[One Shot] If Its Must The End Of Our Story Let Be

Posted: April 30, 2013 in One Shot
Tags: , , , , , , , , ,

“Ya… kau ini benar – benar bodoh melepaskan lelaki seganteng itu. Lihat apa yang di lakukan sekarang…. Dia sukses dan semakin tampan!”

“Oma sudahlah , berapa kali omma mau berkata seperti itu setiap kali melihat Yongguk di tv.” Eunso mematikan tv.

“Ya! Omma lagi nonton! Kenapa kau matikan?”

Eunso berpura – pura tidak mendengar dan pergi berlalu begitu saja. Omma belum tau sebenarnya apa yang terjadi dengan dirinya dan Yongguk oppa. Omma hanya tau Eunso mencampakan Yongguk karena Eunso tidak tahan berpacaran dengan Yongguk yang selalu sibuk. Itu tidak benar , pada nyatanya dialah yang dicampakan oleh Yongguk oppa.

Satu hari di tahun 2011…

“Mau pesan apa?” Seorang waiters menghampirinya

“Ah…” Eunso kebinggung ia belum memilih apapun yang ia ingin pesan. Ia terlalu terhanyut dengan lamunannya. Eunsopun memesan dengan asal “Ice capucino.”

“Ada yang lain?”

Eunso mengeleng. Ia kembali melihat keluar jendela melihat kerumunan orang banyak. Gangnam memang selalu penuh dengan banyak orang , umumnya remaja. Inilah tempat paling ‘in’ di Seoul. Tidak hanya week end saja tempat ini penuh. Weekdaypun tempat ini memang tidak pernah sepi. Ditambah lagi banyaknya turis di kawasanan ini. Membuat kawasanan gangnam tidak pernah tidur. Selalu ramai oleh orang – orang.

Kali ini Eunso sedang menunggu Yongguk. Sudah 1 minggu keduanya tidak bertemu karena Yongguk sibuk dengan trainingnya. Tampaknya Yongguk akan segera debut karena akhir – akhir ini jadwal latihannya lebih padat dari pada biasanya.

“Maaf aku terlambat.” Yongguk baru saja datang ia tampak tergesa – gesa.

Eunsoo menyodorkan minumanya pada Yongguk. “Oppa tidak telat kok , akulah yang datang lebih cepat.” Eunsoo tidak berbohong ia memang datang lebih cepat , ia sudah tidak sabar untuk melihat Yongguk.

“Kau tidak memesan makanan?”

“Aku sudah makan tadi dirumah, oppa sudah makan? Mau kupesankan makanan?”

“Tidak perlu , aku juga sudah makan.”

Hari itu Yongguk sangat diam. Wajahnyapun tampak tidak biasa. Ia tampak lebih serius dari biasa. Dari gelagatnya seperti itu Eunso tau bahwa pasti sudah terjadi sesuatu dengan Yongguk.

“Oppa apa telah terjadi sesuatu?”

Yongguk mengeleng. Eunso  tau pasti telah terjadi sesuatu hingga Yongguk tampak tidak seperti biasa seperti ini. Keduanya sudha mengenal sejak mereka duduk di taman kanak – kanak. Dan mereka baru memutuskan berpacaran semejak smp sampai sekarang. Jadi tidak mungkin Eunso tidak mengenal karakter Yongguk sama sekali

“Oppa bagaimana dengan debutmu? Apa mereka sudah menetapkan tanggal yang pasti untuk debut?”

“Soal itu… Yah mereka mengatakan kita bisa debut tahun depan.”

“Omo… Bukankah itu bagus?”

Yongguk sama sekali tidak merespon. Eunso semakin yakin sesuatu hal telah terjadi. Eunso harus tau apa yang terjadi.

“Oppa! Apa telah terjadi sesuatu?”Eunso lebih memaksa Yongguk kali ini.

Yongguk diam. Ia bahkan tidak memandang Eunso sama sekali “Eunso ya… Oppa… Oppa mau hubungan kita berakhir.”

“Oppa! Oppa pasti bercanda kan? Kenapa oppa tiba – tiba berkata seperti itu?” Eunso tampak gelagapan. Jelas saja mereka menjalani hubungan baik – baik saja , dan sekarang tiba -tiba Yongguk minta putus dari dirinya.

“Menejement tidak membolehkan oppa berpacaran.”

“Tapi bukanya kita bisa pacaran diam – diam? Kita tidak harus putus. Banyak artis yang berpacaran diam – diam juga kok!”

Yongguk mengeleng. “Eunso ya… Bukankah kau berjanji kau akan selalu mendukung oppa sampai oppa dapat mewujudkan impian oppa?”

“Kenapa tiba – tiba oppa membawa masalah itu sekarang…” Eunsso kehilangan kata – katanya. Ia memang benar mau mendukung Yongguk untuk meraih impiannya menjadi penyanyi. Tapi mengakhiri hubungan demi mendukung impianya tidak pernah terbesit dipikrannya sama sekali.

“Anggap saja sekarang ini kau sedang mendukung oppa. Oppa tau ini berat untukmu , untuk oppa juga berat. Tapi oppa janji saat oppa sudah berhasil kelak , oppa akan kembali padamu. Oppa akan menunjukan sisi yang lebih baik lagi dari sekarang ini untuk menjagamu.”

“Oppa kau mengatakan itu dengan mudah. Mana mungkin aku percaya keputusan ini sangat berat untuk oppa.” Eunso tidak bisa menyembunyikan amarahnya.

“Eunso yaa… Aku mohon kau mengerti.”

Eunso diam , ia mencoba menenangkan dirinya. Ia tau keputusan Yongguk sudah bulat. Yongguk tidak mungkin merubah jalan pikirannya ia tau itu. Sekali ia membuat keputusan itu tidak mungkin dirubah. Itulah Yongguk. Baik dirinya merajuk sekalipun itu tidak akan berhasil

“Baiklah kalau itu memang kemauan oppa. Kalau mengakhiri hubungan ini bisa membuat oppa mewujudkan impian oppa. Aku akan melakukannya. Tapi oppa ada yang ingin oppa tau…”

Eunso mencoba membuat suaranya tetap terdengar ia tidak mau ia tampak sedih dihadapan Yongguk. “Saat aku melangkah kaki keluar dari cafe ini…” Eunso mencoba mencari suaranya kembali ia sadar kalau ia berbicara dengan suara bergetar. Ia ingin sekali menangis tapi tidak disinih. Tidak dihadapan Yongguk ataupun di cafe ini “Diantra kita tidak ada hubungan apapun lagi. Seperti yang oppa harapkan , dan demikian untuk kedepannya. Jangan menghubungiku. Aku tidak perlu oppa kembali kekehidupanku kembali sekalipun oppa menjadi pria yang lebih baik ataupun sukses ataupun sebaliknya. Detik itu aku akan menghapus oppa dari kehidupanku.”

Eunso tau itu tidak mudah. Tapi ia mengatakannya dengan cukup lantang. Dan itulah kali terakhir Eunso bertemu dengan Yongguk secara langsung . Setelah hari itu Eunso hanya melihat Yongguk diiklan , music , etc.

5 tahun kemudian

“Eunso ah… Omma harus kerumah sakit menjenguk nenekmu. Bisakan kamu menjemput adikmu wonbin?”

“Ah baiklah. AKu akan menjemputnya.”

Eunso memilik adik kecil bernatam Wonbin. Umurnya baru 4 tahun. Perbedaan umur Eunso dan Wonbin memang sangat jauh 19 tahun. Kalau Eunso datang lebih cepat dari perkiraan Wonbin kebalikannya. Memiliki Wonbin sebenarnya Eunso lebih seperti memiliki anak. Karena bisa dibilang Eunsolah yang membesarkan Wonbin dari pada ommanya. Karena omma lebih sibuk dengan urusan di dapur.

“Wonbin!” Seoarang anak lelaki memakai seragam sekolah berlari keicl menghampiri Eunso. Didekapnya Wonbin oleh Eunso. “Bagaimana sekolahmu hari ini menyenangkan?”

Wonbin mengeluarkan coklat dari dalam tasnya

“Woah… Lihat apa yang kau dapat. Coklat. Dari mana kau dapatkan ini?”

“Teman sekelasku memberikan ini padaku. Untuk noona.” Wonbin mencium pipi Eunso

“Gomawo…”

Wonbin memang cukup terkenal dikalangan teman – teman sekelasnya. Ia memang menggemeskan dan tampan. “Noona… omma odiseo?”

“Oh… Omma mau menjenguk harmoni di rumah sakit makanya ia tidak dapat menjemput Wobin. Tapi sebagai gantinya noona disinih menjemput Wobin.”

“Harmoni appa?”

“Eum.. Tapi kau tidak perlu cemas , nanti sebentar lagi harmoni juga sudah bisa keluar dari rumah sakit dan bermain lagi dengan…”

“Oppa…” Eunsoo melongo melihat Yongguk di depan rumahnya.

Yongguk melepas kacamatanya “Sudah lama tidak berjumpa.”

Eunsoo kaget bukan main. Apa yang dilakukan Yongguk disinih. “Oppa apa yang kau lakukan disinih?”

“Bagaimana kalau kita ngobrolnya di dalam? Kau tidak mau kan paparazi menangkap foto kau?”

“Tentu saja tidak!”

Eunsoo buru – buru masuk. Ia sudah cukup lelah dengan tagline sebagai mantan Yongguk. Saat ia kuliah entah bagaimana bisa teman – teman kampusnya mengetahui kalau ia merupakan mantan Yongguk. Setelah mereka mengetahui hal itu. Munculah tagline didirinya dia mantan Yongguk , dan itu benar – benar tidak nyaman.

Ia tidak mau terlibat masalah apapun lagi dikedepannya dengan Yongguk. Ia bisa masih bisa mengerti dengan tagline mantannya Yongguk , akrena itu merupakan masa lalu. Tapi kalau itu terjadi sekarang , dengan ide cerita kalau ia dan Yongguk masih berhubungan satu sama lain karena pertemuan mereka saat ini. Ia tidak mau hal itu terjadi.

“Kau tunggu disinih , aku mau menggantikan baju untuk Wonbin.”

Eunso masuk kekamarnya mengantikan baju untuk Wonbin. Sementara di luar Yongguk melihat seisi ruangan. Tidak ada yang berubah kecuali ada mainan anak – anak yang berantakan di lantai.

“Minwoo yaaa… Jangan memanggil noona dengan sebutan noona didepan tamu kita yah.”Pesan Eunso

“Lalu aku harus memanggil noona apa?” Tanya Wonbin binggung

“Kau bisa memanggilku dengan omma.” Wonbin memang suka suka memanggilnya omma dan memanggil omma dengan ahjuma. Butuh waktu lama untuk merubah hal itu. Omma meamgn tidak keberatan dengan hal itu. Ia mersa hal itu lucu. Tapi bagi Eunso itu tidak lucu. Wonbin harus tau siapa ommanya dan siapa noonanya.

“Apa aku boleh selamanya memanggil noona omma?”Tanya Wonbin penuh harap.

Eunso sebenarnya binggung kenapa Wonbin sangat ingin memanggil dirinya omma dari pada noona. Ia memiliki asumsi karena kedekatan hubungan keduanya makanya Wonbin bersika seperti itu “Baiklah. Tapi kau tetap memanggil omma dengan sebutan omma. Arasho?”

“Neee….”

Eunso keluar dari kamar Yongguk duduk dengan santainya di sofa ruang keluarga. Eunsopun menyuguhkan minuman pada Yongguk. “Apa yang kau lakukan disinih?”

Yongguk menyodorkan bungkusan. Eunsoo membukanya “Apa maksudnya?”

“Omma menyuruhku memberikan ini padamu. Eunji sudah 1 bulan.”

“Oh.” Eunso mengetahui Eunji. Ia keponakan Yongguk. Saat Omma tau kalau Yongjae , kakak Yonggup memiliki anak , Eunji disuruh menlongok. Saat Yongjae menikahpun memang Eunso datang. Tapi walaupun Eunso datang ke beberapa acara keluaraga Yongguk , Eunso sama sekali tidak pernah bertemu Yongguk.

“Siapa dia?”Tanya Yongguk melerik pada Wonbinyang sedang main mobil – mobilan di dekatnya.

“Wonbin.” Jawab Eunso datar. “Kau masih mau berapa lama lagi disinih? Kau harus pergi sebelum omma pulang.”

“Memang kenapa?”

“Aku tidak mau omma salah paham karena kau datang kesinih. Omma taunya aku mencapakan kau bukan kau mencampakanku.”

“Aku tidak menjcampkanmu Eunso , sudah berapa kali kukatakan. Aku tidak pernah mencapakanmu. Saat di cafe aku juga sudah berkata begitu. Aku pasti akan kembali saat aku sudah sukses dan bisa melindungi hubungan kita sampai kedepannya.”

“Bagiku itu sama saja. Sudahlah selesaikan minumanmu dan pergilah.”

“Kau tidak pernah tau berapa ribu kali aku menyesal dengan keputusan yang kubuat di cafe? Dan berapa kali aku mencoba menghubungi dirimu dan hasilnya nihil.”

“Omma… Aku haus.” Wonbin memotong obrolan antara Eunso dan Yongguk.

Yongguk tampak terkejut ketikan Wonbin memanggil Eunso omma. Eunso tau persis Yongguk terkejut , terlihat jelas diwajahnya. “Omma?”

“Pergilah sekarang. Omma sebentar lagi akan pulang.” Eunso menarik Yongguk . Ia tidak punya waktu lagi , sebentar lagi waktu untuk makan malam. Pasti sebentar lagi omma akan pulang.

“Yongguk-sii…..” Omma menyapa kaget Yongguk. Terlambat sudah Eunso. Ommanya usdah pulang saat Eunsoo mau menarik Yongguk keluar.

“Omma , Yongguk sudah mau pulang. Ia sudah memiliki jadwal lain. Sudah yah.” Eunso benar – benar ingin menendang Yongguk keluar dari rumahnya

“Ah sayang sekali. Padahal omma malam ini mau membuat sukiyaki. Kalau Yongguk bisa ikut pasti akan menyenangkan.” Omma berbicara dengan pura – pura sedih

“Ahjuma , aku akan makan malam disinih. Aku dapat mengosongkan jadwalku hari ini.”

Eunso melotot , sejak kapan dia bisa seenaknya sendiri. Dulu waktu mereka pacaran , Yongguk bisa meninggalkannya begitu saja ketika bosnya menyuruh datang untuk latihan. Sekarang apa yang terjadi? Kebalikanya! Eunso hanya mendengus pelan.

“Aku benar – benar mengira kalau kau sudah menikah dan memiliki anak.” Yongguk sudah mengetahui semuanya kalau Wonbin bukan anaknya. Omma menceritakan semuanya saat makan malam. Eunso merasa kesal sendiri. Ia mengira dengan adanya Wonbin ia tidak perlu diganggu lagi oleh Yongguk

“Mau menemaniku jalan – jalan sebentar?”Eunso melirik Yongguk. “Baiklah.” Eunso membutuhkan udara segar. Setelah ia merasa kesal seharian dengan kelakuan seluruh keluarganya yang sangat baik pada Yongguk , padahal mereka tidak tau apa yang telah dilakukan Yongguk padanya , perbuatan yang sangat menyakitkan

“Bagaimana kabarmu setelah 5 tahun?”Tanya Yongguk perhatian

“Baik. Kehidupanku jauh lebih baik dari pada saat aku bersamamu.” Jawab Eunso singkat

“Kau benar – benar telah banyak berubah yah. Selain kau bertambah cantik. Kau benar – benar telah kehilangan sopan santun padaku. Bagaimanapun aku ini oppa. Kau berbicara seolah – olah kita seumur.”

“Aku tidak sudi memanggilmu ‘oppa’ setelah semua yang kauperbuat padaku. Kau tau , itu benar – benar menyakitkan.” Eunso masih ingat betapa ia sangat menunggu – nunggu hari bertemu Yongguk setelah 1 minggu tidak bertemu. Dan bagaimana Yongguk memutuskannya dengan berkata kalau itu bagian dari janji untuk mendukungnya untuk mengapai impiannya. Rasa sakit itu walaupun sudah 5 tahun berlalu tapi rasanya seperti baru kemarin.

“Tak bisakah kita perbaiki dari awal saatini?”

“Yongguk-si.. Apa aku tidak salah dengar? Maksudmu kita kembali lagi seperti sepasang kekasih lagi? Dan berpacaran seolah – olah tidak terjadi? Baiklah katakan saja aku mau menerima ide gilamu itu. Lalu aku harus apa? Pacaran diam – diam lagi?”

“Kalau kau memang mau mengatakan pada publik kalau kita berpacaran aku tidak masalah. Asal kita bisa bersama lagi aku tidak peduli. Aku sudah sadar aku tidak bisa hidup tanpamu.”

“Yongguk-si apakah kamu tidak mengerti masalah diantara kita? Kau mungkin berpikir ini masalah egoku saat aku berakata aku tidak mau menghubugimu tapi…”Eunsoo kehilangan suaranya ia benar – benar depresi.

“Sebenarnya bukan itu masalahnya…. Jujur aku kecewa padamu. Kau tidak bisa melindungi hubungan kita. Kau mengakhiri hubungan kita dengan mudahnya , lalu sekarang kau meminta kita kembali lagi. Apa aku bisa percaya pada oppa? Kalau kedepanya menejement oppa tidak setuju dengan ide oppa , apa oppa akan memutuskanku kembali?”

“Tentu saja tidak! Sekarang aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama!”

“Apa yang membuat oppa yakin? Bagiku oppa yang sekarang dihadapanku dan oppa 5 tahun lalu yang kutemui di cafe sama saja. Oppa sudahlah biarkan yang berakhir tetap berakhir.”

“Aku tidak mau ini berakhir!”

“Tapi aku mau! Aku mau ini berakhir! Aku tidak mau oppa masuk ke kehidupanku lagi , terlalu menyakitkan oppa aku tidak sanggup….”

“Yang berakhir biarkanlah berakhir oppa….” Itulah ucapan terakhir Eunso pada Yongguk karena beberapa hari kemudian Eunso pergi keluar negeri entah kemana. Yongguk sudah memohon untuk memberi tahu pada keluarganya dimana keberadaan Eunso tapi tak ada yang mau memberi tahu.

Eunso memutuskan untuk pergi meninggalkan korea , ia telah menceritakan kejadian yang sebenarnya pada orang tuanya. Mereka mencoba mengerti dan memahami keputusan Eunso untuk pergi. Ia bukan tidak memiliki perasaan cinta pada Yongguk ia masih mencintai Yongguk tapi ia memutuskan untuk mengakhirinya kenapa? Karena ia tidak sanggup sakit hati lagi seperti sebelumnya.

Sekali ia sakit ia bisa bangkit , tapi untuk kedua kali kalau ia sakit lagi seperti pertama kali mungkin ia benar – benar mati. Makanya ia memutuskan untuk meninggalkan Korea bersama Wonbin karena Wonbin tidak bisa berpisah dari Eunso. Dan keduanya menjalani kehidupan yang jauh lebih baik di luar Korea

Comments
  1. akhirx ada fanfic yg castnya member B.A.P.
    Sis,bnyak kata-kata yg hurufx salah ketik,buru-buru ya? Hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s