Fashion Love [Part 4]

Posted: May 14, 2013 in Fashion Love
Tags: , , , , , , , , , ,

“Ya Soo Hyuk! Kudengar adikmu mendapat tawaran dari salah satu menejement?” Jiyong yang dari tadi sibuk dengan kertas partitur lagunya membiarkannya karena perhatiaannya teralih pada perkataan Teddy

 

“SM.” Jawab Soo Hyuk santai. “Tapi tampaknya Ara tidak akan menerimanya , ia tidak memiliki bakat sama sekali dalam art.”

 

“Ya , kalau dicoba mana mungkin tau , dia ada bakat atau tidak. Adikmu itu cantik , kalau tidak ada bakat dalam musik kan bisa sepertimu menjadi model.”

 

“Itu tidak boleh!”Tolak Jiyong mentah – mentah.

f

Teddy dan Soo Hyuk bersamaan melihat pada Jiyong mereka berdua tampak kebinggungan mendengar komentar Jiyong tiba tiba

 

“Kau ini aneh , kenapa kau melarangnya , kau kan hanya temannya saja.”

 

“Yah itu tidak adil. Soo Hyuk sudah menjadi model masa adiknya menjadi model juga? Itu kan membosankan.” Alasan Jiyong memang terdengar hanya dicari – cari. Tapi tampaknya Soo Hyuk tidak peduli.

 

“Apapun yang dia lakukan aku hanya akan mendukungnya. Tapi tampaknya dia tidak akan terjun ke dunia industri. Ia menolak tawaran dari SM.”

 

“Aku berani bertaruh , Ara tidak akan mendapat satu tawaran saja , pasti akan banyak menejement – menejement lain yang menawarinya.”

 

Jiyong membayangkan kalau sampai Ara menjadi terjun ke dunia hiburan. Terasa masa depan akan lebih suram. Ia sudah samkin tidak ada alasan lagi untuk mempublikasikan hubungan mereka berdua.

 

“Jiyong kau kenapa? Wajahmu tampak tidak begitu baik?” Soo Hyuk melihat wajah Jiyong yang tampak suram.

 

“Ah… Aku hanya kehabisan akal untuk laguku.”Jawab Jiyong asal

 

“MOM!?!!” Sora kaget begitu pulang ia melihat momnya ada dirumah.

 

“Uh… My sweet heart. Come here.” Mom memeluk Sora. “Mom… What are u doing here?”Sora benar – benar kaget melihat mom datang , karena momnya tidak memberi tahunya kalau ia mau datang ke korea.

 

“I just wanna surprise you honey.”

 

“Oppa! Kau sudah tau kalau mom mau datang kemari?” Ara melihat pada oppanya yang duduk santai di sofa.

 

“Begitulah… But…” Soo Hyuk melihat pada jam tangannya “Sorry , i must leave right now i have a job. You can enjoy this time together.” Soo Hyuk berpamitan dengan mom. Ara agak terkejut dengan bahasa inggris Soo Hyuk yang ternyata lumayan.

 

“Your brother is a nice person. He even pick up mom at airport.”

 

“Of course , because he is my brother mom. Anyway mom why you come here?”

 

Mom tentus aja tidak bisa bahasa korea. Walaupun appa sudah mengajarkannya mati – matian , tapi tampaknya mom memang tidak akan pernah bisa bahasa korea.

 

“Jadi karena appa pergit tugas di luar negeri dan Eru ikut camp mom kesinih?” Ara benar – benar tidak percaya dengan penjelasan mom ,

“Mom tidak mungkin ikut appamu ke saudi arabia. Mom tidak suka , setelah mom pikir – pikir ada kamu di korea. Makanya mom memutuskan kemari.”

 

Ara hanya menghembuskan nafas panjang. Sebenarnya Ara senang mom disinih. Tapi Ara disinih juga menumpang rumah Soo Hyuk , kalau ditambah mom , Ara takut Soo Hyuk tidak akan suka. Lagi pula mom mungkin akan tinggal dalam waktu yang lama.

 

“Kau kenapa sweet heart? Kau tidak senang mom datang kesinih?”

 

“Tentu saja tidak! Ara senang mom datang kemari. Ara merindukan mom. Tapi masalahnya… Ah sudahlah itu tidak penting.” Ara tidak mau mom jadi ikut kepikiran. Ara harus menyelesaikan semuanya sendiri

 

“Ara kita kedatangan tamu.” Ara langsung keluar kamar karena mendengar ada tamu.

 

“Oppa!?!” Ara kaget melihat Jiyong datang. Ara langsung melihat Jiyong dan mom bergantiaan. “Mom…dia…”Ara kehabisan kata – kata. Mom hanya tersenyum , mom adalah satu – satunya orang yang mengetahui hubungan Ara dengan Jiyong. Beberapa minggu yang lalu Ara memutuskan untuk memberi tahu mom , karena mengingat perkataan Jiyong yg meminta untuk memberi tahu Soo Hyuk tentang hubungan mereka. Ara menceritakan pada mom karena ia ingin mendengarkan pendapat mom terlebih dulu

 

“Kau pasti pacarnya Ara kan?” Mom tersenyum bahagia menyambut kedatangan Jiyong. Jiyong hanya bengong melihat Ara.

 

Arapun menjelaskan pada Jiyong kalau dirinya sudah memberi tahu pada momnya. Dan perihal momnya yang mungkin akan tinggal di korea dalam waktu yang cukup lama.

 

“Setelah Ara menceritakan tentang kamu , aku mencari info tentangmu. Aku menyukai musikmu , kau tampak… luar biasa.” Puji mom.

 

“Gara – gara aku menceritakan kalau oppa pacarku , mom membeli semua cd oppa dan dia tampaknya menyukai Daesung oppa.” Ara mendapat info dari appa tiba – tiba mom menempel sebuah poster di dapur yang membuat appa langsung shock dan menelepon Ara menanyakan siapa pria tersebut.

 

“Haruskah aku memanggil Daesung datang? Dia pasti akan senang dapat melihat Daesung datang.”

 

“Jangan , jangan sekarang. Mom pasti histeris setengah mati dan ini sudah malam , aku tidak mau mom teriak – teriak dan aku harus diprotes tentangga karena mom teriak melihat Daesung.”

 

Jiyong hanya tersenyum mendengar komentar Ara. “Aku akan meninggalkan kalian berdua , bersantailah kalian selagi ada waktu bersantai bersama.” Mom meninggalkan keduanya sambil tersenyum jahil. Ara hanya menghela nafas melihat kejahilan momnya tersebut

 

“Kau tampak sangat dekat dengan…”Jiyong kebinggungan bagaimana menyebut mom Ara.

 

“Panggil saja Jill , teman – temanku memanggil mom begitu.” Itu memang terdengar tidak sopan bagi orang asia , memanggil orang yang lebih jauh lebih tua dengan nama , tapi itu terjadi di Amerika dan Ara sudah terbiasa seperti itu , kadang hal itu masih terbawa di korea walaupun itu jelas sangat tidak sopan bagi orang korea.

 

“Jill.” Ulang Jiyong.

 

“Mungkin oppa tidak akan terbiasa memanggil mom dengan Jill , jadi terserah oppa mau memanggilnya denagn apa , kurasa mom tidak akan keberatan sama sekali.”

 

“Bagaimana kalau aku memanggilnya mom , sama denganmu?”

 

“Tidak masalah kurasa.”

“Hey , kau baik – baik saja? Kudengar kau mendapat tawaran dari SM , kenapa kau tidak menceritakan padaku?”

 

“Ah itu tidak penting. Lagi pula aku tidak akan terjun ke dunia hiburan , aku tidak memiliki jiwa di dalam dunia hiburan.”

 

“Kau yakin?”

 

“Kenapa , apa oppa cemas kalau sewaktu – waktu aku turun kedunia hiburan dan melupakan oppa?”

 

“Ya , aku cemas ketika banyak pria yang lebih baik dariku akan mengejar – ngejarmu dan mungkin kau akan lupa dan meninggalkanku.”

 

“Aku tau banyak diluaran sanah yang lebih ganteng dan baik dan oppa. Tapi ada satu hal yang harus oppa tau , tidak ada yang lebih baik , fashionable , keren , dan romantis seperti oppa!”

 

Jiyong merangkul Ara dan kemudia berbisik “Aku tidak sehebat yang kaupikirkan , tapi aku akan menjadi sehebat yang kaupikirkan kalau kau mengingkannya.”

 

Ara menoleh pada Jiyong , Jiyong sengaja tidak melihat pada Ara ia terlalu malu untuk melihat Ara setelah mengatakan hal seperti itu.

 

“Saranghae , oppa.”

 

“Gooyoung!” Ara mengejar Gooyoung yang terus berjalan

 

“Oh hai!” Gooyoung agak terkejut Ara mencarinya , Ara terkenal seluruh angkatan di fakultasnya sebagai anak yang ansos. Walaupun sudah tahun kedua ia kuliah ia hanya memiliki beberapa teman. Gooyoung bisa mengerti kenapa begitu mungkin Ara kesulitan bergaul karena ia dari Amerika.

 

“Ada apa kau mencariku?”

 

“Aku hanya ingin bertanya beberapa hal.” Ara agak kawatir kalau Gooyoung mau membantunya , karena walaupun mereka sekelas mereka tidak terlalu dekat.

 

“Silahkan tanyakan saja , kau membutuhkan bantuanku? Aku akan membantmu sebisa mungkin.”

 

“Kudengar orang tuamu agent real estate , apa kau bisa mengantarkanku ke kantor orang tuamu?”

 

“Kau mau mencari apartement untuk disewa? Tentu saja aku akan mengantarmu. Ayo ikut aku.”

 

Gooyoung membantu Ara mencari apartement karena Ara tampaknya tidak tau apartement seperti apa yang ia hendaki. Ia hanya datang dengan keinginan untuk menyewa apartement. Ara tidak tau apa yang ia inginkan karena ini pertama kalinya ia ke tempat seperti ini.

 

Ia menemukan banyak hal , seperti kriteria apartement , lokasi , banyak kamar mandi , furniture , etc. Ternyata menyewa apartement tidak semudah yang Ara bayangkan.

 

“Bukanya kau tinggal dengan oppamu , kenapa kau mencari apartement?”Tanya Gooyoung penasaran

 

“Tau dari mana kau aku tidak dengan oppa?”Tanya Ara balik

 

“Kabar yang beredar begitu. Kau adiknya Soo Hyuk model itu kan? Tempat tinggalmu seharusnya sudah bagus , down town dan yah seperti yang kau tau itu tempat tinggal mewah di seoul. Kenapa kau memutuskan untuk pindah? Kau bertengkar dengan oppamu?”

 

Ara mengeleng “Salah seorang keluargaku dari amerika datang , mungkin ia akan disinih dalam waktu yang cukup lama. Jadi aku ingin mencari apartemen untuknya tinggal.”

 

“Oh begitu… Berapa banyak keluargamu yang datang?”

 

“Hanya satu orang.”

 

“Kalau begitu dengan dua kamar cukup kan? Ini apartement – apartement yang memiliki 2 kamar dan di pusat kota , dan yang ini dekat dengan kampus kita , dan yang terakhir dekat dengan stasiun kereta tapi tidak down town. Silahkan kau lihat kalau ada yang sesuai dengan keinginanmu.”

 

Ara melihat satu satu apartement yang Gooyoung beritakan. Harga sewa apartement – apartement tersebut sangat mahal apalagi yang dekat dengan pusat kota dan stasiun kereta api. Hanya yang dekat dengan kampus Ara yang harganya lumayan tidak terlalu mahal.

 

“Eum.. Bolehkah aku membawa brosur ini dulu kerumah? Aku akan memikirkan di rumah dahulu.” Ara meminta brosur apartement yang dekat dengan kampusnya karena yang sisanya itu mahal. Ia tidak mungkin menyewanya.

 

“Tidak masalah , kau boleh membawanya. Ah ngomong – ngomong , sebentar…” Gooyoung memberikan secarik kertas brosur “Aku baru ingat , ada sebuah vila mini yang disewa dekat dengan tempat tinggal hyungmu sekarang , kalau kau mau bawa saja.”

 

Ara melihat harganya. Sangat mahal , ia tidak mungkin menyewanya. Memang sangat dekat dengan tempat tingalnya sekarang tapi ia tidak mungkin menyewanya karena harganya yang sangat mahal.

 

“Eum.. Kurasa tidak perlu , aku membawa yang ini saja.”

 

“Oh okay kalau begitu! Aku tunggu kabar selanjutnya yah.”

 

“Aku akan mengabarimu secepatnya.”

 

Selama perjalanan Ara terus melihat brosur apartement di tanganya. Hanya ini yang bisa ia sewa. Ara memasukan brosur apartementnya ke dalam tasnya karena ia mau masuk ke dalam rumah. Ia belum mau oppanya mengetahui hal ini. Baru masuk saja Ara dapat mencium wangi masakan yang enak.

 

“Mom!” Ara berjalan kedapur , wangi masakan ini ia tahu sekali momnya yang memasak. Benar saja mom sedang sibuk memasak di dapur.

 

“Kau sudah pulang. Mom tadi diantarkan Soo Hyuk ke supermarket untuk belanja , dia sangat baik sekali sweetheart mau mengantarkan mom belanja , dia juga menunjukan tempat – tempat menarik disekitar sinih.” Mom tampak sangat semangat bercerita sambil memasak

 

“Mom kau memasak apa?”

 

“Beef Chesse , aku memasaknya karena aku tau kamu menyukainya tapi bagaimana dengan Soo Hyuk apa ia akan menyukainya?”

 

Ara terdiam sejenak. Ia tahu oppanya tidak terlalu menyukai daging seperti ia , ia sangat mencintai daging sedangkan oppanya lebih suka pada sayur dan buah. “Aku tidak tau , tapi coba saja mom berikan pada dia.”

 

“Jujur padaku , dia tidak akan suka kan?”

 

Dengan terpaksa Ara mengangguk “Ia lebih suka sayur dan buah , dia tidak vegetarian sih tapi ia lebih menyukai sayur dan buah.”

 

“Kalau begitu mom masak sebanyak ini siapa yang akan makan? Eh! Bagiamana kalau kau undang G-dragon , ia suka daging kan?”

“Panggil saja Jiyong mom , nama aslinya Jiyong. Ya dia akan menyukainya. Tapi aku tidak jamin ia akan bisa datang , mom tau sendiri dia sibuk.”

 

“Kalau ia tidak bisa datang , kau harus memastikan ia mencoba masakan mom. Kau antarkan ini padanya.”

 

“Mom!”

 

“Tidak ada tapi – tapian!”

 

Mom tampak tidak mau mendengar komentar Ara lagi. Ara hanya bisa pasrah. Karena perkataan Ara tentang Soo Hyuk yang tidak memakan daging , mom tidak menyuguhkan beef chesse di atas meja ia hanya menyuguhkan tuna salad untuk makan malam.

 

“Mom seriously , kita makan malam hanya dengan tuna salad!?!” Ara benar – benar kaget ketika melihat meja makan hanya ada semangkok besar tuna salad.

 

“Sudah jangan mengeluh makan!”Mom memberikan sinyal supaya Ara makan “Sesudah ini kau bisa makan beef chesse sampai puas , tapi kau makan ini dulu.”Bisik mom.

 

“Baiklah aku akan makan.” Ara jelas saja tidak suka , ia tidak suka sayuran

 

“Ini untukmu.”Soo Hyuk memberikan ikan tuna ke piring Ara dan mengambil sayuran dipiring Ara

 

“Gomawo oppa!” Ara tersenyum senang , sementara itu momnya hanya memelotoninya. Arapun mengambil kembali sayuran yang diambil Soo Hyuk dan mengambilkan tuna Soo Hyuk “Aku belum mau melihat sepasang bola mata jatuh diatas meja makan.” Ara mengisyaratkan pada mom yang dari tadi melotot kearahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s