Marry Me [Part 2]

Posted: October 9, 2012 in marry me
Tags: , , , , , ,

Siwon POV

Pagi itu Siwon bangun pagi – pagi sekali untuk memeriksa keadaan Yunho. Yah artis yang mau bunuh diri , tapi gagal karena ia berhasil menyelamatkannya. Saat penyelamatan Yunho di ruang operasi benar – benar berjalan sangat dramatis kalau tidak Siwon lebih cepat mengeluarkan racun karena obat – obatan yang diminum Yunho , mungkin nyawa Yunho tidak akan selamat.

Pagi itu di ruang ICU tepat di ruangan Yunho , Siwon melihat adiknya Aiko sedang melihat Yunho. Siwon menghampiri Aiko

“Kau fansnya?”Tanya Siwon , karena melihat Aiko memandangi Yunho yang terbaring tak sadarkan diri

Aiko mengeleng “Ia sangat popular , tapi aku bukan fansnya. Oppa , menurutmu mengapa ia ingin bunuh diri?”

“Aku juga tidak tahu kenapa ia bunuh diri , nanti kalau ia sudah sadar aku akan menanykan langsung padanya.”

Siwon berkata itu bermaksud untuk bercanda , tapi tampaknya Aiko tidak menngkap maksud Siwon sama sekali. Aiko menatap tajam Yunho yang tak sadarkan diri itu

Dan kemudian ia berkata dengan mimik serius “Alasan apapun , ia tak pantas untuk bunuh diri.”

Siwon hanya diam , ia tidak mau membuat adik semata wayangnya semakin marah. Ia tahu Aiko sedang marah , Aiko selalu marah ketika ia memasang wajah serius.

Aiko POV

Semejak rumah sakit kedapatan Yunho , artis papan atas , hallyu star. Rumah sakit benar – benar tak pernah sepi. Jujur saja aku merasa terganggu dengan keadaan rumah saki sekarang ini. Sangat ramai tidak jelas.

Tidak hanya banyak wartawan maupun fans yang mencoba melihat keadaan Yunho , para suster rumah sakitpun tidak kalah sibuknya dan histerisnya. Dokter – dokter perempuanku berbondong – bondong ingin melihat Yunho.

“Ya! Ada apa dengan wajahmu? Muram sekali…”Komentar Kyuhyun yang berkunjung ke kamarnya

Aku yang sedang membaca kembali novel twilight saga , menutup novelku “Memang wajahku kenapa?”

“Kau tampak tidak bahagia , ada apa?”

“Kau tau sendiri kenapa. Ah… aku benci keadaan seperti ini.”

“Sabarlah , keadaan seperti ini tidak akan berjalan lama. Setelah ia keluar nanti keadaan akan kembali normal. Lagi pula mungkin sebentar lagi ia sudah dapat pulang kok.”

“Memang ia sudah sadar?”

“Sudah , ia sudah sadar. Pemulihanya berjalan lebih cepat dari yang diduga mungkin minggu depan sudah bisa pulang. Tapi ia tampak tidak bahagia dengan membaiknya keadaanya.”

“Pria yang aneh.”

Yunho POV

Untuk pertama kali dalam hidup Yunho ia berada di ambang kematian , rasanya benar – benar tidak menyenangkan , ia benar – benar tersiksa. Tapi ia juga tidak berharap untuk kembali ke bumi ini , ia berharap dirinya benar – benar sudah mati.

“Bagaimana keadaanmu?”Tanya Siwon dialah doker yang menangani Yunho , dan menurut manajernya ialah yang menyelamatkan Yunho

“Aku baik – baik saja. Dokter tidak perlu terlalu cemas.”

“Aku tidak cemas , aku hanya menjalankan pekerjaanku.”

Siwon memeriksa infus yang terpasang pada Yunho , mengecek suhu tubuh Yunho , seharusnya Yunho berterima kasih pada Siwon yang berusaha mati – matian untuk menyelamatkan , tapi ia benar -benar tidak berharap akan hal itu. Ia berharap untuk mati

“Kalau boleh aku tahu , kau berencana bunuh diri. Kenapa kau melakukan itu?”Tanya Siwon

Yunho hanya diam

Siwonpun menambahkan ” Sejujurnya aku tidak penasaran kenapa kau bunuh diri , aku hanya melakukan kewajibanku untuk meneyelamatkanmu karena kau dikirim kesinih , seorang pasien dari kamar 307 yang penasaran dengan hal itu. Jadi aku menanykannya untuknya.”

Walaupun sudah dijelaskan seperti itu Yunho tetap bungkam. Siwonpun menyerah ia pun keluar dari kamar Yunho. Tak lama seorang suster datang untuk menganti infus ditangan Yunho

“Bagaimana keadaanmu?”Tanya suster ramah

“Baik…Ah suster ada yang ingin kau tanyakan. Apa kau mengenal pasien dari kamar nomer 307?” Yunho secara spontan menanyakan hal tersebut

“Ah… adik dokter Siwon? Tentu saja kami mengenalnya.”

“Dia adik dokter Siwon?”

“Ia. Kau mengenalnya? Kasian anak itu. Dari kecil ia selalu harus tinggal dirumah sakit. Bahkan ia tidak pernah meninggalkan rumah sakit , kecuali kalau dapat izin dari dokter Siwon itupun jarang diberi izin. Ia benar – benar gadis yang malang.”

“Memang ia kenapa? Ia sakit apa?”

“Ia tidak memiliki daya tahan tubuh atau daya tahan tubuhnya sangat lemah. Kalau kita manusai biasa menderita flue masih bisa bekerja dengan normal , tapi kalau ia menderita flu ia bisa seperti orang sekarat. Makanya ia harus tetap tinggal di tempat yang higenis , seperti rumah sakit. Dan selain itu…”

“Memang ada lagi penyakit yang lain?”

“Kadang fungsi otaknya tidak berjalan , tiba – tiba berhenti berjalan seperti orang yang koma. Hal itu sering terjadi belakangan ini. Kasihan dia diumurnya yang masih 19 tahun Aiko harus menerima berbagai macam penyakit yang mematikan.”

Yunho mangut – mangut , ia juga sedikit iba dengan gadis itu. Karena ia penasaran dengan gadis itu , Aiko. Yunhopun memutuskan untuk mengunjungi kamar gadis itu.

Tok…tok…tok…

“Masuk.” Jawab Aiko dari dalam kamar

Yunhopun masuk dengan menggunakan kursi roda. Kamar rumah sakit itu tampak sudah didesaign semedikian rupa agar terlihat seperti kamar pribadi. Menandakan sudah berapa lama gadis itu brada di kamar itu untuk menjalani pengobatan.

“Kau…” Aiko tampak kaget dengan keadatangan Yunho

“Anyeong!”Sapa Yunho yang agak canggung.

Aiko berbalas menyapa Yunho. Setelah itu mereka berdua sama – sama diam. Gadis itu manis , pikir Yunho

“Ada apa kau disinih?”

Yunho tampak salah tingkah ditanya seperti itu , sebenarnya apa tujuannya kesinih? Yah ia hanya penasaran dengan gadis yang menanyakan kenapa ia ingin bunuh diri , gadis yang menderita berbagai macam penyakit yang masih berusaha untuk hidup sementara ia malah berusaha bunuh diri. Yunho sadar ia benar – benar memalukan berani – beraninya muncul di depan gadis yang berusaha untuk hidup tapi dirinya malah menyia – nyiakannya.

“Aku mendengar banyak cerita tentangmu dari para suster.” Entah kenapa Yunho malah berkata seperti itu , ia jelas tidak bermaksud berkata seperti itu , tapi entah kenapa ia malah berbicara seperti itu.

“Lalu?”

Gadis itu sangat dingin menanggapi Yunho. Yunho jadi tidak tau harus berbuat apa lagi “Aku….”

“Hey dengar…”

Gadis itu menghampiri Yunho dengan memegang tangan Yunho , Yunho terperangah melihat gadis itu Aiko , hanya beberapa cm dihadapanya. Gadis itu sangat percaya diri , dan ia memiliki tatapan yang lembut tapi memilki kekuatan yang tajam.

“Alasan apapun yang kau dapatkan untuk melakukan perbuatan bodoh seperti kemarin , bunuh diri itu benar – benar bodoh. Kau memiliki berapa alasan untuk bunuh diri tapi kau juga punya berpuluh – puluh ribu , jutaan bahkan alasan mengapa kau harus tetap hidup. Ingat itu.”

Aiko POV

Aish…sebenarnya apa yang kukatakan pada Yunho? Mengapa aku mengatakan hal bodoh seperi itu!!? Ia pasti akan berpikir aku gadis aneh yang berpenyakitan.

“Oppa!” aku datang ke ruangan Siwon , untungnya Siwon sedang ada di ruanganya.

“Ada apa adikku sayang?”Sapa Siwon ramah

“Cih! Sayang , sayang apaan! Oppa! Kapan kita makan diluar bersama? Setiap kali kau membuat janji denganku pasti kau batalkan! Ah kau benar – benar menyebalkan!”

Mungkin dari 10 janji yang Siwon oppa janjikan padaku , hanya 3 yang akan ia tepati , sisanya ia pasti tidak akan memegang janji itu karena ia harus ke rumah sakit. Ya! Pasti alasanya Rumah sakit , atau ada pasien yang sedang sekarat yang membutuhkannya. Dan hal itu membuatku kesal bukan kepayang!

“Maafkan aku , aku juga tidak berharap seperti itu , tapi apa boleh buat keadaan yang memaksaku melakukanya.”

Aku menghembuskan nafas pelan. Yah sulit memang memiliki oppa yang sangat menomer satukan pekerjaannya ketimbang adik semata wayangnya ini.
Tapi itulah yang membuatku banggga dengan oppaku!

“Ah… Jadi lupa  , tadi appa menelepon ia menanykan keadaanmu. Ia tadi mencoab menelepon ke ponselmu katanya tidak aktif.”

“Biasa lowbath , appa bilang apa oppa?”

“Ia 2 minggu lagi akan pulang ke korea. Ia berharap kita bisa berkumpul bertiga untuk makan direstauran. Dan dia bilang ia sudah menemukan dokter untuk mencoba menyembuhkan penyakitmu.”

Ok jujur saja aku senang melihat appa mau ngumpul , tapi bagian akhirnya aku tidak bahagia. Sudah berapa puluh dokter profesional yang appa bawa untuk menyembuhkanku tapi tidak ada satupun yang berhasil.

Walaupun sebenarnya aku tidak suka dengan kondisi ini , kau tau kan maksudku , kondisi dimana aku menjadi kelinci percobaan. Tapi aku juga tidak bisa menolaknya karena itu akan membuat appa dan oppa sedih. Mereka tidak mau menyerah atas penyakitku , jadi aku juga tidak boleh menyerah.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s