The One I Love [Part 1]

Posted: October 8, 2012 in The One I Love
Tags: , , , , , , , , ,

Taemin memasuki kamar masing – masing di dormnya , tidak ada orang satupun di dorm , kosong melompong. Jam sudah menunjukan pukul 10 malam , seharusnya member yang lain sudah pada pulang , tapi tidak ada satupun yang sudah pulang , managerpun tidak ada.

Hari itu Taemin yang memang tidak ada skejul sama sekali memutuskan untuk pergi ngegym , akhir – akhir ini ia memang tidak ada sekejul sama sekali kecuali melakukan promo bersama member Shinee , ia sama sekali tidak memiliki kegiatan individu.

Beda dengan hyung – hyungnya yang memiliki  kegiatan individu.
Onew hyung menjadi mc
Jonghyun mengikuti kompetisi immortal song di salah satu stasiun tv
Key hyung sibuk dengan pameran seni yang ia akan ikuti
Dan Minho hyung yang sibuk dengan syuting drama terbarunya

Kadang Taemin berharap hyung – hyungnya sama sekali tidak memiliki kegiatan individu sama seperti halnya dirinya. Jadi ia bisa memilki waktu beramin dengan hyung – hyungnya.

Taemin debut di usia yang sangat muda , ia mencurahkan waktunya hanya untuk mimpinya , menjadi idola. Ia tidak waktu menjali pertemanan dengan teman – teman seusianya.

Tak heran selain dengan hyung – hyungnya di shinee , atau sunbae – sunbaenya di sm town Taemin tidak memiliki teman. Ia merasa kesepian akhir – akhir ini. Ia mencoba melupakannya dengan banyak berlatih ngedance tapi itu percuma , karena tiap sampai di dorm ia pasti akan kembali merasakan kesepian yang luar biasa.

“Hyung kau sudah pulang!” Taemin langsung loncat berdiri , tapi ternyata yang baru masuk dorm bukan hyungnya melainkan seorang gadis yang mungkin seumuran dengan Taemin.

Gadis itu tampak salah tingkah karena langsung disapa begitu oleh Taemin yang tampaknya sangant bergairah.

“Kau siapa?” Tanya Taemin kebinggungan

“Ah… aku datang kemari untuk menggantikan pekerjaan ommaku , sekarnag ia sedang tidak enak badan. Makanya aku menggantikannya.” Jawab gadis itu tampak sedikit ketakutan

“Oh…. Kau anak Ahjuma rupanya… Berapa usiamu?”

“Seumur denganmu.”

“Oh… Namamu?”

“Minah , bang minah.”

Taemin hanya berooh – oh ria. Minah , gadis itu pun masuk pelan – pelan ke dalam dorm , dan ia langsung menuju dapur. Sementar Taemin asik menonton pertandingan sepak bola di tv , minah dengan tekun mengejerjakan pekerjaannya.

Ia mulai dengan mencuci piring – piring kotor , membereskan sampang di dapur dan kemudian mencuci pakaian para member. Setelah selesai minahpun mendekati Taemin

“Ada apa?”Tanya Taemin yang masih dengan serius menonton pertandingan sepak bola

“Apakah kau mau aku membereskan kamarmu?”Tanya Minah

Ommanya sudha mewanti – wanti pada Minah , kalau ingin membereskan kamar , minah harus meminta izin terlebih dahulu. Supaya dianggap tau sopan santun oleh mereka.

“Boleh , bereskan saja terserah kamu. Tapi mungkin kau akan perlu banyak waktu karena sudah lama ahjuma tidak membereskan kamar kami.”

Benar saja , kamar para member tampak seperti kapal pecah , baju – baju kotor bergelimpangan di mana – mana , ada juga pantie yang tergeletak di lantai begitu saja. Minah benar – benar perlu ekstra membersihkan seluruh kamar itu.

Dari segala pekerjaan yang minah lakukan hari itu , waktunya tersita untuk membereskan kamar para member yang meamgn sangat banyak yang perlu dibereskan.

“Aku sudah selesai , apa kau butuh sesuatu? Kau mau makan?”Tanya Minah sopan.

“Kau bisa masak?” Tanya Taemin

Minah mengangguk , ia memang mungkin tak sehebat ommanya dalam bidang memasak , tapi ia juga tidak buruk – buruk banget kemampuan memasaknnya.

“Masakan sesuatu untukku , apapun boleh. Aku sama sekali belum makan.”

“Oh baiklah..”

Karena tidak banyak yang bisa temukan di kulkas , Minah hanya masak seadaanya ia hanya membuatkan kimchi pancak dan japche. Taemin menghampiri Minah yang memulai menyajikan makanan

“Wah kelihatannya enak.” Taemin langsung menyatap makanan yang dibuat Minah.

“Tidak banyak yang bisa kubuat hanya ini. Makanlah. Kalau kau tak ada perlu lagi , aku akan pulang sekarang.”

Minah sudah mengerjakan semua tugas yang biasanya dikerjakan ommanya hari ini. Tak ada alasan lagi untuknya berlama – lama disinih.

“Tunggu , temanilah aku makan. Atau kau mau makan juga?”Tamin menawarkan mangkok kepada Minah.

Minah langsung mengeleng “Aku akan menemanimu makan saja.”

Minah duduk berhadapan dengan Taemin , Ia benar – benar serius memakan , masakan Minah , tidak berbicara sedikitpun pada Minah. Minah hanya diam sambil mengawasi Taemin makan.

Walaupun sebenarnya Minah ingin protes pada Taemin , mengapa ia menyuruhnya untuk menemaninya sambil tidak mempedulikannya , tapi Minah mengurungkan niat itu karena ia takut kalau mungkin sifatnya dianggap kurang  sopan oleh Taemin , dan bisa – bisa ommanya langsung dipecat dari pekerjaanya.

Taemin menghabiskan makanan tanpa sisa sedikitpun entah ia kelaparan atau suka , Minahpun tak tau. Selesainya Taemin makan , Minah langsung mencuci piring bekas makan Taemin.

“Sudah biar aku saja yang mencucinya.” Taemin mengambil piring kotor di tangan Minah yang baru ia masukan ke tempat cuci piring.

Minahpun duduk tanpa protes sedikitpun. Taemin mencuci semua piring kotor miliknya.

“Kau tampak tidak menyukaiku?”Tanya Taemin tiba – tiba

“Ah?” Minah tampak terkejut dengan pertanyaan Taemin

“Kau tampak tidak menyukaiku. Kenapa? Apa ada yang salah denganku?”

“Tidak , tidak ada yang salah denganmu , dan lagi pula mengapa kau berasumsi kalau aku tidak menyukaimu?”

“Kau berbeda dengan gadis yang bisa bertemu denganku , biasanya pada umumnya gadis yang bertemu denganku akan berteriak histeris , kau tampak tidak terkejut ataupun tersipu malu melihatku. Apakah kau normal?”

“Ya! Tentu saja aku nromal , hanya saja aku rasa aku tidak perlu teriak histeris ataupun tersipu malu kalau hanya melihatmu , atau itu yang kau inginkan? Aku bisa melakukannya kalua kau mau. Kita akan melakukan reka ulang dengan kondisi yang kau inginkan.”

Mendengar komentar itu Taemin langsung tertawa. Gadis itu benar – benar unik. Ia tak seperti gadis pada umumnya yang biasa ia kenal.

“Aku bukan tidak menyukaimu , aku hanya bersikap biasa saja padamu. Aku pikir aku tidak perlu melakukan hal – hal aneh padamu , makanya kau memilih bersikap biasa padamu ” Minah mencoba menjelaskan perasaanya

Taemin mengangguk – angguk pelan. Kapan ia terakhir diperlakukan biasa saja sejak ia menjadi idola?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s