[One Shot] Birth Day

Posted: May 4, 2013 in One Shot
Tags: , , , , , , , , , ,

Jiae melihat ponselnya  yang tidak berghenti bergetar. Hari ini ponselnya bekerja extra lebih keras dari pada biasanya. Dengan wajah murung Jiae memasukan ponselnya ke dalam saku celananya.

“Dia belum memberikanmu selamat?” Jiae mengeleng pada sahabatnya itu Naeul. “Mungkin dia sibuk , kau tau sendiri ia sekarang sedang melakukan konser dunianya , ia pasti sedang sibuk dengan itu.” Naeul mencoba menenangkan Jiae.

“Aku tidak berharap ia meneleponku ataupun datang kemari , aku hanya berharap ia mengirimku pesan , apa sulit? Mengirim pesankan tidak butuh waktu lama.” Jiae cemberut seharian karena Baro pacarnya belum mengirimnya selamat ulang tahun.

Keduanya sudah berpacaran lama sekali. Bahkan sebelum Baro menjadi artis mereka sudah berpacaran. 7 Tahun mungkin keduanya telah berpacaran. Walaupun setelah Baro menjadi artis keduanya jadi sulit bertemu tapi Jiae tidak pernah protes karena Jiae tau bagaimana perasaan Baro , iapun tau bagaimana perasaannya pada Baro. Keduanya saling mencintai. Jiaepun tidak pernah menuntut Baro apapun , Jiae sangat mengerti keadaan Baro yang seorang publik figur dengan jadwal segudang.

Tapi ia tidak mengerti kenapa pacarnya ulang tahun ia tidak mengirimnya selamat ulang thaun. Padahal sahabatny sudah memberikan surprise party padanya tadi malam , dan teman – teman kampusnya sudah mengirimkan ucapan selamat ulang tahun padanya. Tapi tidak ada satupun dari ucapan selamat itu berasal dari Baro.

“Sudahlah jangan dipikirkan , bagaimana kalau kita karokean?” Naeul mencoba mengangkat mood Jiae yang tampak sangat down.

“Sekarang?” Naeul sangat kecapean karena semalaman ia tidak tidur karena teman – temananya datang kerumahnya mengadakan surprise party dan sekarang ia harus menghadiri kelas pagi. “Nanti malem kan kita mau makan – makan. Bagaimana setelah makan kita karokean? Aku sekarang lelah aku ingin pulang tidur.”

“Yah sudahlah kalau begitu aku ikut kerumahmu boleh?”

“Terserah lah.”

Jiae tidak peduli apa yang dilakukan Naeul dirumahnya , pokoknya ia mau tidur. Naeul mau melakukan apapun dirumahnya ia tidak peduli. Jiae sudah mempersilahkan Naeul melakukan rumahnya seperti rumah sendiri , dan begitupun Naeul yang memperlakukan Jiae sudah seperti rumahnya sendiri.

Ia hafal semua letak barang – barang di rumah Jiae saking seringnya Naeul diam dirumah Jiae ataupun menginal. Wajar saja kedunya sudah berteman sangat lama 9 tahun kira – kira. Jadi tidak heran kalau keduanya sangat dekat.

Jiae sudah berjanji menraktir teman – temanya untuk makan disebuah restauran langganan Jiae. Jiaepuns udah memesankan tempat. Setelah mereka makan – makan , merekapun pergi untuk karoke. Jiae hampir saja melupakan kalau Baro sudah melupakan hari ulang tahunya kalau bukan karena seorang temannya yang memutar lagu B1A4.

“Kau mau kemana?”Tanya Naeul yang melihat Jiae tampak sembunyi – bunyi keluar dari ruangan karoke

“Aku mau keluar sebentar , menghirup udara segar.” Naeul tidak melarangnya karena wajah Jiae tampak sangat buruk  ia tampak benar – benar butuh udara segar.

Jiaepun keluar dari tempat karoke , dan duduk di taman tak jauh dari tempat karoke. Ia memandang ponselnya mencoba melihat apa saja yang membuat ponselnya selama satu harian ini terus bergetar. Hampir semuanya merupakan ucapan selama ulang tahun dari teman dan keluarganya.

Iapun mengecek email dan menghembuskan nafas panjang. Jiae tampak terlihat sangat depresi

“Kenapa kau belum mengucapkan selamat ulang tahun padaku.”Gumam Jiae.

Jiae melihat para member B1A4 lain , bahkan menejernya memberikan ucapan selamat dan foto padanya. Tapi tidak ada ucapan dari Baro. Apa Baro lupa yah pada ulang tahunya? Apa Baro sudah tidak peduli pada dirinya? Memikirkan hal itu membuat dada Jiae sesak.

Karena penasaran kenapa Baro tidak memberikan selamat ulang tahun. Jiaepun memutuskan meneleponnya. Tapi tidak ada yang mengangkat. Jiae pun memutuskan untuk mengirim pesan singkat pada Baro

“Oppa… Kau ingat hari ini hari apa?”

Mengetik begitu saja entah kenapa hati Jiae merasa sesak ia seperti mau menangis. “Jiae?” Jiae menoleh , ia buru – buru menghapus air matanya “Kau kenapa Jiae? Karena Baro?”Tanya Naeul prihatin.

“Naeul….” Jiae memeluk Naeul dan tangisnya pun pecah.

“Hey… Kau kenapa? Ini hari ulang tahunmu , kenapa kau malah menangis. Kau tidak seharusnya menangis.” Naeul mencoba menenangkan Jiae.

“Baro tidak mengirimku sms sama sekali? Aku berpikir mungkin ia sudah tidak peduli padaku lagi. Tapi ketika aku memikirnya entah kenapa hatiku sesak , hatiku terasa sakit.”

“Bodoh! Kau tau kan Baro itu sangat mencintaimu , ia tidak mungkin tidak peduli padamu. Mungkin ia sibuk , kau tau sendiri kan sekarang bagaimana jadwalnya dia. Kau jangan berpikir bodoh seperti itu. Besok mungkin saja ia mengucapkan selamat padamu dan menjelaskan kenapa ia tidak mengucapkan selamat padamu.”

Jiae mengangguk gusar. Tidak ada seorangpun yang mengetahui itu termaksud Naeul ia hanya menyimpan ini sendiri. Sebenarnya ia tidak merasa yakin dengan hubunganya dengan Baro. Ia tahu dengan jelas kalau ia mencintai Baro. Tapi Jiae tidak mengerti perasaan Baro. Ia tidak yakin dengan perasaan Baro.

Bagaimana mungkin pria seperti Baro , yang sudah popular bahkan sebelum debut , dan sekarang debut dan tetap popular menyukai gadis seperti Jiae? Jia bukan tidak cantik , ia juga tidak buruk. Katakan lah ia gadis biasa yang banyak bisa ditemui di jalanan. Tubuhnya juga tidak seperti model victoria secret atau semacamnya. Ia hanya gadis remaja biasa dan tidak popular ataupun kaya. Tapi bagaimana Baro dapat menyukainya? Itu diluar logika bagi Jiae.

Bukan berarti Jiae menyukai Baro karena dia popular , tampan , dan artis. Tentu tidak! Baro baik , ia romantis , selama berpacaran dengan Jiae setiap kali Jiae dalam kesulitan Baro selalu ada untuk Jiae. Baro juga sering memberikan masukan – masukan mengenai kehidupan pada Jiae , intinya Baro itu dewasa. Dan lebih intinya Baro itu perfect!

Berbeda jauh dengan Jiae , yang cendrung cengeng , manja , dan agak anti sosial. Baro memiliki banyak teman dari jaman sekolah dulu. Ia merupakan anak popular bahkan dari smp. Intinya mereka bagaikan bumi dan langit dan keduanya bertemu dan menjadi pasangan sangat tidak wajar

“Kau yakin tidak akan menginap?”Tanya Jiae

“Tidak aku pulang kerumahku saja.” Naeul berjalan kearah berlawanan dengan Jiae. Naeul memutuskan untuk tidak menginap dirumah Jiae walaupun Jiae sudah memohon untuk Naeul menginap dirumahnya , Naeul tetap tidak mau katanya ia masih ada tugas kuliah yang harus ia kerjakan dirumah Jiaepun tidak memaksa kembali.

“Bohee?”

Mata Jiae serasa mau keluar dari tempatnya. Ia mendapatkan pesan dari Baro!!! “Yihaaa!!!!”

Seluruh orang yang berada disekitar Jiae langsung melihat pada Jiae. Jiae tertunduk malu , ia lupa kalau ia berada di Mrt sekarang ini. Iapun berpura – pura seakan tidak terjadi apapun

“Sesenangkah itukah kau mendapatkan pesan dariku? Kau pasti mengira aku melupakan hari ini bukan?”

Jiae kaget setengah mati , bagaimana Baro bisa tahu kalau ia senang mendapatkan pesan darinya? Ah mungkin ia cuma menebak atau mengerjai dirinya. Baro paling suka mengerjai Jiae

“Oppa tidak benar – benar melupakan ulang tahunku kan?”

Tidak ada balasan dari Baro. Jiae mulai cemas.  Jiaepun kembali mengetik sms pada Baro

“Oppa kau sibuk?”

Masih tidak ada jawaban. Mungkin Baro sibuk pikir Jiae. Jiaepun memasukan handphonenya ke dalam sakunya , karena sebentar lagi iapun harus turun dari kereta.

“Hey.”

Jiae menoleh kearah suara yang menegurnya. Dan kecupan manis mendarat di bibir Jiae. Mata Jiae terbuka lebar – lebar melihat siapa yang berani – berani menciumnya. Baro! Jiae mendorong tubuh Baro sebentar

“Ya oppa! Apa yang barusan kau lakukan!” Jiae kaget , bukan karena ini ciuman pertamanya tapi karena Baro menciumnya dia depan umum dan ini baru pertama kalinya Baro melakukan seperti ini.

Baro bahkan tidak memakai masker atapun topi ia memperlihatkan wajahnya begitu saja. Tentu saja gadis gadis yang mengetahuinya berteriak histeris karena melihat Baro. Baro hanya tersenyum nakal “Ini hadiah ulang tahunku untukmu.”

Dalam sekejap Baro menarik Jiae keluar dari mrt. Jiae hanya bisa melongo. Tidak hanya ditarik dari mrt Baro bahkan menariknya sampai keluar mrt. Keduanya berlari sampai keluar dari stasiun mrt dan mencari tempat yang tidak banyak orang.

“Oppa kita dimana?” Jiaepun bahkan tidak tau ia dimana , Baro menariknya turun di stasiun yang Jiae jarang turun , dan Baro sekarang menariknya ke tempat yang sangat sepi. Jiae memang tinggal seumur hidup di Seoul tapi bukan berarti Jiae tau setiap sudut kota Seoul

“Itu tidak penting. Oppa bisa menelepon menejer oppa untuk menjemput kita.” Baropun mencari teleponnya dan menelpon menejernya untuk menjemput mereka. Untung saja menejer Baro tau dimana lokasi mereka.

“Oppa apa yang kau lakukan? Bagaimana kalau semua media sampai tau kalau oppa sebenarnya sudah memili pacar?”Tanya Jiae shock

“Sudahlah jangan dipikirkan. Oppa sudah meminta izin perusahaan , dan mereka setuju. Dan selamat ulang tahun.” Baro mengucapkan itu dengan dalam membuat Jiae tersipu bahagia.

“Naeul sudah menceritakan semuanya , bagaimana kau depresi bahkan sampai menangis di taman karena kau mengira aku melupakan ulang tahunmu.”

“Naeul menceritakan pada oppa!?!” Jiae tampak tidak percaya sama sekali Naeul sahabatnya sendiri menghianati dirinya.

“Aku dan Naeul dan teman – temanmu sudah merencanakan semuanya , termaksud bagian karoke menyanyikan laguku. Itu bagian dari dalam rencana.”

“Huh! Sebenarnya mereka teman siapa sih!?! Temanku atau teman oppa?”

Baro mencubit pelan pipi Jiae yang cemberut. “Mereka hanya membantuku memberikan kejutan padamu. Tapi aku tidak menyangka kalau kau menangis.”

Jiae terdiam. Ia merasa bersalah memiliki pikiran buruk pada Baro oppa. Padahal Baro hanya ignin mengujutkannya saja dihari ulang tahunya , walaupun kejutan itu jauh dari kata lucu.

“Hey kenapa wajahmu cemberut begitu?” Baro mengangkat wajah Jiae supaya menatap wajahnya.

“Oppa mianhe… Aku hari ini berpikir buruk tentang oppa , aku berpikri kalau oppa tidak peduli padaku karena oppa sudah bosan padaku.”

“Mana mungkin aku tidak peduli padamu apalagi bosan. Aku tidak akan pernah bosan atau tidak peduli padamu. Aku menyukaimu Jiae.”

“Aku juga menyukai oppa!”

Baro mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Jiaepun melihatnya dengan jelas sebuah kalung berlogo infinite “Selamat ulang tahun.” Sekali lagi Baro mencium pelan Jiae sekaligus memakaikan kalung ulang tahun Jiae.”Cintaku padamu akan seperti lambang kalung ini infinite , tidak terbatas.”

Setelah kejadian di mrt esok harinya menejement Baro mengungkapkan tentang status hubungan Baro sebelum skandal aneh – aneh bermunculan. Menejement menceritakan dengan jelas bagaiaman hubungan Baro dengan pacarnya , sudah berpacaran berapa lama.

Banyak spekulasi bermunculan , rumor – rumor tetap bermunculan tentang siapa pacar Baro. Karena tidak ada satupun yang mengetahui idenfitas pacar Baro , foto di mrt memang bermunculan. Baro mencium pacarnya di depan umum. Tapi tidak ada satupun yang dapat menangka wajah Jiae. Jiae sangat bersyukur karena itu.

Jiaepun masih berpacaran diam – diam. Cara berpacaran merekapun masih sama. Hanya berjalan – jalan disekitar apartement Baro ataou Jiae maen kerumah Baro ataopun sebaliknya. Mereka jarang berpacaran ketempat umum , walaupun Baro sudah memberi tahukan statusnya. Buakn karena Baro tidak mau tapi Jiae tidak mau. Ia cukup menikmati hari – harinya di tempat pribadi seperti rumah , dan menjauhi tempat – tempat umum.

Jiae hanya ingin ia kuliah dengan tenang saja dan lagi pula , ia tidak terlalu menyukai tempat – tempat keramaian. Ia cukup menikmati waktu berdua dengan Baro itu saja sudah  cukup untuknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s