I Hate You [Part 1]

Posted: May 21, 2013 in I Hate You
Tags: , , , , , , , , , , ,

tumblr_mc737pMrN41riyz2mo1_500

 

P { margin-bottom: 0.08in; }

Soyoung baru saja pulang dari sekolah , ia melihat sepasang sepatu yang tidak ia kenali ketika ia baru masuk. Ada tamu pikir Soyoung.


“Omma!”Panggil Soyoung sambil masuk ke dalam rumahnya

Baru masuk dengan wajah gembira beberapa detik wajah gembira itu menghilang ia tampak kesal sekarang “Ya mana sopan santunmu , sapa oppamu.” Omma menunjuk pada Ren.

Apa yang kau lakukan disinih?”Tanya Soyoung dingin.

Soyoung! Kau ini bagaimana sih , oppamu baru saja pulang kamu kenapa berkata seperti itu?”

Soyoung merespon perkataan ommanya iapun langsung naik tangga dan masuk ke kamarnya. Sementara itu Ren hanya duduk sambil melihat kelakuan adik semata wayangnya itu dengan tatapan sedih.

Ren , mengertilah Soyoung , ia mungkin masih butuh waktu.” Omma mencoba menenangkan Ren. Ren hanya mengangguk pelan.

Soyoung tidak begitu dulu. Ia sangat menyangi Ren bahkan mereka tidak terpisahkan satu sama lain. Tapi setelah Ren debut sebagai idol sifat Soyoung berubah 180 derajat , Soyoung bahkan tidak mau bertemu dengan Ren.


Semuanya itu bukan tampak sebat , teman – teman sekolah Soyoung yang mengetahui Soyoung adalah adik Ren , selalu mengejek Soyoung yang memiliki oppa bertampang feminim , tak banyak yang menganggap kalau Ren itu gay. Tentu saja itu semua tidak benar. Tapi tampaknya itu masa yang sulit bagi Soyoung diperlakukan seperti itu , bahkan ia sampai pindah sekolah 2 sampai 3 kali karena bertengkar dengan temannya.

Itu semua salah Ren , ia tahu. Yang membuah kehidupan sekolah Soyoung berantakan adalah Ren. Dan karena itu Ren jarang mau pulang kerumah. Tapi kali ini ia terpaksa pulang kerumah karena omaanya memohon padanya untuk pulang.

Tok…tok…tok…

“Siapa?”Tanya Soyoung dari dalam kamar

Oppa.”Jawab Ren sambil membuka pintu.

Soyoung langsung membalikan badan ketika Ren masuk , ia sama sekali tidak mau melihat Ren. “Maafkan aku , aku terpaksa datang karena omma terus menerus memintaku untuk pulang. Aku tidak akan lama disinih jadi kau tidak pelu kawatir.”

Soyoung tidak menjawab. Ren mengerti Soyoung pasti masih marah padanya, Ialah yang menghancurkan kehidupan Soyoung. “Baiklah aku hanya mau mengatakan itu.” Ren keluar dari kamar Soyoung.

Ahjuma!” Ren bertemu ahjuma yang mengurus rumahnya semeja ia kecil. “Ahjuma masih bekerja disinih?”

Tentu saja. Walaupun tidak tiap hari seperti dulu , Ren kau akhirnya pulang juga.”Ahjuma memeluk Ren. Bagi Ren ahjuma merupakan omma kedua selain omma. Ahjuma banyak membantu Ren waktu Ren kecil dulu , sekolah , makan , main dan masih banyak lagi. “Bogoshipo , ahjuma.”

Ah…. Kau sudah bertemu dengan Soyoung?” Wajah Ren berubah menjadi datar ia hanya mengangguk “Ia masih marah padamu?”

Sudah 5 tahun berlalu , ia masih marah padaku.”

Begini saja , ahjuma akan berbicara pada Soyoung dan membujuknya , siapa tau ia mau mengerti kalau ahjuma bilang padanya.”

“Tidak usah ahjuma , aku takut ia malah makin marah padaku dengan ahjuma berbicara padanya.”

Marah bagaimana , ia tidak mungkin marah , kau tenang saja.”

Ren membiarkan ahjuma untuk membujuk Soyoung , walaupun ia tidak yakin itu akan berhasil. “Ah Hyung ada apa?” Ren baru mendapat telepon dari menejernya

Kau sudah lihat berita?” Suara Hyung tampak tidak begitu baik. “Tidak aku tidak melihat berita. Memang ada apa diberita?” “Begini saja , kau siap – siap sekarang , aku akan menjemputmu 10 menit lagi , kau bawa Soyoung juga bersamamu yah.” “Hyung…Hyung…” Teleponnya sudah tertutup

Aneh hyung ini , tiba – tiba ia menelepon menanyakan berita terus ia bilang ia mau datang menjemputnya sebenarnya ada apa? “Oppa!!” Soyoung berteriak – teriak dari dalam kamarnya , Ren langsung naik keatas.

 

Ada apa Soyoung!?!” Ren tampak kaget karena dari tadi Soyoung tak berenti meneriaki namanya “Omma , appa…” Ren langsung menunjuk pada televisi dikamar Soyoung yang ditunjuknya. Mata Ren terbelalak.

“Baru saja terjadi kecelakaan fatal di Gangnam sebuah mobil tertabrak truk mengangkut sampah , diduga kuat truk pengangkut sampah yang terparkir remnya blong sehingga mengakibatkan menabrak sebuah mobil yang sedang jalan di belakangya. Diketahui ada dua orang penumpang di dalam mobil sedan tersebut , keduanya merupakan suami istri dan sekarang di larikan ke rumah sakit karena kondisi yang kritis.” Suara pembawa berita itu tampak diangan angan bagi Ren. Ia tidak tau apa kelanjutan beritanya ia hanya tau kalau mobil sedan itu milik appanya.

Ren!” Member Nuest yang lain berdatangan satu persatu memanggil nama Ren. Ren tampak shock tapi Soyoung tampak lebih shock dari pada dirinya.

Bagaimana keadaannya?”Tanya Jr prihatin. “Sekarang dokter masih menanganinya , aku juga masih belum tau bagaimana keadaannya , dari aku datang belum ada kabar sama sekali bagaimana kelanjutanya.”

Semuanya menunggu didepan raung operasi , para suster dari tadi bolak balik masuk keruang operasi mereka tampak sangat sibuk sehingga tidak bisa memberikan keterangan apapun.

“Dokter bagaimana keadaan orang tua saya?”Tanya Ren panik begitu dokter keruang dari ruang operasi.

Wajah dokter tersebut tampak tidak begitu baik. “Luka kedua orang kamu sangat parah , benturan tersebut mengenai otaknya.. Maaf saya tidak bisa menyelamatkan orang tua kamu.”

Ren menjatuhkan dirinya ke bangku. Ia baru saja berbincang dengan ommanya tadi sekarang ia sudah tidak bisa melakukanya.

“Soyoung…Soyoung…” Ren tampak kaget melihat adiknya Soyoung pingsan.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s