirimu seakan-akan kuat padahal kau lemah!” Aku baru sadar aku sudah ada di dekapan oppa.

“Aku ingin oppa bahagia. Itu saja. Aku tidak ingin perasaanku terbalas, hanya ingin Oppa bahagia. Aku tau Oppa tidak akan bahagia jika bersamaku” aku melepaskan pelukannya.

“Sudah ya sekarang kau sudah tahu, sudah jangan pikirkan ini” kataku sambil mengambil notes itu dan berlari pulang.

Dongwoon oppa hanya diam. Membiarkanku pulang begitu saja tanpa mencegahku. Aku tersenyum. Memang beginilah seharusnya.

 

*******

Keesokan harinya, kulihat oppa sedang mengamati Miri yg sedang mengobrol dengan temannya di halaman belakang.

“Ah! Akhirnya aku menjadi pacar dongwoon juga yg sudah lama kuincar hartanya itu hahaha! Aku memang hebat yah, dia begitu mencintaiku sampai akhirnya memutuskan hubungan dengan sahabatnya! Bodoh sekali dongwoon itu. Nanti kalau hartanya sudah habis, akan kuputuskan dia. Hmm selanjutnya siapa ya?” Kata Miri.

“Kau jahat sekali ya haha! Padahal dongwoon itu kan baik dan tampan. Sayang sekali kau hanya mengincar hartanya!” Ucap temannya.

“Justru kebaikannya itu yg aku incar, nanti akan kusuruh dia membelikanku barang bermerek! Hahaha!” Ucap Miri lagi.

Plok plok plok… Kulihat oppa menghampiri Miri sambil bertepuk tangan. Aku mengamati lebih dekat lagi. Aku melihat Miri gelagapan.. Lucu sekali.

“Baik nona Miri, mau kubelikan barang bermerek apa? Tas? Sepatu?”Kata oppa menyindir.

“Dongwoon-ah, kau salah paham. Ini… Hmm.. Tidak se.. Seperti yang kau… Pi.. Pikirkan!” Kata Miri gelagapan.

“Mau menyangkal lagi? Sudah cukup, sudah cukup kau membuat persahabatanku pecah, membodohiku, mau menghabiskan hartaku pula. Mau apa lagi?” Oppa berkata dengan santainya. Tapi bisa kulihat, oppa sangat sedih. Aku dan oppa sudah berteman sangat lama. Aku bisa mengerti perasaannya sekarang ini.

Aku sudah tak tahan lagi hanya diam mendengarkan seperti ini. Melihat oppa sangat terpukul, akhirnya kuberanikan diri..

Plak!

“Impas!”

Dongwoon, dan temannya Miri bengong melihatku. Sedangkan Miri meringis kesakitan akibat pipinya kutampar.

“Yookyung, kenapa ada disini?” Tanya oppa.

“Mian oppa, aku tidak bisa diam melihat hal seperti ini” kataku “Hey! Yang bodoh itu kau! menyia-nyiakan seorang dongwoon! Yang kau lihat hanya harta?! Licik sekali! Wanita mata duitan!” Kuluapkan semua amarahku pada Miri. Oppa hanya bisa bengong melihatku.

“A..apa sih maksudmu?! Kenapa menamparku?! Dasar!” Miri mengambil ancang-ancang menamparku. Dengan sigap kulihat oppa menangkis tamparan Miri dan menggennggam tangannya erat.

“Mau apa kau?!”Tanya dongwoon, lalu melepaskan tangan Miri dengan kasar.

“Bodoh!”Miri mengumpat dan pergi menjauh bersama temannya.

“Fiuh, lega!” Ucapku.

“Yookyung-ah..” Panggil oppa.

“Ne?”

“Gomawo”

“Oh, iya tidak masalah”

“Yookyung-ah..”

“Ne?”

“Aku merasa aneh pada diriku sendiri, akhir-akhir ini aku sering memikirkan dirimu. Entah kenapa sejak aku tahu kau menyukaiku aku jadi begini..”

Dadaku berdesir, bahagia. Tapi secepat mungkin kutepis perasaan ini.

“Itu karena oppa baru saja putus dengan Miri hahaha”

“Ani..” , “sepertinya aku menyu…”

“Tidak oppa, oppa hanya menjadikanku pelarian kan? Oppa menganggapku saeng, tidak mungkin menyukaiku” kuputus kata-katanya.

“Tapi aku benar-benar…”

“Sssh, pikirkan dulu oppa. Aku tidak mau berakhir sebagai pelarian oppa saja” kataku sambil menempelkan telunjukku di bibir oppa.

“Ah, sebentar lagi bel masuk, aku mau cepat masuk. Bye bye!” Aku meninggalkan oppa yang diam termangu sendirian…

 

*******

 

Sepulang sekolah, aku berniat langsung pulang. Aku berusaha menghindar dari oppa. Padahal aku sudah berusaha melupakan oppa, tapi kenapa ucapannya membuatku lebih menyukainya lagi?

Kupercepat langkah menuju gerbang sekolah, aku melewati kelasnya dan kulihat ia sedang duduk di bangku panjang depan kelas seperti sedang menunggu seseorang. Aku melewatinya begitu saja. Tiba-tiba…

“Yookyung-ah! Tunggu”

Kuberhentikan langkah dan menarik napas panjang.

“Ne?”

“Aku ingin bicara sesuatu” tanpa menungguku mengiyakan, oppa menarik tanganku dan membawaku ke halaman belakang sekolah yang sepi.

“Ada apa? Aku ingin cepat pulang. Banyak tugas” kataku singkat.

“Akan kubantu! Aku hanya ingin kau tahu bahwa perasaanku ini benar-benar suka! Aku tidak bermaksud menjadikanmu pelarian. Aku sadar dari awal aku hanya tertarik dengan kecantikan Miri, bukan hatinya. Tapi setelah aku mengetahui kau menyukaiku, aku tanpa sadar memikirkanmu. Aku sudah menyakitimu! Aku bodoh kenapa aku lebih memilih wanita seperti dia ketimbang sahabat terbaikku yg sekarang kucintai” kata oppa dengan tatapan mata teduh. Tampan sekali…

Tanpa sadar air mataku mengalir.

“Awalnya aku berniat melupakan oppa. Tapi… Tapi setelah oppa bicara ini, aku ternyata semakin menyukaimu!” Kataku disela tangis.

Sebuah dekapan hangat menghampiriku. Oppa mendekapku kuat. Aku membalasnya, kuselampirkan tanganku di punggung oppa.

“Aku beruntung menyukaimu” kata oppa

“Aku double! Beruntung menyukai oppa dan disukai oppa! Hahaha” candaku.

Cup.. Bibir oppa mengecup keningku.

“Oppa!! Ini masih di sekolah!” Teriakku kaget.

Mukaku memerah dan pipiku memanas. Meskipun sudah bersahabat sejak kecil, oppa tidak pernah menciumku, karena kami memang sahabat. Tapi sekarang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s