Marr Me [Part 4]

Posted: October 13, 2012 in marry me
Tags: , , , , , , ,

Siwon POV

“Kau…” Siwon terkejut melihat Yunho berada di kamar Aiko.

Yunho langsung membungkuk “Bagaimana keadaanya?”

“Ia normal , hanya ia belum sadarkan diri. Tapi bagaimana kau bisa mengenal adikku?”

“Ah soal itu… Kami berkenalan waktu aku berada di rumah sakit. Dokter mengenalku kan?”

Siwon mengangguk. Tapi ia tidak pernah mendengar dari adiknya kalau adiknya itu berkenalan dengan Yunho. Adiknya tidak bercerita apapun tentang pertemannya dengan Yunho. Ditambah sekarang Yunho menjenguk adiknya , pasti hubungan mereka lebih dari sekedar pertemuan di rumah sakit yang hanya berlangsung beberapa kali

“Kalian sudah berapa lama berteman?”

“Sejak saat kami bertemu dirumah sakit , sejak saat itu kami sering bertukar email , aku hanya cemas saja Aiko tidak membalas emailku dalam waktu yang cukup lama , padahal kami janji setidaknya seminggu sekali kami akan bertukar email. Ternyata benar sekarang ia sedang sakit seperti ini. Apa ia sama sekali tidak bisa sembuh total?”

“Kami sudah mencoba berbagai cara untuk menyembuhkannya. Appa juga sudah mencoba mencarikan dokter yang mungkin dapat menyembuhkannya , tapi penyakitnya tidak dapat sembuh. Semakin dicoba diobati entah kenapa daya tahan tubuhnya semakin rendah. Mungkin sekarang kami hanya bisa menjaganya supaya ia tidak sakit. Kami hanya akan memilih berbuat demikian dari pada mencari obat untuk menyembuhkannya.”

“Ia juga memberi tahuku lewat email , kalau ia sebenarnya sudah lelah , ia sudah tidak ingin sembuh. Tapi ia terus melakukanya demi keluarganya yang tidak pernah menyerah akan penaykitnya.”

“Ia pernah berpesan padamu seperti itu?”

Yunho mengangguk “Tidak sekali , ia sudah cukup sering mengirimkan email padaku dan memberi tahu kalau ia sudah lelah. Ia hanya ingin menjalani hidup seperti gadis seusianya.”

Siwon tampak shock mendengar perkataan Yunho. Ia tidak pernah tau kalau adiknya merasa seperti itu. Adiknya tidak pernah bercerita apapun padanya , ia selalu tersenyum setiap kali menerima pengobatan. Walaupun itu mungkin menyakitkannya , karena ia harus menahan sakit yang luar biasa , tapi ia memang tidak pernah mengeluh sama sekali. Ia selalu tersenyum , dan mengatakan kalau dirinya baik baik saja.

Bodohnya Siwon , megnapa ia tidak bisa mengerti perasaan adiknya , walaupun mugnkin Aiko tidak mengatakanya seharusnya ia sudah mengerti kalau Aiko memang sudah lelah dengan semua pengobatan yang ia jalani sepanjang hidupnya.

“Maaf aku permisi dahulu.” Siwonpun pamit

Siwon benar –  benar gagal sebagai seorang oppa , oppa macam apa dia yang senan tiasa membiarkan adiknya terus menerus tersiksa , dan ia hanya membiarkannya tanpa berbuat apapun

“Kau baik – baik saja? Wajahmu tampak buruk.”Komentar Kyuhyun yang datang ke kantor Siwon

“Ah… aku hanya kelelahan.” Jawab Siwon.

“Sebaiknya kau pulang , sudah beberapa hari ini kau benar – benar tidak pulang. Kau pulanglah , mandi , makan dan istirahatlah. Biar urusan disinih aku yang akan urus. Termaksud adikmu.”

“Ya , kurasa kau benar. Aku akan pulang.”

Siwon benar – benar butuh udara segar , untuk merefres otak dan pikirannya. Supaya ia lebih tenang dan yah memiliki rencana untuk kedepannya menyangkut Aiko , keluarganya , dan masa depannya tentu saja.

Aiko POV

“Dokter Aiko sudah sadar!”

Aku pelan – pelan membuka mataku , ada di mana aku? Ah rumah sakit…. Tapi jelas ini bukan kamar rawatku , ini dimana yah sebenarnya? Kepalaku sangat berat , ditambah badanku lemas sekali. Kyuhyun menghampiriku , ia mengecek semua keadaanku. Aku tersenyum kecil melihatnya

“Kau sudah bangun.” Sapa Kyuhyun

Aku mengangguk pelan “ICU?”Tebakku

Kyuhyun mengangguk. Tempat ini memang tidak asing bagiku , harus kuakui. Karena kadang ketika aku bangun – aku bangun di ICU , apa bedanya ICU dan kamarku? Bedanya hanya di ICU badanku di penenuhi kabel – kabel.

“Bagaimana perasaanmu sekarang?”Tanya Kyuhyun

“Aku baik – baik saja , hanya lemas. Sudah berapa lama aku tidur?” Aku mengatakan itu seolah itu bukan apa – apa , tapi memang benar koma menjadi hal yang lumrah bagiku , apalagi aku merasa akhir – akhir kesehatanku menurut sudah berapa bulan kebelakang aku cukup sering koma

“3 minggu. Hey… Apa kau bangun sekarang , karena kau tau ada seseorang menjengukmu?”Tanya Kyuhyun nakal

“Ada yang menjenggukku?”Tanyaku tak percaya

Kyuhyun memanggil seseorang untuk masuk. Aku melongo tak percaya kalau orang yang ternyata dibilang menjengukku adalah Yunho. Ah… Aku lupa membalas email terakhirnya!

“Soal email itu…” Belum aku selesai bicara Yunho sudah memotong

“Sudah jangan dipikirkan , sebaiknya kau istirahat saja yang baik suapay kau bisa sembuh total.”

“Oppa , Siwon oppa mana?”Tak biasanya Siwon tidak muncul ketika aku baru sadar dari koma , biasanya malah Kyuhyun yang tidak pernah muncul , ia selalu muncul ketika aku sudah di ruang perawatan

“Ia baru saja pulang. Sudah berapa hari ini ia sama sekali tidak pulang. Makanya aku menyuruhnya untuk pulang , mandi , makan dan istirahat.” Jelas Kyuhyun

Aku manggut manggut. Setelah mengecek keadaanku , aku langsung dipindahkan ke kamarku kembali. Dan Yunho terus mengikutiku. Aku benar – benar merasa heran mengapa Yunho bisa datang kemari dan menjengukku , apa karena aku tidak membalas emailnya makanya ia jadi datang kemari?

“Kau mau minum?” Yunho menawarkan minum yang letaknya disebelah tempat tidurku

Aku mengeleng. “Terima kasih , tapi ngomong – ngomong apa yang kau lakukan disinih?”

“Menjenggukmu , aku awalnya tidak tau kalau kau koma , aku cemas kau tidak membalas emailku dalam waktu yang lama.”

“Kau jangan terlalu perhatian padaku. Bagiku koma adalah hal yang biasa. Kalau kau terus perhatian padaku , aku bisa salah paham padamu. Jangan terlalu baik pada gadis sepertiku yang tidak pernah memiliki teman lawan jenis. Mungkin aku berpikir kau menyukaiku.”

Yunho tampak menganggap itu joke , makanya ia tertawa. Tapi aku benar – benar serius. Aku akan bisa salah paham dengan maksud Yunho padaku. Karena aku tidak pernah merasakan diperhatian oleh orang lain seperti ini. Tidak ada yang pernah menjengukku selama hidupku. Siapa yang mau menjengukku orang seumur hidupku aku habiskan di rumah sakit.

Seumur hidupku selain siwon , kyuhyun dan perawat disinih aku tidak punya teman. Aku tidak pernah sekolah sama sekali karena appa melarangnya. Ia takut aku akan sakit – sakitan lebih parah kalau aku sekolah. Makanya aku mendapat home schooling.

Yunho menemaniku sampai sore hari. Kami menghabiskan waktu bersama mengobrol. Jujur saja ngobrol denganya 1000 kali lebih menyenangkan dari pada harus berbalasan email denganya. Ia seorang yang menyenangkan. Aku bahkan sampai lupa kalau ia itu seorang artis , hallyu star.

Malam harinya , Siwon datang untuk memeriksa keadaanku “Hyung!”

“Kau sudah sadar.” Siwon tersenyum

“Eum… Aku sudah mendingan sekarang. Hanya lapar.”

“Kau mau makan apa? Jangan yang aneh – aneh dahulu. Kau baru sembuh dari sakit.”

“Huh… Dasar… Yah sudah aku makan bubur saja.”

“Kau mau pizza?”

“Pizza!?!!! Oppa kau serius kan? Kau sedang tidak bercanda kan?”

“Tidak , kau mau pizza? Oppa akan pesankan untukmu.”

Aku mengangguk cepat. Jelas saja aku mau pizza. Rasnya sudah lama aku tidak mengunyah sesuatu , yah jelas aku hampir 1 bulan tidak sadarkan diri. Tapi tumben Siwon mengizinkanku makan pizza setelah aku bangun dari koma

“Aiko , oppa sudah bicara pada appa , kami sudah memutuskan untuk menghentikan pengobatan kamu. Kami putuskan hanya untuk merawatmu saja dan kalau kau berpikir untuk sekolah kau boleh.”

Aku benar – benar tidak percaya dengan apa yang kudengar , menghentikan pengobatan adalah keinginanku tapi aku tidak pernah mengatakan pada siapapun , dan sekolah? Tentu saja aku ingin! Aku ingin memiliki teman , memiliki kehidupan yang sama dengan gadis seusiaku.

“Oppa kau tidak sedang mengerjaikukan? Hari ini bukan appril moop kan?”

“Tidak oppa sunguh – sungguh. Oppa sudah berbicara pada appa , sekarang kebahagianmu lah yang terpenting. Apa yang kau mau lakukan lakukanlah asal kau bahagia.”

Aku langsung memeluk Siwon  , aku tidak percaya kalau hal seperti ini akan datang ke kehidupanku. Aku hanya membayangkannya saja dulu , karena aku tidak berani mengatakannya aku takut tidak diperbolehkan , dan juga aku takut merepotkan appa dan siwon saja.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s