Study Love [Part 3]

Posted: May 5, 2013 in Study Love, Uncategorized
Tags: , , , , , , , , , , ,

“Aku sudah mendengar semua dari Tao , maafkan aku.” Kris akhirnya dapat mengatakan ini ditengah – tengah Sora mengajar dirinya. Kris sadar Sora menghindari dirinya saat mengajar dikelas. Tapi saat hanya mengajar Kris seorang tampaknya Sora sudah tidak dapat menghindar lagi. Krispun memanfaatkan moment ini untuk menyatakan permintaan maaf

“Dan aku telah memutuskan sesuatu. Aku akan membantumu menghilangakan pobiamu , seperti yang Tao lakukan padamu.”

Sora memalingkan padangan ke Kris. Mata bulat besarnya memandang Kris dengan tatapan terkejut polos. Ia tampak seperti marmut , Kris harus menahan dirinya untuk tidak tertawa melihat wajah Sora yang imut.

“Sudah jangan memandangku begitu.” Sora buru – buru membuang wajahnya. Wajah Sora merah merona saking malunya.

“Kau malu?” Kris mencoba melihat wajah Sora tapi Sora menolak , ia berusaha membuang wajahnya begitu Kris ingin mendekatinya. “Cuaca hari ini sangat cerah.” Kris memandang keluar jendela “Sayang kalau kita hanya menghabiskan waktu belajar diruangan ini saja. Ayo kita keluar! Kita belajar diluar.”

“Huh?” Sora tampak binggung sekaligus kaget.

“Sudahlah ayo ikut!” Kris memaksa Sora , iapun dengan paksa memasukan barang barang Sora ke dalam tasnya dan menarik Sora keluar

“Tunggu…Pekerjaanku….” Sora kebinggungan mengenai pekerjaannya yang ditinggal begitu saja

“Tenang saja , kalau kau kena marah kau bisa menyalahkan aku. Sekarang ayo kita cari udara segar mumpung cuaca cerah.”

Kris memasukan Sora ke dalam mobilnya dengan paksa karena Sora tampak masih ragu untuk melarikan diri dari pekerjaannya. Ia tidak pernah kabur melarikan diri dari kewajibanya seumur hidup. Bahkan bolos sekolahpun ia tidak pernah melakukanya. Bisa dikatakan Sora itu orang yang sangat bertanggung jawab dan tidak aneh – aneh.

“Kita akan kemana?”Tanya Sora kebinggungan sekaligus takut

“Kau nanti juga akan tahu. Sudahlah tenang saja.” Kris dengan tenangnya memacu mobilnya kejalanan kota Seoul yang cukup padat

Sora melongo “Taman bermain?”

Kris tampak puas tapi Sora hanya melongo. “Ayo kita masuk.” Kris membawa Sora ke sebuah taman bermain Beda dengan Kris yang semangat Sora tampak hanya bengong saja.

“Hey! Kau kenapa?” Kris agak cemas karena tampaknya dari tadi Sora hanya diam , apa ia tidak suka pergi ketempat seperti ini? “Kalau kau merasa tidak suka kita bisa mencari tempat lain.”

Baru saja Kris mau berjalan ke pintu keluar. Sora menahanya. “Kita sudah masuk , bagaimana kita langsung keluar…” Sora menunjukan tiket yang Kris sudah beli di tanganya

“Tapi kalau kau memang tidak suka kita bisa keluar.” Kris cemas karena Sora tampak sangat shock. Apa ia phobia juga terhadap taman bermain?

“Tidak…Ini pertama kalinya aku taman bermain selama hidupku saja. Aku hanya takjub.”

“Takjub?”

Sora menangguk kecil “Ayo masuk.” Sora menarik Kris masuk. Kini giliran Kris yang melongo bagaimana mungkin sudah selama ini dia hidup 21 tahun ia hidup ia tidak pernah pergi ke taman bermain. Apa yang ia lakukan seumur hidup?

Sora tampak tak berbohong dengan perkataannya. Ia benar – benar berkelakuan seperti anak yang baru pernah pertama kali masuk ke taman bermain. Ingin mencoba segala wahana permainan dan Sora tampak banyak berbiara. Ia menanyakan tentang banyak hal yang ia rasa itu baru baginya pada Kris.

Kris yang biasa merasa kesal kalau banyak ditanya untuk kali ini ini ia dengan sabar menjawb semua pertanyaan Sora. Kris juga heran dengan dirinya sendiri kenapa ia bisa sesabar itu sekarang menghadapi seorang gadis. Jelas Kris bukan tipe pria seperti itu.

“Terima kasih sudah membawaku kemari , aku benar – benar bahagia. Datang kemari seperti mimpi yang terwujud.” Sora berkata dengan mata berkaca – kaca.

“Hey! Bagaimana sebelum kita pulang , kita naik itu.” Kris menunjuk ke pada wahana bianglala. Jelas itu juga bukan style permainan Kris ia lebih suka permainan menguji adrenalin , tapi ia ingin melakukanya saat ini dengan Sora

“Ayo!” Sora menarik tangan Kris menuju bianglala. Sora masih memegang tanganya sampai di bianglala sekalipun. Tampaknya Sora tidak sadar atas perbutannya.

“Tampaknya phobiamu terhadap pria sudah berkurang.” Kris melihat Sora memegang tangannya tampak biasa

“Huh?”Sora tampak kaget dengan komentar Kris. Iapun sadar kalau ia memengang tangan Sora. “Maaf.” Sora baru saja mau melepeaskan gegaman nya tapi Kris malah menggenggam tangan Sora lebih erat

“Sudah begini saja. Aku menyukainya.”

“Menyukainya?”Sora mengulang perkataan terakhir Kris. Tapi Kris berpura – pura tidak mendengar dan mengamati pemandangan dari dalam bianglala. Dari sanah ia bisa melihat keseluruhan taman bermain yang indah di sore hari.

“Ya Sora!!” Tao membentar Sora sesaat setelah Tao melihat Sora. “Hyung?” Tao tampak binggung melihat Kris bersama dengan Sora.

Tao sudah menunggu Sora sejak sore hari , karena Sora tidak ada di kantor padahal ia seharunya ada di kantor. Ia mencemaskan Sora makanya ia datang kerumahnya tapi tidak Sora tidak ada dirumahnya , dan sekarang ia malah meliha Sora pulang dengan Kris.

“Apa maksudnya semua ini?”Tanya Tao binggung

“Itu….” Kris kebingungan bagaimana menjelaskannya.

“Maafkan aku! Aku benar – benar lupa.” Sora membungkukan badanya 180 derajat. Ia lupa kalau ia ada janji dengan Tao untuk makan malam bersama malam ini. Dan sekarang ia baru pulang setelah makan bersama Kris. Ia baru saja ingat setelah melihat Tao ada didepan rumahnya

Tao hanya memandang kesal Sora. Sora tak berani mengangkat badanya ia terus membungkuk meminta maaf. Taopun pergi saja dengan kesalnya.

“Dia sudah pergi.” Kris memberi tahu.

Sorapun baru berani menangkat kepalanya. “Seharusnya malam ini aku makan malam dengan Tao. Aku sudah berjanji padanya.” Gumam Sora

“Kalian berjanji makan malam bersama?”

Sora mengangguk “Ia mengajakku ke tempat makan favoritnya , tapi aku lupa. Aku harus meminta maaf kembali sepertinya.” Sorapun masuk ke dalam rumahnya diikuti Kris.

“Kau tinggal sendirian?” Kris melihat sekeliling rumah Sora.

Sora mengangguk. Sejak bekerja ia memutuskan mencari apartement sendiri dan tinggal mandiri. Sebenarnya Sora tidak meningginkan tempat tinggal seperti ini , bukan karena apa” tapi apartementnya terletak di distrik gangnam dan walaupun apartement namanya di gangnam pasti mahal.

Tapi menurut kedua orang tuanya itu tidak masalah karena apartement Sora dikenal dengan keamanan yang ketat. Dan ada beberapa selebrits dan pejabat yagn tinggal di apartement yang sama dengan Sora. Jadi pasti sudah tau seelit apa tempat tinggal Sora

“Aku memutuskan untuk mandiri setelah aku bekerja. Walaupun aku mendapatkan tempat tinggal ini bukan karena usaha kerasku sendiri tapi aku menyukainya.”

“Orang tuamu tinggal dimana?”

“Heukseok-dong.”

Kris hanya melongo. Pantas saja Sora tinggal di gangnam orang tuanya saja tinggal di Heukseo-dong. Heukseo-dong memang terkenal dengan daerah elit – banyak vila – vila mahal di sanah. Dan selebritis – selebirtis top juga ada yang tinggal disanah

“Aku tahu apa yang kau pikirkan , tapi aku bukan seperti itu. Appaku yang sekarang kebetulan dia mapan. Makanya aku bisa hidup seperti ini. Tapi dulu aku tidak hidup seperti ini. Biasa saja sama seperti orang pada umumnya.”

Kris hanya mengangguk – ngagguk. “Gomawo.”Kris mengambil teh yang disuguhi Sora dan meminumnya.

“Tunggu aku akan menggambilkan filmnya untukmu.” Sora masuk ke dalam kamarnya tujuan Kris mampir ke tempat Sora bukan hanya karena ia ingin minum secangkir teh tapi karena Kris mau meminjam film bruce lee dari Sora , Kris memang mengidolakan Buce Lee dan ternyata Sorapun sama. Bahkan Sora memiliki koleksi lengkap Bruce Lee , karena itu mudah ditemukan di Hong Kong sedangkan di Kanada itu sulit Makanya Kris ingin meminjam pada Sora

“Sora!”Seorang ahjuma masuk begitu saja ke rumah Sora , membuat Kris yang sedang minum teh santai kaget dan langsung berdiri

Ahjuma tampak kaget melihat ada pria dirumah Sora untuk pertama kalinya. “Omma!” Panggil Sora

“Omma?” Ulang Kris. Kris memandangi ahjuma dihadapanya “Ah..Anyeonghaseo…”Sapa Kris sopan.

“Anyeonghaseo….” Sapa omma Sora

“Omma kenapa omma datang tiba – tiba begini?”

“Ah itu…. Omma hanya mau memberikan ini padamu.” Sora melihat apa yang dibawa oleh omma ternyata kimchi.  “Kau berikan untuk dia sebagian.” Bisik omma sambil melirik pada Kris.

“Arasheo… Arasheo…”

“Sudah omma pulang dulu. Kalian ngobrol saja berdua.” Omma meninggalkan Sora dan Kris. Kris memandangi Sora “Kau tidak mengenalkanku pada ommamu?”

“Oppa , kau pasti akan menyesal kalau kukenalkan pada omma. Lebih baik oppa melupakan kalau oppa pernah bertemu dengan ommaku.”

Kris tidak mengerti kenapa Sora berkata begitu , Kris juga tidak mau bertanya lebih lanjut karena sepertinya Sora tidak mau membahasnya kembali. Sebenarnya ada apa dengan Sora , kenapa ia berkata begitu pada Kris tentang ommany sendiri?

 

Comments
  1. Mmgx Omma Sora knp ? Penasaran !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s